
Jam 19:00 Arya pulang dari restoran dengan wajah yang cemberut,dan tidak bersemangat . Di restoran banyak sekali orang yang membicarakan dirinya.Hingga dia memilih untuk tidak keluar dari ruangannya. Saat akan mau keluar dia memilih menggunakan masker,agar orang-orang tidak mengenali dirinya.
Baru saja Arya sampai di dapur, tapi tiba-tiba Mamanya menghampirinya.
"Arya,istrimu itu malas sekali. Mama menyuruhnya untuk bersih-bersih rumah dia tidak mau,memasak juga tidak mau. " gerutu Ibu Intan dengan Arya sambil duduk di meja makan.
Tetapi Arya tidak memperdulikan ucapan Mamanya. Ibu Intan yang melihat hal itu langsung memasang wajah marah.
"Arya , kamu dengar ucapan Mama apa tidak sih? Dari tadi hanya diam saja." Ibu Intan bicara dengan wajah yang terlihat masam .
Arya yang mendengar ucapan Mamanya itu rahangnya menjadi tegang dalan postur menggigit yang menekan bibir bawah ke depan dan membuat mulut melengkung kebawah.
"Mama selalu saja menjelekkan istriku, dulu saat Ara masih tinggal di rumah ini Mama juga bicara seperti ini. Dan sekarang dengan Mika juga Mama seperti ini . Sebenarnya Mama mencari menantu yang seperti apa sih? Semua terlihat salah di mata Mama."Arya bicara sambil mendengus kesal.
"Tapi dia lebih parah dari Ara,Mika itu hanya dompetnya saja yang tebal. Kalau dompetnya tidak tebal sudah Mama tendang dia dari rumah ini"Ibu Intan bicara dengan wajah merah padam, apalagi mengingat saat tadi dia ketahuan oleh Mika di kamar.
"Itu resiko kalian sendiri. Lagian yang memaksaku untuk menikahi Mika adalah kalian sendiri, bukan atas dari kemauanku . Sekarang kalau Mika membuat masalah atau malas di rumah ini ,ya kalian tanggung sendiri." Arya bicara tanpa melihat Mamanya.
"Setidaknya kamu tegurlah dia,kan sekarang dia sudah menjadi istrimu." Ibu Intan bicara sambil melihat Arya .
Sedangkan Arya hanya diam saja,dia melamun karena memikirkan anak dan istrinya yang ada dirumah sakit.
"Aku kangen banget dengan Ara." gumamnya di dalam hati.
Ibu Intan berkali-kali memanggil Arya, tetapi putranya tidak mendengar panggilannya.
"Tubuhnya memang berada disini ,tapi pikirannya seperti melayang jauh ke tempat lain ." ucap Ibu Intan bicara sendiri.
Ibu Intan kemudian menepuk pundak Arya.
"Ada apa Ma ? " tanya Arya dengan alis mata terangkat
__ADS_1
"Kamu lagi memikirkan apa ? Mama lihat sepertinya kamu lagi memikirkan sesuatu. Apa kamu memikirkan vidio yang tersebar di FB itu? " Ibu Intan bertanya sambil fokus menatap Arya.
"Tidak Ma ,aku hanya merindukan Ara dan si kembar." Arya bicara sambil melihat photo Ara yang tersimpan di ponselnya.
"Si kembar ,siapa itu si kembar? "Ibu Intan mengerutkan alisnya karena merasa bingung.
"Si kembar itu adalah anakku, cucu Mama. Masak Mama tidak tahu kalau Ara mengandung bayi kembar. Padahal Ara dulu lebih banyak berada dirumah, tetapi Mama tidak peduli sama sekali kepadanya. " Arya bicara sambil menunjukkan muka masam karena kesal.
Raut wajah ibu Intan langsung bersinar bahagia,karena dia akan memiliki 2 cucu sekaligus.
"Arya,kamu memang sangat pintar membuatkan Mama cucu. Kira-kira cucu Mama laki-laki atau perempuan ya ? Mama jadi tidak sabar ingin bersama cucu Mama ." Ibu Intan tersenyum sendiri sambil membayangkan cucunya memanggil dirinya Nenek.
