
Tidak menunggu begitu lama, mereka akhirnya sampai dipabrik milik Aris
" Ara ..ayo turun," ajak Aris sembari melepaskan sabuk pengaman yang masih melingkar di tubuhnya.
"Iya Kak," balas Ara yg langsung melepaskan sabuk pengamannya juga.
Mereka lalu masuk kedalam .
"Wah ..pabrik Kakak besar sekali" ucap Ara begitu kagum melihat semuanya
Aris lalu mengajak Ara berkeliling ,saat berkeliling semua karyawan yg bekerja disana menatap mereka berdua dan memberi salam. Mereka semua mengira kalau Ara adalah istri bosnya. Aris juga orangnya sangat tertutup kalau masalah urusan pribadi.
"Ara lebih baik sekarang kamu istirahat dulu ya..pasti kamu sangat capek karena dari tadi pagi kita mutar-mutar terus"kata Aris sambil mengajak Ara ke sebuah kamar kecil yg ada didalam ruangan tempat kerjanya.
" Ya Kak ,aku memang capek sekali" balas Ara sambil duduk dipinggir tempat tidur.
" Kalau begitu sekarang kamu tidur siang dulu ya.. nanti Kakak akan bangunkan kamu kalau pekerjaan Kakak sudah selesai"ucap Aris dan langsung meninggalkan Ara
Di kamar itu terdapat kasur yg ukurannya standard. Mungkin cocok untuk 2 orang yg bertubuh mungil, ataupun sendirian. Disana juga terdapat kamar mandi.
Ara lalu tidur disana sedangkan Aris memulai bekerja. Saat Aris keluar dari ruangannya karena ingin melihat karyawannya bekerja,tiba-tiba ada salah satu karyawannya mengajaknya bicara.
" Pak ..selamat atas kehamilan istri Bapak,semoga Ibu dan janinnya selalu sehat"balas karyawannya itu tersenyum
Aris yg mendengar itu Alis matanya langsung terangkat dan rahangnya jatuh. Dia juga tidak mau menjelasksn ke karyawanya. Karena menurutnya itu bukan masalah yg sangat penting
" Terimakasih atas doanya " kata Aris ikut tersenyum
Setelah pekerjaannya selesai dia lalu menemui Ara. Saat ini Ara tidur begitu nyenyak,Aris tidak tega membangunkan gadis itu. Dia kemudian memilih untuk ikut tidur .Aris lalu tidur dibawah menggunakan selimut sebagai alas tempat tidurnya.
Jam 14:00 Ara membuka kelopak matanya yg terasa berat. Dia masih dalam keadaan setengah sadar
"Sekarang aku lagi ada dimana ?"pikir Ara sambil melihat seluruh ruangan itu dengan bingung.
Ara langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya.Dia akhirnya sadar saat melihat Aris yg lagi tidur dibawah.
__ADS_1
" Oh iya ,aku sekarang kan lagi dipabrik Kak Aris " ucap Ara sambil menepuk jidatnya sendiri.
Ara menatap wajah Aris yg lagi tidur.
" Andai aku belum menikah,pasti aku sudah membalas perasaan Kak Aris " gumam Ara dihatinya dengan mulut melengkung kebawah . Tanpa dia sadari air matanya sudah menetes begitu saja. Ara lalu mengangkat tangan menyentuh wajah Aris.
" Aku sangat mencintaimu Kak. Tapi maaf aku tidak bisa membalas perasaan Kakak,karena aku sudah memiliki seorang suami. Kalau seandainya suatu saat nanti suamiku menyakiti aku lagi, maka tetap saja aku tidak bisa meninggalkannya. Kalau aku meninggalkannya maka sama saja aku berpisah dengan bayiku sendiri. Mana ada seorang Ibu yg mau berpisah dengan anaknya sendiri,apalagi kalau anak itu baru lahir" ucap Ara sambil menghapus air matanya
Aris sebenarnya sudah bangun saat Ara beranjak bangun dari tempat tidurnya,tetapi dia begitu malas membuka matanya . Karena akhir-akhir ini dia bolak-balik kerumah Arya hanya ingin bertemu dengan Ara. Itu membuatnya begitu kelelahan . Dia merasa sangat bahagia saat mendengar ucapan Ara tadi, rasa lelahnya dalam seketika langsung hilang. Hatinya berbunga-bunga , karena ternyata cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.
" Aku akan sabar menunggumu. Kita akan bersama-sama untuk selamanya saat si kembar sudah lahir. Jika si kembar sudah lahir maka aku sendiri yg akan memaksa Arya agar memberikan hak asuh anaknya kepadamu" gumam Aris dihatinya dan masih dalam keadaan pura-pura tidur.
