
Selesai menyiksa Mika ,dia mengikat gadis itu seperti seorang tahanan ,Arya menghubungi Papanya dan menyuruhnya untuk pulang. Setelah itu dia kemudian pergi menuju ke kamar Mamanya.
"Ya Tuhan ,apakah Mama selama ini tahu kalau Mika sering menyewa seorang gigilo ? Tapi kenapa Mama tidak memarahi Mika."gumam Arya di hatinya.
Kamar orang tuanya terletak sedikit jauh dari kamar dirinya, sampai di depan pintu kamar orang tuanya ,Arya mendengar percakapan Mamanya dengan seorang pria.
"Apa tadi kamu mendengar suara orang berteriak dan menangis?" tanya Ibu Intan dengan alis mata terangkat
"Dengar sih sedikit, tapi sepertinya suara itu dari rumah tetangga." kata brondongnya sambil meremas payudara Ibu Intan.
Ibu Intan langsung mendesah ,dan Arya dengan begitu jelas mendengar suara Mamanya.
Pintu kamar itu sedikit terbuka,Ibu Intan tidak menguncinya karena mengira kalau di rumah itu hanya ada dirinya dan Mika. Dia hanya mengunci pintu utama saja.
Arya diam-diam mengitip, dia melihat dengan jelas Ibunya yang lagi berhubungan dengan seorang laki-laki yang seumuran dengan dirinya.
"Ya Tuhan, ternyata Mama sama saja dengan Mika. Berarti selama ini Mama sering membawa laki-laki masuk ke rumah ini. Kenapa keluargaku menjadi hancur seperti ini." gumam Arya sambil menarik rambutnya sendiri.
Dia ingin masuk ke dalam ,tetapi dia ingin Papanya saja yang memberi pelajaran pada Mamanya dan ke pria tersebut.Arya lalu menunggu Papanya datang.
Jarak kebun milik Papanya tidak terlalu jauh dari sini.
5 menit kemudian Papanya datang..
"Arya ,kenapa kamu menyuruh Papa pulang kerumah ? Memang apa yang terjadi di rumah ? " Papanya bertanya dengan wajah penasaran.
"Pa ,jangan bicara terlalu keras. Nanti mereka mendengar kita."ucap Arya pada Papanya
"Memang siapa yang akan mendengar pembicaraan kita? " tanya Papanya semakin penasaran.
Arya kemudian menjelaskan semua yang telah terjadi.
__ADS_1
Kedua tangan Papanya terkepal erat, kedua matanya berkilat marah , dan rahangnya mengeras karena marah.
"Berani sekali Mamamu melakukan semua ini, padahal Papa selalu menuruti semua kata-katanya. Arya sekarang kamu hubungi Om Andi dan suruh dia datang kemari. Biar Kakaknya tahu bagaimana kelakuan adik kesayangannya itu." ucap Papanya dengan raut wajah yang tampak marah.
Arya langsung menghubungi saudara Mamanya.
Sedangkan Papanya pergi menuju ke kamarnya,setelah sampai di depan kamarnya di langsung masuk.
Papanya langsung memukul laki-laki itu dengan pas bunga,hingga laki-laki itu jatuh pingsan .
"Pa,hentikan! Apa yang Papa lakukan ." teriak Ibu Intan dengan suara yang marah.
"Dasar wanita murahan, jadi selama ini kamu menggunakan uang yang aku berikan hanya untuk menyewa seorang gigolo. Aku merasa menyesal sudah menikah denganmu. Walaupun kadang aku merasa begitu capek dari bekerja, tapi aku tetap melayanimu. Tetapi kamu malah tetap merasa kurang puas." kata suaminya dengan raut wajah yang begitu marah
"Maaf Pa, aku terpaksa melakukannya," Ibu Intan berlutut di kaki suaminya sambil menangis.
Akan tetapi suaminya tidak mendengar perkataan Ibu Intan,dia menarik rambut istrinya dan membawanya ke luar.
"Pergi kamu dari sini, aku tidak mau memiliki istri seperti dirimu. Kamu sampai menyewa seorang gigolo untuk melayanimu ,berarti kamu selama ini tidak pernah puas dengan suamimu sendiri. Kalau seperti itu lebih baik kamu cari pria lain yang bisa memuaskanmu. Kamu kira hidup ini hanya untuk bersenang-senang ? Aku akan menceraikanmu jadi lebih baik menikah saja dengan pria yang tadi melayanimu " Papa Arya bicara dengan wajah berapi-api.
