
Besok paginya Arya seperti biasa membantu istrinya .
" Kak ,hari ini aku mau izin pergi membeli perlengkapan untuk melahirkan si kembar" Ara bicara sambil membersihkan meja makan.
"Siapa itu si kembar? " tanya Arya merasa bingung dengan alis mengerut dalam fokus.
Arya selama ini tidak pernah bertanya tentang keadaan kandungan istrinya, jadi dia tidak tahu kalau bayi yang dikandung istrinya adalah bayi kembar.
"Si kembar itu anak kita Kak,aku mengandung bayi kembar" ucap Ara yang begitu malas untuk menjelaskan lagi. Menurut Ara seharusnya suaminya begitu perhatian kepadanya karena sekarang dia lagi mengandung,tetapi ini malah sebaliknya.
" Jadi anak kita kembar? Kalau anak kita kembar pasti begitu banyak uang yang akan kita habiskan untuk memenuhi kebutuhan mereka" kata Arya sambil melamun. Arya berpikir kalau Ara melahirkan anak kembar dan Mika juga sedang mengandung. Maka begitu banyak uang yang akan habis untuk keperluan mereka, sedangkan sekarang restorannya sedang bermasalah.
" Kenapa Kakak bicara seperti itu, ucapan Kakak seperti tidak menginginkan mereka.Kakak harus ingat kalau keberadaan seorang anak dapat membuka pintu rezeki bagi orang tuanya . Memangnya berapa uang Kakak yang sekarang habis untuk mereka ? Bukannya selama ini Kakak tidak pernah memberiku uang saat aku memeriksa kandungan? "balas Ara yang diam-diam merekam pembicaraannya itu. Dia sengaja merekam ,karena untuk barang bukti jika suatu saat nanti dibutuhkan.
"Aku tidak memberimu uang karena pasti kamu masih memiliki tabungan. Bukannya uang istri adalah milik suami juga " kata Arya menatap istrinya.
" Dari mana Kakak mendapatkan kata-kata seperti itu ? Uang hasil keringatku tidak ada hubungannya dengan Kakak" ucap Ara dengan amarah menggebu.
"Maaf kalau aku salah bicara , jangan marah dong. Kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya.. " jawab Arya sambil mengecup kening Ara.
Ara hanya diam saja, dia tidak ingin bercerai dari Arya dulu . Dia ingin mengumpulkan begitu banyak bukti agar hak asuh kedua anaknya ada ditangannya.
Sekarang Ara akan mengumpulkan bukti kejahatan mereka . Dia akan membuat mertuanya dibenci oleh semua tetangga disini. Ara merasa kasihan dengan keluarga jauh Arya dan para tetangga yang mengira Mama mertuanya itu sakit parah . Setiap mereka datang menjenguk ,mereka pasti memberikan Mama mertuanya itu uang yang banyak. Uang itu adalah sumbangan dari para tetangga yang merasa kasihan kepada Mama mertuanya.
Dia juga harus mengumpulkan begitu banyak bukti agar dia mendapatkan hak asuh kedua anaknya . Dan agar hak asuh kedua anaknya tidak dibagi.
Setelah kepergian suaminya,mobil Aris memasuki pekarangan rumahnya.
"Ara , tumben sekali kamu menghubungi Kakak ? Tanpa kamu hubungi juga Kakak pasti akan kesini" ucap Aris sambil duduk disamping adiknya.
" Kak ,tolong ambil dulu kamera CCTV yang kita pasang." kata Ara bicara bisik-bisik
" Kenapa diambil? Apa kamu ketahuan memasang kamera CCTV ? " Aris bertanya dengan Alis sedikit mengkerut karena bingung.
__ADS_1
"Tidak Kak ,aku mau mengerjai Mama mertua " ucap Ara berbisik ditelinga Aris.
Aris lalu mengambil kamera CCTV itu dengan cepat mumpung keadaan dirumahnya sangat sepi ,karena Mama mertuanya juga lagi tidur.
" Ini kameranya Ra," kata Aris sambil menyerahkan kamera itu kepada Ara.
"Lebih baik Kakak yang membawanya dulu" jawab Ara menolak.
" Katakan pada Kakak ,sebenarnya kamu punya rencana apa untuk mertuamu itu. Soalnya Kakak takut terjadi sesuatu denganmu " ungkap Aris yang fokus menatap Ara.
Ara lalu berbisik-bisik menceritakan rencananya itu kepada Kakaknya. Aris yang mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak.
" Kalau begitu sekarang Kakak akan menyuruh seseorang untuk menyebar rekaman CCTV itu disosial media"kata Aris yang masih tertawa.
