Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Niat Viona


__ADS_3

Ara berpikir begitu lama karena merasa bingung harus menjawab apa. Dia sebenarnya ingin memaafkan Viona, karena dia sendiri juga tidak suka memiliki seorang musuh ,akan tetapi dia takut kalau Viona memiliki niat buruk di balik kata MAAF itu.


"Sepertinya aku harus memaafkannya, dan mengikuti apa permainannya. Aku tidak boleh takut dengan orang seperti dia," gumam Ara di hatinya.


"Hmmm..aku sudah memaafkanmu kok," ucap Ara dengan senyum yang di paksakan.


" Terimakasih ya Ara, kamu memang wanita yang sangat baik. " terang Viona tersenyum sambil memeluk Ara.


" Ya sudah , kalau begitu kalian mengobrol saja dulu. Aku akan ke dapur mengambil minuman."kata Aris yang langsung meninggalkan mereka berdua .


Setelah Aris pergi ,ekspresi wajah Viona langsung berubah.


" Kamu bisa lihat sendiri kan ? Bahkan orang tuamu lebih percaya denganku dari pada putri mereka sendiri. Dan lebih baik kalau kamu membatalkan rencana pernikahanmu dengan Aris secepatnya, karena kamu tidak pantas menjadi istrinya. Kamu lebih pantas menjadi adiknya,"ucap Viona  sambil mendorong Ara.


"Ternyata benar dugaanku, dia hanya pura-pura saja. Baiklah ,akan aku ikuti permainanmu itu," gumam Ara bicara di dalam hatinya.


"Kamu itu hanya sahabatnya Kak Aris, bukan keluarganya. Jadi kamu tidak berhak menentukan mana yang pantas untuk Kak Aris," sahut Ara dengan wajah yang berapi-api.


" Berani sekali kamu bicara seperti itu denganku, akan aku buat hidupmu menjadi sangat hancur, " kata Viona dengan raut wajah seperti bara api yang menyala.


" Silahkan saja, aku tidak pernah takut dengan wanita murahan sepertimu," sahut Ara sambil berkacak pinggang .


Tiba-tiba Viona mengambil pisau dari dalam tasnya.


" Jauhi Aris atau aku akan membunuh kedua anakmu ini. Jika kamu berteriak meminta tolong dengan keluargamu, maka sekarang juga aku akan langsung menancapkan pisau ini ke tubuh anakmu ini," ancam Viona sambil mengarahkan  pisau itu ke tubuh si kembar.


Mata Ara terbelalak lebar karena terkejut melihat Viona yang seperti itu.


" Jangan lakukan itu, aku mohon ." Ucap Ara dengan raut wajah yang terlihat pucat pasi, dan jantung berdebar. Dia menangis terisak-isak. Dia juga begitu takut kalau si kembar terluka.


3 menit kemudian terdengar langkah kaki seseorang yang akan masuk ke kamar Ara. Viona langsung memasukkan pisaunya itu, setelah itu dia menampar wajahnya berulang kali hingga kedua pipinya tampak memerah, dan bahkan sampai mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.


Ara langsung memeluk kedua anaknya ,akan tetapi dia merasa bingung dengan tingkah Viona saat ini.

__ADS_1


" Ya Tuhan, kenapa Kak Aris memiliki sahabat seperti ini ? Dia seperti wanita tidak waras. Kenapa dia menampar wajahnya sendiri." pikir Ara merasa bingung.


" Ceklek .." suara pintu di buka oleh Aris.


Mata dan mulut Ara terbuka lebar melihat Aris masuk ke dalam. Sekarang dia baru mengerti apa rencana wanita itu.


Viona pura-pura menangis, Aris yang melihat itu langsung menghampiri Viona.


"Viona , apa yang terjadi denganmu ? Kenapa wajahmu begitu merah ,dan sudut bibirmu juga mengeluarkan darah," kata Aris dengan raut wajah yang terlihat cemas.


" Aku tidak apa-apa kok," sahut Viona yang masih menangis.


" Viona , cepat katakan kepadaku kenapa wajahmu seperti ini, " ucap Aris dengan suara yang cukup keras.


"Tadi aku ingin menyentuh si kembar, akan tetapi Ara malah menampar wajahku berulang kali." terang Viona yang masih berpura-pura menangis.


" Araaaaa ? Kenapa sikapmu sekarang jadi seperti ini ? " tanya Aris dengan wajah yang merah padam karena marah. Dan suara Aris juga sangat keras hingga di dengar oleh orang tuanya.


