
"Assalamualaikum Pak!Mohon maaf saya terlambat!"
Setelah ia bersiap siap,Mariam begitu terburu buru pergi ke perusahaan milik Bima,ia memutuskan untuk menerima tawaran Bima agar mau menjadi sekertaris nya karena memang ia butuh pekerjaan dan gajih yang ditawarkan Bima cukup besar.
Bima terlihat begitu sumringah melihat Mariam ada dihadapannya,ia sempat kecewa saat Mariam yang langsung Pergi begitu saja dari rumah nya dan mengatakan tak mau berurusan lagi dengan nya.
"Kamu datang?!"Kata Bima yang sedang berkonsultasi dengan Roy, orang kepercayaan Papahnya.
"Saya bersedia bekerja disini dengan Profesional,Pak,ini surat lamaran saya,dan saya
berharap Bapak pun bisa bersikap profesional dengan saya!"Jawab Mariam sambil menyimpan surat lamaran pekerjaan nya diatas meja milik Bima.
Bima mengangguk ngangguk tanda mengerti tujuan ucapan Mariam.
"Roy,beritahu dia agenda ku hari ini dan Kamu tanyakan saja pada Roy jika ada sesuatu yang kamu tidak mengerti! sepuluh menit lagi aku harus menghadiri rapat!"
Kata Bima, dia berusaha bersikap profesional seperti kata Mariam.
Mariam membungkukan badannya sedikit dan mengikuti Roy menuju ruangan nya untuk diberi arahan.
"Sekarang kamu persiapkan keperluan Bos untuk rapat hari ini,catat semua hasilnya lalu nanti laporkan!"Kata Roy.
Kemudian Mariam kembali menuju ke ruangan Bima kembali untuk mengingat kan bahwa rapat agar segera dimulai.
"Apa kamu sudah sarapan?!"Tanya Bima, sambil mereka berjalan menuju ruangan rapat.
"Saya tidak akan menjawab pertanyaan pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan."Jawab Mariam datar.
Bima menghentikan langkah nya lalu menatap Mariam.
"Sekarang kamu adalah pegawai aku,jika kamu tiba tiba pingsan karena kelaparan, siapa yang malu?! Aku kan?!"Kata Bima.
"Sudah, kok,saya sudah sarapan!"Jawab Mariam pelan.
"Bagus!ini adalah hari pertama kita jadi partner kerja,jadi ayo kita lakukan yang terbaik!"Kata Bima penuh semangat.
"Baik Pak!"Jawab Mariam tak kalah semangat.
Mereka pun memasuki ruang rapat yang sudah dipenuhi para petinggi perusahaan,para relasi dan para pemegang saham.
Terlihat juga hadir Tuan Danu Diningrat sebagai pimpinan tertinggi.
Mereka semua berdiri menyambut kedatangan CEO baru perusahaan tersebut.
Setelah Roy membuka rapat tersebut kini giliran Bima memberikan sambutan sebagai CEO yang baru.
"Saya berharap kerjasama dari semua nya,saya ingin meng audit ulang dari perusahaan perusahaan yang sudah bernaung di perusahaan kami,dan Saya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun jika ternyata terbukti ada kecurangan dari siapapun!"Kata Bima dengan begitu tegas dan berwibawa.
Kemampuan Bima di dunia bisnis memang sudah diakui oleh Papah nya sendiri, selain ia lulusan terbaik di universitas di luar negeri,Bima juga memiliki jiwa yang kuat dalam bidang tersebut.
Semua Orang tercengang dan terpana dengan penuturan Bima yang begitu lugas.
Dengan wajah nya yang dingin ia keluar begitu saja dari ruang rapat,semua peserta rapat berbisik bisik dan terlihat protes dengan kebijakan baru dari CEO muda itu, sedangkan Pak Danu hanya tersenyum puas dengan sepak terjang putranya di hari pertama ia menjabat posisi penting itu.
"Buatkan aku kopi hitam dengan menggunakan gula ini!"perintah Bima Kepada Mariam sambil mengasongkan gula khusus yang rendah kalori.
Mariam hanya mengambil nya tanpa menjawab lalu ia keluar dan mencari pantry.
Semua karyawan dari berbagai divisi terlihat memperhatikan nya sambil berbisik.
Mariam terlihat menyapa mereka dengan membungkuk badan.