Aris merentangkan tangannya ke atas selama beberapa detik seperti orang baru bangun tidur.
" Ara..apa kamu sudah lama bangun? " tanya Aris kepada Ara yg lagi duduk dipinggir tempat tidur.
" Tidak Kak,aku juga baru bangun " kata Ara sambil menyisir rambutnya dengan jari tangannya.
" Minumlah ini " sambil memberikan air mineral kepada Ara.
" Terimakasih Kak" balas Ara sambil menerima air itu dan langsung meminumnya.
"Kerjaanku sudah selesai, kita sebaiknya pulang sekarang saja ya.." kata Aris sambil menatap Ara
Dia begitu mencintai gadis itu.
"Boleh deh Kak ," ucap Ara tersenyum.
Mereka lalu keluar dari ruangan itu dan menuju kemobilnya.
" Ara ..apa kamu sudah membuka kado dari Kakak? " tanya Aris sambil memasang sabuk pengaman ketubuhnya
" Sudah Kak,dan terimakasih untuk hadiahnya." balas Ara
" Apa kamu menyukai hadiah dari Kakak itu ?" tanya Aris sambil menoleh ke Ara
__ADS_1
" Iya aku menyukainya,hadiah Kakak sangatlah bagus" kata Ara sambil memainkan ponselnya
" Hadiah dari suamimu pasti jauh lebih bagus dari hadiahku" ucap Aris
" Aku tidak mendapatkan hadiah dari suamiku. Boro-boro mendapatkan hadiah ,dia saja tidak ingat akan ulang tahunku" gerutu Ara dengan ekspresi mengernyitkan dahinya.
Wajah Ara langsung cemberut mengingat waktu itu.
" Kenapa wajahmu cemberut ? Apa kamu begitu mencintainya ? " tanya Aris dengan muka masam dan rahang menjadi tegang karena tidak suka kalau Ara memikirkan pria lain.
"Aku tidak mencintainya, tapi aku cuma merasa kesal karena suamiku sendiri tidak ingat akan ulang tahunku sendiri. Jangankan ulang tahunku,setiap aku memeriksakan kandungan dia bahkan tidak pernah memberiku uang sama sekali. Dia tidak pernah perduli denganku,apalagi bertanya tentang kandunganku. Aku merasa heran dengannya,katanya dia mencintaiku tetapi dia tidak pernah perduli dengan orang yg dia cintai" terang Ara dengan wajah masih cemberut
"Tidak usah memikirkannya,biarkan saja dia seperti itu sampai dia mendapatkan karmanya sendiri. Kalau kamu membutuhkan sesuatu bilang saja padaku,jangan pernah merasa malu atau tidak enak dengan Kakak "ucap Aris
Setelah sampai Ara lalu bersih-bersih dan memasak dibantu oleh Aris,ketika selesai bersih-bersih mereka langsung memasang kamera CCTV itu ditempat tersembunyi.
" Kakak jadi penasaran dengan apa yg akan terjadi setelah kita memasang kamera CCTV itu" ungkap Aris merasa penarasan dengan apa yg akan terjadi selanjutnya.
" Ya Kak ,aku juga merasa penasaran. Diminun dulu minumannya Kak!" ucap Ara sambil duduk disofa .
" Terima kasih" jawab Aris sambil mengambil minuman yg ada dimeja itu.
"Kak, aku mau mandi dulu ya.." kata Ara yg langsung beranjak bangun dari tempat duduknya.
"Hati-hati jalannya" balas Aris karena dia merasa takut kalau nanti Ara kepeleset
" Iya Kak " ucap Ara tersenyum,setelah itu dia langsung pergi menuju kamar mandi.
Selesai Ara mandi,dia langsung menyuruh Kakaknya untuk mandi.
" Lebih baik Kakak sekarang mandi dulu,nanti pinjam bajunya Kak Arya untuk baju ganti " terang Ara menghampiri Aris yg lagi mengerjakan sesuatu dilaptopnya.
" Ya sekarang Kakak akan mandi " balas Aris dan langsung menutup laptopnya
" Tunggu sebentar dulu Kak ya..aku akan ambilkan handuk dan baju ganti " ucap Ara
__ADS_1
" Ara ,jangan ambilkan Kakak baju ganti ya..dimobil Kakak ada baju kok " teriak Aris kepada Ara yg lagi mengambil handuk dikamarnya.
Setelah Ara mengambilkan handuk,dia langsung menuju kekamar mandi.