
Dirumah Arya..
Arya begitu kaget melihat pesan Wa Ara, dia langsung menghubungi nomer istrinya,akan tetapi nomer istrinya tidak bisa dihubungi. Arya lalu menghubungi nomer Aris ,akan tetapi nomer Aris juga tidak bisa di hubungi .
" Kenapa nomer mereka tidak bisa dihubungi sih !" kata Arya berkacak pinggang. Dia begitu frustasi, alis matanya mengkerut dan naik pada saat yang sama. Mulutnya cemberut namun tegangan dikonsentrasikan dalam alis karena otaknya berusaha keras mencari solusi.
Di dapur Mamanya lagi makan bersama Mika. Arya lalu menghampiri mereka dengan berlari.
"Ma, gawat Ma ?" ucap Arya dengan ekspresi begitu panik.
"Gawat kenapa sih Arya? Sampai wajahmu panik begitu." Mamanya bertanya dengan alis mengerut dalam fokus dan bibirnya mengerucut dalam pantulan.
"Ma ,Ara dan Kakaknya mau kesini menjenguk Papa .Sekarang mereka sudah dalam perjalanan menuju kesini." Arya bicara dengan nafas yang memburu dan wajah yang begitu panik.
Arya menjambak-jambak rambutnya sendiri sambil memukul-mukul dirinya sendiri,karena merasa frustasi. Dia bingung harus berbuat apa.
Bu Intan juga merasa begitu panik. Dia sampai berhenti makan dan mencari solusi yang tepat.
Hanya Mika yang diam dan terus makan.
"Yang penting aku sudah menjadi istri Kak Arya, aku tidak suka menjadi simpanannya . Kalau aku hanya menjadi simpanannya terus menerus,maka setiap hari dia hanya melayaniku sehari cuma sekali saja, dan aku jadi merasa kurang puas akan hal itu. Ingin minta nambah lagi ,tapi dia selalu bilang harus pulang kerumah atau alasan apalah itu .Kalau sudah menikah seperti sekarang ini ,aku jadi bebas meminta Kak Arya untuk melayaniku berkali-kali. Apalagi sekarang aku tinggal di rumahnya,dan jika nanti istrinya tahu kalau kami sudah menikah, itu malah sesuatu yang bagus bagiku. Karena kalau dia tahu suaminya sudah menikah lagi ,maka dia akan pergi meninggalkan Kak Arya dan aku akan menjadi istri satu-satunya. Aku tidak akan melepaskan Kak Arya ,karena hanya dia yang bisa memuaskanku.Dan aku juga tidak mau memiliki anak, nanti tubuhku jadi gendut dan apalagi kalau sudah hamil besar ,mau berhubungan dengan Kak Arya jadinya susah." gumam Mika di dalam hatinya
"Kalau begitu kamu hubungi saja nomer Ara atau Kakaknya, suruh dia agar tidak kesini dulu." Mamanya bicara sambil menatap Arya.
"Aku sudah menghubungi mereka berkali-kali ,tetapi nomer mereka tidak bisa dihubungi sama sekali."ucap Arya dengan wajah yang masih panik
" Kalau begitu Mama akan mengajak Mika ke rumah Tante Ami.Nanti kami akan kesini kalau Ara dan Kakaknya sudah pulang . Bagaimana apa kamu setuju ?"Mamanya bertanya sambil membawa piring kotor ke wastafel dan mencucinya dengan terburu-buru.
"Ide Mama bagus juga. Kalau begitu lebih baik Mama ajak Mika kesana sekarang juga, nanti keburu mereka datang " kata Arya menghampiri Mamanya yang sudah selesai mencuci piring .
Setelah itu Arya menghampiri Mika.
__ADS_1
"Mika,kamu ikut Mama ke rumah Tante Ami dulu ya! Ara dan Kakaknya lagi menuju kesini, aku tidak mau dia mengetahui pernikahan kita."Arya bicara sambil duduk disamping Mika.
"Aku tidak mau ikut ke rumah Tante Ami, dan aku ingin Ara tahu kalau aku dan kamu sudah menikah."Mika bicara sambil melihat ponselnya.
"Apa kamu sudah gila hah ? Kalau Ara sampai tahu kita menikah,maka aku juga akan meninggalkanmu."kata Arya menatap Mika. Amarahnya saat ini sudah nyaris berada di ubun-ubun.
