MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Boleh minta nomor ponselmu?!


__ADS_3

"Kamu sedang apa disini Mas?!"Hardik Sofi yang mendapati Suaminya sedang dikamar Mariam dan dia terlihat sedang duduk di ranjang milik istri mudanya itu sambil mengelus elus punggung nya.


"Dia muntah muntah terus setelah sarapan,,tumben kamu sudah bangun?!"Jawab Wira,dia melihat istrinya sudah rapih.


Sofi tertegun,dia lupa kalau dirumah nya ada wanita lain yang sedang mengandung buah hati suami nya.


"Itu wajar terjadi pada wanita sedang hamil,apa dia sudah baikkan?!"Tanya Sofi,dia ikut meraba kening Mariam,Mariam hanya diam saja,dia akui Sofi cukup baik kepada nya meskipun dia istri pertama dan sejauh ini dia tidak pernah memperlihatkan rasa cemburunya kepadanya,toh Mariam juga tidak pernah berbuat apa apa dengan Wira.


"Sepertinya begitu,tapi dia butuh asupan nutrisi,agar dia dan bayinya sehat."Jawab Wira.


"Mas aku ada syuting di Bali selama seminggu,Gak apa apa ya,aku tinggal,kamu tolong jaga Mariam dan anak kita,aku percaya kok sama kamu!"Kata Sofi meminta izin kepada suaminya dengan enteng.


"Kamu itu gimana Sof,bukan kah kamu yang menginginkan bayi ini?tapi kamu malah makin sibuk aja!Jangan pergi! Seharusnya kamu yang jaga dia,kamu kan calon Ibunya!"Kata Wira dengan marah.


"Aku sudah tanda tangan kontrak Mas! Lagipula sudah deh,dia yang hamil kan?! perempuan hamil itu harus lebih dekat dengan Suami nya,bayi itu lahir nya masih lama Mas,jadi nanti aja kalau sudah lahir baru aku harus lebih dekat dengan anak nya!"Bantah Sofi.


"Sofi!Kamu itu Ya,, lihatlah dia sudah mengorbankan dirinya untuk kita,Sof!Kamu malah enak enakan sendiri aja kayak gitu,kamu akan segera menjadi seorang ibu, Sofi! berhentilah dari pekerjaan mu itu!"


Bentak Wira,ia sangat marah kepada Istrinya yang tingkahnya semakin menjadi saja,dia tidak peduli lagi padanya dan pada apapun, dia hanya memikirkan dirinya sendiri sekarang.


"Ya ampun mas,jangan lebay deh!Kenapa aku harus sampai berhenti dari impianku sih Mas?!Aku sedang dipuncak karir Mas saat ini!Gak mungkin aku lepaskan begitu saja!Dia yang hamil kok aku yang repot!"Sofi tetap pada pendiriannya.


"Dia hamil juga gara gara kamu,kan!"Kata Wira lagi.


"Iya,aku tahu,Sudah lah!Aku sudah terlambat! aku harus ke bandara sekarang!


Mariam,Aku pergi dulu ya,kamu baik baik disini,maaf aku belum bisa ada waktu untuk menjagamu,


Mas Wira yang akan menjaga mu ,kamu tenang aja!


Dahhh anak Mamih,baik baik ya,sama Papah dan sama Umi Mariam!!Aku berangkat Mas!"


Sofi tetap pergi meskipun Wira sudah melarang nya.


Wira membuang nafas nya kasar.


"Kalau mau berangkat, silahkan saja,saya sudah tidak apa apa!maaf merepotkan dan sudah menyita waktu Anda!"Kata Mariam sambil duduk dan ia akan turun dari ranjang nya.


"Ini sudah menjadi kewajiban ku, bisakah kamu bersikap lebih santai kepadaku?!Aku adalah Suami mu sekarang!"Kata Wira sambil menatap Mariam.


Bahkan Mariam tak pernah melepaskan cadarnya dihadapan Wira.


"Suami sementara!Maaf saya tidak bisa menjalankan kewajiban Saya sebagai mana mestinya, pernikahan kita hanya sebatas sampai anak ini lahir bukan?Jadi kita tidak perlu berperan sebagai suami istri sungguhan selama itu! Silahkan anda jalankan kehidupan anda seperti biasanya,Saya bisa menjaga diri saya dan bayi ini dengan baik!"Jawab Mariam sambil duduk di tepi ranjang sebelah seberang Wira dengan posisi membelakangi nya.


