
Setelah selesai , Ara langsung keluar dari kamar mandi.
"Ara ,bagaimana? Celanamu basah karena apa? " tanya Aris dengan perasaan panik .
"Aku juga tidak tahu celanaku basah karena apa ,tapi perutku sudah tidak sakit lagi."terang Ara merasa bingung dengan bibir mengerucut dalam pantulan.
"Kalau begitu sebaiknya kamu mandi dulu ya! Kakak akan pergi membuat sarapan. " kata Aris yang langsung menuju dapur.
Setelah sarapan, Aris berniat mengajak Ara untuk pulang kerumah Om dan Tantenya.
" Aku akan mengajak Ara pulang ke rumah. Buat apa juga berada disini ."gumam Aris di hatinya.
Setelah Ara selesai mandi , mereka langsung sarapan.
"Ra, setelah sarapan kita akan pulang kerumah Om dan Tante. Nanti Kakak yang akan mengemasi barang-barangmu ,dan sebelum pulang ke rumah ,kita mampir dulu ke rumah sakit untuk mengecek kandunganmu." Aris bicara sambil menatap wajah Ara.
Selesai sarapan Aris langsung mengemasi barang-barangnya dan barang-barang Ara .
"Kak, apa Ibu dan Bapak tahu kalau aku tinggal di kontrakan? Waktu Bapak dan Ibu mampir ke restoran, dia begitu marah-marah karena melihatku menggantikan Kak Arya bekerja. Lalu aku bilang kepada mereka kalau aku hanya sehari saja menggantikan Kak Arya. Saat Bapak dan Ibu menjenguk Papa mertua, mereka juga sempat memarahi Kak Arya dan Mama mertua di rumahnya,karena telah memperlakukan aku tidak baik." Ara bicara sambil melihat ke arah Aris yang lagi mengemasi barang-barangnya.
"Kakak sudah menceritakan semuanya kemarin, Kakak tidak mungkin merahasiakannya,apalagi Kakak tidak pernah pulang . Setiap Kakak tidak tidur dirumah ,mereka selalu bertanya Kakak tidur dimana . Ya terpaksa, Kakak menceritakan semuanya kepada mereka. Awalnya mereka sangat marah, dan menyalahkan dirinya sendiri. Mereka juga menyuruhmu agar cepat-cepat bercerai dari Arya. Setiap hari mereka selalu menanyakan kabarmu lewat Kakak, mereka tidak berani menghubungimu langsung karena mereka masih merasa bersalah denganmu. "Aris bicara sambil memasukkan baju Ara ke dalam tas.
"Kak biar aku saja yang melakukannya " kata Ara yang langsung menghampiri Kakaknya.
"Biar Kakak saja yang melakukannya , kamu duduk saja " balas Aris yang langsung menyuruh Ara untuk duduk.
Tiba-tiba Ara merasakan celananya seperti basah lagi. Wajahnya langsung berubah menjadi panik dan pucat pasi karena merasa takut.
"Kenapa celanaku basah? Jangan-jangan terjadi sesuatu dengan bayiku ."pikir Ara di hatinya.
Aris yang melihat wajah Ara tiba-tiba panik, dia langsung menghampiri gadis itu.
" Ara ,ada apa? Kenapa wajahmu terlihat panik? "Aris bertanya sambil mendekati gadis itu.
"Tunggu sebentar Kak," Ara langsung meninggalkan Aris ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi...
Ara langsung membuka celananya.
"Ini sebenarnya cairan apa ya? Kalau keputihan kok begitu cair,seperti air yang encer dan tidak kental. Kalau ini air kencing ,tapi aku merasa tidak pernah kencing dan ini juga tidak bau air kencing." Ara bicara sendiri di kamar mandi.
Sedangkan Aris mondar-mandir di depan kamar mandi dengan perasaan yang begitu khawatir.
"Kenapa dengan Ara? Apa perutnya sakit lagi? " Aris berpikir sendiri dengan perasaan cemas
"Apa yang dia lakukan didalam sana?
Kenapa lama sekali keluar." gumam Aris
__ADS_1
Aris menghembuskan nafasnya kasar , lalu berdiri didepan pintu kamar mandi.
"Ara," panggil Aris diiringi dengan ketukan pintu hingga beberapa kali.Ini sudah sangat lama,dan dia begitu khawatir dengan gadis itu.
"Tunggu sebentar Kak" kata Ara dengan suara lemah.
Aris menghela nafas lega mendengar suara Ara meskipun sayup-sayup.
Ceklek...
Ara membuka pintu sambil menatap mata Aris.
"Ara, ada apa? Kenapa kamu begitu lama di dalam ? Apa perutnya sakit lagi? " tanya Aris yang terlihat khawatir.
" Perutku tidak sakit , hanya saja celanaku basah lagi Kak , tapi tidak begitu basah. Aku tidak tahu kenapa bisa basah." Ara bicara sambil duduk di pinggir tempat tidur.
Kedua mata Aris terbelalak lebar mendengar ucapan Ara.
"Jangan-jangan kamu mau lahiran ." Aris bicara dengan mata membulat.
"Tapi usia kandunganku baru 7 bulan Kak" balas Ara
"Lebih baik kita cepat kerumah sakit ,lebih baik kita tanyakan dengan dokter. Semua barang-barang kita juga sudah Kakak masukkan ke mobil." Aris langsung mengajak Ara menuju ke mobilnya.
