Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Hamil


__ADS_3

Di rumah Arya...


Mika dari kemarin mual-mual terus , dan bahkan dari kemarin dia merasakan kepalanya sangat pusing. Hidungnya juga menjadi sangat sensitif sekali .


Hari ini Mika dan Ibu Intan lagi duduk di ruang tamu sambil melihat ponselnya.


" Ma ? Aku berangkat kerja dulu ya! Jangan lupa di minum obatnya,"ucap Arya berpamitan dengan Mamanya.


Namun tiba-tiba Mika menutup hidungnya.


"Kak Arya ? Kakak pakai parfum apaan sih ? Kok baunya jelek sekali. "kata Mika menutup hidungnya.


Akan tetapi Arya tidak memperdulikan ucapannya.


"Kamu ini bagaimana sih ? Dari dulu Arya selalu memakai parfum seperti itu,tapi kenapa baru sekarang kamu bicara seperti ini ? Aneh sekali sih."gumam Ibu Intan sambil menatap Mika


Perut Mika juga semakin bergejolak. Dia tidak mampu menahannya lagi,dia kemudian membekap mulutnya sambil berlari menuju ke kamar mandi.


Ibu Intan kemudian menghampiri Mika


"Uek...uek..uek.." Mika muntah-muntah di dalam kamar mandi.


"Tok...tok..tok.. Mika buka pintunya," teriak Ibu Intan sambil mengetuk pintu berkali-kali.


8 menit kemudian Mika keluar.


"Ada apa sih Ma ? Kenapa berteriak begitu ? " tanya Mika dengan tubuh terlihat lemas.


"Mika kenapa kamu muntah-muntah begitu ?"  tanya Ibu Intan bertanya balik dengan raut wajah penasaran.


"Sepertinya aku lagi masuk angin."balas Mika yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Tapi kamu sudah dua hari seperti ini, lebih baik periksakan dirimu kerumah sakit. Biar tidak terus menurus seperti ini. Walaupun kamu selalu membuatku marah,tetapi melihat keadaanmu seperti ini ,aku jadi tidak tega  melihatnya " ungkap Ibu Intan.


Sebenarnya Ibu Intan curiga kalau Mika sedang hamil,tetapi dia pura-pura peduli dengan Mika, karena dia ingin memastikan kebenarannya dulu.


"Apakah Mika sedang hamil anaknya Arya ? Atau dengan laki-laki lain ? Tapi sepertinya itu adalah anaknya Arya,karena semenjak aku sakit dia tidak pernah aku lihat keluar dari rumah. Dan setiap hari dia selalu menemaniku di kamar."pikir Ibu Intan di hatinya.


"Tidak usah Ma,palingan aku hanya masuk angin saja. Istirahat sebentar saja pasti sudah sembuh."kata Mika


Tubuh Mika tiba-tiba saja sempoyongan saat arah pandangannya beralih kebawah.


Kepalanya juga terasa berputar-putar dengan pandangan yang mulai kabur. Dan setelah itu dia pingsan.


Ibu Intan begitu kaget melihat Mika yang tiba-tiba pingsan,dia kemudian menarik tubuh Mika ,dan membawanya ke sofa. Setelah itu dia menghubungi seorang Dokter agar datang ke rumahnya.

__ADS_1


Tidak menunggu begitu lama Dokter tersebut datang ke kerumah. Ibu Intan langsung mempersilahkan Dokter itu memeriksa menantunya.


"Bagaimana keadaan menantu saya Dok ? " tanya Ibu Intan sedikit khawatir.


" Selamat ya Buk, menantu anda sedang hamil."ucap Dokter tersebut.


Ibu Intan yang mendengar hal itu  langsung merasa senang, karena akan mendapatkan seorang cucu lagi.


Dia begitu yakin kalau anak yang ada di kandungan Mika adalah anak Arya.


Selesai memeriksa Mika, Dokter tersebut lalu pergi. Setelah Dokter itu pergi ,Mika lalu sadar.


"Mika ? Bagaimana keadaanmu ? Tadi kamu tiba-tiba saja pingsan, aku sampai kerepotan membawamu kesini." kata mertuanya


"Tubuhku masih begitu lemas sekali, Maaf karena tadi aku merepotkan Mama," ucap Mika merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa ,asal jangan terlalu sering. Oh iya , kata Dokter kamu itu sekarang ini lagi hamil . Dan ini obat yang harus kamu minum agar tubuhmu tidak lemas dan mual-mual."terang Ibu Intan sambil duduk disamping Mika.


" Apaaaaaaa ? " teriak Mika dengan suara yang cukup keras dan mata yang melotot.


