
1 minggu kemudian ...
Ibu Intan sudah kembali ke rumahnya. Dia sekarang sudah berkumpul bersama keluarganya. Papanya Arya juga tidak jadi menceraikan Ibu Intan,karena dia merasa kasihan dengan istrinya yang sekarang sedang sakit.
"Arya ? Kenapa si kembar tidak dibawa ke sini ? "Mamanya bertanya sambil menatap Arya yang lagi mengambil air minum untuknya.
"Nanti aku akan coba hubungi Ara ." Arya bicara sambil memberikan air minum.
"Arya ? Kenapa si kembar tidak tinggal di rumah ini sih ? Kan mereka itu adalah anakmu. Padahal Mama dari dulu ingin sekali memiliki cucu ,sekarang sudah punya cucu malah tidak tinggal disini.Menurut adat kita, jika sepasang suami istri bercerai, maka hak asuh seorang anak akan jatuh pada Ayahnya. Tapi kenapa anakmu malah tinggal dengan Ibunya terus ? " Mamanya bicara dengan kepala dan alis mengarah kebawah dan menunjukkan muka masam.
"Hak asuh si kembar di dapatkan oleh Ara Ma,selama ini kita tidak pernah peduli dengannya,menyakitinya ,tidak memberi nafkah,dan bahkan aku menikah lagi di belakangnya. Ara memiliki banyak bukti perbuatan kita selama ini. Jadi kita tidak bisa berbuat apapun. Kalau Mama punya niat jahat ingin mengambil si kembar ,maka keluarga Ara akan melaporkan Mama dan Papa karena sudah menipu orang tua Ara. Lebih baik jangan melakukan hal yang aneh-aneh lagi. Lagian Ara juga tidak pernah melarang jika aku ingin menemui si kembar,dan aku juga tidak keberatan si kembar bersama Ara,karena dia Ibunya . Kalau si kembar di sini ,lalu siapa yang akan mengurusnya ? Papa dan aku bekerja,Mama sakit-sakitan , sedangkan Mika males sekali. Disuruh ngejagain Mama saja malah keluar terus."Arya bicara sambil duduk di samping Mamanya.
"Berarti selama ini Ara diam-diam mengumpulkan bukti tentang perbuatan kita dong ? Ternyata si Ara wajahnya saja yang kelihatan polos, tetapi hatinya licik juga. Mama jadi semakin benci dengannya. Si Ara itu wajahnya saja yang cantik ,tetapi dompetnya tipis,tidak seperti Mika. Apalagi Kakaknya, tidak pernah bekerja . Setiap hari hanya ngikutin Ara terus,pasti semua keperluannya ditanggung orang tuanya Ara. Sudah besar harusnya belajar mandiri ,tetapi si Aris itu hanya ngikutin Ara terus " cibir Ibu Intan.
"Kenapa Mama malah bicara seperti itu ? Apa Mama tidak tahu kalau Aris itu pengusaha yang sangat sukses. Dia bahkan banyak memiliki usaha, dan sekarang dia lagi membangun sebuah cafe. " ucap Arya menjelaskan
Ibu Intan terbelalak lebar karena terkejut mendengar ucapan anaknya. Mika yang berdiri di depan pintu juga terkejut mendengarnya.
"Jadi Aris itu banyak memiliki usaha ? Kenapa kamu baru bilang sekarang sih ? Kamu memang bodoh .Coba kalau Mama tahu dari dulu , pasti Mama melarangmu menikah dengan Mika. Pasti Ara sering di beri uang oleh Kakaknya itu." Ibu Intan bicara sambil menatap Arya dengan wajah yang sangat kesal.
Sedangkan Mika masih berdiri di depan pintu.
"Aku harus mendapat Kak Aris , kalau aku bisa mendapatkan Kak Aris ,maka setiap waktu dia akan selalu melayaniku ,dan hidupku juga akan seperti seorang ratu. " gumam Mika di hatinya.
"Di pikiran Mama hanya uang dan uang saja. Aku juga baru tahu dari temanku kalau Aris itu seorang pengusaha. " kata Arya sambil mendengus kesal.
" Hidup itu butuh uang,jadi menurut Mama itu hal yang wajar. Lebih baik kamu sekarang berpikir cara mendekati Ara , agar dia kembali ke rumah ini. Bukannya kamu juga sangat mencintainya ." balas Ibu Intan dengan raut wajah marah.
__ADS_1
"Dia sudah membenciku, tapi sekarang Mama menyuruhku untuk mendekatinya lagi. Mama ini aneh sekali. " Arya langsung meninggalkan Mamanya dengan wajah cemberut.
