
Satu minggu kemudian..
Semenjak kejadian waktu itu mertua Ara tidak mau bicara dengan anak dan menantunya. Kalau Mama mertuanya yang memasak didapur, pasti dia hanya memasak untuk dirinya sendiri dan untuk suaminya.
Ara dan Arya juga merasa males memikirkannya. Kalau Ara yang duluan memasak didapur ,dia tetap memasak untuk mertuanya juga.
Sekarang Ara tidak pernah menaruh ponselnya dikamar, kalau keluar dia pasti selalu membawa ponselnya. Walaupun itu hanya keluar ke dapur saja. Dia melakukan itu hanya untuk berjaga-jaga saja,dan kalau nanti mertuanya berbicara kasar kepadanya maka dia akan merekamnya secara diam-diam.
"Ra... aku berangkat kerja dulu ya? " ucap Arya sambil mencium kening istrinya.
"Ya Kak, hati-hati dijalan" kata Ara tersenyum.
Setelah kepergian suaminya, Ara lalu pergi mencuci baju. Tiba-tiba Mama mertuanya berteriak memanggil namanya berkali-kali. Ara yang mendengar teriakan mertuanya itu langsung menghidupkan perekam suara yang ada diponselnya. Dia melakukan itu hanya untuk berjaga-jaga,kalau seandainya kata-kata mertuanya menyakiti hatinya ,maka dia akan menyimpannya ,tetapi kalau yang dibicarakan tidak begitu penting maka dia akan menghapusnya.
" Kalau nyuci baju jangan terlalu banyak memakai air, karena membayar air itu sangatlah mahal . Dan aku tidak memiliki uang jika nanti tagihan airnya melonjak tinggi" ucap Mama mertuanya sambil mengerucutkan bibirnya.
" Tapi tagihan rumah ini kan Kak Arya yang membayarnya" balas Ara sambil menatap ke arah Mama mertuanya.
"Tahu dari mana kamu kalau tagihan rumah ini Arya yang membayar? Asal kamu tahu,suamimu itu tidak pernah membantu orang tuanya membayar tagihan rumah ini " Mama mertuanya bicara dengan nada suara yang keras dan marah . Alis mata rendah mendekati mata dan tersimpul jelas,yang membuat lebih banyak kerutan.
"Aku tahu dari Kak Arya sendiri ,kalau bukan Kak Arya sendiri yang bilang begitu ,mana mungkin aku berani bilang seperti itu ke Mama" kata Ara sambil melanjutkan kegiatannya.
"Suamimu itu dari dulu suka sekali berbohong" jawab Mama mertuanya meninggalkan Ara.
Setelah Mama mertuanya pergi ,dia lalu menyimpan rekaman itu.
" Entah ucapan siapa yang benar, yang penting aku sudah merekam omongan Mama mertua yang tadi " gumam Ara dalam hatinya.
__ADS_1
"Kalau dipikir-pikir mertuaku ini sungguh pelit sekali, kemarin waktu aku mau menyiram bunga ditaman kerannya juga tiba-tiba dimatikan oleh Papa mertua,dengan alasan pemborosan. Padahal Kak Arya sudah menanam bunga begitu banyak, tetapi mau menyiram bunga saja tidak boleh." gumam Ara lagi.
Selesai mencuci baju dia langsung pergi ke kamarnya. Kemarin butiknya telah resmi dibuka ,jadi dia sekarang berencana akan pergi kesana karena kebetulan Aris juga sedang sibuk dan tidak bisa kerumahnya.
Sesudah selesai bersiap-siap,dia langsung menemui Mama mertuanya untuk berpamitan.
" Ma ... aku mau izin keluar " kata Ara sambil menatap ke arah Mamanya yang lagi memainkan ponselnya.
Tetapi Mama mertuanya hanya diam saja dan tidak membalas ucapan Ara. Karena tidak mendapat balasan, dia kemudian menutup pintunya .
" Aku jadi penasaran dengan apa yang akan Mama mertua lakukan sekarang ini kalau dia lagi sendiri. Untung aku sudah memasang kamera CCTV nya kemarin , jadi aku bisa mengetahui apa yang Mama mertua lakukan setelah aku pergi" gumam Ara dihatinya.
Ara juga sudah izin ke suaminya akan keluar ,tetapi dia tidak memberi tahu suaminya kalau dia memiliki sebuah butik. Dia hanya bilang ke suaminya kalau dia ingin izin keluar untuk berbelanja. Dia tidak mau suaminya tahu kalau dia memiliki sebuah butik, karena dia takut nanti malah ada masalah baru.
