Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Keluar dari Villa


__ADS_3

1 minggu kemudian...


Hari ini Ara baru saja mendapatkan telepon dari Bayu kalau orang suruhannya sudah mendapatkan bukti mengenai kejahatan Viona.Ara lalu menyuruh bayu untuk menyebarkan rekaman ini di sosial media ,dan juga mengirimkannya kepada keluarganya .


" Bu Nining , ayo kita sarapan dulu. Mumpung si kembar lagi tidur."kata Ara


" Iya Non, sekarang Ibu kesana."balas Ibu Nining


Ara lalu sarapan bersama Ibu Nining . Dia sarapan sambil bercerita masalah Viona. Semenjak Ara tinggal di Villa , dia selalu bercerita dengan Ibu Nining .


" Kalau keluarga Non Ara sudah tahu mengenai rekaman itu,apa Non Ara berencana akan balik ke rumah ? " tanya Ibu Nining


" Tidak Bu, aku belum ingin ke sana ." ucap Ara menunduk.


Selesai sarapan terdengar ada orang yang mengentuk pintu . Ara lalu pergi untuk membuka pintunya .


" Selamat pagi cantik, ini untukmu," ucap Bian sambil memberikan Ara sebuah bunga.


" Terimakasih , Kakak selalu saja datang membawa bunga. Oh iya ,kenapa Kakak datang pagi-pagi sekali ? Biasanya kesini sore atau malam hari. Ayo silahkan masuk."kata Ara menatap Bian


" Aku rencananya mau mengajakmu keluar mencari sebuah kado untuk Ibuku. Apa kamu mau ? Kamu tenang saja ,nanti aku yang akan melindungimu , jika Kakakmu menemukan kita . Bagaimana ? " tanya Bian menatap Ara.


"Apa Ibu Kakak sedang ulang tahun ? " tanya Ara penasaran


" Iya , hari ini adalah ulang tahun Ibuku. Tapi semenjak Papaku meninggal ,dia tidak pernah suka merayakan ulang tahunnya. Karena Papa meninggal tepat saat Ibu Ulang tahun." terang Bian


"Kasihan sekali Ibu Kakak,pasti dia sedih sekali kehilangan orang yang dia cintai. Rasanya aku sendiri tidak akan kuat kalau berada di posisi Ibu Kakak."kata Ara.


"Ya, kamu memang benar. Sangat menyakitkan sekali kalau ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. Kamu mau kan pergi bersamaku ?" tanya Bian lagi


"Tapi aku kasihan sama Ibu Nining , dia pasti kerepotan menjaga si kembar sendirian . " jawab Ara


" Tenang saja ,aku akan menyuruh seseorang untuk membantu Ibu menjaga si kembar." terang Bian


" Baiklah, kalau begitu aku mau siap-siap dulu. " kata Ara


" Iya," balas Bian tersenyum senang.


Bian lalu mencari Ibunya .


" Ibu , " ucap Bian menghampiri Ibunya yang lagi menemani si kembar.


"Bian , ngapain kamu kemari ? Bikin malu Ibu saja. " jawab Ibunya sambil menatap Bian.

__ADS_1


" Aku kemari karena ingin mengajak Ara keluar jalan-jalan." kata Bian sambil bermain dengan si kembar.


" Non Ara pasti akan menolak ajakanmu ,karena dia belum berani untuk keluar rumah. " sahut Ibu Nining


" Siapa bilang dia menolakku, Dia mau kok keluar denganku." ucap Bian tersenyum senang


" Beneran dia mau ? " tanya Ibu Nining dengan alis mata terangkat.


" Ya benar Bu, rasanya aku senang banget karena dia mau keluar denganku. Ibu kan tahu sendiri, kalau aku sangat mencintainya.Doakan ya Bu, agar Ara menerima cintaku." Bian bicara sambil menatap Ibunya.


" Ibu pasti akan mendoakanmu, tapi tolong di jaga Non Ara baik-baik , karena orang suruhan keluarganya pasti masih mencarinya."terang Ibunya


" Ya Bu ,tenang saja. Nanti aku akan menyuruh seseorang untuk membantu Ibu menjaga si kembar."jawab Bian


10 menit kemudian ..


Ara telah selesai bersiap-siap, dia menggunakan mini dress berwarna putih, dan dengan rambut panjangnya yang di gerai. Membuatnya terlihat sangat cantik.


