MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Ayo kita menikah


__ADS_3

"Insyaallah Pak Kiai!"


Bima menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari Kiai Misbah dengan wajah menunduk.


"Nak, Bima! Angkat lah wajahmu dan perhatikanlah wanita ini dengan seksama!Kamu di perbolehkan melihat wajahnya sekali ini!"Kata Kiai Misbah.


Dengan malas Bima mengangkat wajahnya dan melihat ke arah keluarga perempuan yang Kiai Misbah sebutkan tadi.


Mata Bima melotot dan mulut nya menganga, melihat siapa yang ada dihadapannya kini.


"Namanya adalah Siti Mariam Al Madina,dia seorang janda tapi belum memiliki anak, Adiknya banyak dan dia hanya memiliki seorang Ibu tanpa seorang Ayah, Bagaimana nak Bima, apakah kamu mau melanjutkan untuk berta'aruf dengan nya atau kamu mau menolaknya?!"


Kiai Misbah bertanya kepada Bima.


Tapi Bima masih asyik melongo memperhatikan wanita dihadapan nya yang ternyata adalah Mariam, wanita yang ia idam-idamkan selama ini.


Mariam menunduk kan wajah nya dengan cepat, lalu ia menutupi kembali wajah nya dengan cadar.


"Nak Bima tidak usah sungkan, utarakan saja keinginan Nak Bima,jika tidak setuju juga tidak apa apa , Ayah Nak Mariam ini adalah murid ngaji ku dulu,dia sering membantu Abah agar pesantren milik Abah cepat terwujud,dia sangat berjasa besar bagi Abah,jadi Abah harap Nak Bima berpikir matang matang dengan keputusan apa yang akan Nak Bima ambil, bagaimana nak Bima?!"Kiai Misbah kembali bertanya kepada Bima yang sepertinya masih terkejut.


Dia melihat Mariam di apit oleh Umi nya dan adik adiknya, namun tidak terlihat Fatimah disana.


"Kalau calon nya adalah dia ,Abah!Jangankan Ta'aruf, langsung nikah sekarang juga,Bima sangat bersedia!"Jawab Bima dengan sendu, terlihat wajah nya sangat sumringah dan memancarkan kebahagiaan yang luar biasa,dia tidak bisa menyembunyikan lagi perasaan nya.


Mata Bima berkaca kaca,dia tak sanggup lagi menahan air mata kebahagiaan jatuh di pipi nya


"Alhamdulillah ya Allah! akhirnya engkau pertemukan lagi hamba dengan nya!"Batin Bima penuh rasa syukur.


Semua orang menahan tawa mendengar jawaban Bima yang terlihat begitu ingin cepat menikah dengan Mariam.


Mereka juga ikut merasakan rasa haru dan bahagia karena Bima akhirnya bisa mendapatkan pujaan hatinya.


"Hahaha,tadi saja kamu lesu banget,Bim,kayak yang gak semangat gitu, sekarang saja, setelah melihat calon istri mu,kamu langsung saja mau menikahi nya, memang nya Mariam bersedia menikah dengan mu!?"


Kata Pak Danu menggoda Putera nya.


"Jadi kalian sengaja mau ngerjain aku?!"Kata Bima kepada kedua orang tuanya.


"Kalian tahu kalau perempuan yang dikenalkan Abah adalah Mariam?!"Bima menginterogasi orang tuanya.


"Surprise!!Kamu terkejut kan!Selamat ulang tahun Bima ku Sayang!"Bu Liana berhambur memeluk putra nya itu.


Bima hanya pasrah, ternyata orang tuanya sengaja merencanakan semua itu.


Air mata nya benar benar tumpah kini,Bima bukan marah karena merasa dibohongi,tapi ia menangis karena apa yang selama ini menjadi doa nya kini benar-benar akan segera terwujud.


***


Bu Liana langsung setuju saat Kiai Misbah menawarkan Seorang perempuan muslimah bercadar untuk berta'aruf dengan Bima.


Awalnya Bu Liana tidak menyangka jika dia adalah Mariam,dia pikir jika wanita ini bercadar, setidaknya mungkin sifat tidak akan jauh berbeda dari Mariam.


Bu Liana dan Pak Danu pun sempat terkejut saat membaca biodata perempuan yang di calonkan Kiai Misbah kepada mereka,dan ternyata dia adalah Mariam.


