
Setelah selesai menjenguk Papanya Arya, Aris lalu mengantar Ara ke restoran lagi. Sampai di restoran mereka langsung masuk ke dalam.
"Sepertinya akan ada sebuah tontonan yang begitu menarik." ucap Aris sambil duduk di samping Ara.
"Kakak benar,dan kita harus melihat semuanya lewat kamera CCTV." balas Ara dan langsung bangkit dari tempat duduknya . Dia lalu ke dapur membuat minuman .
Di rumah Arya..
Ketika Ara dan Aris sudah pergi ,Mika dan Ibu Intan langsung kembali kerumahnya.
"Cepat dong Ma,lelet sekali sih jalannya, sudah kayak kura-kura saja." kata Mika dengan rahang menjadi tegang dalam postur menggigit yang menekan bibir bawah kedepan dan membuat mulut melengkung ke bawah .
"Sabar dong! Ngapain sih harus buru-buru begitu , rumah kita juga tidak akan lari kok."Ibu Intan ikut kesal dengan sikap menantunya ini,karena dari tadi dia tidak sabaran sekali ingin pulang kerumah.
"Punya menantu,kedua-duanya tidak ada yang benar. Yang ini lagi, tidak pernah sopan bicara dengan mertuanya . Mentang- mentang banyak punya uang." gumam Ibu Intan di hatinya.
Semua tetangga bertanya dengan Ibu Intan siapa Mika. Dan Ibu Intan bilang ke mereka kalau Mika adalah keponakannya.
Kreek , pintu pagar di buka oleh Mika . Gadis itu langsung mencari Arya . Dia mencari ke kamarnya ,akan tetapi Arya tidak ada di dalam kamar. Setelah itu dia menuju ke dapur, Mika melihat Arya yang lagi mencuci gelas di wastafel.
Mika langsung memeluk Arya dari belakang. Setelah itu dia memasukkan satu tangannya kedalam celana milik Arya. Dia memainkan junior milik Arya yang masih tertutup oleh celana.
"Apa kamu tidak bisa sabar ! Aku lagi mencuci gelas, lebih baik kamu mandi dulu." Arya bicara karena merasa risih di perlakukan seperti itu di dapur, dia takut Mamanya melihat.
"Baiklah,kalau begitu aku akan mandi dulu. Selesai aku mandi ,Kakak harus melayaniku hingga 4 ronde ." ucap Mika berbisik di telinga Arya.
Sedangkan Arya hanya diam saja ,dia tidak menghiraukan ucapan Mika.
12 menit kemudian Mika berteriak dari dalam kamarnya.
"Kak Arya ..Kak Arya, kesini sebentar! teriak Mika dari dalam kamar mandi yang ada di kamarnya.
Arya yang lagi duduk di depan kamarnya, langsung masuk menemui Mika.
"Kenapa sih harus berteriak seperti itu?" tanya Arya yang sudah ada di depan pintu kamar mandi,sedangkan Mika masih ada di dalam kamar mandi.
"Kak Arya, pintu kamar mandinya tidak bisa dibuka , sepertinya rusak." kata Mika yang bicara dari dalam kamar mandi.
"Kalau begitu mundurlah dulu, aku akan mendobrak pintunnya.
2 menit kemudian pintu itu berhasil dibuka,dan Mika lalu keluar dari kamar mandi dengan wajah di tekuk karena cemberut.
__ADS_1
" Untuk sementara waktu ,gunakan kamar mandi yang ada diluar dulu. Nanti aku akan menyuruh orang untuk memperbaiki pintunya." Arya bicara sambil menarik gagang pintu kamarnya, karena ingin keluar dari kamarnya.
Tiba-tiba pintu itu ditutup oleh Mika lagi , dan dia langsung mencium Arya .Saat ini Mika sudah memakai lingerie, dan Arya langsung tergoda.
Arya langsung membopong tubuh Mika dan membawanya ke tempat tidurnya. Arya kemudian melepas seluruh pakaiannya hingga dia tidak memakai apapun ditubuhnya.
2 menit kemudian..
"Aduh ,kok gatal sih Kak ? " Mika berteriak hingga suaranya terdengar sampai ruang tengah.
"Aduuuh,aku kok juga gatal-gatal sih!" kata Arya yang ikut bicara.