__ADS_1
"Permisi,,,bisa tunjukan dimana pantry nya?!"tanya Mariam ramah.
Para pegawai perempuannya malah terlihat saling pandang dan judes.
"Mbak sekertaris Pak Bima ya?!"
Tanya Seorang pegawai pria yang masih muda dan tampan.
"Iya, perkenalkan nama saya Mariam,,!"Kata Mariam sambil menangkupkan tangannya di depan dadanya.
"Perkenalkan juga Mbak ,nama saya Sahrul,ketua Divisi lapangan!"Jawab Sahrul dengan senyuman nya yang ramah.
"Mari mbak saya antar ke pantry!"Kata Sahrul sambil mempersilakan Mariam agar mengikuti nya.
"Baik lah terimaksih,permisi Semua!"Mariam pamit kepada semua orang yang sedang memperhatikan dirinya,dan masih berbisik-bisik mereka memperlihatkan rasa tak suka nya kepada Mariam yang bisa menjadi seorang sekretaris Bos, mereka pikir Mariam bisa masuk perusahaan karena ada koneksi orang dalam.
"Silahkan Mbak,disini dapurnya,mbak mau buat kopi?! padahal mbak tinggal suruh OB aja!"Kata Sahrul sambil menyodorkan kopi bubuk kepada Mariam.
"Biasa , bos baru pengennya Aku sendiri yang buat!"Canda Mariam.
Sahrul terlihat langsung akrab dengan Mariam,dan Mariam pun terlihat ramah pada nya.
Mereka tidak sadar jika Bima memperhatikan mereka lewat CCTV yang ia lihat dari layar laptop nya.
"Dasar!Sama aku aja juteknya minta ampun,sama cowok lain ramah banget malah!"Bima kesal karena Sahrul seperti nya sedang pdkt pada Mariam.
"Menurut mbak Pak Bima itu baik apa nggak sih, maksud ku gimana kepribadian nya?"Tanya Sahrul sambil dia juga membuat kopi untuk dia sendiri.
"Nggak tahu juga sih, soalnya aku juga baru kenal sama dia,hari ini kami sama sama baru saling kenal!"Kata Mariam, dia tidak ingin semua orang tahu masalahnya selama ini dan Bima lah yang sudah menyelamatkannya.
"Oh gitu?!Jadi mbak melamar kerja dan langsung diterima ,gitu?!"Tanya Sahrul sambil menyeruput kopi nya.
"Iya, Alhamdulillah!
"Iya, Mbak,,mau saya antar?!"Goda Sahrul
"Nggak usah!saya tahu kok arah jajan pulang!"Tolak Mariam sambil berlalu dari arah pantry menuju kembali ke lantai atas dimana bos nya menunggu kopi buatan nya.
**
"Lama banget!Aku keburu gak selera buat ngopi!"Bima terlihat sangat kesal,dan ia memang sedang kesal karena di hari pertama kerja,Mariam sudah ada yang menggoda.
"Maaf! saya kesulitan mencari pantry!"Jawab Mariam sambil meletakkan secangkir kopi hitam buatan nya.
Bima mengambil kopi tersebut lalu menyeruput nya dengan perlahan karena masih sangat panas.
"Emm nikmat sekali!hebat juga dia dalam membuat kopi!"Batin Wira.
"Tolong salin catatan ini dan koreksi jika ada kesalahan!"Perintah Wira kemudian.
Mariam mengambil beberapa dokumen penting dan melihatnya dengan seksama.
"Itu adalah meja mu, lakukan dengan teliti dan jangan sampai ada yang terlewat,kita akan tahu perusahaan mana saja yang layak dipertahankan dan yang akan kita singkirkan!"Kata Bima sambil menunjuk ke arah meja di pojok yang sudah tersedia laptop di situ
"Baik Pak!"Kata Mariam, tanpa banyak pertanyaan lagi,dia melakukan apa yang ditugaskan atasan nya itu Kepada nya.
Sedangkan Bima malah Keluar dari ruangan nya menuju meja Roy.
"Roy!panggil karyawan yang bernama Sahrul!"Kata Bima sambil duduk di kursi milik Roy.
"Baik Pak!"
__ADS_1
Roy segera mengangkat telepon yang berada di meja nya dan menyuruh Sahrul untuk menghadapnya.
**
"Kau tahu apa alasan kau dipanggil?!"
Kata Bima setelah Sahrul berada di hadapan nya.
