
Aris dan Ara lagi menonton tv di ruang tamu.
"Kalau tinggal dirumah saja rasanya bosan sekali. Lebih baik pergi bekerja" kata Ara cemberut
"Tapi kamu kan lagi sakit. Kalau orang sakit ya pasti harus istirahat "jawab Aris tersenyum
"Aku tadi cuma pusing saja. Dan sekarang sudah sehat" balas Ara sambil melihat ponselnya.
"Kalau begitu kita pergi jalan-jalan saja . Menurutmu bagaimana, apakah kamu mau ? " tanya Kakaknya sambil melihat Ara
"Jalan-jalan kemana ? " tanya Ara balik
"Bagaimana kalau kita pergi ke mall. Kebetulan Kakak juga mau membeli sesuatu disana" kata Aris sambil menonton tv
"Boleh juga, tapi aku izin sama suamiku dulu Kak " jawab Ara sambil mencari nomor kontak suaminya
"Ngapain harus izin sama suamimu segala sih Ra ...dia saja tidak pernah memperdulikanmu. Bahkan kalau suamimu mau keluar juga dia jarang banget minta izin sama kamu " kata Aris begitu kesal dengan adiknya yg begitu sabar menghadapi suaminya
"Biar tidak ada masalah seperti waktu itu Kak. Aku ingin rumah tanggaku bahagia dan harmonis. Walaupun aku tidak mencintainya dan hatiku sangat membencinya ,tapi aku akan berusaha menerimanya dan berusaha menjadi Istri yg baik untuknya" jawab Ara menjelaskan ke Kakaknya.
"Menurut Kakak kamu itu sudah menjalankan tugasmu sebagai seorang Istri dengan sangat baik,tetapi suamimu tidak pernah menjalankan tugasnya sebagai seorang suami . Jadi untuk apa kamu berusaha menjadi seorang Istri yg baik dimata suamimu ..Dia saja tidak pernah ingat akan tugasnya sebagai seorang suami " kata Aris yg masih bicara dengan kesal.
"Aku tidak masalah kalau dia tidak menjalankan tugasnya sebagai seorang suami. Aku masih ingat akan adanya hukum karma. Biarkan Tuhan membalas perbuatannya" jawab Ara yg masih nencari nomor kontak suaminya.
" Terserah kamu saja deh, Kakak capek memberitahumu " balas Aris cemberut
Setelah menemukan nomor suaminya dia lalu menghubunginya.
"Hallo Ara ..ada apa ? " tanya Arya dari sebrang sana.
"Aku izin mau keluar dengan Kak Aris . Apa aku boleh keluar ? " tanya Ara sopan
"Terserah kamu " kata Arya dan langsung menutup sambungan teleponnya.
Aris yg melihat itu tambah marah dan kesal.
"Sombong banget suamimu itu,sok ganteng sekali . Sudah wajahnya jelek sifatnya juga keterlaluan sekali. Harusnya dia bersyukur memiliki seorang Istri yg cantik,baik dan sopan. Tapi ini malah seperti itu " kata Aris marah-marah.
__ADS_1
"Sabar Kak. Biarkan saja dia seperti itu. Lebih baik kita bersiap-siap " jawab Ara yg sudah bangun dari tempat duduknya
Mereka lalu kedalam mengganti pakaian. Setelah selesai mereka langsung berangkat.
"Sudah lama kita tidak pergi ke mall " kata Ara sambil melihat kearah jalan
" Iya kamu memang benar. Apalagi sekarang kamu sudah menikah " jawab Aris yg langsung menghentikan mobilnya didepan Mall
"Iya Kakak benar ,kalau sudah menikah rasanya sibuk sekali" kata Ara sambil membuka pintu mobil .
Mereka lalu masuk kedalam mall dan langsung menuju kepusat perbelanjaan .
"Ambil saja apa yg kamu mau,nanti biar Kakak yg bayar" kata Aris tersenyum.
"Tidak usah Kak,aku bisa bayar sendiri kok" balas Ara sambil melihat-lihat pakaian
"Tidak boleh menolak , biasanya juga Kakak yg membayar kalau kita lagi belanja kesini.Oh iya kamu disini dulu ya ... Kakak mau mencari sesuatu disana " kata Aris sambil menunjuk ke tempat yg dia maksud.
