
Wajah Qilla terlihat marah sambil menatap Ara.
"Tapi kamu mengganggu aktivitas SUAMI ISTRI yang lagi sarapan tau." Ara sengaja menekan kata suami istri, biar dia sadar kalau Bian sudah berubah status.
" Oh, kamu merasa terganggu? " tanya Qilla dengan sinis.
"Sudah,sudah ini masih pagi, jangan ribut,malu juga dilihatin orang." Bian menengahi perdebatan sengit antara Ara dan Qilla. "Qilla,bisa kamu pergi dulu ? Istriku kurang nyaman kalau ada yang mengganggu kami sarapan," terang Bian
" Ha...ha...rasain! " gumam Ara di hatinya.
Mata Qilla melotot mendengar ucapan Bian, dan tampak kesal.
" Makanya jangan ganggu orang," kata Ara
" Bi, kamu mengusirku hanya demi wanita seperti ini ? " ucap Qilla
"Ini orang memang tidak tahu malu, masih berani merendahkanku ternyata. Tidak punya malu apa gimana ? Udah di usir juga," gerutu Ara di hatinya dengan kesal.
" Ara ini adalah istriku , kamu jangan sekali-kali menghina dia ! " tegas Bian
" Tapi Bi..."
" Sudah sana kamu pergi, hust...hust..." Ara mengibaskan tangannya mengusir Qilla. "Jangan ganggu momen honeymoon suami istri." Ucap Ara
Selesai makan mereka kembali ke kamarnya lagi.
"Sayang, aku mau bahas bisnis sama Qilla dan Kakaknya,apa kamu mau ikut ?" Bian bertanya sembari merapikan jas yang di kenakannya di depan cermin.
" Aku di sini saja,soalnya ngantuk.Tadi malam kan tidur sebentar,dan itu gara-gara kamu," ucap Ara cemberut.
Bian beralih menatap Ara sambil tersenyum. "Baiklah kalau kamu ngantuk,tidur dan istirahatlah,Istriku. Siapkan energi untuk nanti malam lembur lagi," ujar Bian sambil menatap istrinya.
" Uhuk." Ara yang sedang minum langsung tersendak. "Lembur apaan ? "
" Kamu pasti paham maksudku, jadi jangan pura-pura bertanya seperti itu," kata Bian. "Sayang, sepertinya aku akan menghabiskan waktu makan siangku bersama Qilla dan Kakaknya,"
Ara lantas berbalikbadan ke arah Bian. "Terus kamu biarin aku di sini kelaparan ? " tanya Ara dengan wajah cemberut.
"Sayang, kamu kan bisa pesan makanan dari hotel," ujar Bian
"Dan kamu asik-asikkan sama Qilla begitu ?" tanya Ara yang masih cemberut
"Kenapa ? Kamu cemburu ? Kan di sana ada Kakaknya juga," jawab Bian sambil mengusap rambut Ara
"Baiklah kalau begitu," jawab Ara dan Bian lalu keluar.
○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○
__ADS_1
Ara terbangun saat merasakan perutnya begitu lapar. Selesai makan dia kembali merebahkan tubuhnya. Berdiam diri di kamar hotel memang membuat Ara nyaman, tapi dia begitu kesepian.
"Dari pada hanya tidur, lebih baik aku pergi jalan-jalan ke pantai. Biar tidak rugi kesini," gumam Ara sambil bersiap-siap.
Meski matahari lagi terik-teriknya, dia tetap keluar untuk jalan-jalan.
Ara terus menyusuri bibir pantai hingga akhirnya menemukan tempat yang lumayan teduh untuk dia singgahi.
" Spot di sini juga lumayan bagus , jadi aku bisa mengabadikan momen dengan berselfie ria. Huh, sayangnya sendirian, padahal dari tadi banyak muda-mudi berlalu lalang sambil bergandengan tangan," gumam Ara
Ponsel di saku celana segera dia keluarkan ,namun tiba-tiba ada yang menghampirinya.
" Permisi,mbak." Terdengar ada orang yang menyapa Ara.
Ara langsung menoleh ke sumber suara tadi,dan ternyata sepasang kekasih yang masih ABG menyapanya.
