Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Ara dan Aris


__ADS_3

Dirumah Ara...


Setelah selesai sarapan Ara memilih duduk diruang tamu bersama kedua bayinya,namun tiba-tiba kedua orang tuanya menghampirinya.


"Ara , apa kami boleh bertanya denganmu ? " Ibunya bertanya sambil duduk disampingnya.


"Bertanya apa Bu ? Sepertinya sangat serius sekali " tanya Ara balik, sambil menatap Ibu dan Bapaknya .


"Ara , selama ini Aris begitu perhatian denganmu. Dia selalu mendampingimu selama ini,dan bahkan si kembar juga sangat menyukainya. Kemarin Aris mengatakan sesuatu ke pada kami, dia bilang kalau selama ini dia sangat menyukaimu. Dia menceritan semuanya kepada kami , dan bahkan dia bicara sambil menangis. Di juga ingin menikah denganmu ,tapi apa kamu memiliki perasaan dengan Aris ? Kalau kamu memiliki perasaan yang sama dengan Aris,maka katakanlah kepada kami. Tidak ada yang melarang kalian menikah,malah kami sangat senang mendengarnya " Bapaknya bicara sambil menatap Ara.


Ara terdiam begitu lama .


"Ara ? kok malah bengong ? Katakanlah ,tidak usah malu-malu. " kata Ibunya sambil menyentuh tangan putrinya itu.


"Sebenarnya aku juga mencintainya , tetapi aku tidak ingin menikah dengannya. Kak Aris itu adalah laki-laki baik, dia tidak pantas menikah denganku, karana aku hanya seorang janda. "jawab Ara menunduk.


"Memangnya kenapa kalau kamu seorang janda ? " tanya Ibunya merasa penasaran.


"Ibu, rumah tanggaku hancur karena suamiku berselingkuh. Itu berarti aku selama ini tidak bisa mengurus suami hingga dia sampai berselingkuh dariku. Aku tidak ingin mengalami hal yang sama lagi,jadi aku sudah memutuskan tidak ingin menikah lagi. Aku ingin mengurus anak-anakku saja." ucap Ara sambil menatap anak-anaknya.


"Ara, itu bukan salahmu nak. Mantan suamimu yang begitu bodoh ,karena sudah menyia-nyiakan wanita sepertimu. Buktinya dia tidak ingin bercerai denganmu.Tidak usah mengingat mereka lagi. Kalau kamu tidak mau menikah dengan Aris ,maka kami juga tidak ingin terlalu memaksamu. " kata Bapaknya.


Malamnya....


Hari ini Aris pulang malam,karena pekerjaannya begitu banyak di kantor. Dia lalu menuju ke kamar Ara ,namun tiba-tiba dia dipanggil oleh Tantenya yang kebetulan mau kedapur.


"Tante belum tidur ? "Aris bertanya dengan alis mata terangkat.


"Belum, Tante sengaja menunggumu ,karena ingin mengatakan sesuatu ." kata Tantenya

__ADS_1


"Memangnya Tante ingin mengatakan apa ? " tanya Aris semakin penasaran.


"Tadi Om dan Tante sudah bertanya dengan Ara masalah perasaannya ke kamu. Dan ternyata Ara juga mencintaimu,tetapi dia tidak mau menikah lagi,dan alasannya dia takut diselingkuhin seperti sebelumnya. Kalau kamu serius mencintai dia ,maka rayu dia agar mau menikah denganmu. Jujur ,Tante mendukung sekali hubungan kalian berdua, karena Tante begitu yakin kalau kamu pasti bisa membahagiakan Ara ." ucap Tantenya sambil menatap Aris.


Aris begitu senang mendengar ucapan Tantenya itu, karena ternyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"Terimakasih Tante, aku janji akan menjaga dan membahagiakan Ara." Aris menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk seulas senyuman. Senyuman yang terlihat begitu menawan ,dan tulus.


"Aris ? Malam ini biar Tante saja yang menemani Ara menjaga si kembar, kamu kan baru saja habis lembur,jadi pasti begitu capek sekali. " kata Tantenya


"Tidak usah Tante , biar aku yang menemani Ara, Tante juga pasti capek membantu Om menjaga toko " balas Aris ,karena dia tidak mau berada jauh dengan orang yang dia cintai.


Saat berada dikantor dia bahkan selalu menghubungi Ara berkali-kali, dia merasa tidak tenang jika jauh dari gadis itu .


Sedangkan baby sisternya hanya disuruh membantu dari pagi hingga sore hari saja.


