MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Dilema


__ADS_3

"Kenapa harus berhenti kerja segala sih Bib?!Roy akan semakin curiga karena kamu tiba-tiba bersikap aneh seperti tadi!"Kata Mariam di dalam mobil.


"Habisnya Teh,Bibah kok enek banget kalau liat dia terus!males ah, kalau di kantor kan pastinya ketemu terus!makanya dari pada nambah dosa lwbih baik aku mundur aja!"Jawab Bibah sambil memeluk tubuh keponakan nya yang tertidur.


"Tapi Janji adalah janji Bib!dan itu harus ditepati!"


Nasihat Mariam.


"Auk akh! Bingung aku jadi nya!"


"Nanti Teteh coba ceritakan sama Kak Bima,dia pasti bisa membantu!"


"Jangan jangan Teh! jangan dulu!ujung ujungnya pasti bakal di nikahin sama dia!Secara Pak Roy dan Mas Bima kan temen deket!"Bantah Bibah.


"Ya gak semudah itu Bib!Kalau Roy ternyata menolak kamu,kan bisa gugur janji kamu itu!"


"Wah beneran Teh?!Boleh juga tuh!ya udah teh,nanti kalau Kak Bima pulang, Teteh coba minta bantuan sama dia ya!dan Bibah akan berusaha untuk membuat Pak Roy makin benci sama Bibah!"


"Iya ,iya!tapi Teteh gak janji ya! Kita hanya bisa berencana kan?!Allah yang menentukan semuanya!"


Bibah pun mengangguk ragu, setidaknya ada harapan untuk penyelesaian dari masalahna, meskipun seperti kata Teteh nya, semuanya sudah Allah yang atur.


"Kita langsung ke rumah Umi Pak! Barusan Umi WA katanya kita disuruh kesana sekarang!"Kata Mariam kepada Sopir nya.


"Siap Bu!"


*****


Ternyata di rumah Umi sudah ada tamu yang menunggu kedatangan Mariam dan Bibah.


Beliau adalah Guru di pesantren Bibah waktu dia menimba ilmu,Kiai Rosid yang datang didampingi Istrinya Bu Haji Aminah dan ada juga putera nya yang merupakan idola Bibah sejak SMP,dia Adalah Fikri.


Seorang pemuda yang tampan dan pintar yang sedang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar,Kairo.


Sudah lama sekali Fikri baru pulang ke tanah Air,hanya satu kali Bibah pernah melihat nya,dan Bibah langsung kelepek kelepek di buatnya.


Fikri memang menjadi idola para santriwati di lingkungan pesantren, bukan saja karena pesona nya yang luar biasa tampan,tapi dia juga sangat pintar dan berwibawa.


Termasuk Bibah, Santriwati paling rese dan pembuat onar,mana mau Seorang Fikri kepadanya,begitu kata teman-teman nya.


Lalu ada apa gerangan keluarga Fikri datang ke rumah Umi nya Bibah.


"Assalamualaikum!"


Sapa Mariam dan Bibah.


"Waaliakumsalam!"Jawab Mereka berbarengan.


"Nah ini dia yang ditunggu-tunggu!Sini Nak! Satria nya di tidur kan saja dulu di kamar kamu! setelah itu kembali lah kesini!Ada yang ingin kami bicarakan!"Kata umi Salamah kepada Bibah, sedang kan Mariam langsung duduk di samping Ibunya.


"Ini adalah Mariam!Kakak nya Bibah yang paling besar!Mar, beliau adalah Gurunya Bibah waktu di pesantren beserta istrinya nya dan dia adalah putra nya, mereka kemari ingin bersilaturahmi kepada kita sekaligus ingin men ta'aruf putera nya Fikri dengan Bibah!"


Umi Salamah menjelaskan Kedatangan tamu itu ke rumah mereka.


"Deg!"


Jantung Bibah terasa berhenti berdetak.


"Kak Fikri ingin bertaaruf dengan ku?!Apa tidak salah?!Dia benar benar kak Fikri yang itu bukan?!"


Batin Bibah sambil sedikit curi curi pandang le raj Fikri,dan benar saja, dia adalah Fikri idolanya.


Ada rasa senang bercampur kaget yang dirasakan oleh Bibah.


Tapi kemudian ia teringat janji nya tempo hari kepada Roy.


