
Arya langsung keluar menuju teras depan.
Dia langsung mengambil ponselnya , dan menghubungi nomer Ara. Akan tetapi nomer Ara tidak aktif.
Dia juga menghubungi nomer Aris ,akan tetapi nomer Aris juga tidak aktif.
Ara dan Aris memang sengaja mengganti kartunya,agar Arya tidak bisa menghubunginya.
"Kenapa nomer mereka tidak bisa dihubungi. "pikir Arya dengan raut wajah sedih
"Arrrgghh sial..sial...sial...kenapa malah jadi begini. Ini pasti karena vidio yang tersebar di Fb. Ini semua karena Mama dan Papa yang begitu memaksaku agar menikah dengan Mika." Arya bicara dengam alis mata pada saat yang sama tersimpul dan melengkung,membuat garis di dahi.
Sedangkan Papanya langsung keluar setelah mendengar suara teriakan Arya.
"Ma,Arya kenapa ? Kenapa dia berteriak seperti itu? " Papanya bertanya sambil menatap istrinya.
Ibu Intan lalu menceritakan semuanya kepada suaminya,dan setelah itu mereka menghampiri Arya
"Arya,lebih baik kamu lupakan Ara. Dia tidak pantas menjadi istrimu. Kamu juga sudah memiliki istri seperti Mika,dia wanita yang sangat baik."Papanya bicara sambil memandang wajah anaknya
"Aku tidak akan melupakan Ara sampai kapanpun,aku menikah dengan Mika karena kalian yang begitu memaksaku. Dan semuanya terjadi karena kalian, kalian yang selalu mengganggu rumah tanggaku hingga menjadi seperti ini. Kalian begitu tega kepadaku, kenapa kalian menjauhkan aku dengan istriku? Apa salah istriku selama ini kepada kalian ? Kalian selalu menghasutku dan menjelek-jelekkan istriku.Kalian harus bertanggung jawab dengan semua ini." Arya berteriak histeris sambil memukul kaca jendela hingga pecah.
Semua barang dirumah itu di hancurkan oleh Arya.
"Arya, hentikan semua ini . Masih banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari Ara. Nanti Papa akan carikan wanita yang jauh lebih cantik dari Ara . Sekarang berhentilah merusak semua barang-barang ini." Papanya bicara dengan suara keras, tetepi Arya tidak menghiraukannya.
"Kak Arya kan sudah punya istri ,masak Papa bicara seperti itu. Keterlaluan sekali."Mika bicara dengan raut wajah yang begitu kesal.
"Kan Arya bisa memiliki 2 orang istri." balas Papanya sambil menatap Mika.
__ADS_1
"Yang pasti aku tidak setuju."kata Mika dan langsung masuk ke kamarnya.
"Arya,hentikan nak. Mama mohon hentikan semua ini. "Ibu Intan bicara berteriak , tetapi Arya tidak peduli ucapan kedua orang tuanya.
Jantung Ibu Intan berdebar-debar melihat Arya yang marah. Tiba-tiba dia merasakan kepala begitu pusing, penglihatannya memudar, dan tubuhnya seperti tidak bertenaga . Kemudian dia tidak sadarkan diri.
Arya dan Papanya yang melihat hal itu, langsung membawa Mamanya ke dalam kamarnya.
5 menit kemudian Ibu Intan telah sadar.
"Ma, Mama tidak apa-apa ? Wajah Mama begitu pucat. " suaminya bertanya dengan wajah begitu takut dan khawatir.
"Aku tidak apa-apa Pa ,akhir-akhir ini Mama cepat sekali merasa lelah, dan punggung Mama juga rasanya sakit banget." Ibu Intan bicara sambil menatap suaminya.
"Wajah dan kaki Mama juga bengkak. Kalau siang hari jangan tidur melulu dong Ma,jalan-jalan di sekitar rumah agar wajah dan kaki Mama tidak bengkak begini."suaminya bicara sambil melihat area tubuh istrinya yang terlihat bengkak.
"Bagaimana bisa jalan-jalan sih Pa? Orang setiap malam Mama begadang terus , akhir-akhir ini kalau malam Mama ingin kencing terus . Semalam saja Mama bisa 10 kali nyari kamar mandi, ya jadinya kurang tidur. " Ibu Intan bicara sambil mengambil ponselnya.
"Dari dulu sampai sekarang Mama tidak pernah minum air sebelum tidur. Oh iya Pa, bagaimana dengan Arya ? " Ibu Intan bicara sambil menatap punggung suaminya
"Tadi dia sudah minta maaf pada Papa, dan sudah berjanji kalau dia tidak akan marah-marah seperti tadi." balas suaminya
"Untung deh Pa, mudah-mudahan dia bisa melupakan Ara." jawab ibu Intan dan langsung menarik selimut .