Baru kali ini Aris marah kepada Ara.


"Ara menampar wajah Viona hingga bibirnya mengeluarkan darah Om." jawab Aris sambil menatap Omnya


"Apaaa ? " teriak Bapak dan Ibunya dengan mata yang terbelalak kaget.


" Ara, kenapa kamu seperti ini nak ? " tanya Ibunya menangis.


" Aku tidak melakukan apapun , dia menampar wajahnya sendiri hingga terluka, " ucap Ara menanggis terisak-isak.


" Ara, mana mungkin dia menampar wajahnya sendiri. Jelas-jelas dia menuduhmu ,kenapa sifatmu jadi kasar seperti ini ? Apa yang membuatmu jadi seperti ini ? " tanya Bapaknya sambil menatap Ara.


" Bapak, aku tidak melakukan apapun. Tolong percayalah kepadaku, kalian yang telah merawatku dari kecil, jadi pasti kalian tahu bagaimana sifatku." Ara bicara sambil berlutut di kaki Bapaknya.


" Viona ,apa benar Ara yang menamparmu ? " tanya Aris lagi karena masih tidak percaya kalau Ara telah melakukan itu.

__ADS_1


" Iya benar, bukannya kamu sudah mengenalku dari kecil. Apa pernah aku berbohong kepadamu selama ini ? Kalau kamu tidak percaya , coba kalian pasang CCTV di rumah ini. Bahkan dia juga mau mencekik leherku, tapi untung saja kamu datang. Mungkin Ara seperti itu karena dia mengalami trauma, bukannya kamu sendiri yang bilang kepadaku kalau Ara begitu menderita saat berumah tangga dengan mantan suaminya. Mungkin dia trauma kerena pernah mengalami kekerasan dalam berumah tangga. Jadi dia begitu takut berteman dengan orang baru. Temanku juga ada yang seperti Ara."terang Viona berbohong.


" Kalau begitu kita harus membawa Ara ke psikiater besok. Ibu takut keadaannya tambah parah ."ucap Ibunya


" Ya Ibu memang benar , " balas Bapaknya


" Kalau begitu biar aku yang membawa Ara ke psikiater besok. " kata Aris


Mata Ara terbelalak lebar mendengar ucapan mereka.


" Sepertinya aku harus melakukan sesuatu, kalau aku terus tinggal disini mungkin saja mereka akan membawaku ke rumah sakit jiwa. Kalau itu terjadi, maka aku akan berpisah dengan kedua anakku. Aku tidak mau itu terjadi," gumam Ara di hatinya.


" Ara ,tenangkan dirimu ya ! Aku akan menemanimu hingga kamu benar-benar sembuh. Kamu tenang saja, aku tidak akan pernah meninggalkanmu," ungkap Aris sambil meneteskan air mata.


Wajah Ara dalam seketika langsung berubah menjadi marah. Ara tidak bisa lagi menahan emosinya yang sudah bersiap mau meledak dari tadi.


" Pergi kalian dari sini, aku bilang cepat pergi dari kamarku. Mulai sekarang aku sudah tidak memiliki orang tua ataupun calon suami . Dan kamu wanita iblis , akan aku buat hidupmu lebih menderita dari aku. Cepat pergi dari kamarku, " teriak Ara dengan nafas memburu ,dan dada yang naik turun.


"Ara ,tenangkan dirimu nak. Kami akan merawatmu hingga sembuh."ucap Bapaknya merasa sedih melihat putrinya seperti itu.


" Aku bilang pergi dari kamarku," teriak Ara semakin marah. Matanya melotot ,dan wajahnya merah padam. Ara melempar semua barang yang ada di kamarnya hingga mereka keluar.


Melihat tingkah Ara yang seperti itu, mereka semakin percaya dengan ucapan Viona.


" Lebih baik kita biarkan dulu Ara sendirian biar dia tenang. " kata Aris


" Tapi Tante takut kalau Ara menyakiti si kembar."jawab Tantenya menangis.


" Tante, Ara tidak mungkin menyakiti darah dagingnya sendiri. Buktinya selama ini si kembar baik-baik saja ," ucap Aris.


" Iya Tante, Ara tidak mungkin menyakiti buah hatinya sendiri," sahut Viona


Ara yang mendengar ucapan mereka di balik pintu semakin marah.Dia marah karena keluarga sendiri tidak percaya dengannya.

__ADS_1


" Sepertinya aku harus pergi dari sini, " gumam Ara di hatinya. Dia lalu mengambil ponselnya,karena ingin menghubungi Bayu.


__ADS_2