MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Berhenti atau Terus


__ADS_3

'Ya Robb,andaikan Pria itu adalah jodoh terbaik yang engkau berikan kepada hamba mu ini,hamba mohon dekatkan lah Ia kepada hamba dan jadikanlah Ia imam yang sholeh bagi hamba dan putera hamba,namun jika Dia bukanlah pria baik untuk menjadi imamku,hamba mohon,jauhkanlah ia dari kehidupanku ,hanya engkau yang maha mengetahui apa yang terbaik bagi hamba mu ini,,,,


Ya Robbana,,,berilah hamba petunjuk agar hati ini tidak bimbang lagi,,,,,"


Mariam memanjatkan Doa yang begitu panjang dalam sholat malam nya,ia hanya ingin ketenangan dan hanya kepada sang pencipta lah tempat Ia mengadu.


Setelah apa yang terjadi kemarin,tentu saja Mariam menjadi semakin bimbang,Ia semakin yakin untuk tidak melanjutkan proses ta'aruf dengan pria blasteran itu, keraguan nya semakin terjawab sudah,banyak yang Ken sembunyikan darinya.


Minggu,05.30 pagi hari,


Mariam berniat melakukan lari pagi di sekeliling komplek perumahannya,setelah Satria mantap untuk mondok di pesantren Kiai Mus ,Mariam kini harus ikhlas tinggal sendiri di rumahnya dan hanya ditemani seorang Bibi yang biasa membantu membersihkan rumahnya.


"Mau olahraga Neng?!"Tanya Bi Inah yang tengah menyiapkan sarapan.


"Iya Bi,Bibi mau ikut?!"Mariam sengaja mengajak Bi Inah,agar dia tidak merasa jenuh dengan pekerjaan nya.


"Kaki Bibi sakit Neng,biasa,asam urat lagi kambuh!"Keluh Bi Inah,sambil memijit mijit betisnya,perempuan paruh baya yang telah lama ikut kerja kepada mendiang Suaminya itu,sekarang memang sering sakit sakitan.


"Ya udah,Bibi istirahat aja,jangan terlalu capek,nanti Mar beliin obat sama sekalian mau belanja ke pasar!"Kata Mariam sambil mengusap lengan Bibi yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri itu.


Bi Inah mengangguk senang,


"Hati hati ya Neng!"


"Iya,Bi!Mar berangkat dulu ya,Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!"

__ADS_1


Mariam pun membuka pintu gerbang rumahnya,sepeninggal Bima ,Ia memang sengaja tak menyewa jasa security untuk menjaga rumahnya,Ia tidak suka ada pria bukan mahram dirumahnya.


"Astagfirullah!ngapain kamu tidur disini!?"


Seru Mariam,bagaimana ia tidak terkejut ketika ia membuka pintu gerbang pagar besi rumahnya,Ia melihat Ken tengah tertidur tepat di sana sambil duduk menyandar ke pagar besi itu,persis seperti seorang gelandangan namun dengan penampilan yang menarik,di sampingnya terdapat motor gede mewah yang mahal.


"Hei,Tuan Ken!bangun!kenapa Anda tidur disini!?"Teriak Mariam sambil menggoyangkan tubuh Ken dengan kakinya,ia merasa risih.


"Mar!akhirnya kamu keluar juga!"


Kata Ken sambil berusaha untuk bangkit dari duduknya,Ia terlihat senang bertemu dengan Mariam.


"Kenapa sampai tidur disini!?"


Mariam mengulangi pertanyaan nya yang tadi.


Mariam juga baru ingat,bel rumahnya itu rusak,kalau masalah telpon,ia memang sengaja tak mengangkat nya,malas!


"Penjelasan apa lagi!?Kita sudah sepakat kemarin,gak usah kita ketemu ketemu lagi!"Kata Mariam ketus,ia pun segera beranjak untuk meninggalkan Ken disana.


"Mar,tolong dengerin Aku dulu,Mommy ku bisa masuk rumah sakit jika ia sampai tahu kita gak jadi nerusin hubungan ini,please kasih aku kesempatan untuk jelasin semuanya ,Mar!Cewek yang kemarin itu bukan siapa siapa Aku!"Seru Ken sambil menarik tangan Mariam agar tak meninggalkan nya.


"Jangan sentuh Aku!dan ingat!Aku tak peduli siapa pun dia!Aku malah senang kita gak jadi nikah!soal orang tua kamu,biar aku yang jelasin sama mereka!Aku rasa mereka akan mengerti jika kamu sudah memiliki calon sendiri!"Tegas Mariam sambil menghempaskan Ken agar menjauh.


"Sorry!Sorry!maafkan Aku Mar!Aku mohon dengerin Aku dulu!Aku janji gak bakalan ganggu kamu lagi,setelah kamu tahu yang sebenarnya ,terserah kamu mau lanjut atau enggak!"Ken tetap kekeh pada keinginan nya untuk berbicara dengan Mariam,sepertinya ia tak akan menyerah begitu saja.


