
Bima yang berniat kembali ke kantor, perjalanan nya sedikit terganggu macet padahal ini masih di kawasan komplek rumah nya dan biasa tak pernah semacet ini.
"Ada apa Pak?!kok rame banget!"
Tanya Bima kepada seorang petugas kepolisian yang sedang mengamankan jalan.
"Ada kecelakaan tunggal Pak! mohon maaf perjalanan anda akan sedikit terhambat karena kami sedang mengevakuasi mobil korban!"
Jawab polisi tersebut.
karena penasaran Bima pun memarkir kan mobilnya di pinggir dan ia pun turun untuk melihat langsung siapa sebenarnya yang mobilnya sampai terguling seperti itu.
Bima pun berjalan mendekati lokasi kejadian dan ternyata evakuasi korban baru saja selesai dan di angkut ke mobil ambulance yang berada tepat di samping nya sehingga Bima dapat melihat dengan jelas siapa sosok yabg yang mengalami kecelakaan tersebut.
"Astaghfirullah! Irsyad!?"
Teriak Bima terkejut, ternyata orang yang mengalami kecelakaan tunggal itu adalah Irsyad.
"Anda kenal orang ini Pak?!"Tanya salah seorang petugas kepolisian.
"Iya pak dia adalah Saudara Saya!"
Jawab Bima sambil masih histeris.
"Kalau begitu silahkan dampingi Pasien ke rumah sakit dan tolong hubungi keluarga nya yanga lain!"
"Baik pak!"
Bima pun akhirnya mengikuti Ambulance itu ke rumah sakit terdekat,dia sengaja tidak memberitahu Istrinya karena takut ia syock dan
bisa bahaya untuk kandungan nya.
Dia berusaha menghubungi keluarga Irsyad di Jogja dan memberi tahu Wira sebagai saudara nya berada disini.
Irsyad yang kondisinya sangat parah segera ditangani oleh tim medis dan katanya harus segera dilakukan operasi, karena banyak anggota tubuh nya yang patah.
Wira yang segera datang setelah diberitahu Bima tak kalah terkejut dan khawatirnya dengan kondisi Irsyad yang sangat kritis.
"Bim,Kok bisa Irsyad kecelakaan di daerah rumah kamu!?"
Tanya Wira penasaran.
"Dia baru saja pulang berkunjung dari rumah ku, ketika aku hendak kembali ke kantor setelah makan siang bersama nya saat itu Irysad pun pamit pulang,dan aku pun tak menyangka di perjalanan ternyata Irsyad mengalami kecelakaan."Kata Bima, dia berkata dengan lirih.
Tak berapa lama Dokter yang menangani Irsyad pun keluar dari ruang operasi.
Bima dan Wira segera menghampiri Dokter tersebut dan menanyakan kondisi Irysad.
"Dia masih belum sadar,dan keadaannya sangat kritis, doakan saja yang terbaik!"Jawab Dokter tersebut sambil meninggalkan ruangan operasi.
Tak lama keluarga Irysad dari Jogja pun datang dan mereka sangat histeris.
Ibu dan Adiknya diperbolehkan melihat keadaan hanya sebentar.
Ibunya pun tak berhenti menangis setelah melihat kondisi Putera nya yang parah.
Irsyad Koma dan hanya sesekali memanggil manggil nama Fatimah, membuat Ibunya Irsyad semakin merasa bersalah,dia menyesal telah memisahkan Irsyad dengan Fatimah,dia pun memohon kepada Mariam yang datang mengunjungi nua dirumah sakit.
"Nak Mariam, Ibu memohon dengan sangat,tolong bawa Nak Fatimah kepada Irsyad,ibu yakin setelah Nak Fatimah datang, Irsyad pasti akan segera bangun!"
Ibunya Irsyad memohon di bawah kakinya Mariam.
"Ibu bangun Bu, tidak perlu seperti ini,jika Fatimah pulang, pasti Mariam akan bawa dia untuk menemui Irsyad!tapi sekarang Fatimah masih berada di Korea,Bu!"
Jawab Mariam sambil membangun kan Ibunya Irsyad agar segera berdiri.