"Ok Kak " jawab Ara tersenyum manis.
Ara lagi berpisah dengan Kakaknya . Saat ini dia lagi asik melihat-lihat pakaian wanita . Tiba-tiba pandangannya tertuju ke seorang laki-laki yg wajahnya mirib dengan wajah suaminya.
Sedangkan Arya lagi menemani Mika memilih alat make up . Mereka juga membawa begitu banyak belanjaan.
"Sayang..aku mau make up ini juga ya ? kata Mika kepada Arya
" Ambil saja apapun yg kamu mau" jawab Arya tersenyum
" Makasih sayang , kamu memang baik banget " sambil mencium pipi Arya.
Ara yg melihat itu langsung marah
" Kak Arya memang sangat keterlaluan sekali. Istrinya sendiri tidak pernah dinafkahi tapi dia malah memberikan uangnya kepada wanita lain. Memang benar kata Kak Aris wajah sama hatinya memang sama-sama jelek. " kata Ara sambil berbicara didalam hatinya.
Setelah itu dia lalu menghampiri Arya dan Mika.
" Kak Arya.. ngapain Kakak disini ? Tadi pagi Kakak bilang lagi sibuk diRestoran . Bahkan mengantar Istri Kakak sendiri Kakak tidak mau . Apa Restorannya sudah pindah kesini? tanya Ara yg berusaha menahan emosinya
__ADS_1
Mika yg mendengar ucapan Ara langsung tertawa karena menganggap itu hal yg lucu.
"Aku lagi mengantar karyawanku belanja " kata Arya dengan begitu gugup
" Berarti Kakak sudah seperti sopirnya dia ya.. atau jangan-jangan Kakak memang sudah menjadi sopirnya dia" balas Ara dengan mengejek sambil menunjuk mika
Mika yg mendengar itu malah semakin tertawa.Ara yg melihat hal itu langsung menampar wajah Mika berkali -kali . Dia juga menjambak rambut mika hingga rontok. Arya berkali-kali ingin memisahkan mereka tetapi burungnya ditendang oleh Ara.
Coba kalau Mika tidak tertawa saat dia bicara ,mungkin Ara tidak akan membalasnya
Tiba-tiba 2 karyawan dari mall itu datang.
"Mba..tolong hentikan. Malu dilihat sama pengunjung lain " kata salah seorang gadis
"Kalau saya berhenti , mereka pasti akan mengulang lagi perbuatan mereka. Kalian lihat kondisi saya yg lagi hamil,dan laki-laki ini begitu tega berselingkuh dibelakang saya dan ini adalah wanita selingkuhannya " teriak Ara marah
Dan orang- orang disana menyoraki mereka. Ada yg melempari mereka dengan bungkusan makanan dan ada juga yg menyiram dengan air .
Setelah itu Ara meminjam gunting kepada salah satu karyawan disana. Dia lalu memotong-motong pakaian mika yg baru saja dibelikan oleh Arya. Setelah itu dia mengambil semua uang cash yg ada didompet suami.
Ara lalu meninggalkan Arya dan Mika disana . Dia kemudian menghampiri salah satu karyawam yg ada di mall itu.
"Permisi mba..saya mau minta maaf karena membuat kekacauan disini. Lantainya jadi kotor karena ulah saya " kata Ara kepada karyawan yg bernama Ira.
"Tidak apa-apa mba . Saya mengerti dengan apa yg mba rasakan " jawab Ira
" Tolong diterima , anggap sebagai upah untuk membersihkan lantai ini " kata Ara sambil menyerahkan uang kepada Ira.
Ira berkali-kali menolak tetapi Ara sangat memaksa sekali,sehingga Ira terpaksa menerima uang dari Ara.
" Maaf mba ,Saya mau bertanya sebentar . Apa tadi mba dapat melihat Kakak saya " sambil memperlihatkan photo Aris yg tersimpan di ponselnya.
" Oh dia ada disebelah sana lagi mencari jaket cewek" jawab Ira sambil menunjuk
"Terimakasih " kata Ara tersenyum
"Sama-sama mba " kata Ira yg ikut membalas dengan senyuman.
__ADS_1
Setelah itu Ara lalu menghampiri Kakaknya yg lagi mencari jaket.