
Jam 4 sore Ara bangun dari tidur siangnya,sedangkan suaminya masih tidur. Dia lalu bersih-bersih bersama Aris.
"Ara..kalau kamu capek mending istirahat saja dulu . Soalnya kamu lagi hamil jadi tidak boleh terlalu capek. Nanti biar Kakak yg melanjutkan " kata Aris mendekati adiknya
"Aku tidak capek kok Kak. Lagian sudah biasa ngerjain ini semua "jawab Ara
Ara membersihkan rumah ,sedangkan Aris membersihkan taman rumah.
Sedangkan Arya yg dari tadi sudah bangun malah asik berkirim pesan dengan Mika.
"Kak Arya...Apa besok Kakak pergi ke Restoran?" Tanya Mika
"Tentu saja aku ke Restoran,apalagi disana ada kamu. Kalau ada kamu aku jadi tambah betah ke Restoran" kata Arya sambil tersenyum membalas pesan Mika
"Kakak pinter juga ngegombalnya.Oh iya Kak ,besok jalan-jalan yuk.."
"Jalan-jalan kemana? "
"Ke Mall Kak. Aku pingin membeli baju. Beliin aku baju dong Kak "
" Ya tenang saja. Memang kapan aku tidak menuruti keinginanmu? Aku selama ini kan sudah menuruti semua keinginanmu. Ingat ya ..kamu harus layani aku besok sampai aku puas "kata Arya membalas pesan mika.
"Selama ini aku sudah melayani Kakak dengan puas. Bahkan sampai Kakak ketagihan. Jadi besok puasin keinginanku dulu dong di mall ,setelah itu baru aku memuaskan Kakak diranjang. Bagaimana Kak ? "
"Ok aku setuju. Mika kamu ngechat aku jam segini apa kamu tidak takut dilihat suamimu? Aku tidak mau kena masalah karena kamu tidak hati-hati,"kata Arya merasa takut
"Tenang saja Kak, suamiku lagi keluar rumah. Oh iya Kak .. aku sebenarnya tidak kuat berumah tangga dengan suamiku itu ,dia tidak pernah menafkahiku selama ini. Kalau nanti aku cerai sama suami ,Kakak mau kan menikah denganku ? "
"Nanti dibicarakan lagi ,istriku datang" balas Arya berbohong
Arya yg melihat itu langsung kaget . Mana mungkin dia menceraikan Ara hanya untuk menikah dengan Mika. Menurutnya Ara sangat cantik dan lemah lembut bagaikan seorang dewi, dan dia juga sangat mencintai Ara. Sedangkan Mika tidak terlalu cantik hanya tubuhnya yg seksi. Hanya saja menurut Arya kalau Ara kurang jago bermain diranjang. Berbeda dengan Mika yg sangat jago bermain diranjang.
"Sepertinya aku harus mengajari Ara agar dia pintar bermain diranjang. Tubuh Ara juga sangat seksi tapi dia selalu berpakaian tertutup padahal aku lebih suka dengan wanita yg berpakaian seksi " kata Arya berpikir sendiri
Arya suka mencari wanita nakal saat dia masih duduk dibangku kuliah.
Alasan Arya mencari wanita nakal diluaran sana karena dulu dia selalu dikatain jelek sama teman wanitanya . Jadi dia melampiaskan emosi dan amarahnya dengan hal itu. Hanya agar para wanita mengetahui walaupun dia jelek tapi dia pintar memuaskan nafsu wanita. Hingga dia menjadi terbiasa mencari wanita nakal, bahkan sekarang banyak sekali wanita hiperseks yg mencari dirinya hanya untuk ingin dipuaskan.
Saat menikah dengan Ara dia sebenarnya sudah berniat berhenti . Tetapi karena ulah Mamanya yg memfitnah Ara , niatnya untuk berhenti jadi gagal. Waktu itu dia mulai berhubungan dengan Mika karena mengira semua ucapan Mamanya benar. Padahal dia dan Istrinya baru berhubungan badan sekali saja dan sisanya sudah pisah ranjang karena ulah Mamanya. Dan sampai sekarang dia belum penah menyentuh tubuh Istrinya lagi.
~
__ADS_1
Sedangkan diluar Ara dan Aris sudah selesai bersih-bersih. Setelah itu Ara menuju ke dapur untuk memasak . Aris yg melihat Ara menuju dapur langsung mengikuti gadis itu. Dia lalu membantu gadis itu memasak.
"Kakak tidak usah membantu Ara. Ini kerjaan perempuan mening Kakak tunggu diluar saja "kata Ara tersenyum
"Memang kenapa kalau laki-laki yg memasak...menurutku laki-laki atau perempuan sama saja. Walaupun Kakak laki-laki tapi Kakak lebih jago memasak dari kamu " balas Aris
"Ya sudah deh,aku ngaku kalah. Kalau begitu kita memasak bersama biar cepat selesai" jawab Ara.
Mereka lalu memasak bersama-sama,dan saat masakkan hampir selesai orangtuanya datang.
Sejujurnya saat Aris tahu kalau adiknya sudah menikah hatinya merasa sangat sakit. Dia merasa sangat kehilangan. Apalagi saat melihat Ara disakiti kemarin , rasanya dia ingin membunuh orang yg menyakiti adiknya itu
Tadi saat Ara baru datang dengan wajah cemberut ,dia begitu yakin kalau Ara sedang ada masalah dengan suaminya. Aris sebenarnya tidak begitu menyukai sifat Arya. Tapi dia hanya pura-pura menyukai pria itu.
