
Setelah memastikan kalau orang yang mengejar mereka telah pergi,mereka akhirnya bisa keluar.
"Ternyata ada untungnya juga kita di kejar oleh orang suruhan keluargamu," kata Bian sambil menggenggam tangan Ara
" Memangnya apa untungnya ?"tanya Ara merasa bingung
" Karena berkat mereka , kamu akhirnya mau menikah denganku," terang Bian tersenyum
Ara menunduk sambil tersipu malu mendengar ucapan Bian .
Mereka lalu keluar menuju ke tempat parkir. Namun tidak jauh dari tempat Ara dan Bian , Viona dan Tika melihat mereka dengan wajah begitu terkejut.
Mata mereka terbelalak lebar melihat Ara sedang tertawa dengan seorang pria. Mereka langsung menghampiri Ara dan Bian.
" Wah..wah...kamu lihat Tik, ternyata dia kabur bersama selingkuhannya. Padahal dia akan menikah dengan Aris , tetapi sekarang malah bersama pria lain ,dan keluarganya juga lagi sibuk mencari dia kemana-mana ,tetapi orang yang mereka cari malah senang-senang dengan seorang laki-laki. Kamu itu memang murahan sekali jadi wanita," ucap Viona sambil berkacang pinggang.
" Vin, cowok yang bersama dengan Ara ganteng banget. Wajahnya mirip oppa korea. Wajah Aris mah kalah jauh , mending kamu deketin dia saja, " terang Tika berbisik
"Siapa kalian ? Berani sekali kalian bicara seperti itu dengan calon istriku ." tanya Bian dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun.
" Perkenalkan, namaku Viona . Aku sahabat dari kakak sepupunya Ara. Asal kamu tahu ,Ara ini sudah janda dan memiliki dua anak . Dia juga wanita gila, dia kabur dari rumahnya karena ketahuan ingin membunuhku. Aku pacaran dengan sepupunya ,tetapi dia malah merebut pacarku. Mending kamu hati-hati dengan wanita ini. Karena dia berbahaya." terang Viona berbohong.
Ara yang mendengar itu langsung merasa takut.
" Ya Tuhan, bagaimana kalau Kak Bian percaya dengan ucapan Viona ? " tanya Ara dengan dirinya sendiri.
" Apa anda sudah selesai berbicara ?" tanya Bian merasa kesal dengan Viona yang tiba-tiba datang dan berbicara buruk tentang Ara.
" Apa kamu tidak percaya ucapanku ? Kalau kamu tidak percaya, maka aku bisa memberikan bukti." kata Viona merasa kesal dengan Bian yang seperti tidak mendengarkan ucapannya.
" Aku tahu betul bagaimana sifat calon istriku. Dan aku lebih percaya calon istriku dari pada orang sepertimu. Dari pada kamu sibuk mengurus hidup orang lain ,mending kamu urus dirimu sendiri."ucap Bian dengan wajah berapi-api.
" Kak Bian, lebih baik kita pergi dari sini. Tidak usah meladeni orang seperti dia. " kata Ara menarik tangan Bian
"Kamu benar sayang, lebih baik kita pergi saja."balas Bian
Wajah Viona dan Tika langsung merah padam mendengar ucapan Bian dan Ara
" Awas saja kau Ara , aku akan merebut calon suamimu itu. Aku akan membuatmu di benci oleh calon suamimu itu." ucap Viona sambil mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
Dia lalu pergi ke rumah Aris.
1 jam kemudian , dia telah sampai di rumah Aris.
" Ting tong ting tong ," Viona memencet bel rumah itu berkali-kali.
Pintu rumah itu lalu di buka oleh Aris, dan ketika melihat kalau Viona yang datang, Aris ingin menutup kembali pintu itu. Akan tetapi keburu di tahan oleh Viona.
"Aris , jangan ditutup dulu, aku ingin memberitahumu informasi penting mengenai Ara." kata Viona yang berusaha menahan agar pintu itu tidak di tutup .
Mendengar nama Ara di sebut oleh Viona, Aris lalu membuka pintunya lagi.
" Masuklah, dan awas saja kalau kamu berbohong. " balas Aris dengan alis mata rendah mendekati mata,dan tersimpul jelas, yang membuat lebih banyak kerutan.
" Ngapain lagi kamu kesini ? " tanya Ibunya Ara sambil menatap Viona dengan tatapan benci.
