
Tujuh bulan kemudian...
Semenjak kejadian waktu itu ,tidak ada lagi yang berani mengganggu rumah tangga Bian dan Ara.
Saat ini Ara sedang berada di rumah sakit di temani oleh suami dan keluarganya yang lain.
" Selamat ya Sayang, saat ini kalian sudah memiliki seorang putri yang sangat cantik," ucap Ibunya Ara
" Terimakasih ya,Bu ," balas Ara sambil tersenyum.
" Kira-kira siapa nama gadis cantik ini ?" tanya Aris sambil menggendong bayi Ara.
" Namanya EMILY , " sahut Bian tersenyum.
" Nama yang cantik. Radinka dan Raditya pasti akan sangat senang karena saat ini sudah memiliki seorang adik yang begitu cantik," ucap Aris
Beberapa menit kemudian Radinka dan Raditya datang bersama Ibu Nining.
" Papa , mana adikku ? Apakah adikku sudah keluar dari perut Mama ? " tanya Raditya pada Bian.
" Sudah sayang . Itu dia bersama Om Aris," ujar Bian sambil menunjuk ke arah Aris.
" Om , aku ingin melihat adikku," ucap Raditya ,dan Radinka secara bersamaan
Aris lalu memperlihatkan bayi Emily pada Radinka dan Raditya.
" Dia sangat kecil dan lucu," ucap Raditya
" Apakah aku dulu juga sekecil ini ? " ujar Radinka sambil menatap Ara.
" Tentu dong sayang. Semua juga pernah sekecil bayi Emily," sahut Bian
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Beberapa tahun kemudian...
Saat ini Emily sudah tubuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik. Dia begitu di manjakan oleh kedua Kakaknya, tetapi tidak dengan kedua orang tuanya. Ara dan Bian tidak ingin putrinya menjadi gadis yang manja.
" Emily, di dapur banyak sekali piring yang belum di cuci. Kamu cuci piring itu sampai bersih ya ? " ujar Ara sambil menatap putrinya
" Ma, kenapa aku yang harus mencuci piring itu sih ? Di rumah ini kan ada banyak pembantu. Buat apa dong kita punya banyak pembantu ,kalau cuci piring saja aku yang ngerjain," sahut Emily dengan wajah cemberut.
" Mama sudah memecat semua pembantu di rumah ini. Mulai sekarang kamu dan Mama yang bertugas memasak, mencuci piring, dan bersih-bersih di rumah ini," ucap Ara bicara panjang lebar pada putrinya.
Mata Emily langsung terbelalak lebar mendengar ucapan Mamanya.
" What ? Mama memecat semua pembantu di rumah ini ,dan sekarang menyuruh putri Mama sendiri yang mengerjakan semuanya begitu ? " tanya Emily dengan alis mata terangkat.
" Ya , betul. Dari pada kamu main hp terus dan menghambur-hamburkan uang saja, mending melakukan sesuatu yang berguna untuk masa depanmu ," Ara tersenyum puas melihat putrinya.
" Mama sungguh kejam. Mama tega menyuruhku mengerjakan pekerjaan kotor seperti itu. Aku akan bicara pada Papa mengenai masalah ini," balas Emily tidak terima dengan semuanya.
" Papa sudah setuju, dan Nenek juga sudah setuju," jawab Ara
" Sekarang lebih baik kamu cuci semua piring kotor itu. Kalau kamu tidak mau melakukannya, maka Mama tidak akan memberimu uang jajan," perintah Ara yang langsung meninggalkan Emily sendiri.
" Kalian sungguh kejam ," teriak Emily dengan raut wajah yang begitu marah.
" Ini bagaimana cara melakukannya ? " gumam Emily merasa bingung. Selama ini jika dia perlu sesuatu, dia hanya menyuruh para pembantu saja. Dan bahkan dia sering memarahi para pembantu di rumahnya jika pekerjaan mereka tidak benar.
Prang !
" Ih jijik sekali," gumam Emily sambil menatap semua piring kotor tersebut.
" Emily , kamu ngapain di dapur ? " tanya Radinka pada adiknya.
" Aku di suruh mencuci piring sama Mama ,Kak. Padahal aku tidak pernah mengerjakan pekerjaan seperti ini. Bukan cuma itu saja Kak, semua pembantu juga sudah di pecat sama Mama. Lalu Mama menyuruh aku mengerjakan semua pekerjaan yang ada di rumah ini. Mama sungguh kejam, dia tega padaku," ucap Emily meneteskan air mata.
__ADS_1
" Kalau begitu kamu tunggu di sini, biar Kakak yang bicara pada Mama," sahut Radinka yang langsung pergi menuju ke kamar Mamanya.
Tok...tok..tok..
" Ma, boleh aku masuk ? Aku ingin bicara penting dengan Mama, " ujar Radinka
" Masuklah , Nak. Memangnya ada hal penting apa ? " tanya Ara sambil menatap putranya
" Ma, kenapa Mama menyuruh Emily mencuci piring dan mengerjakan semua pekerjaan rumah ? Emily selama ini tidak pernah mengerjakan pekerjaan seperti itu, jadi mana mungkin dia bisa melakukannya. Lebih baik Mama suruh aku saja," ujar Radinka yang ingin melindungi adiknya.
" Karena belum pernah mengerjakan semuanya, makanya dia harus belajar. Emily tidak bisa seperti itu terus-menerus. Kali ini kamu tidak bisa melindungi adikmu itu. Kalau kamu membantu adikmu ,maka Mama tidak akan memberimu uang jajan . Mama juga akan menarik semua fasilitas yang saat ini kamu pakai," ucap Ara kepada putranya
" Mama keterlaluan sekali. Mama sungguh kejam," balas Radinka dengan marah . Dia lalu keluar dari kamar Mamanya dan menuju ke dapur.
" Gimana Kak ? Apa Mama mendengarkan ucapan Kakak ? " ujar Emily pada Kakaknya
" Tidak , Mama sama sekali tidak mau mendengarkan aku. Tapi kamu tenang saja, Kakak akan membantumu secara diam-diam. Atau nanti Kakak akan menyuruh seseorang untuk mengerjakan semuanya . Kamu tenang saja," kata Radinka sambil memeluk adiknya.
" Beneran ,Kak ? " tanya Emily dengan wajah berbinar
" Tentu dong. Apapun akan Kakak lakukan untuk adik Kakak yang paling cantik ini," jawab Radinka sambil tersenyum
" Terima kasih, Kak. Aku sayang banget sama Kakak, " ucap Emily
" Kakak juga sayang banget sama kamu," balas Radinka sambil mengusap rambut Emily.
Itulah kisah perjalanan hidup dari seorang Aranika. Yang kini hidup bahagia setelah menemukan cinta sejatinya .
💐 Tamat 💐
🌸Akhirnya novel Menderita Setelah Menikah tamat juga🎉 Aku mau mengucapkan rasa terima kasih untuk semua pembacaku yang sudah mengikuti Novel ini. Novel ini akan author lanjutkan tentang kisah cinta Emily yang berjudul Jatuh Cinta dengan Sang Penculik.
__ADS_1