"Ti tidak Pak!"Jawab Sahrul dengan begitu gugup,dia sangat terkejut saat Roy, atasannya itu memanggilnya dan menyuruh nya untuk menghadap sang CEO baru.
"Aku tidak suka kalau kau mendekati sekertaris ku!Aku tidak ingin ada scandal diperusahaan ku, karena aku tak ingin kinerja kalian terganggu hanya gara gara cinlok cinlok gak jelas!jika kau tidak ingin dipecat,Maka jauhi dia,apa kau mengerti?!"Kata Bima dengan tatapan mata yang tajam dan raut muka yang datar.
"Baik,Pak!saya berjanji!dan saya benar benar mohon maaf,,! tapi saya tadi hanya sekedar menyapanya karena dia adalah karyawan baru disini"Kita Sahrul sambil terus menunduk kan wajahnya.
"Bagus!kau boleh pergi sekarang!ingat dengan apa yang aku peringatkan!kamu tidak usah banyak basa basi dengan nya, abaikan saja dia!"Kata Bima dengan tegas.
Sahrul membungkukkan badannya lalu undur diri dari hadapan Bima.
Dalam benaknya timbul banyak pertanyaan,apa maksudnya si CEO baru itu melarang nya dekat dekat dengan Mariam,ada hubungan apa mereka sebenarnya nya,Mariam bilang tidak ada apa apa Kok!Sahrul harus mencari tahu,tapi sebelum semuanya jelas,Ia sudah terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Mariam.
Mariam adalah sosok yang di idam idamkan nya selama ini, tapi masa iya sih, pria sekelas CEO Bima juga menyukainya,berat dong saingan nya.
Pikir Sahrul sambil celingukan mencari sosok Mariam.
"Ehm!Kamu cemburu ya sama dia?!"Goda Roy kepada Bima setelah Sahrul keluar dari ruangan nya.
Ada gelagat aneh dari Bos sekaligus sahabatnya itu, sikapnya akan berlebihan jika menyangkut sekertaris barunya yang bercadar itu.
"Apaan sih Lo!Kepo! Gue gak suka aja jika para karyawan gue gak Profesional saat bekerja!"Jawab Bima sambil beranjak dari ruangan Roy dan masuk kembali ke ruangan nya.
Roy hanya geleng geleng kepala,Bima harus berjuang keras jika benar benar dia menyukai wanita unik seperti Mariam, selain karena mereka jauh berbeda dalam segala hal orang tua Bima pun akan menjadi kendala besar dalm hubungan mereka.
Sungguh percintaan yang rumit, menurut Roy.
Dilihatnya Mariam sedang Fokus dengan pekerjaan nya.
Tiba tiba Bima menarik tangan Mariam agar berdiri dari kursi nya.
"Ikut Aku sekarang untuk menemui klien sambil makan siang!"
Mariam menghempaskan tangan Bima sambil berdiri.
"Aku bilang berhenti menyentuhku dengan seenaknya!Kita bukan muhrim ,dan kita harus jaga jarak!"Kata Mariam dengan tegas.
"Oke,oke!Aku minta maaf! Sekarang tinggal kan pekerjaan mu,karena kita harus segera berangkat!"
Kata Bima,dia masih belum terbiasa dengan Mariam yang selalu menjaga dirinya agar tidak tersentuh pria yang bukan muhrimnya, sedangkan sebagai mantan publik figur Bima terbiasa dengan sikap nya yang bebas bersentuhan dengan lawan jenis yang mana pun, bahkan para wanita kebanyakan nya malah agresif terhadapnya nya dan senang jika dekat dekat dengan nya.
Hanya Mariam wanita yang tidak terkesan dengan ketampanan nya, justru itu yang membuat nya begitu Frustasi dan merasa Mariam adalah wanita mahal yang ia pun harus berpikir lagi apakah ia layak berdampingan dengan wanita se sholehah Mariam itu.
Dan satu yang paling menjadi Dilema,
perbedaan Agama.
***
Bersambung...
Mohon maaf ya,jika Author telat banget Up.
Signal jaringan di Yellow di daerah ku lagi bermasalah dan sangat menghambat ku dalam hal apapun.
__ADS_1
Mohon maaf kan daku dan Author tetap berharap kalian akan tetap setia men dukungku..
Tqyu All🙏🙏🙏❤️❤️❤️