__ADS_1
"Ibu juga akan memohon ampun kepada nya,Ibu sudah sangat bersalah kepada nya, Sejak Fatimah pulang kepada kalian,tak pernah lagi Ibu melihat senyum di wajah Irsyad,dia sangat sulit makan juga jarang beristirahat,dia tak pernah menyapa kami sekalipun,Dia layaknya seperti mayat hidup,Waktu itu Ibu juga bingung harus bagaimana, sampai Ayah nya meninggal, Istri nya pun minta cerai karena tak pernah sekalipun Irsyad mengindahkan nya.
Sejak saat itu,Ibu sadar bahwa Ibu sudah sangat Egois dan semuanya sudah terlambat!Hiks hiks hiks! Ibu benar benar sangat menyesal!"
Tangis Ibunya Irsyad langsung pecah,jika mengingat keinginan terbesar Irsyad adalah kembali bersama dengan Fatimah,namun saat ia memiliki kesempatan itu, ia malah mengalami kecelakaan dan belum sempat menemui Pujaan hatinya.
"Anda tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi, Tapi kita juga tidak bisa mengingkari apa yang seharusnya terjadi,Memang penyesalan sering datang terlambat namun tidak ada kata terlambat untuk bertaubat!"Kata Bima memberi sedikit masukan.
"Sayang sebaiknya kita pulang sekarang, sudah hampir Maghrib!"Ajak Bima yang segera diiyakan oleh Mariam.
"Memang nya Kapan Fatimah pulang katanya?!"Tanya Bima sambil menyetir mobilnya.
"Gak tahu besok, gak tahu lusa! kamu dong coba tanya sama Arjuna,kamu kan Kakak nya,Aku gak pernah lihat Kalian saling bertegur sapa, kenapa?!"
"Aku kesal saja sama dia!dia susah di atur suka seenaknya,Aku sudah cegah dia untuk kerja bareng Fatimah,tapi dia tak mendengar kan ku!"
Jawab Bima.
"Aku juga sebenarnya risih jika mereka bareng bareng terus, tapi setelah aku pikir pikir mereka kan tidak pergi berdua aja Sayang! Arjuna juga banyak bawa Crew lain, juga ada manager nya, lagi pula gak mungkin lah Fatimah macem macem sama dia, saat aku jadi sekertaris kamu juga kan aman aman aja,Gak mungkin mereka melewati batas!"Kata Mariam.
"Iya sih, Aku percaya kok sama mereka!Aku gak suka aja melihat mereka bareng bareng kaya gitu!"
"Ya gimana lagi! Nanti aku coba ngomong deh sama Fatimah!"
***
"Assalamualaikum Umi,Teh Iyam! Fatimah pulang!"
Teriak Fatimah,dia pulang ke rumah Mariam karena diberi tahu saat menelepon,Umi nya kini tinggal di rumah Mariam karena Mariam sedang hamil dan Umi nya ingin menjaga Tetehnnya itu.
"Waaliakumsalam salam! Alhamdulillah kamu sudah kembali Fat!Kamu baik baik saja kan?!"Tanya Mariam yang langsung keluar dari kamar nya begitu mendengar suara Fatimah.
Mereka langsung berpelukan dan Fatimah membawa banyak sekali oleh oleh.
"Umi mana teh?!"
"Umi baru saja berangkat ke e rumah sakit!"
Jawab Mariam sambil membongkar oleh oleh yang dibawa Fatimah.
perlengkapan Bayi merk luar negeri yang di beli Fatimah dari berbagai Negara saat dia mengantar Arjuna Keliling Asia untuk konser.
Sangat lucu lucu dan bagus sekali.
"Hah, Siapa yang sakit emang?!"
Tanya Fatimah sambil mengelus elus perut Mariam yang sudah mulai terlihat membuncit.
"Irsyad kecelakaan Fat, sudah seminggu dia koma,dan dia memanggil manggil terus nama kamu! Ibunya meminta Teteh untuk membawa kamu kesana agar menemui Irsyad sebentar saja!"Kata Mariam berbicara sesantai mungkin,dia tahu Fatimah masih sakit hati dengan perlakuan keluarga Irsyad kepada nya.
"Ogah ah!buat apa?kita kan sudah gak ada hubungannya lagi sama mereka, lagipula kan ada istrinya, ngapain nanyain Fatimah lagi!"
Jawab Fatimah nggak peduli.
"Nggak ada istri,Fat! Irsyad sangat tersiksa setelah bercerai dari kamu, istrinya pun minta cerai karena Irysad yak sedikit pun melihat dia!
