Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Pergi


__ADS_3

Arya yang mendengar penjelasan istrinya langsung menghentikan mereka.


"Hentikan ." teriak Arya sambil menarik tangan Mamanya.


Papanya yang baru saja datang dari kebun juga langsung masuk kedalam dan menghampiri mereka.


"Ada apa ini? " tanya Papanya Arya bertanya dengan raut wajah yang marah.


"Pa..Ibu Harum memfitnahku. Dia bilang kalau aku selalu bergosip dan menjelek-jelekkan menantuku sendiri . Dia juga menampar wajahku hingga merah, dan rambutku juga sampai rontok di tarik oleh dia" kata Ibu Intan yang bicara begitu manja dengan suaminya.


" Berani sekali kamu memfitnah istriku" Papa Arya bicara begitu marah dengan suara begitu keras.


" Tapi itu kenyataannya, istrimu itu sering menjelek-jelekkan menantunya sendiri " jawab Ibu Harum tanpa rasa takut.


Sedangkan Ara merasa kasihan dengan Ibu Harum ,karena dia yang meminta tolong kepadanya.


" Kak ,tolonglah Ibu Harum. Aku kasihan melihatnya " bisik Ara ke suaminya.


"Maaf Bu,apakah Ibu punya bukti kalau Mama saya sering menjelek-jelekkan istri saya ? " tanya Arya dengan alis mata terangkat,salah satu mungkin terangkat lebih tinggi untuk penekanan.


"Banyak saksinya nak Arya . Tetangga sebelah rumah saya saksinya,suami dan anak saya juga. Dan saya juga punya rekaman vidio yang diam-diam direkam sama anak saya. Anak saya berniat merekamnya karena dia tidak percaya dengan omongan Ibu Intan. Sekarang semua tidak percaya dengan omongan Mamamu semenjak dia menipu para warga disini" sambil menyerahkan sebuah ponsel ke pada Arya.


Bu Intan langsung ketakutan melihat hal itu. Wajahnya langsung pucat pasi dan jantungnya berdebar.


Wajah Arya langsung berapi-api melihat rekaman itu.


"Mama ini keterlaluan sekali. Aku jadi benci dengan Mama . Sifat Mama sungguh buruk sekali" Arya bicara dengan raut wajah marah


"Nak Arya ,kalau begitu Ibu permisi dulu ya! Ibu sudah begitu lama berada disini dan sekarang Ibu harus pulang memasak untuk keluarga Ibu " pamit Ibu Harum pada Arya.


"Iya Bu, terima kasih untuk semuanya " balas Arya sambil menyerahkan ponsel milik Ibu Harum


Ara lalu mengantar Ibu Harum sampai didepan rumahnya .


" Maaf ya Bu ,karena menolongku Ibu jadi begitu lama disini. Dan terima kasih untuk semuanya " kata Ara sambil menatap Ibu Harum.

__ADS_1


" Iya sama-sama nak Ara, kalau ada masalah cari saja Ibu ya ! " ucap Ibu Harum tersenyum.


" Iya Bu " balas Ara yang ikut tersenyum.


Ara lalu masuk kedalam , sedangkan di dalam suaminya dan mertuanya masih berdebat.


" Arya, jangan mudah terhasut omongan mereka . Mungkin saja ini semua rencana istrimu itu. Semenjak kamu menikah dengannya dirumah ini selalu saja muncul masalah " Papanya bicara dengan raut wajah yang memerah dan telinga yang juga ikut memerah.


" Bagaimana mungkin itu kerjaan istriku, sedangkan yang bicara di rekaman itu adalah istri Papa sendiri " kata Arya berkacak pinggang.


Ara yang mendengar ucapan Papa mertuanya yang selalu menuduh dirinya matanya terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah dan buta oleh amarah.


Ara lalu memberikan rekaman yang selama ini dia rekam secara diam-diam kepada suaminya. Dia memberi tahu suaminya kalau selama ini dia selalu merekam setiap apa yang di ucapkan mertuanya kepada dirinya.


Hanya kamera CCTV saja yang masih dia sembunyikan kepada suaminya.


