Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Rumah sakit


__ADS_3

Arya ,Mika ,dan Pak Andi menunggu di ruang tunggu. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan di ruang UGD ,Ibu Intan kemudian di pindahkan ke ruang rawat inap.


Dokter mengatakan kalau Ibu Intan menderita penyakit gagal ginjal stadium akhir atau kronis. Kedua ginjal Ibu Intan sudah rusak .Arya dan Pak Andi begitu syok mendengar ucapan dokter tersebut. Arya dan Pak Andi diam mematung, mereka tidak bisa berkata apapun.Mika berkali-kali mengajak Arya bicara, tetapi Arya hanya menundukkan kepala dan menangis. Dia tidak mendengarkan perkataan Mika sama sekali, karena begitu sedih memikirkan Mamanya.


"Tolong berikan pengobatan yang terbaik untuk adik saya dok! " Pak Andi bicara dengan wajah yang begitu khawatir


"Kami akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk adik Bapak .Ginjal yang sehat secara normal mengeluarkan kelebihan cairan dari dalam tubuh,oleh karena itu ketika terjadi kerusakan,maka kelebihan cairan dalam tubuh tidak dapat di keluarkan,hingga menyebabkan cairan masuk ,dan menumpuk di paru-paru,kaki,tangan dan wajah melalui darah. Sekarang kami akan menyedot cairan yang ada diparu-paru adik Bapak. Selama cairan itu tidak di sedot,maka adik Bapak akan mengalami batuk-batuk dan sesak nafas. Setelah melakukan penyedotan,maka kami akan melakukan cuci darah. Cuci darah biasanya dilakukan selama seminggu 2 kali dan itu untuk seumur hidup. Ada juga pengobatan lain yaitu dengan cara transplantasi ginjal ,tapi biayanya cukup mahal yaitu sekitar 800 juta. " ucap Dokter itu menjelaskan.


"Apa saya bisa mendonorkan salah satu ginjal saya untuk Mama saya dok ? " Arya bertanya dengan alis mata terangkat.


"Kalau boleh saya tahu,golongan darah anda apa?  " tanya Dokter itu sambil menatap Arya


"Golongan darah saya A dok." balas Arya dengan wajah yang begitu khawatir.


"Maaf Pak Arya , golongan darah Mama Anda B ,jadi anda tidak bisa mendonorkan salah ginjal anda. Jika ingin mendonorkan salah satu ginjal yang anda miliki,maka anda harus memiliki golongan darah yang sama dengan pasien ." jawab Dokter itu.


"Golongan darah saya B Dok, tapi saya memiliki tekanan darah tinggi. Apa saya bisa mendonorkan salah satu ginjal saya ? " Pak Andi menatap Dokter itu dengan raut wajah yang cemas.


"Maaf Pak ,kami tidak bisa mengambil ginjal anda ,karena anda memiliki tekanan darah tinggi. Itu sangat beresiko untuk tumbuh anda sendiri. Dan saat ini sangat sulit mencari pendonor yang mau medonorkan salah satu ginjalnya. Kalau anda ingin melakukan transplantasi ginjal ,maka kami akan coba mencarikannya. Tetapi untuk saat ini lebih baik melakukan pengobatan dengan menyedot cairan di paru-parunya ,dan cuci darah setiap seminggu 2 kali. " terang Dokter tersebut.


"Baiklah Dok,kalau begitu lakukan saja ."  ucap Arya dan Pak Andi.


Dari luar Arya melihat wajah Mamanya yang terlihat begitu pucat.


5 menit kemudian Papanya datang. Tadi Mika mengabari Papa mertuanya dan menjelaskan semuanya.


"Arya sabar ya nak, Mamamu pasti bisa melewati semuanya."kata Papanya mengibur Arya yang terlihat begitu sedih.

__ADS_1


Ibu Intan kemudian harus di rawat inap selama 2 minggu di rumah sakit tersebut.


Saat ini Arya dan Omnya menjaga Mamanya,sedangkan Mika dan Papanya baru saja di suruh pulang oleh Arya.


"Arya ? Mama rasanya tidak kuat menjalani semuanya. Tubuh Mama seperti tidak bertenaga ." Mamanya bicara dengan tubuh yang terlihat lemah.


