
Setelah sampai di butik , Ara dan Bian langsung masuk ke dalam.
" Wah ! Ternyata butikmu sangat besar sekali. Kamu memang hebat ," puji Juan tersenyum
" Tapi calon suamiku lebih hebat dari pada aku." Jawab Ara tersenyum.
Ara kemudian masuk ke ruangan Bayu, sedangkan Bian masih diluar karena dia lagi menghubungi Ibunya.
"Ara ? Kenapa tidak bilang kalau mau kesini ?"tanya Bayu sambil menatap Ara
"Aku baru saja dari rumah Ibu dan Bapak. Jadi sekalian saja aku mampir kesini." ucap Ara sambil duduk di sofa.
" Berarti kamu kesini bersama Bian ? " tanya Bayu dengan alis mata terangkat
" Iya benar, dan sekarang dia lagi di luar." balas Ara sambil menaruh tasnya
" Kenapa dia tidak di ajak masuk ? Nanti kalau calon suamimu cemburu denganku bagaimana ?"
" Biarkan saja dia diluar, soalnya kalau aku mengajaknya masuk ,nanti takutnya kamu malah tertarik dengan calon suamiku " gerutu Ara
" Kamu seperti baru mengenalku saja. Tenang saja, aku tidak akan mengambil calon suamimu," ucap Bayu.
Ara lalu mencari Bian keluar.
" Sayang ? Kamu sudah selesai menghubungi Ibu ? " tanya Ara menghampiri Bian.
" Baru saja selesai , " balas Bian
" Ya sudah, kalau begitu ayo masuk !" ajak Ara
Ara lalu memperkenalkan Bian dengan Bayu.
"Sayang,kalau kamu sibuk ,kamu bisa pulang duluan." Kata Ara sambil melihat ke arah Bian.
" Aku hari ini libur . Oh iya , apa temanmu itu suka sesama jenis ? " tanya Bian berbisik.
" Apa dia menggodamu ? " tanya Ara berbisik sambil melirik ke arah Bayu
" Mana mungkin dia berani menggoda calon suami sahabatnya, tapi aku pernah melihatnya sedang jalan berdua bersama seorang laki-laki."bisik Bian
" Ya kamu memang benar. Dan lebih baik jangan pernah dekat dengan temanku itu, nanti kamu dirayu sama dia." Bisik Ara lagi
" Kamu cemburu dengan temanmu itu ?"tanya Bian tersenyum senang
" Tidak kok, " jawab Ara
__ADS_1
" Tenang saja , aku masih laki-laki normal kok," kata Bian tertawa terbahak-bahak.
" Kalian pasti membicarakanku , " sahut Bayu cemberut.
" Tidak kok, aku membicarakan masalah si kembar ," ucap Ara berbohong.
"Sayang , lebih baik kamu pulang saja ya ? Nanti kamu malah bosan menungguku ," balas Ara merasa kasihan dengan calon suaminya itu.
" Tenang saja, aku akan menunggu hingga kamu selesai bekerja. Mana mungkin aku meninggalkan calon istriku yang cantik ini disini.Menunggumu selama bertahun-tahun saja aku kuat, apalagi cuma beberapa jam , itu tidak masalah bagiku ," kata Bian tersenyum
Ara mengulum senyum,hanya pujian kecil tapi mampu membuat hatinya berbunga-bunga. Apalagi sudah lama dia tidak mendapatkan pujian dari seseorang.
" Ah, kamu bisa saja ." Jawab Ara tersipu malu.
Bian hanya menatap wajah Ara yang sedang asik bekerja.
1 jam kemudian Ara telah selesai mengerjakan semua pekerjaannya.
"Sayang, ayo kita pulang ! " ajak Ara
" Apa pekerjaanmu sudah selesai ? " tanya Bian sambil menatap Ara.
" Sudah kok, " balas Ara yang langsung menggandeng lengan Bian.
" Bayu , kami pulang dulu ya ! " pamit Bian
" Ya hati-hati, aku juga akan keluar untuk mengunjungi butik lagi satunya," balas Bayu tersenyum.
Ara lalu keluar dari ruangannya, dan saat akan keluar dari butiknya, dia bertemu dengan Viona yang kebetulan akan masuk ke butik itu.
