Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Mencari Ara


__ADS_3

Pov Arya


Sudah berkali-kali aku menemui rumah orang tua Ara ,akan tetapi orang tuanya tetap tidak memberitahu dimana Ara melahirkan. Besok aku berencana ingin mencari Ara, aku akan mencarinya ke berbagai rumah sakit yang ada di kota ini.


Ara,kini aku sadari betapa berat beban bathinmu ulah keluargaku dan diriku sendiri. Orang tuamu benar,kami disini selalu menyakitimu. Bahkan rasanya kata maaf itu tidak pantas aku minta demi rasa hati ini. Aku begitu mencintaimu,aku begitu takut kehilanganmu. Tapi aku tidak bisa melawan orang tuaku, aku tidak bisa melihat orang tuaku sedih dan marah.


Aku begitu merindukannya, rasanya aku tidak kuat hidup tanpa dia. Hanya bersama dengan Ara aku merasa di hormati sebagai lelaki. Berbeda saat bersama dengan orang tuaku,dan saat bersama dengan Mika, aku bagaikan sebuah boneka dimata mereka.


Hari ini sebenarnya adalah sidang perdana perceraianku. Kuputuskan untuk tidak pergi kesana. Aku yakin kalau Ara pasti juga tidak datang , karena si kembar masih dirumah sakit.Dan aku juga belum siap , tapi aku tidak punya kuasa menahan Ara. Dengan menyibukkan diri dalam sebuah pekerjaan aku bisa sedikit melupakannya.


Pergi kerja dan pulang kerumah. Setiap hari seperti ini,dan tidak ada yang berubah. Bahkan hari minggu juga aku pergi ke restoran. Saat aku merindukan istriku,aku hanya bisa menatap fotonya. Aku memang bodoh, dulu saat dia bersamaku,aku menyia-nyiakan waktu kebersamaan kami.


Aku sudah berencana ingin menceraikan Mika. Ini semua salahku yang mudah digoda olehnya. Aku juga sudah memutuskan tidak akan menyentuh Mika lagi, dan sudah beberapa hari ini aku memutuskan untuk tidur di kamar sebelah.


Besoknya aku mencari istriku ke beberapa rumah sakit, dan beruntung saat aku memasuki rumah sakit yang ke terakhir aku menemukan istri dan anakku di rawat disana.


Aku memasuki lorong rumah sakit itu dengan tersenyum bahagia. Aku bahagia karena sebentar lagi akan melihat wajah wanita yang aku rindukan. Aku langsung menuju ke ruangan si kembar.


Dari luar aku melihat Ara lagi menemani si kembar sendirian,karena sepertinya Kak Aris lagi keluar. Aku langsung membuka pintu ruangan itu. Wajah Ara terlihat begitu kaget melihat kedatanganku.


"Untuk apa kamu kemari ? Apa tidak cukup kamu menyakitiku. " dia bertanya dengan wajah yang begitu marah.


"Maafkan aku,aku selingkuh darimu karena Mika mengancamku,dan aku menikahinya karena aku di paksa oleh orang tuaku. Aku tahu aku salah, aku memang laki-laki yang jahat.Tapi di dalam hatiku hanya ada dirimu,aku sungguh mencintaimu."aku berlutut di kakinya.


"Aku tidak bisa memaafkanmu, sudah begitu banyak rasa sakit yang kamu berikan kepadaku . Dan aku sudah berkali-kali memaafkan kesalahanmu, tetapi kamu terus mengulanginya. Pergilah dari sini sebelum Kak Aris datang dan memukulmu." Ara bicara tanpa memandangku.


"Ara,aku sudah menerima surat panggilan sidang cerai itu, "ucapku berusaha tenang.

__ADS_1


Tetapi dia tidak menjawab ucapanku .


"Apakah kamu bahagia jika kita bercerai ?" pertanyaanku membuat dada ini sesak. Aneh,padahal aku yang mengucapkannya.


"Haruskah kujabarkan tentang yang sudah terjadi? " Ara menjawab dengan balik bertanya.


"Aku tidak akan memaksamu untuk memaafkanku. Aku sadar ,kalau aku sudah banyak menyakitimu."ucapku sambil terus menatap wajahnya.


"Aku mohon tolong terima perceraian ini Kak, dan tolong biarkan si kembar bersamaku."Ara memohon tapi berhasil membuat hatiku semakin hancur. Aku meneteskan air mata ,dan terisak menangis.