"Aku akan merayu Ara ,agar dia mau kembali kesini lagi. Kalau Ara disini pekerjaan rumah juga beres di kerjakan olehnya. Sekarang di tambah Kakaknya kaya ,dan jika Ara di baikkin sedikit pasti dia akan menuruti kata-kataku.
Kalau aku menyuruhnya untuk meminta sesuatu pada Kakaknya ,pasti dia akan mau. Dan Aris juga pasti menuruti permintaan adiknya." Ibu Intan berpikir sendiri sambil tersenyum licik.
"Mika ? Tolong kamu cuciin baju Mama yang ada di kamar. Dan setelah itu tolong bersihkan kamar mandi dikamar Mama. Kamar mandi di kamar Mama itu licin sekali,karena kamu tidak pernah membersihkannya." ucap Ibu Intan sambil menatap Mika yang lagi melihat ponselnya.
"Aku tidak mau mengerjakannya,karena aku bukan pembantu disini . Kenapa tidak Mama sendiri yang mengerjakannya sih ? Mentang-mentang sakit sudah seperti ratu saja. Banyak kok yang sakit seperti Mama ,tapi dia tetap bekerja." Mika bicara dengan alis mata rendah mendekati mata, dan tersimpul jelas, yang membuat lebih banyak kerutan.
"Sehat saja dia malas ,apalagi sekarang dia lagi sakit,pasti dia semakin malas. " gumam Mika di hatinya.
"Kamu ini memang menantu yang sangat malas sekali. Setiap di suruh selalu saja membantah." Ibu Intan bicara dengan alis mata pada saat yang sama tersimpul dan melengkung, membuat garis di dahi.
Di teras rumah , Arya ingin menghubungi Ara. Dia menekan beberapa tombol diponselnya,setelah itu dia menempelkan benda pipih itu ketelinganya.
Tidak menunggu begitu lama Ara mengangkat telepon darinya.
" Halo Ara, aku hanya ingin memberi tahu kalau besok rencananya aku ingin kesana bersama Mama . Mama ingin sekali melihat si kembar. Kamu lagi dimana ? Kenapa seperti di jalan ?" tanya Arya penasaran.
"Aku lagi di jalan bersama Kak Aris dan si kembar. Tadi habis kerumah Tante Jingga ." balas Ara
"Tante Jingga bukannya rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku ? " tanya Arya
"Iya Kak,memang kenapa ? "tanya Ara lagi.
"Bisakah kamu mampir kesini sebentar,agar besok aku tidak perlu ke rumahmu mengantar Mama." jawab Arya
__ADS_1
"Sebentar ya Kak , aku akan bertanya dulu dengan Kak Aris"
"Iya Ra "
3 menit kemudian ..
"Hallo Kak Arya ? "
"Iya Ra ? Lalu bagaimana ? "tanya Arya penasaran
" Baiklah kalau begitu , kami akan kesana mampir ." balas Ara.
"Beneran Ra ? Mama pasti senang sekali mendengar kalau si kembar akan kesini. Terimakasih ya Ra , karena kamu sudah bersedia kesini."
"Benar Kak, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ya Kak ? "Ara bicara sambil melihat ke arah Aris.
"Iya Ra " balas Arya dan langsung mengakhiri sambung telepon itu.
Arya langsung tersenyum begitu lebar . Dia kemudian mencari Mamanya.
" Ma ? Ada kabar bahagia untuk Mama ." kata Arya tersenyum lebar.
"Memangnya ada kabar apa ? Sepertinya memang benar-benar kabar bahagia , wajahmu saja terlihat begitu bahagia . Kalau begitu cepat katakan , jangan membuat Mama penasaran ." ucap Ibu Intan yang sudah tidak sabar.
"Ma ,Ara dan si kembar akan mampir kesini hari ini. Tadi dia dari rumah Tantenya,mungkin beberapa menit lagi dia sampai." Arya bicara sambil menatap Mamanya.
"Apa ? Jadi cucuku akan kesini sekarang ? Aku harus menyambut cucuku, pasti kedua cucuku itu begitu merindukan neneknya ini. Aku juga akan memanggil para tetangga ,agar tetangga disini tahu kalau aku sudah punya cucu." Ibu Intan begitu senang sekali.
__ADS_1
" Ma ,tidak usah memanggil para tetangga segala dong. Aku malu ." wajah Arya dalam seketika langsung cemberut.
Sedangkan Ibu Intan sudah keluar memanggil para tetangga.