Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Rumah Raka


__ADS_3

Karena Raka tidak bisa dihubungi ,jadi Ara dan Aris terpaksa menuju kerumah Raka. 


Setelah sampai didepan rumah Raka, Ara lalu memencet bel rumah itu. Sedangkan Aris hanya menunggu dimobil. Tidak menunggu begitu lama Raka membuka pintu rumah itu.Raka begitu kaget melihat Ara ada dirumahnya.


"Ara ..kenapa tiba-tiba kesini? "tanya Raka sambil menggosok punggung lehernya.


"Aku kesini mau memberikan ini kepadamu" kata Ara sambil menyerahkan kadonya


Tiba-tiba saja calon istrinya Raka datang


"Sayang,siapa yang datang?  kenapa tidak disuruh masuk? "  Gina bertanya sambil berjalan menuju pintu.


Tetapi Raka tidak menjawab pertanyaan dari  Gina.


Aris yang menunggu dimobil merasa takut kalau nantinya Ara begitu lama disana,dia akhirnya menyusul Ara.


"Ini bukannya kado yg aku berikan ke kamu? Kenapa malah dikembalikan? " Raka bertanya dengan alis yang terangkat dan melengkung.


"Maaf Ka,aku tidak bisa menerima semua ini"Ara berusaha menolak dengan sopan .


"Aku mohon masuklah dulu,kita bicara didalam. Mamaku pasti sangat senang bertemu denganmu" Raka memaksa Ara agar masuk kedalam .


Tiba-tiba Gina sudah berada disamping Raka.


"Sayang ..dia siapa? " Gina bertanya sambil memperhatikan Ara dari ujung kaki sampai kepalanya.


"Dia Aranika,orang yang pernah aku ceritain kekamu" ucap Raka sambil menatap Ara begitu lama. 


Gina langsung marah saat melihat kalau Raka terus menatap Ara . Matanya terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah dan buta oleh amarah.


" Oh ,jani kamu yang bernama Aranika. Gara-gara kamu Raka mabuk-mabukan setiap hari. Sekarang kamu mau apa lagi kesini? Apa tidak puas menyakiti Raka? "tanya Gina dengan  dada naik turun.

__ADS_1


" Aku kesini hanya ingin mengembalikan barang itu ," kata  Ara sambil menunjuk  ke arah kado yang ada ditangan Raka.


Gina langsung mengambil kado itu dari tangan Raka


"Apa ini?" Gina bertanya dengan ekspresi yang masih marah.


Gina langsung membuka kado itu. Saat melihat semuanya matanya langsung terbelalak kaget. Dia menatap perhiasan itu sambil mengedipkan bola matanya beberapa kali.


"Kenapa kamu memberikan dia perhiasan semahal ini? Apa kamu masih mengharapkan wanita ini? Disuruh membeli perhiasan untuk calon istrimu sendiri kamu tidak pernah mau,tapi sekarang kamu malah memberikan perhiasan kepada wanita lain dan harganya juga sangat mahal sekali lagi. Raka kamu memang keterlaluan sekali" kata Gina sambil berkacak pinggang.


"Ini tidak seperti yang kamu kira, aku memberikan kado itu saat Ara menikah dan sebelum berhubungan dengan kamu"terang Raka dengan alis mata rendah mendekati mata dan tersimpul jelas.


"Aku tidak percaya. Pernikahannya dia sudah terjadi sekitar beberapa bulan yang lalu. Kalau benar ini kado yang kamu berikan saat dia menikah,lalu kenapa dia baru mengembalikan sekarang? Aku sangat yakin kalau kamu pasti baru-baru ini memberikan perhiasan ini kepadanya. Kalaupun ini kado untuk pernikahannya dia lalu buat apa kamu memberikan hadiah semahal ini kepada dia? " Gina bicara sambil menatap intens Raka


Raka yang mendengar pertanyaan itu merasa bingung harus menjawab apa.


Gina yang melihat Raka hanya diam saja  emosinya semakin meledak.