"Iya,ada apa ? " tanya Ara pada mereka
" Mbaknya sibuk tidak ? "tanya yang cowok. "Kalau tidak, bisa tolong fotoin kami sebentar? "
" Hah,"Ara tampak terkejut. "Ok deh, mana kameranya?" tanya Ara pada mereka. Karena tidak tega menolak, Ara akhirnya mau membantu mereka berfoto bersama.
Sebuah kamera yang cukup mahal lalu di serahkan pada Ara.
○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○
" Ngapain nyariin bukannya lagi senang-senang sama Qilla ? " sindir Ara
"Sayang,tadi aku lagi membicarakan masalah bisnis,dan itu juga bersama dengan Kakaknya Qilla. Apa kamu sudah makan siang ? " tanya Bian pada istrinya.
" Sudah," jawab Ara ketus
Bian memeluk Ara dari samping,lalu mencubit pipi Ara. " Tidak usah cemburu, dari dulu aku hanya mencintaimu. Kamu juga sudah tahu dari Ibuku,kalau aku mencintaimu sejak lulus SMA hingga sekarang, kalau aku tidak mencintaimu mungkin kemarin aku tidak menikahimu." Sambil mengecup bibir Ara
" Yang di katakan Bian memang benar," pikir Ara.
" Sayang, kenapa malah diam ? " tanya Bian sambil menatap istrinya
"Maaf, mungkin aku hanya terlalu takut kalau rumah tanggaku hancur lagi seperti dulu. Kamu kan tahu sediri, kalau dulu rumah tanggaku hancur karena orang ketiga," terang Ara dengan wajah terlihat cemberut.
" Kamu tenang saja, aku tidak akan seperti itu. Karena aku hanya mencintaimu," balas Bian sambil memeluk Ara.
Setelah itu mereka kembali ke kamar. Setelah sampai kamar Ara langsung merebahkan tubuhnya.
" Drrrttt...drrrttt..." suara getaran ponsel milik Bian terdengar.
📞" Halo , ada apa ? " tanya Bian dengan orang yang ada di seberang telepon
__ADS_1
📞"........"
📞"Makan malam ? "
📞" ......."
📞" Bukannya urusan bisnis sudah selesai tadi siang ? " ucap Bian
📞"........"
📞" Tidak bisa,Qi. Aku mau makan malam berdua sama istriku,apalagi ini malam terakhir kami disini."
" Mendengar percakapan Bian di telepon , aku bisa menyimpulkan kalau Bian sedang bicara dengan Qilla. Dia memang benar-benar tidak punya malu menelpon suami orang. Untung aku orangnya baik tidak bar-bar,kalau tidak sudah aku hempasin pelakor gagal itu ke laut," gerutu Ara di hatinya.
📞"..........."
📞" Tapi istriku maunya berdua saja, tolong kamu jangan ganggu aku ,"
Telepon Bian tutup setelah mengatakan itu.
" Bisa aku tebak kalau di seberang sana Qilla pasti lagi mencak-mencak karena usahanya mengajak Bian malam ini gagal," gumam Ara di hatinya sambil senyum-senyum sendiri.
" Sayang, ayo kita keluar makan malam,"ajak Bian saat Ara sibuk mengoles tubuhnya dengan body lotion di ranjang.
" Di mana ?"tanya Ara singkat tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Bian.
" Di restoran bawah." Bian ikutan duduk di ranjang
" Apa tidak ada tempat lain ? Bukan gimana-gimana sih , aku hanya males saja kalau Qilla ganggu lagi." Ucap Ara
" Kalau begitu kita cari restoran lain , sambil jalan-jalan," kata Bian
Tiba-tiba Bian memeluk Ara
" Kamu wangi sekali,"bisik Bian
Bisikannya membuat Ara merasakan sensasi aneh , seperti kemarin malam.
" Iya iyalah wangi,kan aku sudah mandi,dan pakai lotion juga ," jawab Ara sambil melepaskan tangan Bian yang melilit di tubuhnya.
" Bukan itu maksudku," Bian kembali memeluk Ara dari belakang, dan kini lebih erat dari yang tadi. Nafasnya terasa di tengkuk Ara yang mulai dia singgahi. " Kamu pasti tahu kalau aku ingin," bisik Bian
" Sayang , katanya kamu mau makan malam," ujar Ara
" Makan malamnya nanti saja," jawab Bian yang sudah mencium Ara.
Dan semua itu terjadi lagi. Ara kembali di tenggelamkan Bian dalam lautan surga surga dunia.
__ADS_1