Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Mual-Mual


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Aranika sudah bangun. Dia membantu Ibunya memasak didapur. Walaupun sekarang dia ada dirumah orang tuanya, dia akan tetap bangun lebih pagi karena sekarang dia sudah memiliki seorang suami .


Apalagi dia sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu.


"Ara.. apakah hari ini kamu akan pergi kekantor  ? " kata Ibunya sambil menata makanan dimeja makan


"Hari ini Ara libur Bu, memangnya kenapa " tanya Ara penasaran


"Mumpung kamu libur ,mending ajak suamimu jalan-jalan "


"Aku lagi tidak ingin jalan-jalan Bu "


Tiba-tiba Aris keluar dari kamarnya dan langsung duduk disamping Ara.


"Kakak pake parfum apa sih...kok baunya jelek sekali " sambil menutup hidungnya


Ara langsung masuk kekamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi.  Didalam kamar mandi dia mual-mual terus hingga badannya lemas. Arya yg melihat istrinya seperti itu langsung menghampirinya.


"Sayang...kamu kenapa? Sambil menghampiri istrinya dengan raut wajah khawatir.


"Aku tidak apa-apa kak " langsung berjalan keluar dari kamar mandi.


"Ya sudah kalau begitu kamu duduk dulu ya..aku akan ambilkan air minum dulu "lalu berjalan keluar untuk mengambil air minum .


Sedangkan Aris yg melihat Ara begitu aneh langsung mencium bau parfum dibajunya sendiri.


"Apa parfumku memang baunya tidak enak ya..,  Ara bahkan sampai mual-mual begitu" sambil berbicara sendiri


Tantenya yg melihat itu langsung bertanya ke Aris.


"Aris.. kamu kenapa nak..kok mengendus- endus begitu "Tantenya binggung melihat tingkah Aris begitu


"Tante ..coba Tante cium bau parfum dibaju ku " sambil mendekati Tantenya


"Wangi kok.kan kamu dari dulu bau parfumnya seperti ini. Memang kenapa bertanya begitu... Tante kira kamu menggunakan parfum baru"


"Aku kira bau parfumnya tidak enak, soalnya tadi Ara yg bilang begitu. Bahkan dia sampai mual-mual mencium bau parfum Aris "

__ADS_1


"Ara kan sedang hamil,orang hamil sudah biasa mengalami hal seperti itu "


"Kalau seperti itu terus kan kasihan Ara Tan . Kalau nanti aku sudah menikah ,aku tidak mau kalau istriku hamil. Aku tidak tega melihatnya mual-mual terus seperti itu" kata Aris karena masih mendengar Ara mual-mual


"Huss, jangan ngomong seperti itu. Orang lain bahkan sampai menunggu lama karena ingin memiliki seorang anak. Masak kamu cuma karena itu tidak ingin istrimu memiliki seorang anak" kata Tantenya


"Aku hanya tidak tega melihatnya Tante"


"Itu sudah biasa dialami oleh wanita yg sedang hamil. Itu juga hanya bersifat sementara. Setelah melewati trimester pertama maka rasa mual itu akan mulai berkurang "


" Trimester pertama itu maksudnya apa Tan ? "Tanya Aris penasaran


"Trimester pertama itu adalah keadaan mengadung embrio didalam tubuh 0-14 minggu. Mual biasanya terjadi pada pagi hari tapi ada pula yg terjadi pada malam hari. Kalau tidak kuat dengan rasa mualnya bisa konsultasi dengan Dokter spesialis kandungan dan minta obat pereda rasa mual. Ngomong-ngomong kamu belum menikah tetapi sudah bertanya masalah beginian,apa kamu mau menikah Ris?" Tanya Tantenya


" Untuk jaga-jaga saja Tan, siapa tahu calon istriku tidak mengerti masalah beginian jadi aku akan langsung menjelaskannya" Aris bicara sambil tersenyum


"Sepertinya kamu sudah siap untuk menikah Ris, lebih baik kamu kenalkan calonmu itu ke Om"


"Aku belum berniat untuk menikah Tan, mau kerja dulu terus ngumpulin uang baru aku menikah" Aris bicara sambil main ponsel


"Kalau kamu takut menikah karena mikirin biaya, nanti Om dan Tante yg menanggung biayanya"


"Ya sudah kalau begitu. Kalau kamu ada masalah minta tolonglah pada kami. Om dan Tante sudah menganggapmu seperti anak kami sendiri . Jadi jangan merasa malu untuk meminta bantuan kepada kami! "


"Makasi ya Tan, oh iya Tan sepertinya Ara mual-mual terus " kata Aris khawatir.


