Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
PERGI


__ADS_3

Ara kemudian mengirim pesan WA kepada Bayu, dia sengaja tidak langsungΒ  menghubungi sahabatnya itu karena merasa takut kalau suaranya di dengar oleh keluarganya.


πŸ“±" Bayu , kamu lagi dimana ? " tanya Ara


πŸ“±" Aku masih di butik,memangnya ada apa ? "


πŸ“±" Aku ingin minta tolong denganmu,"


πŸ“±" Minta tolong apa Ra ? Katakanlah kepadaku."


Ara lalu menceritakan apa yang terjadi barusan


πŸ“±" Ya Tuhan...berarti wanita itu berbahaya sekali . Apa kamu dan si kembar terluka ?


πŸ“±" Kami baik-baik saja, tapi aku berencana ingin pergi dari rumah. Soalnya sangat berbahaya sekali kalau aku tinggal disini terus. Padahal belum ada sehari dia berkunjung ke rumahku, tetapi sudah begitu banyak kekacauan yang dia perbuat. Tadinya aku ingin bilang kepada keluargaku kalau Viona itu ingin membunuh anakku, tapi aku mengurungkan niatku. Soalnya aku merasa kalau keluarga pasti tidak akan percaya, apalagi si Viona itu sangat licik. Aku ingin pergi, dan hidup sendiri saja. Apa kamu mau membantuku ? " tanya Ara


πŸ“±" Iya Ra,aku pasti membantumu. Lalu sekarang aku harus bagaimana ? " tanya Bayu


πŸ“±" Sekarang tolong kamu jemput dulu Ibu Nining ,dan bawa dia ke Villa. Jelaskan kepadanya kalau aku ingin mengajaknya untuk tinggal bersamaku selamanya. Dan sekalian suruh dia untuk mengganti nomer ponselnya agar orang tuaku, dan Kak Aris tidak bisa menghubunginya. Soalnya Ibu Nining tahu kalau aku memiliki sebuah butik , kalau aku tidak mengajaknya , maka Kak Aris dan orang tuaku pasti akan bertanya dengannya. Dan setelah itu tolong jemput aku kemari. Tapi jangan langsung masuk, soalnya aku ingin menunggu keluargaku tidur dulu, agar aku tidak ketahuan pergi dari rumah. Nanti aku akan menghubungimu,kalau mereka sudah tidur."


πŸ“±" Baiklah kalau begitu, jaga dirimu . Kalau ada masalah cepat hubungi aku," balas Bayu


Setelah itu Ara lalu bersiap-siap. Dia juga menulis surat untuk keluarganya.


Jam 20 : 00


" Ara, tolong buka pintunya . Biar aku yang menemanimu untuk menjaga si kembar. Lagian kamu juga belum makan dari tadi, " kata Aris sambil mengetuk pintu kamar Ara.


" Tidak usah , aku bisa melakukannya sendiri . Lebih baik Kakak tidur di kamar Kakak, karena aku tidak ingin melihat wajah Kakak. Dan satu lagi, aku tidak ingin menikah dengan Kakak, sekarang lebih baik Kakak pergi," teriak Ara dengan wajah marah.


" Ara , tenangkan dirimu dulu. Aku tahu kalau kamu bicara seperti ini karena sedang mengalami gangguan psikologis. Besok pagi aku akan mengantarmu untuk berobat ," ucap Aris .


" Apa Ara tidak mau makan ?" tanya Om dan Tantenya sambil menatap Aris.


"Iya Tante,aku tidak tega melihat Ara seperti ini." balas Aris murung.


" Om dan Tantemu juga kepikiran Ara terus, gara-gara kami yang memaksa Ara menikah dengan Arya , sekarang Ara malah jadi seperti ini," sahut Omnya.


Jam 01 : 00


Ara diam-diam keluar ingin memastikan keamanan rumahnya. Dia melihat kalau semua keluarganya telah tidur


Ara kemudian menghubungi Bayu.

__ADS_1


πŸ“ž " Hallo Bayu, kamu sekarang dimana ? " tanya Ara.


πŸ“ž" Aku sudah ada di depan rumahmu."


πŸ“ž" Bagus kalau begitu. Oh iya, keluargaku sudah tidur semua . Sekarang aku akan membuka pintu gerbangnya ,dan sekalian membawa barang-barangku" kata Ara


πŸ“ž" Ok Ra ,hati-hati."jawab Bayu


Ara lalu memutuskan sambungan telepon itu.


Dengan langkah yang begitu pelan, Ara keluar membawa barang-barangnya. Setelah itu dia mengambil si kembar di bantu oleh Bayu.