"Bagaimana Nak Bibah? Apakah Nak Bibah bersedia bertaaruf dengan anak kami Fikri?!"


Tanya Kiai Rosid.

__ADS_1


Bibah malah menatap ke arah Kakak nya,lalu menatap sekilas ke arah Fikri yang ternyata sedang menatap nya juga.


Namun kemudian keduanya sama sama segera memalingkan wajah mereka.


"Bagaimana Bib?!"Tanya Umi nya juga.


Ini adalah impian nya dari dulu, bagaimana mungkin dia akan menolak seorang Fikri.


Bibah pun akhirnya mengangguk kan kepalanya malu malu.


"Alhamdulillah! Proses ta'aruf ini adalah proses pendekatan untuk saling mengenal karakter satu sama lain sebelum kalian naik ke jenjang berikutnya.Namun kalian tetap tidak diperbolehkan berduaan untuk menghindari dari Zinah ataupun Fitnah,jika kalian dirasa sudah siap dan mantap menikah,maka segera lah untuk menikah.Apa kalian mengerti?"


Fikri dan Bubah oun mengangguk bersama an.


"Fikri ingin menyelesaikan studi dulu Abah,baru menikah!"


"Tapi Studi bisa di lanjutkan setelah menikah kan Fik! Bagaimana dengan Bibah?!"


Kata Kiai Rosid.


"Bibah ikut saja Pak Kiai!"Jawab Bibah.


"Baiklah kalau begitu,Abah kasih kalian waktu satu bulan untuk memantapkan niat baik kalian!"


***


Derasnya hujan mengguyur ibukota.


Bibah baru saja selesai berkuliah dan dia berniat membuka jok motor nya untuk mengambil jas hujan.


Namun motor Bibah terasa oleng dan ternyata ban motor nya pecah,dibawah guyuran hujan dia menepikan Motor nya dan celingukan mencari tukang tambal ban, tapi sayang nya di daerah itu tidak terjadi tukang tambal ban satu pun.


Bibah membuang nafas nya kasar.


Apes banget dia hari ini.


Bajunya sudah basah kuyup semua dan ternyata jas hujan nya pun ketinggalan entah dimana.


Jika menelpon seseorang pun tidak mungkin langsung datang ditengah hujan begini,mana sudah hampir malam lagi, jalanan pun sudah mulai sepi.


Bibah mencoba menelpon seseorang,Fikri.


Namun tidak diangkat.


"Kenapa Bibah?maaf Saya sedang ada seminar dan tidak bisa di ganggu saat ini,nanti saya balik telepon kamu ya!?"


Fikri mengirimkan pesan setelah nya.


"Benar!Kak Fikri sibuk,tak mungkin dia mau datang kesini menolong ku!"Batin Mariam agak kecewa.


"Tinggal kan saja motor mu disini! titipkan saja kepada pemilik toko!Ayo pulang naik mobil aku!"


Tiba tiba saja seseorang memayungi nya dari belakang.


Dan lagi-lagi itu adalah Roy.


"Pak Roy!?"


Bibah yang hampir menangis segera menyeka Air mata nya yang bergulir di pipinya.


"Ayo naiklah! Nanti aku suruh orang untuk memperbaiki dan membawa motor mu!"Kata Roy lagi.


Bibah mengangguk dan betapa ia senang Roy datang di waktu yang sangat tepat.


"Kenapa harus dia lagi sih yang datang menolong ku?!"Batin Bibah sambil menggigil kedinginan.


Tak disangka, Roy juga memakai kan jas yang ia pakai agar Bibah tidak terlambat kedinginan.


Bibah sempat tertegun mendapatkan perhatian seperti itu, jantung nya pun berdebar dan ia tak pernah merasa kan hal seperti ini.

__ADS_1


Dia jadi ingat lagi akan janji nya waktu itu,apa yang harus ia lakukan kini?apa keputusan sudah benar menerima ta'aruf dengan Fikri,lalu bagaimana dengan janjinya kepada dirinya sendiri tentang Roy,tapi dia tidak mencintai nya,dan Fikri adalah Pria yang dia idam idamkan selama ini.


"Ya Allah berilah hamba mu jalan yang terbaik!"


Batin Bibah lagi.


"Mau diantar kemana?!"


"Rumah Teh Iyam saja! Tolong!"