Bahkan Irsyad kecelakaan setelah dia ke sini karena ingin menemui kamu,dia melihat berita kedekatan kamu dengan Arjuna,dan sepertinya kepikiran dan akhirnya terjadi lah kecelakaan yang menimpa dia,di daerah sini malah!"
Kata Mariam menjelaskan kronologi kecelakaan yang menimpa Irysad.
Fatimah terdiam mendengar Mariam berkata seperti itu.
"Teteh mau tanya Fat,Kak Bima pun marah melihat berita itu!
Kamu ada hubungan apa dengan Arjuna!?"
__ADS_1
Tanya Mariam meminta penjelasan dari Adiknya.
"Hubungan atasan sama bawahan lah, gak lebih!kalau media biasa lah Teh, mereka suka melebih lebihkan karena itu memang kerjaan mereka!"Jawab Fatimah.
"Kamu yakin?!"
Mariam ingin lebih jelas lagi.
"Ya sudah Kalau teteh nggak percaya!"
Kata Fatimah sambil hendak beranjak meninggalkan Mariam di ruang keluarga.
"Oke oke, Teteh percaya Kok! tapi Please!Temui Irysad di rumah sakit, sebentaaar saja!ini demi kemanusiaan! hilang kan rasa dendam mu itu dan tengok lah dia yang sedang kena musibah,Ya?!Nanti Teteh antar!"Bujuk Mariam setengah memohon.
"Ya, baiklah!Tapi nanti sore ya,aku capek banget soalnya,mau istirahat dulu!"Jawab Fatimah, akhirnya dia tidak dapat menolak permintaan Kakak nya itu.
Mariam pun mengacung Ibu jarinya sambil tersenyum tanda setuju.
***
"Alhamdulillah, Nak! Akhirnya kamu datang juga! Ibu mohon maaf banget ya, karena sudah banyak sekali menyakiti kamu!Ibu sangat menyesali semua nya Nak!Ibu mohon dengan sangat, tolong maafkan Ibu ya,Nak Fatimah!!?"
Ibunya Irysad langsung bersimpuh dihadapan Fatimah begitu melihat Fatimah datang menjenguk Putra nya.
Fatimah tidak menghiraukan nya dan terus saja berjalan menuju ruang rawat inap yang ditempati Irysad,di ikuti Mariam dan yang lainnya.
Fatimah tertegun melihat kondisi Irsyad yang sangat parah,Dia berjalan mendekati Irysad sambil menitikkan air mata nya.
"Mas,Mas Irsyad!ini Aku mas, Fatimah!"Bisik Fatimah, Airmata nya menetes membasahi tangan Irsyad.
Tangan Irsyad sedikit bergerak,dia pun membuka matanya dengan perlahan dan melirik ke arah Fatimah.
"Bu,Mas Irsyad Bu,Dia bangun, lihat lah!"
Teriak Adik Irsyad.
Semua orang mendekati Irysad dan memperhatikan nya yang menatap Fatimah dengan sendu.
Tangan nya meraba wajah Fatimah yang berlinang air mata.
"Fat,,,!"
Katanya begitu lirih.
"Iya,Mas!Mas jangan dulu banyak bicara, Fatimah ada disini buat Mad Irsyad!"Kata Fatimah menyambut tangan Irsyad dan menggemgam nya.
"Mas cepet sembuh ya, Fatimah kangen sama Mas Irsyad!"
Irsyad tersenyum sambil terus menatap Fatimah dengan tatapan penuh penyesalan dan kerinduan yang mendalam.
"Maafkan Mas Irysad ya!Mas ikhlas kamu bahagia dengan Pria manapun yang akan membahagiakan mu, Bahagia lah selalu Fat,Mas Mohon maaf kan Mas,ya!"
"Mas Irsyad gak punya salah Mas, Fatimah sudah memaafkan semuanya,Mas bangun,ya!"
Fatimah terus berderai airmata sambil tak lepas menggemgam tangan Irsyad.
"Mas lega bisa bertemu kamu lagi Fat, Mas bisa pergi dengan tenang! Selamat tinggal Fat,Laa illa Ha ilallah!"
"Mass!Mas Irsyad!"
"Irsyad!"
Semua orang berteriak memanggil nama Irsyad yang memejamkan matanya untuk selamanya.
,,
__ADS_1
bersambung,,