" Wah..wah..wah..apa aku tidak salah lihat , ngapain kamu disini ? Apa kamu tidak tahu kalau ini adalah butik yang sangat terkenal, dan harganya juga sangat mahal . Aku yakin kalau calon suamimu pasti tidak akan mampu membayar satu buah pakaian yang ada di butik ini," ucap Viona meremehkan Ara dan Bian.
"Sepertinya dia salah masuk Butik deh Vi, mungkin mereka mengira kalau disini harganya murah, buktinya mereka mau keluar tetapi tidak membawa apapun."Kata Tika yang ikut meremehkan Ara dan Bian.
" Kamu benar Tik, sepertinya dia memang salah masuk butik."balas Viona
"Makanya kalau nyari calon suami itu yang kaya, ini malah nyari yang miskin. Jujur ya, aku itu muak sekali melihat wajahmu itu,"kata Viona sambil berkacak pinggang
" Jangan sombong jadi orang, kalian juga tidak akan mampu belanja di sini ," balas Ara yang ingin mengerjai Viona dan Tika.
" Kamu benar Sayang, seperti mereka juga akan keluar tanpa membeli apapun," sahut Bian
"Viona ,sepertinya mereka mengira kalau kita cuma mampir saja"ucap Tika sambil melirik Viona
" Kamu tidak percaya kalau aku mampu belanja di sini ? Kalau begitu aku akan memperlihatkan kepadamu ," jawab Viona dengan sombong.
__ADS_1
" Pelayan , tolong ambilkan semua pakaian yang paling mahal yang ada di butik ini," kata Viona kepada salah satu pelayan yang ada di sana
"Baik Mbak, " jawab pelayan itu.
Viona mengambil begitu banyak baju , dan setelah selesai dia langsung menuju ke kasir.
" Tika, sepertinya Ara akan iri dengan kita, " ucap Viona merasa senang.
" Iya Vi, dia juga merhatiin kita terus. Pasti dia pingin belanja," jawab Tika.
" Nanti kita perlihatkan kepada mereka barang yang kita ini ,agar dia semakin iri ," sahut Viona semakin senang.
" Pelayan , berapa total semuanya ? " tanya Viona sambil menatap pelayan itu.
" Total semuanya adalah dua miliar lima ratus juta rupiah mbak ," jawab seorang kasir.
Viona lalu memberikan kartunya kepada kasir itu, namun tiba-tiba Ara menghampiri kasir itu.
" Riri, tolong berikan diskon 10 % kepada pelanggan kita ini, karena dia belanja begitu banyak hari ini," terang Ara sambil berdiri di dekat kasir itu.
" Baik Bu ," balas kasir itu
Mata Viona dan Tika langsung terbelalak lebar melihat semuanya.
" Viona , Tika , terimakasih karena kalian sudah berbelanja di butikku ini. Sering-seringlah mampir kesini, dan kalau kalian belanja banyak seperti sekarang ini maka aku akan memberikan diskon kepada kalian. Kalau begitu aku permisi mau pulang dulu . Jika kalian ingin belanja lagi , bilang saja kepada pelayan disini maka mereka akan melayanimu, " terang Ara sambil tersenyum.
Viona dan Tika melongo begitu lama . Setelah Ara dan Bian keluar dari butik itu , dia langsung bertanya dengan pelayan disana.
"Pelayan , kenapa kalian mau di perintah oleh wanita tadi ? " tanya Viona dengan alis mata terangkat karena dia belum mengerti.
" Ya jelas kami mau di perintah , kan dia itu pemilik butik ini." Jawab pelayan itu.
" Whattt ? " teriak Viona dan Tika bersamaan.
" Berarti kita sudah di kerjain oleh Ara Vi ," kata Tika dengan wajah kesal.
" Ya kamu benar Tik,dia sudah ngerjain kita. Berani sekali dia seperti itu kepadaku. Gara- gara dia uangku jadi habis semua ," kata Viona dengan wajah berapi-api.
"Awas saja kau Ara ! Akan aku buat hidupmu menderita. " gerutu Viona dengan wajah merah padam.
" Tapi dia kok bisa punya butik ya Vi ? " tanya Tika merasa penasaran
" Aku yakin pasti Aris yang sudah membuatkan dia sebuah butik, " ucap Viona yang masih marah
" Kalau begitu kamu harus bisa mendapatkan Aris, dan setelah itu kamu rebut butik ini ," balas Tika
__ADS_1
" Kamu benar Tik, aku akan menjalankan rencanaku secepatnya, " kata Viona yang langsung keluar dari butik itu.