"Ya sudah,kalau gitu Tante akan memanggil mereka untuk sarapan pagi dulu. Setelah itu Tante akan menyuruh Ara untuk konsultasi ke dokter spesialis kandungan," sambil tersenyum


Dia lalu pergi memanggil mereka untuk sarapan.


Ara masuk ke kamar mandi lagi karena dia merasakan mual-mual lagi,sedangkan Arya yg melihat itu merasa binggung harus berbuat apa.


"Sayang..kita pergi kerumah sakit yuk..aku tidak tega melihatmu seperti ini terus" kata Arya begitu cemas melihat keadaan Ara


"Aku tidak mau kerumah sakit Kak. Cukup istirahat saja sepertinya sudah hilang "Ara bicara sambil mengambil air minum


Lalu pintu kamarnya diketuk oleh Ibunya

__ADS_1


"Ara ..Arya ayo keluar nak.Kita sarapan dulu yuk! "


"Ya Bu,sekarang kami akan segera keluar'' Ara dan Arya lalu keluar bersama-sama


Semua sudah ada dimeja makan


"Ayo nak Arya,ambil yg banyak makanannya. Hari ini Ibu dan Ara sudah begitu banyak masak ,jadi makan yg banyak ya. . Sini biar Ibu yg mengambilkan makanan ." Kata Ibu mertuanya yg langsung mengambilkan makanan.


" Terimakasih Bu"


Arya begitu malu, karena disini dia diperlakukan dengan baik oleh keluarga Ara. Sedangkan keluarganya memperlakukan Ara dengan begitu buruk.


Semua sudah mulai makan dan bahkan makanan Bapak mertuanya sudah mau habis tetapi Aranika dari tadi hanya mengaduk-ngaduk makanannya .


"Ara..kenapa tidak dimakan makanannya..Apa Ara tidak menyukainya ? " Bapaknya bertanya sambil melihat kearah Aranika


"Perut Ara lagi tidak enak Pak, pingin muntah terus"


"Kenapa bisa begitu ? Apa kamu lagi sakit ? " tanya Bapaknya begitu cemas


"Tidak Pak,Ara tidak sakit. Hanya perut Ara saja yg bermasalah "


"Makanlah sedikit, kalau kamu tidak makan kasihan bayi dalam kandunganmu" kata Arya yg begitu cemas melihat istrinya


Ara lalu berusaha untuk makan sedikit demi sedikit. Itu dia lakukan hanya demi anak yg ada didalam kandungannya.


"Arya nanti kamu ajak Ara kerumah sakit . Kasihan Ara ,sepertinya tubuhnya begitu lemas " Aris bicara sambil memperhatikan Ara


" Ya nak Arya , Aris benar. Ara seperti itu karena lagi hamil. Orang hamil memang mengalami hal seperti itu. Coba nanti diajak konsultasi dengan dokter spesialis kandungan biar dikasih obat pereda mual-mual" Ibu mertuanya memberi saran ke Arya.


"Kalau begitu sehabis sarapan aku akan mengajak Ara kerumah sakit. Terima kasih sarannya, aku benar-benar bingung melihat Ara seperti itu "kata Arya


Sehabis sarapan , Arya lalu menyuruh istrinya untuk bersiap-siap. Setelah selesai mereka lalu berpamitan untuk pergi ke rumah sakit. Didalam perjalanan ponsel Arya tiba- tiba berbunyi.


"Hallo.. ada apa menelpon ku Ma ?" Arya bicara dengan begitu malas


"Hallo Arya,kamu kenapa tidak pulang kerumah kemarin nak ? Mama begitu cemas menunggumu kemarin" kata Mamanya dari sebrang sana

__ADS_1


" Arya untuk sementara akan tinggal dirumah Ara dulu,jadi Mama tidak usah khawatir terhadapku "


Dia Langsung menutup sambungan telepon itu ,karena masih kesal terhadap orang tuanya.


__ADS_2