" Mama keterlaluan sekali,bahkan anak Mama sendiri Mama jelek-jelekkan . Apalagi menantu Mama sendiri, dimana perasaan Mama . Mama seorang Ibu yang melahirkanku ,tetapi Mama begitu tega menyakiti perasaanku . Dan masalah membayar tagihan rumah ini, memang kapan kalian pernah membayar tagihan rumah ini? Sekalipum tidak pernah sama sekali, tetapi kalian malah seperti itu bicara dengan istriku. " Arya bicara dengan alis menunjukkan campuran kesedihan dan memberengut.


Orang tuanya hanya diam saja ,dan tidak berani menatap wajah anaknya.


"Arya..apa maksudmu pergi dari rumah ini? Apa kamu mau meninggalkan kami ? Arya kami mohon jangan pergi " teriak orang tuanya menangis, tetapi Arya tidak memperdulikannya.


Arya membantu istrinya mengemasi semua pakaiannya.


" Kak , aku kasihan sama Mama dan Papa . Apa Kakak tidak kasihan dengan mereka? Mereka adalah orang tua Kakak,orang yang melahirkan dan merawat Kakak dari kecil hingga sekarang. " kata Ara membujuk suaminya agar tidak pergi dari rumah mertuanya.


"Aku sudah tidak kuat dengan sikap mereka, mereka selalu saja menyakiti hatiku . Sekarang dihatiku hanya ada rasa benci untuk mereka. Kalau kita tinggal disini ,nanti malah muncul lagi masalah baru yang dibuat oleh mereka, jadi lebih baik kalau kita pergi saja" terang Arya menjelaskan.


Ara yang mendengar ucapan suaminya itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Walaupun mertuanya jahat,tetapi setelah melihat mereka menangis seperti ini, dia menjadi tidak tega melihatnya.


"Apa semuanya sudah dimasukkan? " tanya suaminya menatap istrinya


"Sudah Kak " ucap Ara mendekati suaminya.

__ADS_1


"Ya sudah ,kalau begitu kita pergi sekarang ya ! " balas Arya sambil menggandeng tangan istrinya .


Sedangkan didepan kamar sudah ada Mamanya.


" Arya,jangan tinggalkan Mama nak . Ara ,tolong bujuk suamimu ,agar dia tidak pergi meninggalkan orang tuanya. Kami tidak bisa jauh dari anak kami " ucap Mamanya yang sudah menangis. Wajahnya memerah dan air matanya begitu berlimpah mengalir dari kedua sudut matanya.


Belum sempat Ara bicara ,tangannya sudah ditarik oleh suaminya.


"Tidak usah dihiraukan , lebih baik kita pergi saja " ajak suaminya dengan raut wajah tanpa ekspresi.


" Arya ,tolong jangan pergi nak? " ucap Papanya yang berdiri di teras depan rumahnya.


Tetapi Arya tetap naik ke mobilnya dan langsung menghidupkan mesin mobilnya. Mamanya yang melihat mobil Arya keluar dari pekarangan rumahnya langsung menangis histeris. Semua para tetangga melihat Ibu Intan yang menangis, dan mereka semua saling berbisik membicarakan Ibu Intan.


Ara yang duduk di kursi penumpang depan dari tadi menatap suaminya.


Ara begitu kasihan dengan suaminya.


" Pasti dia sedih banget karena orang tuanya seperti itu."gumam Ara dihatinya.


"Kak...sekarang kita akan pergi kemana?" tanya Ara merasa bingung dengan alis mengerut dalam fokus.


" Kita nyari makan dulu setelah itu nyari kontrakan . Kebeteluan aku memiliki seorang sahabat yang memiliki kontrakan didekat restoranku " kata Arya yang sudah menuju ke sebuah tempat makan.


" Iya Kak, " jawab Ara menatap suaminya.


" Maaf ya Ra, untuk sementara kita ngontrak dulu ya " kata Arya merasa kasihan dengan istrinya.


"Tidak apa-apa kok Kak. Kemanapun Kakak pergi Ara akan ngikut saja " balas Ara tersenyum.


Setelah sampai ditempat makan yang menjual bakso ,Arya lalu mengajak istrinya masuk ketempat makan tersebut. Setelah selesai makan mereka langsung menuju kesebuah rumah kontrakan yang ada di didekat restorannya.


30 menit kemudian Arya telah sampai disebuah kontrakan milik sahabatnya.


Arya lalu mengajak istrinya masuk kedalam. Kontrakan itu berjumlah 30 kamar , 20 kamar sudah ada yang menempati dan 10 kamar masih kosong.

__ADS_1


__ADS_2