Sedangkan Arya yang ada di teras rumah langsung mengambil kunci mobilnya. Dia ingin ke rumah orang tua Ara dan ingin menanyakan alamat rumah sakit tempat Ara melahirkan.
Arya melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Setelah sampai di rumah Ara ,dia mengetuk pintu rumah itu.
Tok...tok...tok ...pintu rumah itu berbunyi. Orang tua Ara yang baru pulang dari rumah sakit langsung saling memandang.
__ADS_1
"Siapa yang datang ya Pak ? " Ibu Ara bertanya sambil memandang wajah suaminya.
"Bapak juga tidak tahu, Ibu mandi saja. Biar Bapak yang membukanya." ucap suaminya yang langsung menuju ke pintu utama.
Setelah pintu itu di buka, wajah Bapak Ara langsung berubah menjadi marah dan benci.
"Mau ngapain kamu kemari ? " Matanya terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah dan buta oleh amarah.
"Pak ,aku kesini mau menanyakan alamat rumah sakit tempat Ara melahirkan. Di rumah sakit mana Ara melahirkan Pak ? Tolong beritahu alamatnya ,karena aku ingin melihat anak dan istriku. " Arya bicara dengan raut wajah sedih.
"Untuk apa kamu menemui putriku lagi ? Apa kalian belum puas menyakiti hatinya. Dari awal pertama putriku menikah denganmu ,kalian selalu menyakitinya . Selama ini kamu juga tidak pernah menafkahinya. Saat dia hamil kamu tidak pernah ada di dekatnya. Dan yang membuat aku begitu marah,kamu begitu tega menyuruhnya bekerja,sedangkan kamu diam-diam menikah lagi dengan perempuan lain. Waktu dia kesakitan dan menghubungimu,tapi kamu tidak peduli dengannya. Sekarang untuk apa lagi kamu kesini ? Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumahku ." Bapaknya Ara bicara dengan suara lantang dan dengan wajah yang berapi-api.
"Maafkan aku Pak, aku terpaksa melakukan semua itu . Aku terpaksa menikah dengan perempuan lain karena di paksa oleh orang tuaku. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi Pak ! Aku mohon Pak. Aku begitu mencintai putri Bapak." Arya menangis sambil bersujud di kaki Bapaknya Ara.
"Cinta kamu bilang , cinta seperti apa yang kamu miliki untuk putriku ? Kami tidak melihat ada cinta pada dirimu untuk putriku. Kalau aku membiarkan putriku terus bersamamu ,mungkin dia besok akan bunuh diri karena merasa tidak kuat di sakiti. Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini. Melihat wajahmu hanya membuatku semakin emosi saja." Bapak Ara bicara dengan emosi yang meledak-ledak.
"Aku tidak mau pergi dari sini sebelum Bapak memberitahu padaku dimana Ara melahirkan."Arya masih bersujud dan menangis.
"Kalau kamu tidak mau pergi ,maka aku akan memanggil warga untuk datang kemari."kata Bapaknya Ara mengancam.
"Baiklah,kalau begitu sekarang aku akan pergi dari rumah Bapak ,tapi besok aku akan kemari lagi.Sampai kapanpun aku tidak akan mau bercerai dari Ara. " Arya kemudian berdiri dan meninggalkan rumah orang tua Ara.
Bapak Ara kemudian menutup pintu itu dengan wajah yang masih tampak marah.
"Siapa yang datang Pak ? " tanya istrinya yang baru selesai mandi
"Arya Bu, dia datang kesini karena ingin menanyakan alamat rumah sakit tempat Ara melahirkan,tapi Bapak sudah usir dia" suaminya bicara dengan dada naik turun.
"Keterlaluan sekali dia, kemarin Aris memberi kabar kalau Ara akan melahirkan, tapi Mamanya bilang kalau mereka tidak bisa datang. Sekarang setelah Ara sudah melahirkan, dia baru bertanya alamat rumah sakitnya. Dia tidak pernah ada di setiap Ara membutuhkannya. Besok kalau bayinya Ara sudah di perbolehkan untuk pulang , lebih baik tidak usah di bawa kesini Pak. Kita belikan saja Ara rumah. Kalau Ara bertemu dengan Arya takutnya Ara malah memaafkan suaminya itu. Putri kita itu dari dulu kan tidak tegaan orangnya.
__ADS_1
"Ibu benar, nanti Bapak akan coba meminta pendapat dengan Aris mengenai masalah ini . Bapak takut salah mengambil keputusan lagi seperti pernikahan Ara ini." suaminya bicara sambil mengambil air putih.
"Iya Bapak memang benar, lebih baik di tanyakan dulu dengan Aris dan Ara." ucap istrinya yang langsung menuju ke arah dapur.