Mariam terlihat berpikir sejenak.

__ADS_1


"Oke!ini terakhir kali kita bahas tentang hubungan kita lagi,ikuti Aku!kita ngobrol sambil jalan aja!"


kata Mariam akhirnya.


Mereka pun berjalan agak berjauhan ,Mariam tidak suka berduaan seperti itu,cepat cepat ia mencari tempat yang ramai untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Ken,Ia pun memilih duduk di bangku taman komplek yang disana juga banyak orang yang tengah joging.


"Waktu ku tidak banyak!Aku harus segera ke pasar,Bi Inah sakit,jadi Aku yang harus menghandle pekerjaan rumah!"Kata Mariam beralasan,sebenarnya ia ingin Ken untuk tidak bertele tele.


"Oke,,,sebelumnya makasih kamu udah mau dengerin aku,Aku juga mau minta maaf atas kejadian kemarin,Aku gak bermaksud menyembunyikan apa pun dari kamu.


Dia adalah Dara,umurnya baru 17 tahun,begitu aku selesai ketemu kamu di pesantren ,Dara yang baru pulang dari Singapura langsung nelpon Aku minta jemput di bandara.


Dia sedang menjalani pengobatan disana,dan dia di vonis tidak bisa lagi berjalan oleh dokter di tanah air.


Dia memang bukan siapa siapa Aku Mar,tapi Akulah yang bertanggung jawab atas hilangnya masa muda Dara karena ia harus duduk di atas kursi roda selama nya!"Ken mulai berkisah,Mariam cukup terkejut dengan apa yang di ceritakan Ken,Ia semakin penasaran,kenapa Ken yang harus bertanggung jawab.


"Kejadian nya dua tahun lalu,Saat itu hujan begitu deras,Aku yang baru pulang dari club',mengemudi sambil mabuk dan tak sengaja menabrak sebuah mobil yang terdiri dari sepasang suami istri dan seorang anak perempuan,suami istri itu meninggal dan anak perempuan nya terluka parah sampai koma,kakinya patah dan saraf otaknya ada yang terganggu ,dia adalah Dara,orangtuaku mengambil alih perwalian nya,Aku sempat trauma sampai aku di kirim ke Korea agar bisa melupakan kejadian itu,setelah kondisiku psikis ku pulih sebagai bentuk pertanggungjawaban ku,Aku merawat Dara dan berusaha membangkitkan semangat hidupnya,sampai saat ini sepertinya dia lupa jika Aku lah yang menyebabkan orangtuanya meninggal dan dia harus duduk di atas kursi roda ,namun dia terobsesi kepadaku,dia sampai berkali kali akan bunuh diri ketika aku mengabaikan nya,dia pun tak suka jika aku punya kekasih,disisi lain Aku masih sangat merasa bersalah kepadanya ,tapi disisi lain Aku pun tersiksa karena tak bisa lepas dari Dara,Aku hanya menganggap dia sebagai Adik ku,tapi sepertinya dia salah menilai perhatian ku selama ini!"


Ken berkisah dengan begitu lirih ,matanya berkaca kaca,baru pertama kali ini Mariam melihatnya begitu sendu,penyesalannya begitu dalam,sepertinya ia benar benar tulus mengakui kesalahan nya itu.


"Itu balasan yang harus kamu terima,apa yang terjadi kepada Dara lebih dari itu!"Kata Mariam asal nyeplos aja.


"Ya ,aku akui,memang aku adalah manusia bejad,Mar!Aku memang tak pantas bersanding dengan wanita shalihah seperti kamu,tapi setelah Aku bertemu dengan kamu,aku benar benar sadar ingin memperbaiki diri,sedikit demi sedikit aku meninggalkan dunia malam,aku tak lagi minum alkohol,hatiku rasanya sungguh teduh ketika melihat kamu,untuk itu aku tak menolak bahkan senang saat Mom dan Papih Aku mau jodohkan kita!bahkan saat pertama kali aku melihat kamu di restoran waktu itu,aku tertarik sama kamu,padahal saat itu,aku benci wanita dengan penampilan tertutup seperti kamu!jadi please Mar!bantu Aku,Aku ingin mengenal agama lebih dalam lagi!"Ucapan Ken terdengar sungguh sungguh begitu menohok di dada Mariam,kini ia benar benar di landa kebingungan.


Disisi lain, ia tak ingin menyakiti perasaan Dara,ia faham Dara yang masih terbilang ABG itu berharap banyak kepada Ken,apalagi dengan kondisinya saat ini,Dara lebih butuh perhatian khusus dari Ken.


Namun Ia pun patut memberi kesempatan kepada Ken yang berniat untuk hijrah,meskipun ia sangat berharap Ken sungguh sungguh dengan keinginannya,sudah sepatutnya Mariam memberi kesempatan itu,Semoga niat baik Ken adalah hidayah yang Allah kirim untuk nya.

__ADS_1


Entahlah,, apa yang harus ia lakukan kini,apakah harus berhenti atau terus,,,


__ADS_2