Ara melihat Bian yang lagi bercanda dengan si kembar.


" Dia pinter sekali membuat orang tertawa ," pikir Ara.


" Wah.. Non Ara cantik sekali. " puji Ibu Nining sambil tersenyum.


Bian langsung menoleh ke arah Ara. Dia menatap Ara begitu lama,karena terpesona oleh kecantikan gadis itu.


"Kak Bian, Kenapa malah diam ? " tanya Ara bingung.


"Ya sudah, kalau begitu kita berangkat sekarang ya !"kata Bian


" Ibu kami keluar dulu, dan jika ada masalah hubungi saja aku." ucap Bian


Ara juga berpamitan dengan Ibu Nining.


1 jam kemudian mereka telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan . Bian selalu membuat Ara tertawa , hingga Ara melupakan kesedihannya. Setelah menemukan hadiah yang cocok untuk Ibunya mereka lalu menuju ke sebuah restoran. Namun tiba-tiba Bian menyadari kalau ada yang mengikuti mereka dari tadi.


" Ara , sepertinya ada yang mengikuti kita."bisik Bian


Mata Ara langsung membulat lebar.


" Mereka berlari ke arah sini, Lalu sekarang kita harus bagaimana ? " tanya Ara tampak bingung dan khawatir.


Bian langsung menarik tangan Ara ,dan membawanya masuk ke dalam toilet wanita.

__ADS_1


Dan untung di dalam sana tidak ada siapapun.


"Ssssttt."Bian meletakkan jari telunjuk di bibirnya untuk memberikan kode agar Ara diam.


Bian menatap Ara terus. Mata Ara terpejam karena tidak kuat terlalu lama beradu pandang dengan Bian dengan jarak yang sangat dekat


" Aku sungguh mencintaimu," bisik Bian hingga tubuh Ara menjadi tegang.


Bibir Ara hendak terbuka,suaranya belum keluar,namun Bian sudah terlebih dahulu menyerang bibirnya secara agresif. Lidahnya memaksa menerobos masuk ke dalam mulut Ara .


Ara akhirnya membuka mulutnya. Dia tidak sanggup lagi menahan lidah Bian yang bergerilya sesuka hati di dalam mulutnya.


Bian menekan kepala Ara agar tidak beranjak dari serangan bibirnya yang agresif. Dia begitu rindu dengan gadis itu.


Bian terus menyerbu bibir Ara. Merasakan sensasi manis bibir Ara yang sangat menggoda.


Dada Ara naik turun,nafasnya mulai tersengal-sengal. Oksigen begitu sulit masuk ke dalam paru-parunya, karena Bian menciumnya tanpa memberikan jeda.


Mata Bian lantas terbuka,ketika merasakan nafas Ara yang sudah tersengal-sengal. Aku mencintaimu, maukah kamu menikah denganku ? " tanya Bian sambil menatap Ara.


"Ya aku mau, " ucap Ara sambil menganggukkan kepalanya .


Bian langsung tersenyum lebar sambil memeluk Ara.


_______


Di rumah orang tua Ara ..


Setelah melihat rekaman vidio itu, mereka langsung mencari Viona, dan ingin melaporkan gadis itu. Akan tetapi orang tua Viona memohon agar anaknya tidak di laporkan. Mereka bersujud di kaki orang tua Ara ,hingga orang tua Ara mau memaafkan Viona.


" Seharusnya kita mendengarkan ucapan Ara, tetapi kita malah percaya dengan orang lain.Dia pasti begitu ketakutan waktu itu. " kata Ibunya menangis.


" Ya Ibu memang benar," " balas suaminya sambil memeluk istrinya.


Semenjak Ara pergi dari rumah,Aris hanya mengurung diri di kamar. Namun tiba- tiba orang suruhannya menghubunginya


"Halo bos , tadi kita melihat Non Ara bersama seorang laki-laki di sebuah pusat perbelanjaan . Tapi kami kehilanggan jejak mereka." terang orang tersebut dari seberang telepon.


" Kalian ini memang tidak berguna, seharusnya kalian lebih hati-hati mengikuti mereka." teriak Aris marah.


Setelah itu Aris langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Siapa sebenarnya laki-laki yang bersama dengan Ara,"pikir Aris sambil mengepalkan tangannya ,dan dengan wajah yang berapi-api .

__ADS_1


__ADS_2