"Apa kamu mau membunuhku ? Aku hampir saja jantungan mendengar suaramu itu. Buat apa sih kamu berteriak begitu ? ,"ucap Ibu Intan merasa kesal.


" Aku tidak mau hamil, aku akan menggugurkan anak ini, " ungkap Mika dengan wajah terlihat begitu panik.


"Aku tidak mau hamil, kalau aku hamil maka tubuhku akan jadi jelek. Lagian ini juga bukan anak suamiku," gumam Mika di hatinya.


Sedangkan Ibu Intan ikut merebahkan tubuhnya di sofa. Dia ingin mengawasi Mika mulai saat ini, karena dia takut kalau menantunya menggugurkan kandungannya.


"Ugh...sial..sial !! Apa yang harus aku lakukan kalau seperti ini ? " pikir Mika sambil menjambak rambutnya sendiri karena merasa frustasi .


Dia kemudian masuk ke dalam kamarnya .


Prang !


Orang yang meneror Mika melempar batu ke kaca jendelanya. Di batu itu juga terdapat sebuah surat. Mika menengok ke arah luar ,akan tetapi dia tidak melihat ada siapapun di luar. Dia kemudian mengambil surat itu.


📄 [ Selamat ya! Karena sekarang akan menjadi awal penderitaanmu. ]


" Arg..lama-lama aku bisa gila kalau seperti ini terus. Kurang ajar sekali orang ini. " gerutu Mika dengan wajah berapi-api .Dia *******-***** surat itu ,dan setelah itu membuangnya ke tong sampah.


Sedangkan Ibu Intan dari tadi ada di depan kamar Mika, saat dia mendengar ada sesuatu yang pecah dari kamar Mika ,dia langsung menuju ke kamar Mika.


" Jangan-jangan dia mau melakukan sesuatu dengan kandungannya lagi. Aku harus mengawasi dia terus "pikir Ibu Intan


"Tok...tok...tok.." Ibu Intan mengetuk pintu kamar Mika berkali-kali.

__ADS_1


"Mika ,buka pintunya " teriak Ibu Intan yang terlihat begitu cemas.


Mika lalu membuka pintu kamarnya.


"Ada apa sih Ma ? "tanya Mika


Ibu Intan menengok ke dalam kamar Mika.


"Tadi Mama mendengar seperti ada yang pecah,memang apa yang barusan pecah ? " tanya Ibu Intan menatap Mika


"Tadi ada yang melempar batu ke jendela kamarku hingga kaca jendelaku pecah." kata Mika bicara jujur


"Dia pasti berbohong, pasti dia ingin membunuh calon cucuku" gumam Ibu Intan di hatinya.


"Kalau begitu biar Mama yang menemani kamu istirahat di kamar ya !"


" Ya Ma , silahkan masuk ! " balas Mika merasa senang, karena kebetulan dia juga merasa takut untuk tidur sendiri.


Malam harinya....


Arya baru saja pulang dari restoran,dan sekarang dia lagi duduk di teras rumah.


"Arya, apa kamu sudah makan ? " tanya Ibu Intan sambil duduk di samping putranya.


"Sudah Ma, aku sudah makan di restoran." balas Arya.


"Oh iya, Mama senang sekali hari ini." gumam Ibu Intan


"Memangnya apa yang membuat Mama sangat senang seperti ini ? " tanya Arya dengan alis mata terangkat.


" Mama sangat senang, karena sebentar lagi Mama akan memiliki seorang cucu lagi."


Arya tidak mengerti dengan perkataan Mamanya.


"Memangnya siapa yang akan memberikan Mama seorang cucu ? " tanya Arya lagi dengan wajah penasaran.


"Iya kamu dan Mika lah , memangnya siapa lagi yang akan memberikan Mama seorang cucu ? Kamu ini memang aneh sekali. Dari kemarin istrimu mual-mual terus, dan tadi dia pingsan. Lalu Mama memanggil seorang Dokter kemari untuk mengecek Mika."terang Ibu Intan dengan wajah yang begitu ceria.


"Apaaaaa ? " teriak Arya dengan mata terbelalak lebar karena begitu kaget.


"Kenapa kamu kaget begitu sih ? Kamu takut kalau itu bukan anakmu ? Kamu tenang saja, karena semenjak Mama sakit dia tidak pernah keluar rumah. Bahkan dia selalu menemani Mama di kamar."terang Mamanya.


Sedangkan Arya terdiam begitu lama.


"Mika hamil anak siapa ? Karena aku sudah hampir 1 tahun tidak pernah menyentuhnya."pikir Arya dengan wajah terlihat bingung

__ADS_1


__ADS_2