Jawab Bibah.


"Tapi Bima sudah pulang tadi sore!"


Kata Roy mencoba memberitahu Bibah.


"Tidak apa,aku punya kamar sendiri disana!"


"Baiklah! terserah kamu saja!"


Tak ada obrolan lain di dalam mobil.


Mereka hanya saling diam dan terlihat sangat canggung, padahal biasanya setiap mereka bertemu pasti saja akan berantem dan tak pernah saling diam seperti ini.


"Segera ganti bajumu dan mandilah pakai air hangat!Agar kamu tidak masuk angin!Aku akan kirimkan ramuan untuk menghangatkan tubuh mu nanti!"


Kata Roy begitu mereka sampai di depan rumah Bima.


"Baik! Terimakasih Pak!Pak Roy sudah menyelamatkan Saya berulang kali!Maaf saya sudah merepotkan Pak Roy!"Kata Bibah dengan tulus.


"Sudah lah!kamu jangan merasa tidak enak seperti itu!dan jangan menghindari ku lagi!jika aku punya salah aku minta maaf!"Kata kata Roy begitu dalam, entah kenapa dia terlihat sangat berbeda kali ini,hangat dan lembut.


"Pak Roy tidak masuk dulu?"Bibah mencoba berbasa-basi.


"Mungkin nanti aku balik lagi kesini!Aku ada urusan dengan Bima,sambil membawa obat agar kamu tidak masuk angin!Ayo segera lah masuk, kamu pasti sangat kedinginan!"Kata Roy, tumben dia sangat perhatian, membuat Bibah semakin kebingungan.


Bibah pun masuk ke dalam rumah kakak nya , dan mereka terlihat sedang bercengkrama di ruang keluarga,dan benar saja Kakak iparnya nya pun sudah pulang.


"Assalamualaikum!"


Sapa Bibah.


"Waaliakumsalam!Ya ampun Bib,Kamu kok basah kuyup gitu?!kamu kehujanan?!"Tanya Mariam terlihat sangat khawatir.


"Iya teh!tadi pas mau pulang disana hujan!Kak Bima sudah pulang!?"


"Iya tadi sore! padahal disini gak hujan lho!Kamu pulang nya gimana?!hujan hujanan pake motor?!"Tanya Bima, sebenarnya ia penasaran Bibah memakai jas milik siapa.


"Euh anu Kak!tadi Motor Bibah pecah ban!untung ada Pak Roy lewat!Bibah diantar pulang deh sama Pak Roy!"Jawab Bibah malu malu.


"Ya sudah nanti lagi cerita nya, kamu mandi air hangat dulu, setelah itu kita makan malam!ada yang mau kita bicarakan sama kamu Bib!"Kata Mariam.


"Iya Teh! Bibah naik dulu ya!"


***


"Teteh sudah cerita kan semua nya kepada Kak Bima Bib! Dan Kak Bima Akan mencoba membicarakan nya dengan Roy!"


Mereka berbicara setelah makan malam.


"Iya Bib! Semoga apapun hasilnya itu adalah yang terbaik bagi kalian! apalagi kamu baru saja menerima bertaaruf dengan pria lain bukan? seharusnya kamu jangan menerima pria lain sebelum urusanmu dengan Roy selesai!"


Tambah Bima.


"Iya Kak! seharusnya memang seperti itu! Seharusnya Bibah selesai kan dulu dengan Pak Roy sebelum menerima Fikri! Maaf!"


"Sudah lah! Lagipula seperti nya Roy akan sangat mempertimbangkan untuk menerima mu karena janji mu itu,dia sangat teguh akan keyakinan nya dan kamu juga tidak mungkin kan menikah dengan Pria yang tidak seiman, begitu juga Roy!Kak Bima dengar dia sedang di jodohkan dengan seorang teman Papahnya yang sama sama aktif di gereja tempat mereka biasa beribadah!"


"Maaf Den!Pak Roy ada sudah menunggu anda di ruang Tamu!"Kata Bibi memberitahu Tuannya.

__ADS_1


"Ya sudah! Kalian beristirahat lah!Aku akan berbicara dengan Roy!"


Kata Bima sambil berdiri lalu mengecup kening istrinya, lalu pergi ke ruang tamu untuk menemui Roy dan berbicara kepada nya.


__ADS_2