
1 jam kemudian Ara telah selesai di rias .
" Tante , aku mohon biarkan aku pergi. Aku tidak mencintai Kak Aris , aku hanya mencintai Bian." Ucap Ara yang terus meneteskan air mata.
" Ara, tolong berhenti menangis. Kami melakukan ini karena begitu menyayangimu , kami tidak ingin hidupmu menderita. Kekasihmu hanya laki-laki miskin , kalau kamu menikah dengannya maka hidupmu akan serba kekurangan." Jawab Tantenya
" Tante , Bian itu orang kaya, tetapi kenapa kalian tidak percaya ucapanku." Balas Ara dengan suara keras.
" Sepertinya kamu sudah di bohongi oleh kekasihmu itu. Kalau dia kaya mana mungkin Ibunya menjadi seorang baby sister. " Kata Tantenya.
"Ibunya jadi baby sister karena merasa bosan di rumah sendiri. Tante ,tolong biarkan aku pergi! " pinta Ara yang terus menangis.
" Sudah jangan menangis , dan jangan bahas kekasihmu itu. Lebih baik sekarang kita keluar, karena semuanya sudah datang," ucap Tantenya sambil membuka pintu.
Gaun pengantin yang Ara gunakan saat ini, membuat aura kecantikannya semakin terpancar. Semua begitu kagum dengan kecantikan gadis itu.
" Kamu memang sangat cantik ,Ara ! " gumam Aris pelan.
Ara lalu duduk di samping Aris,saat ini dia hanya berharap kalau Bian datang menjemputnya.
" Bagaimana , Nak Aris ? Apa sudah siap ? " tanya Pak penghulu sambil tersenyum menatap calon pengantin yang terlihat gugup. " Jangan tegang,di bawa santai saja. Tarik nafas dalam-dalam,lalu buang secara berlahan ! " instruksinya kepada membelai pria.
Dengan mata terpejam Aris mengucapkan bismillah dalam hati, kemudian mengikuti apa yang di sarankan oleh Pak Penghulu.
Sementara orang tua Ara tidak henti-hentinya memanjatkan doa untuk Aris dan Ara.
" Bagaimana ? Apa sudah tidak terlalu gugup lagi ? Sudah sedikit lebih rileks rasanya ? " tanya Pak Penghulu lagi.
"Iya Pak," jawab Aris sambil mengangguk dengan mantap.
" Baiklah . Mari kita mulai ! " seru Pak Penghulu
" Aris menghela nafas panjang, lalu menghembuskan sedikit kasar untuk mengurangi rasa gugup yang menyerangnya.
" Ris , semangat ! Kamu harus yakin. Masa kalah sama Om," ledek Bapaknya Ara sambil berbisik pada Aris.
__ADS_1
Sebelum menjabat tangan Pak Penghulu, Viona datang terburu-buru dan menghampiri Aris.
" Aris , aku ingin menunjukkan sesuatu ke padamu,dan ini sangat penting. Kalau kamu tidak melihatnya maka kamu pasti akan menyesal nanti,karena ini berhubungan dengan Ara," ujar Viona sambil berbisik.
Tantenya menarik Viona agar pergi dari sana ,namun Viona terus berteriak memanggil Aris.
" Maaf Pak, saya ingin menemui teman saya sebentar." Ucap Aris
" Ya silahkan, " jawab Pak Penghulu
Aris lalu menemui Viona yang saat ini ada di depan rumahnya .
" Apa-apaan sih kamu ? Kamu membuatku malu saja, berteriak seperti orang gila. Kamu ingin menggagalkan pernikahanku ? " teriak Aris dengan wajah berapi-api.
" Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, tolong lihatlah dulu. Setelah kamu melihat Vidio ini , kamu boleh melakukan apapun kepadaku, " ucap Viona
" Ya sudah , kalau begitu apa yang mau kamu tunjukan ? "tanya Aris sambil menatap tajam wajah Viona
" Tapi sebelum itu, aku ingin keluarga besarmu, dan juga Ara berkumpul di sini." Pinta Viona
Saat ini Ara di temani oleh Bayu yang juga datang kesana, tadinya dia ingin membantu Ara agar bisa kabur dari sana ,akan tetapi dia tidak berani , karena di depan rumah Ara ada banyak anak buah Aris yang berjaga. Dan si kembar juga masih di rumah itu.
Wajah Aris terlihat begitu marah .