Pucuk di cinta ulam pun tiba.


Bu Liana dan Pak Danu sengaja menyembunyikan identitas Mariam karena ingin memberi kejutan di hari ulangtahun Bima yang ke 35.

__ADS_1


Dan benar saja surprise nya berhasil membuat jantung Bima dag dig dug serr,dia benar benar tidak menyangka jika perempuan yang dikenalkan adalah wanita pujaan hatinya,yaitu Mariam.


Begitu juga Mariam,


Saat Gurunya sekaligus orang yang paling ia tua kan yang sudah dianggap seperti abah nya sendiri, yaitu Kiai Misbah, menceritakan tentang sosok Bima yang sedang dicarikan jodoh oleh orang tua nya,dan Kiai Misbah menawarkan bagaimana kalau Mariam mencoba berta'aruf dengan nya.


Mariam sempat ragu karena takut Bima masih marah kepada nya,gara gara Mariam meninggal kan Bima begitu saja waktu itu.


Namun Kiai Misbah terus mendesak nya dan akhirnya Mariam pun memantapkan hatinya untuk menerima Bima sebagai Imam untuk menuju ke surga nya Allah bersama-sama.


Sedangkan tentang pertemuan nya di pantai Pangandaran,itu murni adalah kehendak Allah, mereka tidak pernah menyangka akan bertemu disana.


Namun saat Bima mengatakan jika Ibunya menjodohkan nya dengan seseorang, Mariam tahu kalau itu adalah dirinya.


***


"Nah, Bagaimana dengan Mariam,Nak Bima katanya ingin langsung menghalalkan mu, apakah Mariam bersedia menerima dia sebagai imam mu?!"Kiai Misbah balik bertanya kepada Mariam.


"Gak tahu Abah, kemarin kami sempat bertemu,dan kata Bima dia akan menolak berta'aruf dengan saya!"Goda Mariam kepada Bima yang kemarin menolak mentah-mentah untuk berta'aruf.


"Benar begitu Bim?!"Tanya Bu Liana menatap tajam putra nya.


"Kemarin Aku dan Mariam Allah pertemukan di pantai Pangandaran Mah,Aku juga ketemu sama Umi , Amira juga Ibrahim disana,Saat mamah telpon kemarin,Aku lagi sama dia,,"Jawab Bima ,dia agak kesal karena ternyata semua orang sudah mengerjai nya, termasuk Mariam.


"Maaf kan Aku Bim,Bu Liana bilang mau beri kamu kejutan di hari ulangtahun mu ini!"Kata Mariam.


"Abah senang jika ternyata kalian sudah saling mengenal sebelum nya,jadi menurut Abah tidak baik jika ditunda tunda,satu Minggu lagi kalian akan segera menikah di mesjid Al-Hikmah!"


Ucap Abah dengan tegas dan tak bisa lagi di ganggu gugat.


Tepuk tangan begitu riuh menyambut keputusan Abah yang akan segera menikahkan Bima dan Mariam.


Semua orang berbahagia menyambut hari pernikahan Bima dan Mariam.


Serasa Mimpi saja, akhirnya doa nya kini terkabul.


Allah memang Maha tahu, kapan waktu yang tepat bagi seorang hamba nya untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan nya.


Manusia hanya tinggal bersabar, bertawakal dan juga bersiaplah ,setiap keimanan pasti akan di uji.


****


"Umi,Kok aku tidak pernah melihat Fatimah lagi,dimana dia sekarang?!"Tanya Bima kepada calon mertua nya yang sedang dibawa berbelanja untuk keperluan resepsi pernikahan nya nanti.


"Sejak menikah,Nak Irsyad langsung membawa nya ke Jogja, Orangtuanya ingin mereka tinggal disana, katanya Nak Irsyad harus meneruskan perusahaan milik Ayahnya yang sudah sakit sakitan, sejak saat itu, Fatimah belum pernah pulang pulang."Jawab Umi Salamah.


"Tapi nanti pas Aku nikah sama Mariam,dia pasti datang kan?!"


"Insyaallah datang katanya,tapi Umi tidak bisa memaksa mereka juga, Fatimah sekarang sudah sepenuhnya menjadi hak Nak Irsyad bukan!?"


Jawab Umi Salamah, seperti nya hubungan Irsyad dan Fatimah kurang harmonis.


