
" Sebaiknya aku pergi . Maaf sudah menyebabkan kekacauan di keluarga ini, " ujar Ara sambil menggeser kursinya ke belakang menggunakan kakinya. Ara memilih tidak melawan saat mereka menyebutnya wanita penggoda . Menurutnya percuma menjelaskan pada mereka, karena mereka pasti lebih percaya dengan berita tersebut.
" Kenapa kamu begitu terburu-buru ? Apakah kamu tidak ingin menjelaskan apa yang telah terjadi ? Atau kamu kesulitan mengakuinya ? " tuding Lara.
Ucapan Lara membuat Ara mengurungkan niatnya untuk bangkit berdiri.
" Memangnya apa yang harus aku jelaskan ? Sedangkan mereka sudah terlebih dahulu menuduhku tanpa mencari tahu benar atau tidak berita itu ," pikir Ara
" Jika aku menjelaskan, apakah kalian akan mempercayaiku ? " tanya Ara. Dia menatap Kakek dan Nenek Bian beberapa saat karena mereka adalah sebuah kunci. Jika Kakek dan Neneknya mempercayainya maka orang-orang yang ada di sana pasti akan mengikutinya.
" Kurasa kami tidak akan percaya karena wanita penggoda sepertimu tidak pantas masuk ke dalam keluarga kami," sahut Lara sambil mendengus.
" Benar , seharusnya Bian tidak menikah dengan wanita sembarangan. Lihatlah sekarang jadinya,"
Ada beberapa wanita yang ikut menimpali ucapan Lara. Menudingnya sebagai wanita murahan yang tidak pantas berada di antara keluarga besar mereka
" Ah ,ternyata di keluarga ini hanya mendengarkan penjelasan salah satu pihak tanpa mendengarkan penjelasan yang lain," ucap Ara tidak kalah sarkas.
" Lama-lama aku juga tidak sanggup mendengarkan mereka yang terus menghinaku,"pikir Ara
__ADS_1
" Jika kamu keberatan menjadi keluarga di rumah kami , sebaiknya kamu pergi dari kehidupan Bian. Dengan begitu kamu tidak akan merasakan damfaknya," kata Nenek Rita
Perkataan Nenek Rita sangat menusuk ulu hatinya. Rasanya dadanya berdenyut seperti ada sebuah jarum yang masuk ke dalam rongga dadanya.
" Bukannya kalian memang tidak menganggap Bian dan Ibu mertuaku keluarga kalian ? Kalian minta maaf pada Bian setelah dia sukses. Kalau dia tidak sukses ,apa kalian masih menganggap mereka keluarga kalian ? Atau malah sebaliknya ? Aku datang kemari karena Nenek bilang Bian ada di sini , dan karena aku menghargai orang yang lebih tua dariku. Tapi sikap kalian malah seperti ini. Cukup hari ini saja aku menginjakkan kakiku di rumah ini. Dan satu lagi, apa kalian yakin ingin menyuruhku berpisah dengan Bian ? Asal kalian tahu, semua kekayaan Bian sudah di atas namakan istrinya. Kalau kalian berusaha membuat aku dan Bian berpisah itu sama saja membuat Bian jatuh miskin,"ucap Ara dengan wajah yang terlihat marah.
" Akan aku buktikan pada kalian kalau aku bukan wanita penggoda. Kalau nanti video itu terbukti tidak benar, maka kalian harus minta maaf padaku. Dan kalau kalian tidak melakukannya maka akan aku hancurkan bisnis kalian," ancam Ara
" Bagus sayang, " sahut Bian yang sudah berdiri di ambang pintu masuk ke ruang makan. Kehadiran Bian sangat mengejutkan semua orang .
Sebenarnya Bian sudah berada di rumah itu beberapa menit yang lalu. Namun dia ingin melihat bagaimana mereka memperlakukan Ara di rumah itu.
" Mulai hari ini aku menganggap kalian bukan keluargaku. Anggap saja kalau kita tidak pernah saling memgenal ," kata Bian dengan nada datar.
" Bian ," sentak Nenek Rita sambil bangkit berdiri.
" Sayang, ayo kita pergi dari rumah ini." Bian menarik pergelangan tangan Ara agar beranjak dari kursinya.
Nenek Rita terduduk kembali sambil memegang dadanya yang terasa sesak.
__ADS_1
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
Sepuluh menit kemudian.
Mobil sudah melaju meninggalkan rumah Nenek Rita. Ara tampak diam sambil termenung tepat di sisi Bian.
" Sayang, kamu tidak apa-apa ? " tanya Bian sambil menatap wajah sang istri.
" Aku baik-baik saja,"balas Ara sambil tersenyum
" Seharusnya tadi kamu mendengarkan ucapanku, tapi kamu malah tetap pergi kesana," ujar Bian
" Tadinya aku merasa tidak enak dengan Nenekmu. Lalu dia juga bilang kalau kamu juga kesana, tapi setelah sampai di sana kamu malah tidak ada ,dan sikap mereka juga sangat dingin padaku. Hanya ada satu sepupumu yang baik dan membelaku saat mereka menghinaku," ucap Ara
" Siapa ?" tanya Bian dengan alis mata terangkat.
" Namanya Dion," balas Ara
" Dari dulu Dion memang berbeda dari yang lain," jawab Bian
__ADS_1
Setelah Bian mengantarkan Ara ke rumah , dia kembali lagi ke kantornya.