"Pakai sabuk pengamannya Ra," kata Aris sambil menghidupkan mesin mobilnya.
"Coba hubungi Ibu Ra, coba tanyakan ke Ibu masalah ini. Pasti dia tahu, karena dia pernah melahirkan." kata Aris menjelaskan sambil menyetir mobil.
Ara lalu menghubungi orang tuanya. Tidak begitu lama ,Bapaknya mengangkat panggilan telepon dari putrinya.
"Hallo Ara, ada apa nak? Tumben kamu menghubungi Bapak ."kata Bapaknya dari seberang telepon.
"Hallo Pak, maaf Ara tidak pernah menghubungi Bapak dan Ibu selama ini, soalnya Ara sangat sibuk. Oh iya Pak, apa Ibu ada? Ada yang mau Ara tanyakan dengan Ibu."
"Apa ada masalah nak? Kamu bisa bicara dengan Bapak. " kata Bapaknya dengan rasa khawatir.
"Bukan hal yang penting kok Pak, Ara mau bertanya masalah kandungan Ara saja" kata Ara menjelaskan.
"Kalau begitu tunggu sebentar ,Bapak akan memanggil Ibu dulu."
"Iya Pak ," jawab Ara
2 menit kemudian..
"Hallo Ara ,ada apa nak? kata Bapak kamu mau bertanya sesuatu. Memangnya mau bertanya apa?"Ibunya bertanya dengan alis mata terangkat.
Ara lalu menceritakan semuanya ke Ibunya. Ibunya yang mendengar itu matanya membulat dan lebar.
"Ara ,sepertinya air ketubanmu sudah pecah. Lebih baik suruh Aris untuk mengantarkanmu ke rumah sakit.Nanti Ibu dan Bapak akan menyusul kesana." Ibunya bicara dengan rasa khawatir
__ADS_1
"Aku dan Kak Aris sudah dijalan menuju kerumah sakit Bu. Tapi Bu, usia kandunganku kan baru 7 bulan. Masak iya sudah mau lahiran ." Ara bicara sambil menggigit bibirnya karena cemas.
"Kebanyakan bayi kembar itu lahirnya prematur Ra, mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar ya Ra. Nanti jangan lupa hubungi kami kalau seandainya akan melahirkan sekarang." kata Ibunya dari seberang telepon.
"Iya Bu," Dan Ara langsung menutup sambungan telepon itu
Di rumah Ibu dan Bapaknya..
"Ara bilang apa Bu? " Bapaknya bertanya dengan alis mata terangkat karena penasaran.
"Pak, sepertinya Ara akan melahirkan . Ibu kasihan dengan Ara, dia pasti akan merasa kesakitan sekali dan menangis. Karena Ibu sudah pernah merasakan bagaimana sakitnya orang yang melahirkan. Apalagi anaknya Ara kembar." Ibunya bicara dengan mulut melengkung ke bawah.
"Ara anak yang kuat Bu, dia pasti bisa melewati semuanya. Kita doakan saja agar semuanya berjalan lancar." kata suaminya
Setelah sampai di rumah sakit, Aris langsung mengajak Ara masuk.
" Ra ,tunggulah dulu disini" ucap Aris meninggalkan Ara sebentar.
10 menit kemudian Ara dan Aris sudah menuju ke ruangan poli kandungan.
"Silahkan duduk ! Ada keluhan apa Bu?" kata Dokter tersebut.
Ara lalu menceritakan apa yang dia alami.
"Kalau begitu , silahkan tidur dulu disana. Saya akan melakukan USG dulu." jawab Dokter tersebut.
"Iya Dok ," kata Ara dan langsung bangkit dari tempat duduknya.
Setelah selesai USG, dokter menyuruh Ara untuk membuka celananya.
"Coba buka dulu celananya, saya akan mengecek pembukaannya ."
Ara yang mendengar itu alis matanya banyak terangkat. Dengan perasaan malu-malu,dia membuka celananya.
Setelah mengecek pembukaan dengan memasukkan ujung jarinya ke ****** Ara,Dokter tersebut lalu menyuruh Ara untuk duduk kembali.
" Bagaimana Dok ? " tanya Aris dengan raut wajah yang begitu penasaran.
"Begini Pak, air ketuban istri Bapak merembes dalam jumlah sedikit. Tapi jika di biarkan terus -menerus jumlah air ketuban yang melindungi janin akan berkurang. Jika di biarkan ,maka keselamatan bayi anda akan terancam. Dan sampai sekarang belum ada pembukaan sama sekali" kata Dokter tersebut
"Kenapa bisa begitu Dok ?" tanya Aris khawatir
Sedangkan Ara yang mendengar itu jantungnya berdebar sangat kencang.
"Sepertinya istri Bapak terlalu kecapean" jawab Dokter itu memandang Ara .
"Lalu solusinya bagaimana Dok? " tanya Aris dengan wajah khawatir.
" Ibu Ara , Ibu mau melahirkan secara normal atau caesar ? Tapi menurut saya lebih baik melahirkan secara normal dulu. Nanti saya akan beri Ibu Ara obat induksi agar segera muncul pembukaan. Tapi kalau sampai besok belum ada pembukaan ,maka terpaksa harus di operasi caesar."
__ADS_1
Ara dan Aris berunding beberapa menit. Setelah itu mereka setuju dengan rencana Dokter tersebut.