"Ma , apa Mama tidak memiliki uang ?aku mau bertemu Ara ke rumah sakit. Aku kangen banget dengannya , dan aku juga ingin melihat wajah anak-anakku." Arya bicara menunduk sambil meneteskan air mata.
"Mama tidak memiliki uang, dan lebih baik kamu tidak usah pergi ke rumah sakit. Kalau kamu pergi ke sana ,maka keluarga Ara pasti akan menyuruhmu untuk membayar biaya rumah sakit itu. Mending kamu tunggu sampai mereka keluar dari rumah sakit. Sekarang makanlah dulu,karena Mama sudah menyiapkan makanan." Ibu Intan lalu beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Arya di dapur.
Ibu Intan menuju ke kamar Mika , setelah sampai di depan kamarnya dia langsung membuka pintu kamar itu. Ibu Intan melihat Mika lagi tiduran,sambil melihat ponselnya.
"Buat apa sih mesti ditemenin makan? Kayak anak kecil saja. Dia sudah besar, jadi pasti dia bisa melakukannya sendiri."Mika bicara sambil melanjutkan menonton vidio bokep di ponselnya.
"Dasar wanita pemalas,lebih baik aku cerita ke Ami kalau cucuku kembar" gerutu Ibu Intan di hatinya
30 menit kemudian Arya masuk ke kamarnya.
" Mika, apa kamu sudah mandi ? " tanya Arya sambil melihat istrinya yang lagi tidur sambil melihat ponselnya.
"Belum Kak,nanggung . Aku lagi nonton vidio bokep ,kita praktekin yuk Kak!" ajak Mika sambil menggoda Arya.
"Aku lelah ,dan sekarang aku mau mandi ."Arya langsung masuk ke kamar mandi
"Uuuhhh,rasanya kesal banget. Padahal aku sudah mau buka baju, tetapi Kak Arya malah pergi mandi. Awas saja ya kamu, entar malam aku akan menaruh obat perangsang di minumanmu "gumam Mika di hatinya.
__ADS_1
12 menit kemudian Arya sudah selesai mandi,dan kemudian dia duduk di ruang tamu bersama Mamanya.
"Kak Arya,tadi Kakaknya Ara datang kesini dan kemudian dia menitipkan ini." sambil menyerahkan amplop yang berisi surat gugatan cerai dari Ara.
"Memangnya jam berapa dia kesini ? " tanya Ibu Intan dengan alis mata terangkat karena merasa penasaran.
"Dia kesini saat Mama ada di kamar " kata Mika sambil duduk di samping Arya.
"Arya ,cepat buka amplopnya. Mama penasaran dengan isinya." ucap Ibu Intan yang sudah tidak sabar.
"Ya Kak,aku juga dari tadi merasa penasaran sekali." balas Mika sambil menatap suaminya.
"Apa jangan-jangan ini surat tagihan dari rumah sakit," kata Arya menatap Mamanya.
Arya lalu membuka amplop itu,dan membacanya. Mata Arya terbelalak lebar dan penuh kesedihan menatap surat itu.
"Ini tidak mungkin , ini semua pasti hanya mimpi" Arya menggelengkan kepalanya sambil meneteskan air mata.
Ibu Intan merasa bingung dengan Arya yang tiba-tiba seperti itu.
"Arya kamu kenapa nak ? Memangnya itu surat apa?" Ibu Intan bertanya dengan alis mata terangkat karena merasa begitu penasaran
"Itu surat panggilan sidang cerai dari Ara Ma" kata Mika pada Ibu Intan. Karena Mika duduk di samping Arya ,jadi dia ikut membacanya.
"Ma, ini pasti cuma mimpi kan Ma. Coba Mama yang baca, pasti mataku yang bermasalah ." ucap Arya dengan wajah yang pucat pasi, dan jantung berdebar-debar
Ibu Intan kemudian mengambil surat itu dari Arya,dan langsung membacanya.
" Terimakasih Tuhan ,akhirnya putraku cerai juga dengan Ara."Ibu Intan mengucapkan syukur dengan tersenyum bahagia.
"Akhirnya aku menjadi istri Kak Arya satu-satunya juga" Mika tersenyum sambil merangkul pinggang Arya
__ADS_1
"Itu tidak mungkin ,"Arya berteriak histeris sambil menutup telinganya