"Maaf Tante,aku kesini ingin memberitahu informasi penting mengenai Ara."jawab Viona
" Informasi apa ? Cepat katakan ."balas Aris dengan sangat marah.
"Aku tadi bertemu dengan Ara bersama seorang laki-laki. Dan laki-laki itu adalah calon suami Ara ," terang Viona menjelaskan.
"Jangan mengada-ngada kamu. Calon suami Ara adalah aku. Dan Ara juga sangat mencintaiku,jadi tidak mungkin kalau pria itu adalah calon suaminya." balas Aris dengan suara yang sangat keras dan marah.
"Aris ,kamu tidak usah percaya dengan ucapan Viona. Dia pasti berbohong, agar kita semakin membeci Ara, " kata Bapaknya Ara.
" Sepertinya ucapan Viona itu memang benar Om, karena tadi anak buahku juga melihat Ara bersama seorang pria di sebuah pusat perbelanjaan." terang Aris sambil menatap Omnya
" Kira-kira siapa laki-laki itu ? " tanya Tantenya dengan alis mata terangkat.
" Aku juga tidak tahu Tante, karena tadi anak buahku ke hilangan jejak mereka." jawab Aris
"Dan sepertinya pria itu sangat mencintai Ara," balas Viona .
" Aku saat ini tidak mencintai Aris lagi, dan aku akan merelakan Aris menikah dengan Ara. Karena saat ini aku sedang jatuh cinta dengan laki-laki tadi. Wajah laki-laki tadi begitu tampan sekali. Andai aku bisa memeluk laki-laki itu," gumam Viona di hatinya . Dia melamun sambil senyum-senyum sendiri membayangkan dirinya memeluk Bian
Mendengar ucapan Viona itu,Aris semakin marah.
" Aku akan memberi pelajaran terhadap laki-laki itu. Berani-beraninya dia menyembunyikan calon istriku. Tidak ada yang boleh memiliki Ara selain aku." ucap Aris di dalam hatinya sambil berkacak pinggang dan menghembuskan nafasnya secara kasar.
__ADS_1
____
Di Villa
Setelah sampai di Villa , Bian memasak untuk Ara.
" Apa Kakak bisa memasak ? " tanya Ara
"Bisa dong, itu adalah hal yang gampang. Aku sengaja belajar memasak agar aku bisa membuatkanmu makanan yang enak. Aku juga pernah ikut kursus salon kecantikan wanita."terang Bian
Mata Ara langsung terbelalak lebar karena terkejut.
" Jangan berpikir negatif dulu, aku punya alasan kenapa aku ikut kursus seperti itu."kata Bian menjelaskan.
"Memang apa alasannya ? " tanya Ara menatap Bian
" Aku sengaja ikut kursus seperti itu. Alasannya agar aku bisa membantu istriku menata rambut ,dan merias wajahnya.Aku hanya ingin memanjakanmu" terang Bian sambil menatap Ara.
Ara tersipu malu mendengar ucapan Bian.
"Ara , boleh tidak aku minta sesuatu ? " tanya Bian
" Boleh, memangnya mau minta apa ? Tapi jangan yang aneh-aneh ," kata Ara
" Mulai sekarang ,jangan panggil aku dengan sebutan 'Kakak' ya ? Kalau kamu memanggilku seperti itu, aku jadinya seperti Kakakmu saja. " ucap Bian
" Maaf ,aku sudah terbiasa memanggil orang yang lebih tua dariku dengan sebutan ' Kakak ' , karena biar terlihat sopan. Memangnya kamu mau di panggil apa ?" tanya Ara dengan alis mata terangkat.
"Panggil aku dengan sebutan ' Sayang ' . Aku mohon , mau ya ! " kata Bian memohon.
" Hmmm , baik Sayangku " jawab Ara malu-malu.
" Nah ,gitu dong ! Kan aku jadi senang mendengarnya."balas Bian sambil mengecup kening Ara
"Oh iya, aku ingin segera menikah denganmu. Tapi sebelum itu kamu mau kan pergi ke rumah orang tuamu ? Aku ingin ke sana untuk meminta restu kepada mereka," terang Bian sambil mengusap rambut Ara
" Tapi aku takut kesana," kata Ara menunduk.
" Tidak usah takut, ada aku yang akan melindungimu."ucap Bian menatap Ara.
__ADS_1
" Hmmmm , baiklah kalau begitu."jawab Ara.
Selesai memasak mereka makan siang bersama-sama.