
Jam 05:25 Ara sudah bangun dan membantu Ibunya memasak.
"Bu.. hari ini Ara berencana akan balik kerumah mertuaku" kata Ara menatap Ibunya
Ibunya yg mendengar itu langsung berhenti memotong sayuran dan menatap putrinya.
"Kenapa begitu mendadak ? Apa mereka yg memaksamu ?"tanya Ibunya merasa penasaran .
"Tidak ada yg memaksaku kok Bu. Kami mendadak mau kesana karena Mama mertuaku lagi sakit. Kak Arya tadinya menyuruhku tetap disini ,tapi aku menolak. Tidak mungkin kan aku disini sedangkan suamiku lagi merawat Mamanya" jawab Ara
" Memangnya Mamanya sakit apa? " tanya Ibunya sambil melanjutkan pekerjaannya tadi.
" Katanya sakit karena terlalu banyak memikirikan kami "
"Mungkin dia terlalu banyak berpikir " balas Ibunya
" Mungkin saja Bu"
Aris yg akan pergi jogging langsung terdiam mendengar pembicaraan mereka.
"Apa Kakak akan pergi jogging ? tanya Ara yg melihat Aris diam
"Iya Ra" jawab Aris murung
"Apakah aku boleh ikut? Aku ingin sekali pergi jalan santai " kata Ara melihat Aris
"Boleh kok,kalau begitu sekarang kamu pergi ganti baju dulu ya.."
Ara lalu meminta izin kepada Ibunya,dan setelah itu dia pergi kekamarnya untuk menganti bajunya.
"Kak Arya ... aku mau izin ingin pergi jalan-jalan santai apakah boleh?" tanya Ara kepada suaminya yg masih tidur
"Iya boleh,tapi harus hati-hati" kata Arya
Dia lalu pergi menghampiri Aris.
" Aku sudah siap Kak " jawab Ara sambil melihat Kakaknya yg dari tadi menatap dirinya
" Ya sudah,kalau begitu kita pergi sekarang"
Aris menatap Ara terus,hingga membuat Ara salah tingkah.
" Kenapa Kakak menatapku terus ? " tanya Ara merasa bingung dengan Kakaknya
__ADS_1
"Kamu sangat cantik " jawab Aris keceplosan
Aris yg menyadari kalau dia keceplosan bicara akhirnya malu sendiri.
"Nanti kalau kekasih Kakak tahu dia bisa marah padaku " kata Ara cemberut
"Tenang saja. Tidak akan ada yg marah padamu,karena aku tidak memiliki seorang kekasih" jawab Aris
"Kakak tidak pernah pandai dalam berbohong,kalau Kakak tidak memiliki kekasih lalu kemarin kenapa membeli pakaian cewek ? " tanya Ara penasaran.
" Ok deh Kakak mengalah,pakaian itu memang untuk pujaan hati Kakak"
"Cie.. cie..akhirnya mengaku juga kalau Kakak memiliki Kekasih " kata Ara tersenyum menggoda Kakaknya
" Sekarang aku belum bisa memiliki gadis itu, tetapi suatu saat nanti kami pasti akan bisa bersatu " jawab Aris menatap Ara
"Mudah-mudahan saja doa Kakak dikabulkan " kata Ara yg tidak sadar kalau yg dibicarakan Kakaknya adalah dirinya sendiri.
" Ara ..sebenarnya Kakak tidak mau kamu balik kerumah mertuamu itu " Aris bicara sambil menatap Ara
" Memangnya kenapa Kak ? " tanya Ara penasaran
" Kakak takut kamu disakiti lagi sama mertuamu itu "
" Tetap saja Kakak merasa takut dan khawatir" jawab Aris marah.
"Tenang saja Kak , aku sudah punya rencana sendiri " balas Ara sambil tersenyum
" Kalau mereka menyakitimu lagi,lebih baik kamu bercerai darinya " kata Aris kesal.
