MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Bukan wanita lemah dan lugu


__ADS_3

Brakkk!!!


"Mas ,Kamu ngapain tidur sama dia!Kamu tuh Yah!Sini kamu!!"Teriak Sofi yang tiba tiba datang dan masuk kamar Mariam.


Dia menarik tangan Mariam yang sedang berbaring di ranjang nya dan Wira sedang mengelus elus punggungnya nya.


Sofi sungguh meradang mendapati Suaminya yang selama ia mudah kendalikan sedang tidur dengan perempuan lain yang ia anggap lugu dan tak mungkin bisa mengambil hati suaminya itu.


Wira seketika tersentak, bagiamana Sofi bisa ada dihadapannya sekarang? bukankah ia di Bali masih 2 hari lagi?


"Sofi!! Hentikan!Kau bisa melukainya! ingat dia sedang mengandung anak ku!"Bentak Wira


"Anak kita Mas!Kamu sudah melupakan ku?! mentang mentang sudah ada dia!ingat ya Mas!kita hanya butuh dia karena ada calon anak kita di rahim nya, selebihnya dia bukan siapa siapa Mas!"Teriak Sofi,dia menarik jilbab Mariam dan membentur kan kepalanya ke dinding.


"Aww!!"


Teriak Mariam sambil memegang kepalanya.


"Sofi!!Apa apaan kamu!Dia mual mual terus dari tadi,dan tak sedikit pun makanan yang masuk ke perut nya,kamu pikir siapa yang menginginkan semua ini,Hah?!"


Wira menarik tangan Sofi dan menghempaskan nya ke sofa.


Wira segera meraih tubuh Mariam, keningnya berdarah,dan ia pun jatuh pingsan.


"Aku tidak akan memaafkan mu jika terjadi sesuatu kepada anak yang dia kandung!"Tegas Wira,ia segera membopong tubuh Mariam dan membaringkan nya diatas tempat tidur.


"Bibi!!!Bi Inah!"


Teriak Wira memanggil pembantu rumah tangga nya.


"Iya Den?!"Bi inah tergopoh segera menghampiri Tuannya.


"Segera panggil Dokter Mira , katakan ini sangat darurat!"


"Baik Den!!"


Sofi terlihat ketakutan,ia panik dan terlihat sangat gugup.


Sofi menyesal tak dapat mengontrol emosinya.


Sosok Mariam yang terlihat sangat sempurna begitu membuatnya khawatir, apalagi Wira terasa banyak berubah setelah kehadiran Mariam diantara mereka.


Tak lama Dokter Mira datang dan segera memeriksa kondisi Mariam.


"Kamu ini gimana sih!dia sedang hamil muda begini dan kamu membiarkan dia jatuh seperti itu?!kalau terjadi sesuatu dengan kandungan nya bagaimana?!Kalau bayinya jadi prematur bagaimana,Kamu mau tanggung jawab?!"Dokter Mira memarahi Wira dan Sofi dan mereka hanya diam saja,Sofi harus mengatakan kalau Mariam jatuh dikamar mandi,dia tak ingin Dokter itu tahu dan ia bisa dilaporkan kepada polisi karena tindakan kekerasan.


"Dimana Suaminya?!dia saudara kamu Wir?!"Tanya Dokter Mira,dia adalah teman Wira semasa kuliah dulu.


"Aku suaminya Mir!"Jawab Wira,Dokter Mira dan Sofi terkejut,Sofi kesal kenapa Wira harus mengatakan yang sesungguhnya kepada orang lain.


"Mas!!Apaan sih kamu!"Kata Sofi sambil melotot ke arah suaminya.


"Maksud kamu apa Wir?"Dokter Mira sangat tidak percaya dengan perkataan sahabat nya itu.


"Duduk dulu Mir!"Kata Wira, Dokter Mira pun sudah mengobati luka Mariam.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan nya?!"Tanya Wira,dia sangat cemas dengan kondisi Mariam.


"Kondisi nya memang lemah pasca kehamilan, ditambah dia shock karena benturan tadi,tapi tidak ada yang serius sih,nanti juga dia akan segera membaik,tapi dia harus benar benar bad rest Wir!dan dia tidak boleh stres,agar kehamilan baik baik saja!"


"Ya, aku mengerti!"


"Lalu,apa maksud perkataan mu tadi?!"Dokter Mira mengulangi pertanyaannya tadi.


"Dia istri ku Mir,baru sebulan kami menikah,karena kamu seorang dokter kandungan,aku ingin kamu tahu yang sebenarnya!"Jawab Wira.


"Mas!!"


Sofi menggelengkan kepalanya tanda ia melarang Wira memberitahukan Dokter Mira tentang semuanya.


Tapi kali ini Wira tidak menggubris Sofi,dia mengabaikan nya karena ia sangat marah akan kelakuan nya tadi kepada Maryam.


"Dia sedang mengandung anak ku hasil inseminasi buatan Mir!"


"Apa?! Kenapa kalian harus menempuh jalan itu jika akhirnya kamu dan dia menikah Wir?!dia bisa langsung hamil dengan proses pernikahan yang normal seperti biasanya,dia dan kamu sama sama subur kok!"Kata Dokter Mira,ia tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Wira dan Sofi kepada Mariam.


"Gila aja kamu ya!Aku gak bakal Sudi dipoligami beneran,kalau saja tak terjadi kesalahan,Mas Wira gak akan pernah menikah lagi dengan siapa pun,titik!Aku hanya butuh dia sampai melahirkan bayinya, setelah itu,, Sorry!!By!!"Kata Sofi dengan sinis.