"Baiklah ,kalau begitu sekarang cepatlah masuk." balas Tantenya dan langung pergi menuju ke arah dapur.


Aris menatap wajah cantik Aranika yang lagi tidur.


"Kita memang tidak tahu apa rencana Tuhan untuk kita, dulu aku sangat menyayangimu seperti adik kandungku sendiri. Dan begitu pula denganmu, tapi siapa sangka kalau perasaan itu bisa berubah dalam sekejap. Andaikan dulu Om dan Tante tidak memaksamu untuk menikah dengan Arya,mungkin sekarang kita sudah menikah dan memiliki seorang anak. Apa yang kita pandang indah belum tentu itu benar-benar indah,dan yang terlihat baik belum tentu itu benar-benar baik. Sama halnya dengan keluarga Arya ,dari luar dia terlihat baik , akan tetapi didalamnya semua terlihat buruk." gumum Aris di hatinya.


"Terkadang untuk bisa memperoleh suatu kebahagian,Tuhan menguji manusia dengan berbagai kesedihan yang menyakitkan. Itu karena Tuhan hendak melihat apakah kita pantas mendapatkan kebahagian tersebut" gumam Aris lagi sambil menyentuh wajah Ara.


Setelah itu dia kemudian menuju kekamar mandi karena ingin mandi.


10 menit kemudian Ara terbangun.


"Aku merasa seperti ada yang menyentuh wajahku ,tapi disini tidak ada siapapun. Mungkin itu semua hanya mimpi saja ? " batin Ara. Dengan mata yang masih mengantuk Ara kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk kencing.

__ADS_1


Ara tidak tahu kalau Aris berada di kamar mandi, setelah didepan kamar mandi ,dia langsung membuka pintu itu.


Ara terpaku di depan pintu melihat pemandangan yang ada di depannya. Matanya terbelalak dengan mulut yang tidak kalah lebar,dan rasa ngantuknya langsung hilang dalam sekejap .


Ara ingin berteriak ,namun Aris keburu menarik tangannya ,dan membekap mulutnya.


"Ugh...sial..kenapa aku mesti melihat Kak Aris bertelanjang bulat begini sih. " gerutu Ara di hatinya.


"Ara jangan berteriak,nanti si kembar bangun. Lagian kenapa harus berteriak sih ? Kamu kan sudah pernah melihat tubuhku sebelumnya.Dan aku juga sudah pernah melihat tubuhmu waktu membantumu mandi dirumah sakit. " ucap Aris dan dia kemudian mengambil handuk .


Pipi Ara langsung memerah karena malu dengan ucapan yang dikatakan oleh Aris


"Hmmm ...itu kan berbeda Kak, waktu itu aku juga tidak sengaja melihat tubuhmu." kata Ara mendengus kesal.


"Apa kamu tidak tergoda melihat tubuhku ?" ucap Aris yang berusaha menggoda Ara . Dia melakukan itu agar Ara mau menikah dengannya.


"Maaf Kak tapi aku tidak tergoda sedikitpun " jawab Ara berbohong,dia kemudian ingin keluar dari kamar mandi itu.


Namun tiba-tiba Aris menarik tengkuknya dan mencium Ara dengan ******* dalam,seperti menumpahkan semua rasa rindunya.


Ara ingin mendorong Aris ,tetapi tenaga Aris sangat kuat,hingga dia tidak mampu melakukan apapun.


"Ara ? Menikahlah denganku . Aku sangat mencintaimu . Dari dulu sampai sekarang hanya kamu yang selalu di hatiku " ucap Aris menatap mata Ara


"Maaf Kak ,aku tidak bisa menikah denganmu.Aku sudah memutuskan kalau aku tidak akan menikah lagi. Aku ingin fokus mengurus si kembar ." kata Ara sambil melihat kearah lain.


"Apa kamu takut menikah karena pernah di sakiti oleh keluarga Arya ? Kalau kamu menikah denganku ,apa yang harus kamu takutkan ? Calon mertuamu adalah orang tuamu sendiri, sedangkan suamimu adalah Kakak sepupumu sendiri,jadi tidak akan ada yang menyakitimu." Aris bicara sambil menangkup wajah Ara dengan penuh kasih .


"Kalau begitu tolong berikan aku waktu untuk memikirkan semuanya." jawab Ara yang membalas tatapan Aris

__ADS_1


"Baiklah, aku akan memberimu waktu sampai besok malam."ucapnya sambil mengecup kening Ara.


__ADS_2