Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Berhenti Bekerja


__ADS_3

Di kamar Kakaknya ,Ara masih menunggu Aris yg masih mengambil air di dapur. Tidak menunggu begitu lama Aris akhirnya datang dengan membawa segelas air.


"Kak..aku tidak mau tidur disini. Ini juga sudah mau pagi.  " kata Ara melihat Kakaknya


"Baiklah kalau begitu, tapi jangan tidur dibawah lagi"


"Iya Kak" jawab Ara cemberut


"Ara, Kakak mau kamu bercerai dari Arya. Kakak tidak bisa melihat kamu menderita " Aris bicara sambil menatap adiknya itu.


"Aku tidak mau Kak " jawab Ara kesal


"Apa kamu sangat mencintainya ? " tanya  Aris penasaran.


"Aku tidak mencintainya , tetapi aku sangat membencinya " kata Ara kesal.


"Terus kenapa kamu tidak mau bercerai" tanya Aris merasa bingung


"Alasannya  cuma satu yaitu anakku. Aku tidak ingin berpisah dari anakku. Mana bisa aku berpisah dengan bayiku. Aku yg mengandungnya,aku yg merasakan sakit melahirkannya. " kata Ara dengan marah


" Kamu kan belum melahirkan Ra"


"Walaupun sekarang masih belum,tapi aku pasti akan melahirkan . Kakak sepertinya melupakan sesuatu yg penting" kata Ara menatap Aris


"Melupakan apa ? "tanya Aris merasa penasaran


"Ditempat kita hak asuh anak ditentukan oleh hukum adat disini. Dan menurut hukum adat kita disini ,kalau suami istri bercerai maka anak harus ikut Ayahnya. Kecuali kalau anakku sendiri yg tidak mau dengan suamiku " jawab Ara


"Kamu benar Ra. Tapi apa kamu kuat seperti ini terus? " tanya Aris bingung.


" Aku juga tidak mau seperti ini terus Kak.Tapi aku melalukan ini demi anakku sendiri "


" Baiklah kalau begitu. Kalau nanti kamu mendapatkan masalah maka carilah Kakak" kata Aris


"Iya Kak,kalau begitu aku pergi kekamar dulu"jawab Ara dan langsung pergi ke kamarnya.


Ara lalu kembali kekamarnya untuk melanjutkan tidurnya . Arya bahkan tidak sadar kalau tadi Ara keluar dari kamarnya.


Jam 05:25 Ara sudah bangun  . Dia langsung membersihkan dirinya sendiri, setelah itu pergi kedapur membantu Ibunya.


"Selamat pagi Ibu" sapa Ara


"Selamat pagi Ara, kamu sepertinya masih sangat mengantuk.  Kalau kamu masih mengantuk lebih baik tidur lagi ya.."kata Ibunya berbicara dengan nada yg lembut


"Tidak Bu, aku sudah tidak mengantuk lagi" jawab Ara sambil membantu Ibunya.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu akan berangkat bekerja "tanya Ibunya melihat wajah putrinya yg sangat pucat.


"Iya Bu,hari ini aku akan bekerja " jawab Ara sambil memotong sayur.


"Lebih baik Ara istirahat ya.. mukamu sangat pucat sekali . Biar ibu saja yg memasak"kata Ibunya sambil melihat wajah putrinya yg begitu pucat.


"Aku tidak enak hanya duduk saja Bu" jawab Ara.


"Ara sebaiknya kamu berhenti bekerja. Perutmu sudah semakin besar. Kalau terlalu capek takutnya terjadi sesuatu dengan anak didalam kandunganmu"kata Ibu menasehati putrinya


"Aku masih kuat untuk bekerja Bu" jawab Ara berbohong.


"Kalau aku tidak bekerja apa Kak Arya akan memberiku uang "kata Ara berpikir sendiri.


Sebenarnya kepalanya sangat pusing sekali . Tetapi dia kasihan melihat Ibunya memasak sendiri.


"Bu,aku mau kekamar dulu ! Aku mau bersiap-siap untuk pergi kekantor. Tidak apa-apa kan kalau Ibu yg melanjutkan semua ini lagi sedikit " kata Ara menatap Ibunya.


"Tidak apa-apa nak, nanti biar Ibu yg melanjutkannya . Ini juga sudah hampir selesai"jawab Ibunya sambil tersenyum.


Ara lalu menuju kekamarnya untuk mandi. Selesai mandi dia melihat


suaminya masih tidur, dan dia lalu membanggunkannya.


"Kak Arya.. ayo bangun . Tolong antarkan aku bekerja "kata Ara yg terus memanggil nama suaminya.


"Tolong antarkan aku bekerja !" kata Ara yg masih dengan raut wajah marah.


"Kamu kan biasanya pergi naik taksi. Kenapa sekarang kamu malah nyuruh aku.. Kamu kira aku ini sopirmu" kata Arya marah .