Ara pergi dengan naik taksi, setelah sampai di depan butiknya dia langsung masuk kedalam. Bayu yang melihat kedatangan Ara langsung menghampiri gadis itu. Di sana Ara melihat ada beberapa pelanggan yang datang berbelanja.
"Ara ..kemarilah sebentar " kata Ibu Harum sambil melambaikan tangan .
"Ada apa Bu ? " tanya Ara sambil mendekati Ibu Harum
" Duduklah dulu. Oh iya Ra ,apa benar restorannya Arya mau bangkrut? " tanya Ibu Harum sambil menatap Ara .
Ara begitu kaget mendengar ucapan Ibu Harum ,mulutnya mengkerut dan matanya membulat dan lebar.
"Kenapa Ibu Harum bisa mengetahui kalau restoran Kak Arya mau bangkrut."gumam Ara dalam hatinya
" Kenapa Ibu bisa mengetahui kalau restoran suami saya mau bangkrut ? " Ara bertanya dengan alis mata terangkat.
__ADS_1
" Ibu tahu dari Mama mertuamu sendiri. Sebenarnya Ibu tidak percaya dengan perkataannya,soalnya dia baru saja membohongi para warga disini. Makanya Ibu sekarang mau bertanya langsung dengan nak Ara sendiri"ucap Harum sambil menatap Ara.
Ara lalu diam-diam menghidupkan perekam suara yang ada diponselnya. Dia ingin merekam ucapan Ibu Harum .
"Memang mertua saya bilang apa Bu ? " tanya Ara sambil menatap Ibu harum dengan tatapan mata yang begitu fokus.
" Mama mertuamu bilang kalau restoran suamimu hampir bangkrut gara-gara nak Ara yang dibilang sering menghambur-hamburkan uang milik suaminya, dia juga bilang katanya nak Ara selalu ingin shopping ,lalu dia juga bilang kalau uang suaminya juga diberikan kepada Kakak nak Ara yang sering kesini. Kalau tidak diberi uang mana mau setiap hari mengantar adiknya" begitu kata Mama mertuamu ucap Ibu Harum
"Itu tidak benar Bu, selama ini suamiku tidak pernah memberiku nafkah . Malah Kakakku yang selama ini selalu memberiku uang . Aku juga tidak tahu kenapa restoran suamiku mau bangkrut ,karena dia tidak pernah cerita apapun masalah restorannya kepadaku . Kalau Ibu tidak percaya Ibu bisa lihat ini . " sambil memperlihatkan pesan masuk dari Aris yang ada diponselnya . Di pesan itu Aris bertanya mengenai uang yang selama ini dia kirimkan kepada Ara.
IBu Harum langsung diam melihatnya.
Ibu Harum lalu bertanya mengenai pekerjaan Kakak Ara. Setelah Ara memberi tahu apa pekerjaan Kakaknya, Ibu Harum langsung kaget mendengarnya , karena ternyata anaknya Ibu Harum bekerja di hotel milik Kakaknya Ara.
"Nanti aku akan coba bertanya dengan Mama mengenai masalah ini" ucap Ara
"Iya Ra,lebih baik kamu tanya Mama mertuamu masalah ini, agar besok-besok dia tidak ngomong seenaknya diluar,soalnya dia bicara seperti ini tidak dengan Ibu saja. Dan kalau dia tidak mengaku dapat bicara seperti itu ,kamu bisa memanggil Ibu " kata Ibu Harum.
" Iya Bu ,terimakasih atas informasinya" jawab Ara sambil tersenyum.
"Oh iya Ra,tadi ada laki-laki muda mencari Mama mertuamu . Ibu tadi dapat bertanya siapa dia dan katanya dia itu adalah keponakan dari pihak Mama mertuamu sendiri. Dia selama ini selalu datang kemari, tetapi dia datangnya kalau dirumahmu hanya ada Mama mertuamu saja"ungkap Ibu Harum.
Ara yang mendengar itu langsung terdiam begitu lama.
"Bukannya kata Kak Arya kalau Mama hanya 2 bersaudara , dan kata Kak Arya juga, kalau saudara Mamanya tidak memiliki seorang anak karena mandul." gumam Ara di dalam hatinya sambil berpikir begitu lama karena merasa bingung.
"Oh iya Bu ,kalau begitu aku permisi mau kedalam dulu" ucap Ara tersenyum dan langsung masuk kedalam.
__ADS_1