Wira tertegun mendengar ucapan Mariam,benar yang ia katakan, pernikahan mereka hanya sementara.


Tapi Wira merasa benar benar harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Mariam,Wira juga ingin selalu memperlakukan Mariam dengan baik, selalu ingin perhatian, apalagi dia sudah berjanji kepada keluarga besar Mariam untuk selalu membuat Mariam bahagia,tapi ia rasa si akan gagal untuk itu.


Wira bahkan sempat berpikir, bahwa Tuhan sengaja mengirim Mariam kepada nya,untuk melengkapi hidupnya yang terasa hampa, selama menikah dengan Sofi, Wira tak pernah merasa begitu dekat dan hangat dengan nya.


Sofi selalu sibuk dengan mimpi mimpinya,Wira selalu merasa kesepian karena Sofi tak ada waktu untuk nya.

__ADS_1


"Baiklah aku pergi ke kantor dulu!Aku akan menyempatkan pulang waktu makan siang nanti dan membawakan makanan kesukaan mu! Ajaklah Bi Inah berkeliling rumah agar kamu tidak jenuh, lakukan sesuka mu,tapi berhati hati lah,aku tidak ingin Rasyid marah kepadaku jika terjadi sesuatu padamu!"Kata Wira,ia pun keluar dari kamar Mariam dan segera pergi ke kantor nya.


Mariam pun keluar dari kamarnya sambil membawa piring bekas makan nya tadi,rumah terlihat begitu sepi,hanya terlihat dua Art yang sedang beraktivitas membersihkan rumah.


Mariam pergi menuju taman di belakang rumah yang terdapat beraneka ragam tanaman bunga dan bebagai jenis buah dan sayuran segar yang cukup luas.


Terlihat seorang tukang kebun sedang merawat tanaman tanaman itu.


"Pagi Neng!"Sapa tukang kebun yang terlihat sudah agak tua.


"Pagi Pa, sudah sarapan?!"


"Alhamdulillah sudah neng!"Kata Pak Udin yang sedang menyiram tanaman.


"Biar saya yang siram Pak,Bapak boleh kerjakan yang lain!"Kata Mariam sambil mengambil alih selang dari tangan pak Udin.


"Ehh,,Jangan Non!Tuan bilang Non jangan kecapean,nanti Bi Inah di marahin lho!"Kata Bi Inah yang muncul tiba tiba dari belakang Mariam.


"Cuma nyiram doang Bi,masa gak boleh sih!Aku tuh lama lama stres lho,ngapa ngapain gak boleh!Aku juga butuh kegiatan,Bi,biar gak jenuh!"Rengek Mariam.


"Ehh,sini sini Non!Tapi Non Mariam itu kan lagi hamil muda, harus bener bener dijaga! Non kalau jenuh ,kata Tuan Wira boleh Kok baca buku diruang bacanya,atau nonton TV atau berenang dikolam renang,atau tiduran aja Non!"Kata Bi Inah.


"Ah itu mah bukan kegiatan atuh Bi,tapi males malesan,tetep aja jenuh!Kalo belanja boleh gak ya, aku ikut bibi ke pasar deh,ya!? please!!"Rengek Mariam.


",Aduh gak tahu deh ,Non!Bibi tanyain dulu sama Tuan Wira,ya!ntar Bibi dimarahin lagi!"Kata Bi Inah ragu.


Mariam terlihat merenggut,jelas terlihat dari sorot matanya yang mendelik kesal.


Bi Inah terlihat pergi ke arah kamar nya,dia benar benar menghubungi Wira, melapor kan keadaan Mariam,dia merasa kasihan juga melihat Mariam yang merasa terkekang,


Mariam begitu kegirangan saat Bi Inah mengajak nya ke pasar,bukan , tepat nya supermarket.


Mereka pergi diantar supir yang khusus disediakan untuk keperluan rumah,Wira sengaja memerintahkan sopirnya agar menggunakan mobil yang paling nyaman untuk Mariam.


"Non, Tuan bilang, Non pilih aja bahan makanan yang Non suka,dan semua keperluan Non,Tuan juga menitipkan ini untuk non gunakan!"Kata Bi Inah sambil menyodorkan kartu ATM ke tangan Mariam.