" Kalau mereka menyakitiku, maka aku pasti akan bercerai darinya ,tetapi aku ingin mendapatkan hak asuh anakku dulu " jawab Ara menjelaskan
" Bagaimana mungkin itu bisa terjadi Ra.. itu hal yg mustahil bisa terjadi . Di dalam adat kita hak asuh anak akan jatuh kepada pihak suami ,walaupun si suami terbukti berselingkuh " kata Aris marah
" Kalau tuhan sudah berkehendak apapun pasti bisa terjadi . Sesuatu yg bagi kita tidak mungkin terjadi pasti akan bisa terjadi kalau tuhan sudah berkehendak. Apa Kakak tidak ingat waktu aku kelas 2 SMA, dokter mengatakan kalau aku menderita sakit parah dan katanya umurku tidak akan lama lagi. Waktu itu aku menangis sepanjang hari.Ibu dan Bapak juga demikian . Aku waktu itu sangat kasihan kepada orang tuaku, aku tidak tega melihat orang tuaku nantinya menangisi mayat anaknya sendiri. Saat aku lagi sendiri aku merenungkan semuanya. Lalu aku menyerahkan semuanya kepada tuhan. Dan ternyata benar. Satu minggu kemudian saat Ayah dan Ibu mengajakku kerumah sakit semuanya berubah dalam sekejap,bahkan dokter sampai tidak percaya dengan semuannya. Dan aku langsung dinyatakan sudah sembuh. Semenjak itu aku begitu yakin kepada tuhan " jawab Ara sambil mengingat kejadian waktu dia SMA.
"Tapi Kakak tidak tega melihat kamu disakiti " kata Aris sedih
"Tidak usah sedih Kak, biarkan mereka melakukan apapun yg mereka mau. Kalau mereka membuatku menangis lagi, air mataku ini akan membawa bencana bagi orang yg telah menyakitiku " balas Ara sambil mencari tempat duduk karena kecapean
" Nanti kalau ada masalah jangan lupa kabarin Kakak ya.. Kakak akan cepat datang dan Kakak juga akan selalu mengawasimu"kata Aris menatap Ara
" Ya Kak,aku berjanji "
__ADS_1
" Kalau kamu nantinya mau keluar tetapi suamimu tidak bisa mengantar ,kamu hubungi saja Kakak" kata Aris bicara dengan Ara, seperti mengajari seorang anak kecil.
Ara yg melihat itu hanya tertawa.
"Baik Kak , aku akan selalu mengingatnya" jawab Ara tersenyum
" Bolehkah aku mengelus perutmu ? " tanya Aris meminta izin
"Untuk apa Kak? " tanya Ara balik
"Aku hanya ingin bicara dengan keponakanku yg ada didalam kandunganmu itu " jawab Aris menjelaskan
"Boleh kok Kak "
"Adik kecil jangan nakal ya disana. Kalau nanti Om tidak ada didekat Mamamu ,maka kamu harus menjaga Mamamu dari sana " kata Aris sambil mengelus perut Ara
Sedangkan Ara yg melihat itu hanya tersenyum karena menurutnya itu sangat lucu.
"Ara .. nanti Kakak akan mengirimkanmu uang setiap bulan kerekeningmu" kata Aris
" Kenapa Kakak mau mengirimkan aku uang ? Memangnya untuk apa?" tanya Ara bingung
" Kamu kan sudah tidak bekerja lagi, takutnya suamimu tidak memberimu nafkah " kata Aris memandang Ara dengan sedih
" Tapi itu tidak perlu Kak" jawab Ara menolak
" Kamu tidak boleh menolak,kalau kamu menolak maka Kakak akan memberi tahu semuanya kepada Om dan Tante " kata Aris marah
" Baiklah,aku akan menerimanya. Dan terima kasih karena Kakak sudah peduli denganku"
"Ya sudah ,sebaiknya kita sekarang pulang kerumah" kata Aris
Mereka lalu pulang kerumah. Sesampai dirumah Ara melihat suaminya masih tidur. Dia lalu mandi dan kemudian membangunkan suaminya.
Setelah suaminya sudah selesai mandi ,mereka lalu pergi ke meja makan.
"Bapak ,Ibu dan Kak Aris . Hari ini saya ingin meminta izin kepada kalian kalau saya ingin membawa Ara pulang kerumah Papa dan Mama. Apakah kalian mengizinkannya ? " tanya Arya
" Ya kami mengizinkannya. Kami tidak bisa menahan Ara agar terus tinggal disini,karena dia sudah berumah tangga. Kami mohon jangan sakiti lagi putri kami ,dan tolong jagalah dia" kata Bapak mertuanya
" Baik Pak,saya akan selalu menjaga Ara. Mulai sekarang saya tidak akan membiarkan orang tua saya menyakiti Ara" jawab Arya.
Setelah selesai sarapan , Arya dan Ara lalu meninggalkan rumah itu.
__ADS_1