Sedangkan Ibu Intan yang ada di ruang tamu merasa bingung dengan apa yang terjadi di dalam kamar Arya.
"Hmm,apa yang terjadi didalam sih? Kok pikiranku traveling kemana-mana. Sebenarnya apa yang gatal ? " Ibu Intan berpikir sendiri.
Ibu Intan hanya mendengarkan komunikasi pengantin baru itu dari luar.
"Aiiish! gatalnya Kak ! " ucap Mika
"Aku juga gatal nih. Kamu cuci celana tidak bersih sih." Arya bicara dengan raut wajah yang begitu kesal. Rahangnya menjadi tegang dalam postur menggigit yang menekan bibir bawah ke depan, dan membuat mulut melengkung ke bawah.
"Aku juga sangat gatal ! " kata Arya yang dari tadi tangannya sudah menggaruk-garuk.
"Gatal sekali Kak ," rengek Mika berteriak
Tak lama kemudian ,Arya keluar dari kamarnya dengan berlari, dan hanya memakai sarung saja sambil menggaruk pusaka dari lahirnya yang terletak di bawah perutnya. Dia langsung menuju ke kamar mandi yang ada di luar.
"Oooh , jadi yang gatal anunya"pikir Ibu Intan
Lalu setelah itu, Mika pun berlari keluar kamar dengan memakai sarung saja sebagai penutup tubuhnya. Dan Mika juga menggaruk-garuk bagian bawah perutnya sambil berlari menuju kamar mandi.
"Apa yang terjadi pada mereka ? " Ibu Intan bicara dengan raut wajah bingung. Alisnya mengerut dalan fokus.
Sedangkan Ara dan Aris hanya melihat dari kamera CCTV.
Ibu Intan lalu menghampiri meraka yang sudah keluar dari kamar mandi.
"Kalian ini sebenarnya kenapa sih? Kok ribut-ribut." tanya Ibu Intan yang sudah berdiri di depan mereka.
Tetapi mereka tidak menjawab, mereka begitu sibuk menggaruk-garuk.
__ADS_1
"Arya,kamu kenapa ? " tanya Ibu Intan lagi sambil melihat putranya yang sedang bermasalah dengan barang pusakanya yang ada di bawah perutnya.
"Ma,mana balsem? " tanya Arya tanpa menjawab pertanyaan Mamanya. Bahkan dia tetap sibuk mencari balsem seperti orang sedang panik tingkat dewa.
"Balsemnya ada di kamar Mama." Mamanya langsung berlari menuju ke kamarnya. Tidak begitu lama dia keluar lagi dengan membawa balsem.
"Ini."Mamanya menyodorkan balsem kepada Arya.
Dan Arya menerima balsem itu,lalu dia berlari dengan sangat kencang menuju ke kamarnya,seperti seseorang yang lagi di kejar oleh anjing.
Setelah itu Mika datang menghampiri Mama mertuanya.
"Balsemnya di mana Ma? " tanya Mika yang juga masih menggaruk area bagian bawah perutnya.
Terdengar jelas gesekan kukunya di balik sarung pembungkus badannya, karena kukunya panjang.
"Sebenarnya kalian kenapa? " tanya Mama mertuanya.
"Tidak tahu Bu,tiba-tiba saja gatal."jawab Mika
"Balsem ada sama Arya."Mama mertua menunjuk ke arah kamar mereka.
Tanpa menunggu lama,Mika berlari menuju ke kamarnya.
Ibu Intan lalu duduk sambil melihat ponselnya lagi.
Namun,baru saja Ibu Intan duduk, suara teriakan membuatnya terkejut lagi.
"Panas ! Panas ! teriak Arya seperti seorang anak kecil.
"Panas ! kali ini suara Mika yang terdengar berteriak.
Tak lama kemudian,Mika keluar dari kamarnya, lalu berlari menuju ke kamar mandi, setelah itu Arya juga ikut menyusul seperti main kejar-kejaran.
"Ya Tuhan,ada apa lagi sih dengan mereka. Apakah efek balsem membuat mereka ke panasan."pikir Ibu Intan
Sedangkan Ara dan Aris yang ada direstoran masih melihat semuanya dari kamera CCTV.
"Mereka itu sungguh begitu menjijikan sekali." kata Ara.
"Kamu benar Ra , mereka tidak punya hati sedikitpun." balas Aris yang duduk disamping Ara
__ADS_1