Dulu juga waktu Ara masih sekolah dia selalu melarang laki-laki manapun mendekati adiknya ,walaupun itu hanya sebatas teman saja.Dia sendiri tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu.
"Ara..Aris..kenapa malah kalian yg repot-repot memasak...Ini kan kerjaan Ibu" kata Ibunya menghampiri mereka
" Ini bukan kerjaan Ibu saja kok. Lagian masak kami tega diam saja dirumah sedangkan Ibu lagi membantu Ayah ditoko" kata Ara tersenyum
"Ara benar Tante, masak kita yg masih muda hanya diam saja sedangkan Tante yg sudah tua lagi sibuk bekerja"
"Ibu cuma tidak tega melihat kalian mengerjakan semua "
"Kalau begitu kalian mandi saja dulu, biar Ibu yg menyiapkan makanannya dimeja"
"Aku saja yg menyiapkan makanannya dimeja .Tante sama Ara mandi saja dulu" kata Aris
"Aris... kamu mandi dulu nak, biar Tante yg menyiapkan makanannya "
"Iya deh Tante"
Akhirnya Aris mengalah. Aris dan Ara lalu menuju kekamarnya masing-masing untuk mandi.
Ara yg kebelet ingin kencing begitu terburu-buru ingin kekamar mandi. Tetapi kamar mandinya dipakai sama Arya. Dia langsung keluar menuju kamar mandi yg ada diluar. Tapi tiba-tiba Ibunya menghentikan.
"Ara ..mau kemana nak.. kok buru-buru begitu ? " tanya Ibunya yg binggung melihat tingkah Ara
"Aku kebelet ingin kencing Bu"
"Kan dikamarmu ada kamar mandi..kenapa mesti keluar? "
__ADS_1
"Kamar mandinya dipakai sama Kak Arya Bu " jawab Ara
"Tapi kamar mandinya ini lagi rusak nak, kalau kamar mandi dikamar Ibu dipakai Bapakmu. Kalau begitu kamu kekamar mandi Kak Aris ya.. sepertinya dia belum mandi . Soalnya dia baru saja keluar mengambil ponselnya"
"Iya Bu "
Ara lalu menuju kekamar Kakaknya. Sesampai didepan kamar Aris dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
Aris kebetulan lagi mandi, dia seperti biasa selalu tidak mengunci pintu kamar mandi. Menurutnya itu tidak perlu dilakukan, karena cuma ada dirinya saja dikamar itu. Jadi tidak mungkin ada orang yg mengintip. Kalau Ara, Om dan Tantenya masuk mereka pasti mengetuk pintu dulu.
Ara yg melihat pintu kamar mandi terbuka sedikit mengira tidak ada orang. Dia langsung meneros masuk.
Aris begitu kaget karena tiba-tiba ada yg membuka pintu kamar mandinya . Saat melihat kalau Ara yg membuka pintunya ,dia langsung menarik tangan Ara dan menutup mulut gadis itu dengan tangannya. Dia melakukan itu karena Ara kaget dan ingin berteriak. Kalau Ara berteriak otomatis semua orang yg ada dirumah ini akan kekamarnya dan melihat semuanya.
Tubuh mereka begitu dekat,dan mereka saling menatap begitu lama.Hampir saja Aris mencium adiknya itu tapi dia langsung membuang niat buruk itu.
"Ara.. jangan berteriak ya..,kalau kamu berteriak nanti semua orang bisa datang kesini"
"Ya Kak " kata Ara dengan mata yg langsung dia pejamkan karena Kakaknya saat ini tidak memakai sehelai pakaian .
Jantung mereka berdua berdebar-debar.
Baju Ara sudah basah kuyup karena terkena air shower . Bentuk tubuhnya juga terlihat sangat jelas karena bajunya yg basah.
Aris menarik tangan Ara dan meletakkan didadanya
"Ara ..kamu bisa merasakannya kan... jantung Kakak selalu berdebar-debar kalau didekatmu. Kakak sendiri juga tidak mengerti " kata Aris lalu mencium kening Ara.
"Maaf Kak ,Ara kira Kakak tidak ada dikamar mandi. Jadi aku langsung masuk karena tidak tahan ingin kencing"
"Kalau begitu kamu langsung mandi saja disini. Nanti Kakak akan bilang sama yg lain kalau tadi kamu pipis dicelana karena tidak tahan ingin kencing "
"Tapi aku malu Kak,masak sudah besar malah kencing dicelana " kata Ara cemberut
"Kamu juga tidak bisa keluar dalam keadaan basah kuyup seperti ini " balas Arya
"Iya juga sih, mereka pasti banyak bertanya"
"Kalau begitu ,serahkan saja sama Kakak. Kamu mandi saja dulu "
Aris lalu keluar dari kamar mandi dan langsung memakai bajunya . Setelah itu dia langsung keluar dari kamarnya .
__ADS_1
Karena semuanya berada di dalam kamar, dan Tantenya juga sepertinya lagi mandi dikamarnya . Dia lalu duduk diruang tamu .
Sedangkan Ara langsung mandi dikamar mandi Kakaknya.