"Aku gak nyangka kamu Setega itu Wir!Kamu benar benar sudah dibutakan oleh cinta!"Kata Mira,ia berbicara sebagai seorang sahabat.


"Kamu gak berhak di ngomong seperti itu, kerjakan saja apa yang menjadi tugas mu, selebihnya,kamu Jangan ikut campur!"


Bentak Sofi kepada Mira.


"Jika begitu, setidaknya perlakukan dia dengan baik!"Balas Mira,dia tahu apa yang sebenarnya terjadi,Sofi sengaja mendorong Mariam tadi.


"Sof! hentikan!Aku sudah muak dengan kelakuan kamu!Diam!Atau pergi dari hadapan ku!"Wira benar benar sudah naik pitam.


Sofi berdiri dari duduknya dan menatap tajam suami nya itu.


"Aku benci sama kamu mas!!"Kata Sofi,dia meninggal kan Wira dan Mira di ruang kerjanya dan pergi menuju kamarnya.


"Ini semua memang salahku,Mir!"Aku menyesali semuanya,tapi sudah terlambat,Sofi tak bisa menjaga sikapnya kepada Mariam,dan aku takut Mariam akan semakin tertekan.


"Belum terlambat Wir!Perbaiki semuanya,sebelum semakin kacau,Dia bisa saja meninggalkan kalian dan kamu gak akan bisa bertemu dengan anak mu kelak!Kamu harus tegas Wir,kamu adalah kepala keluarga dan jangan sampai kamu melakukan kesalahan lagi dan lagi!"Saran Mira,ia tahu Wira sangat dikontrol oleh Sofi dan dia sedang dilema sekarang.


"Makasih Mir,aku harap kamu bisa menjaga rahasia ini sampai kapan pun!"


"Aku mengerti Wir!Tapi meskipun aku menutupi nya,suatu saat pun pasti akan terkuak,jangan sakiti dia Wir,atau kamu akan menanggung akibat nya!"


"Maksud kamu?!"


"Sebagai sahabat aku hanya bisa mengingat kan, setiap perbuatan pasti akan ada balasan nya,aku yakin dia bukan wanita lemah,dia hanya berusaha ikhlas demi kebaikan semua nya, apalagi dia seperti nya wanita yang Sholehah bukan,kamu tahu siapa pelindung nya kan?!"


"Siapa?!"


Wira masih bingung,


"Tentu saja Tuhan Wira! Seharusnya kamu berpikir,dia sengaja Tuhan kirim agar kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik! Pikirkan perkataan ku,dan lakukan apa yang menurut mu baik!"


"Baik lah!akan aku coba! sekali lagi terimakasih Mira!Aku harap kamu mau menjadi dokter kandungan pribadi untuk istri ku!"

__ADS_1


"Kalau itu maaf, Wir!Aku nggak bisa!Kamu harus periksa kan dia Kepada dokter yang menangani nya kemarin,aku tak bisa ikut campur, kalau soal lain aku pasti bisa bantu!"


"Baiklah aku mengerti!"


"Baguslah kalau kamu mengerti!Kalau begitu aku pergi dulu ya?!"


"Baiklah, Makasih banyak ya,Mir!"


"Iyaa, sampai jumpa Wir, Assalamu'alaikum!"


"Waalaikum salam Mir,hati hati dijalan ya!!"


"Den!!Den Wira!!Non Mariam tidak ada dikamarnya,Den!"Teriak Bi Inah histeris setelah Dokter Mira pergi.


"Apa?!hilang?!Kok bisa Bi, bukan nya tadi sama Bibi?!"Kata Wira tak kalah histeris


Ia berlari menuju kamar Mariam dan mencari nya di segala penjuru rumah.


"Apa saja kerja kalian dari tadi?! kalian tidak melihat Mariam keluar?"Kata Wira kepada para pengawal nya.


"Saya lihat Tuan, tapi Non Mariam bilang mau jalan jalan saja,dan saya pikir sudah tuan izinkan!"Kata salah satu dari mereka.


"Dasar bodoh!Kenap tidak menghubungi ku?!Cari Mariam disekitar sini!Aku yakin dia belum jauh!"Perintah Wira kepada semua pengawalnya.


"Baik Tuan!"


Mereka pun segera berpencar mencari Mariam di areal komplek.


Namun nihil,Mariam menghilang tanpa jejak.


"Argggh!semua gara gara kamu Sofi!! Seharusnya kamu bisa lebih mengontrol emosi kamu! melihat kelakuan mu aku semakin muak!"


Wira marah besar kepada Sofi.


"Aku minta maaf mas!aku benar benar menyesal!"Jawab Sofi sambil merengek mrminta ampun.


"Jika Mariam ditemukan,aku akan mengirim dia ke rumah orangtuaku dulu,selama kamu masih belum berubah aku tidak akan menemuimu!"


"Jangan gitu dong Mas!Aku benar benar menyesal, maaf kan aku!aku janji tidak akan mengulangi nya lagi!"Rengek Sofi.


Wira menepis tangan Sofi,dia pun keluar rumah dan naik ke dalam mobil nya.


"Mas mau kemana Mas!Mas Wira?!"


"Tapi Wira tak menghiraukan nya,dia pun melajukan mobilnya dan berniat mencari Mariam.


****


Bersambung....


ditunggu komen nya dong


like yang banyak biarr author terus bersemangat,, Terim kasih atas semua dukungan nya ya❤️


.

__ADS_1


__ADS_2