15 menit kemudian mobil Bayu sudah meninggalkan rumah Ara .


" Untung si kembar tidak bangun, kalau dia bangun dan menangis , pasti rencanaku jadi gagal."ucap Ara


" Kamu benar Ra, apa sekarang kita mau langsung ke Villa ?" tanya Bayu sambil menatap Ara.


" Iya Bay, aku capek sekali ,dan juga sangat laper," kata Rara


2 Jam kemudian mereka telah sampai di Villa milik Ara.


Ibu Nining menyambut mereka dengan tersenyum.


" Sudah Non, apa Non Ara dan si kembar baik-baik saja ? " tanya Ibu Nining yang sudah tahu masalah Ara dari Bayu.


" Untung kami baik-baik saja Bu. Oh iya apa Ibu memiliki keluarga ? " tanya Ara menatap Ibu Nining.


" Ibu hanya memiliki 1 orang anak laki-laki yang seumuran dengan Non Ara , sedangkan suami Ibu sudah lama meninggal," terang Ibu Nining.


"Lalu dimana anak Ibu sekarang ? " tanya Ara.


" Anak Ibu jarang pulang, dia selalu sibuk mengurus perusahaannya ,dan dia juga jadi seorang dokter . Bahkan Ibu jarang sekali melihatnya."


Mata Ara membulat lebar karena terkejut mendengar ucapan baby sister si kembar itu.


"Berarti Ibu orang kaya dong ? tapi kenapa Ibu masih bekerja menjadi Baby Sister ? Padahal Ibu sudah punya segalanya."tanya Ara bingung


" Iya Bu, kenapa Ibu tetap bekerja ? Apa anak Ibu tidak pernah memberi uang ?" tanya Bayu sambil menatap Ibu Nining.


" Anak Ibu selalu memberi uang kok. Ibu tetap bekerja ,karena Ibu merasa kesepian dirumah ,dan juga Ibu sangat suka seorang anak kecil. Ibu juga tidak ingin meninggalkan pekerjaan ini semasih Ibu bisa bekerja. Soalnya dulu dari pekerjaan ini Ibu bisa menyekolahkan anak Ibu," terang Ibu Nining tersenyum.


" Waahhh...Ibu memang hebat," kata Ara tersenyum.

__ADS_1


" Non Ara juga hebat, dan baik hati. Non Ara tidak pernah sombong. Non Ara tidak pernah membedakan siapapun, dan bahkan Non Ara memperlakukan Ibu seperti memperlakukan Ibu kandung Non sendiri,"ungkap Ibu Nining


" Aku tidak suka membedakan siapapun Bu, bagiku semuanya sama ."jawab Ara menunduk.


Tiba-tiba ponsel milik Ibu Nining berbunyi.


" Non , Ibu permisi dulu ya ? " ucap Ibu Nining


" Iya Bu ,silahkan."sahut Ara tersenyum


Ibu Nining lalu mengangkat teleponnya.


"Hallo Bu, Ibu ada di mana ? " tanya Bian anak Ibu Nining.


" Ibu mulai sekarang akan tinggal di rumah majikan Ibu, rasanya Ibu senang sekali ,karena Ibu tidak akan kesepian lagi." terang Ibu Nining.


"Ibu ini aneh sekali, aku sudah memiliki banyak perusahaan , dan sudah menjadi seorang dokter . Tapi Ibu malah tetap bekerja jadi baby sister," balas anaknya marah


" Kalau kamu ingin Ibu berhenti jadi baby sister ,maka kamu harus menikah secepatnya . Jangan mikirin pekerjaan terus." jawab Ibu Nining yang langsung mengakhiri sambungan telepon itu.


~~


Besok paginya


Jam 06 : 10 Viona sudah datang mencari Aris.


"Pagi Tante, " ucap Viona sambil tersenyum


"Pagi Viona, ayo masuk. Aris sepertinya baru bangun."sahut Ibunya Ara.


" Oh iya Tante, bagaimana keadaan Ara ? " tanya Viona dengan alis mata terangkat.


" Ara dan si kembar belum bangun. Nah itu dia Aris," jawabnya sambil menunjuk ke arah Aris yang baru saja keluar kamar.


" Viona ? Apa kamu sudah lama datang ? " tanya Aris


" Aku baru saja datang kok ," jawab Viona tersenyum


" Tante , Apa Ara sudah bangun ? " tanya Aris menatap Tantenya.


" Belum, dan bahkan si kembar juga belum Tante dengar menangis. Coba kamu ketuk pintunya ," suruh Tantenya


Aris kemudian menuju ke kamar Ara.

__ADS_1


__ADS_2