"Ma ? Mama harus kuat ya Ma. Lakukan demi aku Ma. " Arya menatap Mamanya dengan raut wajah sedih.


"Arya ,kemarin Mama kerumah karena ingin mengajakmu ke rumah Ara. Mama ingin sekali melihat si kembar."Ibu Intan bicara sambil menatap anaknya.


"Kalau begitu Mama harus cepat sembuh ,nanti aku sendiri yang akan mengantar Mama ke rumah Ara menjenguk si kembar."ucap Arya


"Arya ? Lebih baik kamu tidur dulu, biar Om yang menjaga Mamamu . Sudah beberapa hari ini kamu tidak tidur dengan benar." Pak Andi menatap Arya dengan raut wajah kasihan.


Pak Andi sebenarnya begitu menyayangi Arya, karena Arya adalah keponakan satu-satunya. Dia sendiri juga tidak bisa memiliki seorang anak ,karena dia sudah di vonis mandul oleh Dokter. Dan restoran yang di miliki oleh Arya juga Pak Andi yang memberikannya.


Walaupun kemarin dia sempat marah dengan Arya karena tidak membela Mamanya ,tetapi perasaan marah kepada ponakannya itu tidak bisa bertahan lama. Waktu kecil Arya sering dititipkan di rumah Omnya ,jadi Pak Andi sudah menganggap Arya seperti anaknya sendiri


2 minggu kemudian...


Pagi-pagi sekali Dokter dan perawat masuk ke ruangan Ibu Intan.Dokter kemudian menyedot cairan di paru-paru Ibu Intan. Proses penyedotan itu berlangsung selama  20 menit.


Setelah selesai melakukan penyedotan tersebut,Ibu Intan kemudian di suruh istirahat untuk beberapa menit.


Mereka kemudian menemui Ibu Intan di ruangannya.


"Mama ? Mama harus kuat ya ! " ucap Arya sambil menatap Mamanya yang terkulai lemas di ranjang rumah sakit.

__ADS_1


Ibu Intan hanya diam saja, dia tidak merespon sama sekali.


"Kak Arya, sabar ya Kak. Mama pasti kuat melewati semuanya." kata Mika sambil mengelus punggung suaminya.


10 menit kemudian Dokter dan perawat datang lagi.


"Permisi Pak,kami mau memindahkan Ibu Intan ke ruang HD untuk melakukan cuci darah" ucap seorang perawat


Ibu Intan kemudian di bawa ke ruang HD untuk melakukan cuci darah .


Semua menunggu dengan perasaan khawatir. Berkali-kali Arya mondar-mandir didepan pintu, wajahnya terlihat begitu khawatir.


"Arya ,duduklah dulu nak ! Mamamu pasti baik-baik saja." ucap Papanya menghibur Arya.


Arya kemudian duduk di samping Papanya.


"Arya, tadi didepan rumah sakit Papa bertemu dengan Ara dan Aris . Bayimu itu sangat ganteng dan lucu-lucu sekali."jawab Papanya tersenyum senang karena tadi habis bertemu dengan cucunya.


" Ngapain Ara dan Aris ke sini  ? Apa terjadi sesuatu dengan si kembar ? " Arya bertanya dengan alis mata terangkat karena begitu penasaran.


"Si kembar baik-baik saja. Mereka kesini karena mengantar si kembar imunisasi." ucap Papanya menjelaskan.


" Kenapa dia tidak kesini ?  Setidaknya jenguk Mama mertua kek, sombong sekali mereka"kata Mika yang mencoba menjelekkan Ara dan Aris.


"Jaga ucapanmu itu"balas Arya dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Mika,kenapa malah bicara seperti itu ? Tadi Ara dan Aris sudah berniat kesini , tetapi para perawat tidak mengizinkan mereka kesini ,karena di larang membawa seorang bayi kesini." Papanya menjelaskan sambil menatap ke arah Mika .

__ADS_1


Mika kemudian diam saja.


4 jam kemudian pintu ruang HD terbuka. Ibu Intan telah selesai melakukan cuci darah ,dan kemudian para perawat memindahkannya ke ruang rawat inap lagi. Arya dan yang lainnya juga mengikuti perawat itu menuju ke ruang rawat inap.


__ADS_2