"Kalau aku pergi naik taksi pasti Kak Aris yg ingin mengatarku. Apa Kakak tidak malu istri Kakak di antar laki-laki lain, sedangkan Kakak sendiri hanya diam dikamar"bentak Ara marah.


Ara sudah capek bicara sopan kepada suaminya ,karena suaminya itu tetap tidak akan berubah sama sekali.


"Tapi dia kan Kakakmu. Bukan laki-laki lain . Lagian aku juga harus istirahat karena lagi sebentar aku juga harus pergi bekerja" jawab Arya yg ikut marah.


"Kakak pergi bekerja jam 8 atau jam 9. Untuk apa istirahat lama-lama ..Kakak juga pergi ke Restoran tidak melakukan kerja berat . Cuma mengawasi karyawan Kakak bekerja saja. Dan ini juga masih ada waktu untuk mengantarku " kata Ara dengan kesal.


" Tetap saja aku tidak mau" jawab Arya dan langsung tidur lagi.


Ara begitu marah mendengarnya . Dia lalu mengambil air dikamar mandi,setelah itu menyiram wajah Arya dengan air itu.


"Ara..kamu ini keterlaluan sekali " kata Arya yg hampir mau memukul Ara. Tetapi dibatalkan karena takut keluarga Ara mengetahui mereka bertengkar.


"Kakak yg sangat keterlaluan sekali. Sebelum menikah Kakak selalu bilang sama aku kalau Kakak begitu mencintaiku. Apa seperti ini cinta Kakak denganku. Kakak selalu menyakiti hatiku. Aku sudah berusaha menerima Kakak,tapi Kakak selalu menyakitiku. Aku doakan semoga tuhan membalas setiap rasa sakit yg Kakak berikan kepadaku" Ara langsung keluar menuju ke meja makan.

__ADS_1


Setelah itu Arya juga datang . Mereka lalu sarapan pagi bersama-sama.


"Arya.. kamu jadi ketempat orang tuamu ? Tanya Bapak mertuanya


"Maaf Pak , hari ini aku lagi sibuk di Restoran . Mungkin besok aku kesana" jawab Arya


"Baiklah kalau begitu. Kalau nak Arya kesana ingat tanyakan masalah yg kemarin" kata Bapak mertuanya


"Iya Pak " balas Arya tersenyum.


Tiba-tiba saat Ara akan kedapur kepalanya mendadak terasa pusing . Dia hampir mau jatuh. Tapi Aris langsung menangkap tubuh Ara.


"Ara ..kamu kenapa? " tanya Aris bingung


"Aku tidak apa-apa Kak ,kepalaku hanya sedikit pusing . Mungkin tekanan darahku turun " kata Ara


Ara dari dulu memang memiliki penyakit tekanan darah rendah. Aris lalu memapah tubuh Ara dan membawanya keruang tamu.


"Ara ..sebaiknya kamu berhenti bekerja nak. Kandunganmu juga sudah semakin membesar " kata Bapaknya menasehati.


"Iya nak, Bapakmu bicara benar. Lagian suamimu kan sudah bekerja . Dia juga memiliki Restoran , pasti kamu tidak akan kekurangan uang " balas Ibunya


" Aku sudah berkali-kali memberi tahu Ara,tetapi dia tidak mau mendengarkanku. Dia tetap ingin bekerja " jawab Arya berbohong .


"Ara tolong kamu dengarkan kata suamimu nak. Jangan bertindak sesuka hatimu " kata Bapak menceramahi putrinya.


Sedangkan Aris dan Ara yg mendengar ucapan Arya begitu sangat marah.


"Baiklah Pak. Aku akan berhenti bekerja" jawab Ara murung


"Sayang..sebaiknya kamu istirahat dirumah dan jangan pergi kemana pun. Aku sekarang mau pergi bekerja " kata Arya dan langsung pergi.


Ara tidak membalas ucapan suaminya itu. Setelah itu orang tuanya menghampiri.


" Ara.. Ibu sama Bapak mau ketoko dulu ya.. kamu tidak apa-apa kan dirumah sendiri ? " tanya Ibunya


"Tenang saja Tante, kan dirumah ada Aris " kata keponakannya


"Memang kamu tidak ke pabrik ? " tanya Tantenya


" Tidak Tante,aku mau jagain Ara saja. Lagian tidak akan ada yg memecatku kalau aku tidak pergi ke pabrik karena disana aku adalah bosnya.


Aris memang memiliki Pabrik beras warisan dari almarhum orang tuanya.


Tante dan Omnya yg mendengar itu hanya geleng-geleng kepala saja.

__ADS_1


Setelah itu mereka lalu pergi ketoko, sedangkan Ara dirumah dengan Aris.


__ADS_2