Aris yang mau menyusul Ara melihat dengan jelas pertengkaran itu dari jauh dan saat Ara didorong dia lalu berlari  karena ingin menangkap gadis itu . Beruntung Aris dapat menangkap Ara dengan cepat,kalau tidak entah apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Gina..apa yang kamu lakukan ? Apa kamu tidak lihat dia lagi hamil ? Kenapa kamu malah mendoronya ? Kamu ini juga sedang hamil sama seperti dia, harusnya kamu bisa menjaga sikap sedikit" Raka bicara dengan alis mata pada saat yang sama tersimpul dan melengkung membuat garis di dahi.Mata terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah dan buta oleh amarah.


"Kamu ini sungguh keterlaluan sekali. Apa seperti ini sikap kalian kepada tamu yang datang. Apa kalian tidak melihat kalau dia lagi hamil" Aris berdiri didepan Gina dan Raka. Kedua tangannya mengepal erat pada sisi tubuhnya. Wajahnya merah padam menahan amarah.


" Aku tidak peduli mau dia hamil ataupun tidak" ucap Gina yang masih dengan ekspresi marah.


Mamanya Raka dan orang tua Gina mendengar ada pertengkaran langsung keluar untuk melihatnya. Ketika mereka berada dibelakang Raka, dia begitu kaget dengan ucapan Gina.


Aris tidak bisa menahan amarahnya lagi ,dia lalu menampar wajah Gina hingga memerah.


"Tolong maafkan dia,lebih baik kita masuk kedalam dan selesaikan dengan baik-baik" kata Raka merasa tidak enak.

__ADS_1


" Berani sekali kamu menamparku, tunggu saja pembalasanku . Akan aku hancurkan semua keluargamu hingga kamu sendiri yang bersujud dikakiku" ancam Gina dengan ekspresi wajah yang begitu marah


"Sebelum kamu menghancurkan keluargaku,maka aku sendiri yang menghancurkan keluargamu "Aris berbicara dengan nada yang tinggi.


Papanya Gina yang mengenal siapa Aris lalu keluar menghampiri Aris dan Ara.


" Pak Aris,tolong maafkan putri saya" ucap Papa Gina didepan Aris


Gina yang melihat itu langsung mendekati Papanya.


"Pa ..kenapa Papa minta maaf kepada dia? Harusnya Papa membalas perbuatan mereka, karena sudah menampar putri Papa sendiri" Gina bicara sambil menatap Papanya


"Papa sudah melihat semuanya ,dan menurut Papa kamulah yang salah. Kamu tahu yang menamparmu ini adalah bos Papa. Dia pemilik pabrik ditempat Papa bekerja dan perempuan yang berada disampingnya itu adalah istrinya" kata Papanya Gina yang masih mengira kalau Ara adalah istri Aris. Di pabrik juga sudah tersebar berita kalau istri Aris sedang hamil. Mereka tidak mengetahui kalau Ara hanya adik sepupunya Aris.


Gina yang mendengar itu langsung terbelalak kaget, rahangnya jatuh dan alis matanya banyak terangkat.


Aris tidak menghiraukan Papanya Gina bicara,dia lalu mengajak Ara pergi dari rumah Raka.


"Pak Aris pasti sangat marah dengan kita dan Papa pasti akan dipecat olehnya. Gina.. lebih baik kamu minta maaf kepadanya besok" ucap Papanya


"Aku tidak mau Pa , harusnya dia yang minta maaf karena sudah menamparku" balas Gina dan langsung masuk kedalam diikuti oleh orang tuanya.


Raka dan Mamanya yang masih berdiri disana merasa bingung mendengar ucapan yang keluar dari mulut Papanya Gina .


"Raka.. suami Ara beneran orang yang tadi itu? " tanya Mamanya dengan alis mengerut dalam fokus.


"Bukan Ma,suami Ara namanya Arya. Tapi aku tidak mengerti kenapa Om surya bilang mereka suami istri" Raka bicara sambil mengusap tengkuknya


" Mungkin dia sudah bercerai dengan Arya lalu menikah dengan Aris .Kalau benar mereka suami istri berarti kamu dikalahkan oleh Aris itu. Coba kalau kamu menikah dengan Ara pasti Mama sangat senang sekali,karena dia gadis yang baik. Tidak seperti Gina yang sangat kasar dan tidak punya sopan santun"ucap Mamanya dengan kesal dan langsung masuk kedalam rumahnya.


Raka hanya diam seperti patung setelah mendengar ucapan Mamanya.

__ADS_1


__ADS_2