"Kenapa gak dia kasih sendiri aja sih?!malah dititip titip segala!"Kata Mariam kesal,dia tak mau menerima kartu itu dan malah asyik memilih di milih bahan makanan untuk keperluan dapur.


"Bibi aja yang pegang,kan dikasih juga sama Bibi!"Kata Mariam lagi tanpa menoleh ke arah Bu Inah.


Padahal Bi Inah sudah jauh tertinggal,dia sedang menerima panggilan dari Tuannya, seperti biasa,hampir satu jam sekali Wira menanyakan kondisi Mariam lewat Bi Inah.


"Maaf Mbak! Apa kah anda yang bernama Siti Mariam?!"Seorang Pria tiba tiba mencegat Mariam di lorong bahan makanan olahan daging.


"Anda Siapa ya?!"Mariam balik bertanya,dia merasa tidak kenal dengan pria itu.


"Saya Irsyad mbak,orang yang tidak sengaja menabrak mbak waktu itu,apa mbak masih ingat?!"


Mariam terlihat berpikir.


"Ahh,iya,,!"Jawab nya datar ia merasa risih bercakap cakap dengan pria yang bukan muhrimnya, sedangkan ia sudah bersuami sekarang.

__ADS_1


"Permisi saya mau lewat!"Kata Mariam tanpa melihat ke arah Irsyad sedikit pun, Irsyad menghalangi jalan nya dan ia ingin mengambil daging Ayam filet


"Saya mencari kamu selama ini,apa kamu tidak apa apa setelah kecelakaan itu?!"


Irsyad sengaja menghalangi jalan Mariam, Semenjak kecelakaan itu entah kenapa bayangan Mariam selalu terngiang ngiang di kepala nya,ia mencoba bertanya kepada pihak rumah sakit tapi mereka tidak memberitahu kan informasi apapun tentang Mariam karena alasan kode etik.


Irsyad bertemu lagi dengan Ibu Ibu tukang gorengan keliling yang mengantarnya ke rumah sakit waktu itu, dari dia lah Irsyad tahu bahwa wanita yang ditabraknya bernama Siti Mariam,namun hanya itu yang dia ketahui.


Mariam menunduk kan pandangan nya,


dia tak menjawab pertanyaan Irsyad,dan memaksa ingin lewat.


"Heii,aku bertanya pada mu,Nona!Aku hanya ingin tahu keadaan mu!"


Sikap Mariam malah membuat Irsyad semakin kagum,dan ia yakin Mariam adalah wanita yang patut diperjuangkan.


"Seperti yang Anda lihat Tuan, boleh minggir?!saya ingin lewat!"Jawab Marism dengan tegas.


Irsyad semakin penasaran,ia tak ingin kehilangan lagi wanita idaman nya itu.


"Bagi dulu nomor ponsel kamu, maka aku akan memberi mu jalan!"Goda Irsyad.


Mariam semakin kesal.


Ia berbalik arah dan pergi begitu saja.


"Heii, Ayolah!Beri aku nomor ponselmu!"Teriak Irsyad memaksa,ia mengejar Mariam dan hendak meraih Mariam.


Namun seseorang menahan bahunya dari belakang.


"Tidak baik memaksa wanita bersuami untuk meminta nomor ponselnya,dia sudah menolak dan kau terus memaksa!"


Tiba tiba Wira muncul begitu saja di Super market di tersebut.


Wira mendengar suara pria menyebut nama Istrinya saat ia melakukan panggilan telepon dengan Bi Inah,Bi Inah melaporkan kalau Mariam menolak Kartu ATM darinya.


Wira segera meluncur ke tempat itu karena khawatir terjadi sesuatu kepada Mariam.


"A Wira?! Bagaimana bisa ada disini?!"Tanya Mariam terkejut.


Sedangkan Wira dan Irsyad saling memandang dengan tatapan tajam.


"Bang Wira?!"Gumam Irsyad.


"Ternyata kamu!"Kata Wira,


sepertinya


Wira dan Irsyad sudah saling mengenal.


Bersambung...

__ADS_1


Like Vote dan Komentar nya ditunggu yaa,,


Biar aku tambah semangat,,!!!


__ADS_2