"Dia selalu saja membuatku marah. Mana mungkin aku meninggalkan istriku yang begitu sempurna ,cuma karena perempuan murahan seperti dia. Aku akan mencari cara agar bisa terlepas dari Mika. " gumam Arya di hatinya.
"Hmm,baiklah kalau begitu. Tapi ada satu syarat. Setelah Ara dan Kakaknya pulang ,maka Kakak harus melayaniku." jawab Mika berbisik ditelinga Arya.
"Ok aku setuju " kata Arya sambil mengeluarkan nafasnya secara kasar.
"Aku benci wanita ini! Sial ! Sial ! Sial ! Kenapa aku harus terjebak dengan wanita murahan seperti dia. Aku benci dia."gumam Arya di hatinya. Tangan Arya mengepal,kemudian memukul meja makan didepannya dengan kencang, hingga membuat meja kayu itu sedikit penyok .
"Ma, cepatlah ajak Mika ke rumah Tante Ami,nanti mereka keburu datang."ucap Arya berteriak dan matanya terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah dan buta oleh amarah.
"Sabar dong! Ini juga sekarang Mama akan pergi kesana " balas Ibu Intan dengan nada emosi
Dari jauh Aris dan Ara memantau rumah Arya. Mereka sudah sampai sekitar 10 menit yang lalu,tetapi dia tidak langsung masuk karena mengecek kamera CCTV dulu sebelum masuk. Dia ingin memastikan keamanan rumah itu.
"Kak, Mama dan Mika keluar rumah . Sepertinya mereka sengaja mengajak Mika pergi. Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk masuk kedalam." kata Ara sambil menatap Kakaknya.
"Kamu benar Ra,kalau begitu lebih baik kita langsung masuk kedalam. Oh iya , nanti kamu harus pintar bersandiwara agar mereka tidak curiga." Aris bicara sambil menghidupkan mesin mobilnya.
"Sip deh! ucap Ara sambil mengacungkan jempol tangannya.
Sekitar 2 menit ,mobil itu akhirnya terparkir didepan rumah Arya. Ara dan Aris langsung masuk.Arya yang mendengar ada orang yang datang langsung menuju ke depan . Arya melihat istrinya yang datang bersama Aris.
"Ayo silahkan duduk. Oh iya Ra, maaf karena aku belum bisa menemuimu. Aku begitu sibuk mengurus semuanya sendiri. " Arya bicara sambil menatap istrinya.
"Iya tidak apa-apa kok Kak,aku bisa mengerti." ucap Ara sambil tersenyum
__ADS_1
"Kak Aris,maaf karena aku selalu merepotkanmu." Arya bicara sambil melihat ke arah Aris.
"Tidak apa-apa kok,santai saja." balas Aris
"Kalau begitu kalian tunggu di sini dulu ,aku akan kedapur membuat minuman." kata Arya yang sudah bangun dari tempat duduknya.
"Tidak usah Kak, aku kesini cuma sebentar saja kok." balas Ara
"Walau cuma sebentar, tetapi kalian harus minum dulu." jawab Aris dan langsung meninggalkan mereka.
Melihat Arya yang pergi ke dapur,Ara dan Aris saling menatap. Aris kemudian memberi Ara kode agar masuk ke dalam kamar Arya.
Ara kemudian dengan langkah cepat menuju ke kamar Arya. Setelah sampai disana dia langsung membuka lemari, dia lalu menaburkan bubuk cabe dan merica di semua CD milik Arya dan Mika. Kemudian dia mengolesi sedikit balsem ke celana itu.
Sesudah itu dia juga menaburkan bubuk cabe dan merica ke tempat tidur milik Arya. Dia juga tidak lupa mengolesi sedikit balsem .
"Biar mereka merasakan sensasi panas sebagai pengantin baru."gumam Ara di hatinya. Setelah itu Ara langsung buru-buru ke luar dari kamar itu.
Ara langsung duduk disamping Kakaknya tanpa bicara apapun.
"Bagaimana Ra ? " tanya Aris berbisik
"Sudah beres Kak" ucap Ara yang ikut berbisik
2 menit kemudian Arya datang membawa minuman.
"Ayo silahkan di minum dulu " kata Aris sambil menaruh minuman di meja.
"Terimakasih Kak." balas Ara
Aris dan Ara langsung mengambil minuman itu.
__ADS_1
5 menit kemudian mereka minta izin menjenguk Papa mertuanya.Aris lalu mengantar mereka menuju ke kamar orang tuanya.