Dia memohon agar aku melepaskannya. Apa seburuk itu aku baginya hingga perceraian membuat dia bahagia. Tidak adakah rasa cinta sedikitpun untukku?


'Mohon' satu kata itu berhasil melukai hatiku. Sangat...


"Kalau itu yang membuatmu bahagia , maka aku tidak bisa berbuat apapun. Tapi aku tidak bisa menandatangani surat perceraian itu . Aku akan buktikan sama kamu kalau aku bisa berubah ,dan aku akan selalu menunggumu. Aku akan terus mencintaimu sampai selamanya. Aku tidak akan merebut hak asuh si kembar darimu , tapi tolong izinkan aku bertemu dengannya kalau aku merindukannya. Ara ,terimalah kartu ini, aku sudah menjual semua mobilku.Pakailah untuk membayar biaya rumah sakit ini ,dan sisanya gunakan untuk keperluan si kembar." aku memberikan kartu itu kepadanya, akan tetapi dia tidak mau mengambilkan.


"Kakak simpan saja uang itu , mungkin nanti Kakak lebih membutuhkannya" jawabnya


Setelah dari rumah sakit aku langsung pulang kerumah,aku tidak bersemangat untuk bekerja jadi aku putuskan untuk istirahat saja.


Di rumah aku melihat Mika lagi tidur , dan Mama juga istirahat di kamarnya.


"Mika,usia kandunganmu sekarang berapa bulan ? Kenapa perutmu tetap saja terlihat rata ? " aku bertanya dengan alis mata terangkat.


"Baru 1 bulan ,memangnya kenapa bertanya seperti itu ? "Mika bertanya sambil menatapku


"Aku bertanya karena takut ditipu olehmu,awas saja kalau kamu menipuku . Kalau kamu membohongiku masalah kehamilanmu itu, maka aku akan membuat hidupmu sangat menderita seperti di neraka."aku mengancamnya dengan wajah mereh padam.

__ADS_1


Jujur aku merasa curiga dengan Mika, katanya dia lagi hamil, tapi kenapa perutnya tidak terlihat membuncit sedikitpun?


"Kak ,tolong layani aku. Sepertinya aku lagi ngidam pingin di layani terus." Mika bicara sambil membuka pahanya.


"Memang apa bedanya ? Sebelum kamu hamil juga selalu minta di layani ." aku bicara dengan nada yang ketus kepadanya


Sangat terlihat jelas warna ****** ***** yang dia gunakan karena dia menggunakan rok pendek. Tapi aku sudah tidak berminat lagi padanya


Saat aku membuka lemari baju ,dia memelukku dari belakang,dia berusaha menggodaku. Akan tetapi aku terus menolaknya. Setiap melihat wajahnya, hatiku menjadi bertambah marah saja. Rumah tanggaku hancur karena ulah wanita ini.


Setelah menemukan baju yang aku cari, aku langsung meninggalkannya menuju ke kamar sebelah.


Aku ingin tidur di kamar sebelah, dan mengunci pintunya dari dalam agar Mika tidak bisa masuk.


Dari dalam kamar aku mendengar dengan jelas kalau Mamaku keluar menuju dapur.Sepertinya Mamaku tidak tahu kalau aku berada dirumah, karena dia tidak tahu kalau aku menjual semua mobilku. Dan karena Ara tidak mau menerima uangku,jadi besok aku akan membeli mobil bekas saja. Sisanya akan aku pakai untuk modal usaha.


Dari dalam aku mendengar percakapan Mika dan Mama.


"Mika,apa tadi Arya pulang kerumah ? " Mama bertanya dengan Mika.


"Iya Ma, tapi dia sudah pergi lagi." balas Mika


"Lalu kenapa wajahmu cemberut begitu ? "


"Aku cemberut karena merasa kesal dengan anak Mama itu. Akhir-akhir ini dia tidak mau menyentuhku sama sekali. Bahkan dia juga tidak mau tidur sekamar denganku." jawab Mika mengadu dengan Mama.


"Mika ini bikin malu aku saja,masak dia bicara masalah begituan dengan Mama" aku menggerutu sendiri di dalam kamar.

__ADS_1


"Mungkin kamu tidak terlihat seksi didepan mata Arya. Lebih baik kita hubungi saja mereka dan suruh kesini. Karena Mama juga lagi pingin." kata Mama pada Mika.


"Siapa yang mau mereka hubungi." gumamku di hati.


__ADS_2