"Hati-hati ya Kak,jangan sampai Kak Arya dapat melacak siapa yang menyebar rekaman itu" balas Ara memberi peringatan kepada Kakaknya.
"Tenang saja ,itu masalah gampang " ucap Aris sambil mengusap kepala Ara.
Setelah itu Ara lalu pergi ke kamar Mama mertuanya.
" Iya pergilah dan tolong belikan cucu Mama pakaian yang bagus . Karena Mama tidak mau cucuku memakai baju yang sangat jelek. Dan kalau pulang tolong belikan Mama jagung bakar " jawab Mertuanya.
"Iya Ma" ucap Ara dan langsung menutup pintu kamar mertuanya.
"Semenjak Arya menikah dengan Ara ,dia tidak pernah peduli denganku. Nanti setelah anak itu lahir,aku akan menyuruh Ara untuk bekerja dan anaknya aku sendiri yang akan mengurusnya. Tidak akan aku izinkan dia mengurus anaknya sendiri. Akan aku buat anaknya itu membenci ibunya sendiri" gumam Mama mertuanya didalam hatinya.
Setelah berpamitan Ara dan Aris lalu menuju kesebuah Mall. Mereka berbelanja begitu cukup lama .
"Ra..nyari makan dulu yuk? " ajak Aris sambil membuka pintu mobil.
"Ya Kak, aku juga sangat lapar. Kita makan ditempat biasa saja ya Kak" ucap Ara sambil memasang sabuk pengaman ditubuhnya.
"Ok tuan putri" jawab Aris tersenyum.
__ADS_1
Mereka pergi ke Cafe Ayam Bakar yang ada didekat Mall.
Sekitar 2 menit ,mereka telah sampai di tempat makan yang sering mereka kunjungi.
Aris lalu memarkirkan mobilnya didepan Cafe tersebut.
"Yuk turun Ra " ajak Aris sambil membuka sabuk pengaman.
"Iya Kak " ucap Ara yang ikut membuka sabuk pengaman.
Mereka lalu masuk ke Cafe tersebut.
"Ra.. duduklah disini " kata Aris sambil memanggil pelayan disana.
Setelah memesan makanan mereka lalu mengobrol.
"Kak...apa rekamannya sudah tersebar di sosial media? " tanya Ara merasa penasaran dengan alis mata terangkat.
"Sudah kok,baru 50 menit yang lalu tersebar dan sekarang sudah banyak yang berkomentar negatif ke mertuamu. Coba saja buka akun sosial mediamu .Oh iya ,Kakak juga menyuruh seseorang untuk memata-matai rumah mertuamu."balas Aris sambil membaca pesan dari orang suruhannya.
"Sepertinya aku harus lebih lama diluar agar mertua dan suamiku tidak terlalu curiga denganku" ucap Ara sambil melihat rekaman CCTV yang sekarang lagi tersebar disosial media . Ara lalu membaca komentar para netizen.
@Yunita: Wah ini tetanggaku keterlaluan sekali . Padahal kemarin aku punya uang sedikit,tapi rela aku sumbangin karena merasa kasihan sama dia yang katanya hanya terbaring dikamarnya. Eh ini malah dia enak-enak makan,tidur dan pake olahraga segala lagi. Aku sumpahin agar tuhan menghukummu wanita iblis.
@Sintaputri: Kok tidak punya hati ya dia...menantunya perutnya besar sekali . Ini mertuanya malah pura-pura sakit. Lama-lama bisa seperti gajah itu badan mertuanya. Makan tidur sudah seperti ratu saja.
@larascantik: Gue sumpahin ini orang masuk neraka.
@Bimatuek: Gue sumpahin dia cepat mati. Tidak punya perasaan banget jadi orang . Semuanya pada susah nyari uang ,eh dia malah pura-pura sakit agar dapat uang.
@gadityu: Wah parah ,suaminya bukannya memberi tahu istrinya agar tidak seperti itu,ini dia malah mendukung. Sama-sama iblis mereka.
Ara begitu terkejut membaca semua komentar tersebut. Rekaman itu sudah dikomentari hingga ribuan orang.
__ADS_1
"Ra.. kata orang suruhanku kalau sekarang tetanggamu disana ingin membuktikan sendiri rekaman CCTV itu mumpung mertuamu lagi sendiri dirumah. Sepertinya tetanggamu tahu kalau kamu keluar rumah,makanya sekarang ada 1 orang tetanggamu yang diam-diam memata-matai rumah itu untuk memastikan kebenaran rekaman itu. " kata Aris yang sudah mulai makan.
" Wah seru dong Kak,mudah-mudahan orang itu melihat kebenarannya " ucap Ara tersenyum licik