"Irsyad orang baik kok, Mi.Bima yakin,dia pasti akan mengizinkan Fatimah untuk datang jika tidak ada hal yang mendesak disana!"


Umi Salamah mengangguk,raut wajah nya terlihat menahan rasa kecewa.


Fatimah jarang sekali memberi kabar atau sekedar menyapa nya,dia hanya selalu berkhusnudzon dan selalu mendoakan yang terbaik untuk Putri nya itu.

__ADS_1


***


Berkali kali Mariam mencoba menghubungi Fatimah,tapi sulit sekali.


Entah kenapa ponsel adiknya itu jarang sekali dia angkat bahkan kadang tidak aktif.


Akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Irsyad saja,dan Alhamdulillah tersambung.


"Assalamualaikum,Syad!Ini aku Mariam!"


Sapa Mariam.


"Waalaikum salam,Iya Mar,ada apa?!"Jawab Irsyad.


"Syad apa Fatimah baik baik saja,kok dia sulit sekali dihubungi,Sih?!"protes Mariam.


"Di rumah ku memang agak susah sinyal Mar, Sekarang aku lagi di luar kota,lagi ngurus proyek baru!ada apa emang?!"Tanya Irsyad lagi.


"Kamu sudah tahu kan kalau aku akan menikah lusa?!"Kata Mariam.


"Oh ,ya?! Nggak kok aku baru tahu sekarang, Fatimah sudah tahu?!"Irsyad balik bertanya.


"Aku sudah kasih tahu dia,tapi kata nya dia mau kasih tahu kamu dulu, kalian pasti datang kan ,Syad?! sekalian aku mengundang orang tua kamu!"Kata Mariam.


"Aku usahakan ya,semoga pekerjaan selesai besok,kalau aku tidak bisa,aku akan mengizinkan Fatimah untuk datang,tapi dia lagi hamil juga sih , Mar, semoga orang tua ku mau mengantar kan dia!"Kawan Irsyad.


"Wahh!,dia lagi hamil?!Alhamdulillah dong!Ya sudah kalau memang tidak bisa juga gak usah maksain, Kita saling mendoakan saja,tapi itu Syad,dia susah sekali dihubungi,Umi suka rindu pengen sekedar VC sama Fatimah!"Kata Mariam mengungkapkan kekecewaannya.


"Iya Mar,Maaf,aku jarang di rumah karena sibuk ngurusin perusahaan Bapak ku yang baru aku tangani,tapi kalian tidak usah khawatir,dia aku titipkan di rumah orang tua ku dulu!"Jawab Irsyad.


"Syukur kalau begitu,ya sudah, sudah dulu ya, Umi baru pulang belanja sama Bima ,tuh!Aku bantuin dulu beres beres!"


"Kamu jadi nikah nya sama Bima,Mar?!"


Tanya Irsyad.


"Hehe,iya,Syad,Minta doanya ya?!"Jawab Mariam malu malu.


"Iya, semoga kalian selalu bahagia dunia Akhirat,nanti aku kirimkan hadiah buat pernikahan kalian andai aku tak bisa datang!"Kata Irsyad.


"iya,tapi usaha kan datang,ya,Syad,Umi kangen banget sama Fatimah!"Desak Mariam.


"Iya,iya! Assalamu'alaikum!"


"Waalaikum salam!"


"Siapa Iyam?!"Tanya Umi yang baru pulang belanja.


"Irsyad Mi!"


"Bagaimana,apa Fatimah akan datang?!"Tanya umi terlihat sumringah.


"Irsyad sedang ada di luar kota, Mi,Akan di usahakan katanya, lagipula Fatimah sedang hamil Mi!"Jawab Mariam.


"Alhamdulillah,,!"Ucap Umi sambil menengadah kan kedua tangan nya bahagia.


"Ya sudah Mi,kalau Fatimah tidak datang,nanti setelah kami menikah,kita yang akan kunjungi dia ke Jogja, sekalian aku dan Mariam bulan madu,iya kan Mar!?"Goda Bima.

__ADS_1


"Udah mikirin bulan madu aja,sah aja belum!"


Jawab Mariam sambil melengos masuk ke dalam rumah, sebelum akad dimulai dia sengaja menjaga jarak dengan calon suami nya itu.


__ADS_2