"Pa ,tolong maafkan aku ! Kita ini sudah tua ,masak harus bercerai. Apa Papa tidak malu dengan Arya ?" Ibu Intan berlutut di kaki suaminya,sambil meneteskan air mata
"Kamu bilang malu pada Arya ? Lalu dimana rasa malumu saat kamu menyewa seorang gigolo ? " suaminya bicara dengan mata melotot.
Ibu Intan kemudian ditendang oleh suaminya hingga tersungkur ke tanah.
Sedangkan Arya lagi mengusir brondong Mamanya, dia tidak mau menyakiti simpanan Mamanya lagi karena pria itu hanya di bayar oleh Mamanya.Dan dia juga tidak menghentikan apa yang Papanya lakukan ,karena menurutnya Mamanya memang benar-benar bersalah.
Tetangga Arya banyak yang datang menonton kejadian tersebut.
3 menit kemudian Pak Andi datang.
__ADS_1
Mata Pak Andi terbelalak lebar karena terkejut melihat adik kesayangannya menangis, dan tubuhnya hanya tertutup oleh selimut.
"Apa yang kalian lakukan pada adiku ? Berani sekali kalian menyakiti adikku. " Pak Andi bicara dengan wajah merah padam sambil mengepalkan kedua tangannya.
Pak Andi kemudian menghampiri Papanya Arya dan memukul wajahnya berkali-kali.
Saat Arya melihat Papanya di pukul dia langsung berlari menghampiri Papanya.
"Om hentikan Om, apa yang Om lakukan ? Harusnya Om bertanya dulu tentang apa yang terjadi disini , bukannya langsung memukul. " Arya bicara dengan dada naik turun karena marah melihat Omnya yang baru datang tetapi sudah langsung memukul Papanya.
"Pak Andi ? Apa yang Arya katakan itu benar. Harusnya Pak Andi bertanya dahulu ,bukannya malah langsung mukul." Pak Surya langsung membela Papanya Arya.
Pak Surya adalah tetangga Arya yang kebetulan menyaksikan semua kejadian tadi.
Pak Andi langsung terdiam dan menunduk.
"Om ? Asal Om tahu, Mama selama ini mempunyai simpanan brondong ,dan dia selama ini selalu membawa pria itu kesini. Bahkan tadi aku dan Papa sendiri yang melihat langsung mereka lagi berhubungan intim ." ucap Arya dengan suara yang sangat lantang.
"Iya Pak Andi, tetangga disini juga hampir setiap hari melihat simpanan Ibu Intan datang kemari. Kami juga pernah bertanya kepada Ibu Intan mengenai pria yang selalu datang menemuinya, dan dia bilang kepada kami kalau pria itu keponakannya. Kami waktu itu juga sedikit curiga ,tetapi kami tidak mau terlalu ikut campur." Pak Surya bicara sambil menatap Ibu Intan yang menutup wajahnya dengan selimut karena merasa malu di tonton oleh semua tetangganya.
"Adik saya sampai mencari pria lain ,itu berarti suaminya yang salah karena tidak bisa memuaskan istrinya sendiri. Jadi jangan salahkan adik saya dong ! Tapi salahkan suaminya.Dia juga seharusnya bicara baik-baik dengan istrinya bukannya malah mempermalukan adik saya seperti ini." Pak Andi membela Ibu Intan sambil menatap wajah Papanya Arya dengan raut wajah yang begitu marah.
"Pak Andi ,lebih baik bawa pergi Ibu Intan.Disini dia hanya membuat masalah saja. Sudah jelas-jelas adiknya bersalah tetapi tetap di bela juga. " balas Ibu Ratna istri Pak surya.
"Kalian tenang saja , aku akan membawa adikku pergi dari sini. Aku juga tidak mau adikku menderita di sini." Pak Andi langsung memasukkan semua barang-barang adiknya.
Akan tetapi Ibu Intan tidak mau pergi.
"Kak ? Aku tidak mau pergi dari sini. Aku tidak mau berpisah dari keluargaku."Ibu Intan bicara sambil menangis terisak -isak.
"Dia sudah membuatmu malu jadi lebih baik kamu pergi dari sini, nanti aku sendiri yang akan mencarikanmu seorang suami lagi" jawab Pak Andi sambil memaksa Ibu Intan untuk masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"Lebih baik kamu pergi dari sini,karena kami juga tidak menginginkanmu berada disini. Dan aku juga akan segera menceraikanmu." ucap Papanya Arya sambil menatap istrinya.
Ibu Intan semakin merasa sedih karena mendengar ucapan suaminya. Air matanya terus menerus mengalir tanpa henti.