" Tenang, Ris ! Aku tidak ada maksud jahat sama kamu, justru yang ingin aku sampaikan kali ini demi kebaikanmu. Tunggu sebentar, ya! " kata Viona sambil menoleh ke arah mobilnya, dan memberikan kode kepada salah satu sahabatnya untuk membawa apa yang dia minta.
"Ini Vi ," jawab sahabatnya sambil menyerahkan laptop kepada Viona.
Tiba-tiba Bian datang ,dan berteriak memanggil nama Ara. Anak buah Aris langsung datang dan ingin mengusir Bian, akan tetapi Bian melawan anak buah Aris .
" Aris , lebih baik biarkan saja dia kemari. Aku yakin setelah melihat vidio ini , dia tidak akan mendekati Ara lagi." Ucap Viona dengan percaya diri.
Bian merasa penasaran dengan vidio yang ingin di tunjukan oleh Viona.
Ara berusaha untuk tenang sampai dia mengetahui apa tujuan Viona .
__ADS_1
Kalian semua harus melihat ini ,karena aku yakin kalian pasti akan sangat terkejut seperti..." Viona menjeda ucapannya sambil melirik ke arah Ara,
"BOOM! Ya , seperti itu bunyinya nanti," sambungnya mengejutkan semuanya.
"Viona , cepatlah sedikit ! Jangan membuang-buang waktu." Perintah Aris dengan wajah yang sangat kesal.
"Entah kenapa, firasatku mengatakan jika Viona akan melakukan sesuatu yang bisa membuat Ara malu di depan keluarga besarnya ," pikir Bian
" Sabarlah sedikit, aku melakukan ini karena merasa kasihan denganmu. Kamu itu sahabatku dari kecil,jadi mana mungkin aku bisa diam saja setelah melihat semuanya. Setelah melihat ini ,maka pandangan kalian terhadap Ara pasti akan langsung berubah," ujar Viona sambil mengotak- atik laptopnya.
Bian terus menunggu apa yang akan di tunjukan oleh Viona, tapi dia bukan orang bodoh yang mudah percaya dengan ucapan seseorang.
Setelah Vidio itu di putar,Aris dan yang lainnya terbelalak melihat apa yang di tunjukkan oleh Viona.
Ara mencengkeram kuat gaun yang dia gunakan. Bibirnya gemetar, dan keringat dingin terasa menjalar di sekujur tubuhnya.
" Ternyata Viona ini begitu licik, bahkan dia sampai mengedit vidio seperti," gerutu Ara di dalam hatinya sambil menunduk karena merasa malu. Walaupun vidio itu tidak benar ,tapi dia tetap merasa malu melihatnya.
"Bagaimana ? Apa sekarang kalian masih menganggap dia wanita yang baik ? Apa menurut kalian Aris pantas menikah dengan wanita seperti ini ? " tanya Viona sambil tersenyum puas
" Ara, apa ini ? " tanya Tantenya sambil menatap Ara dengan tajam .
"Tante, aku tidak tahu apa-apa. Aku tidak tahu kenapa ada vidio seperti ini," ujar Ara dengan mata berkaca-kaca.
" Tidak tahu kamu bilang ? Mana mungkin kamu tidak tahu ! Jadi kamu bisa memiliki Villa dari hasil menjual dirimu sendiri ? Kamu sudah mempermalukan kami semua," bentak Tantenya dengan keras,membuat Ara , dan semua orang kaget mendengarnya.
" Plak," Ibu Ara melayangkan tamparan hingga telapak tangannya terasa panas. " Kamu membuat Bapak dan Ibu malu, dari kecil kami selalu mengajarkan sesuatu hal yang baik kepadamu , tapi kamu malah membuat kami malu seperti ini," kata Ibunya dengan wajah yang sangat marah
" Ara , kamu itu keterlaluan sekali. Bapak malu mengakuimu sebagai anak kami," balas Bapaknya dengan wajah yang merah padam.
" Om ,Tante , tolong jangan bicara seperti itu kepada Ara ! Karena saya lebih percaya dengan ucapan Ara daripada vidio itu." Ucap Bian dengan tegas.
Viona terdiam ,sambil mengepalkan tangannya dengan sangat erat. Wajahnya terlihat begitu marah ,karena dia tidak pernah berhasil menghasut Bian selama ini.
" Apa kamu tidak bisa melihat vidio ini ? Sudah ada bukti seperti ini masih juga membelanya. Vidio ini juga sudah tersebar di sosial media," sahut Viona dengan kesal.
__ADS_1