
Bian menatap Ara begitu lama,dia begitu kasihan dengan gadis itu. Tiba-tiba ada seseorang memanggil mereka.
"Kak Aris ,apa ijab kabulnya bisa kita mulai sekarang ? Kasihan para tamu menunggu terlalu lama," ucap salah satu sepupunya.
Aris terdiam begitu lama seperti sedang berpikir.
" Aku memang mencintai Ara. Tapi setelah melihat vidio ini ,aku jijik dengannya. Kalau aku tetap menikah dengannya maka karyawanku pasti akan membicarakanku ,dan mungkin bisa berpengaruh dengan bisnisku. Aku tidak ingin usaha almarhum orang tuaku mendapat masalah," pikir Aris
" Aris , kenapa malah diam ? Ayo kita lanjutkan acaranya ! "ujar Bapaknya Ara
"Maaf Om ,Tante, aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Aku memang mencintai Ara , tapi jika aku menikah dengan Ara pasti akan banyak yang bertanya mengenai vidio ini . Dan mungkin akan berpengaruh dengan bisnisku.Aku tidak ingin usaha almarhum orang tuaku mendapat masalah ," ucap Aris menunduk.
"Walaupun dia seperti itu, tapi Ara adalah sepupumu. Apa kamu tidak kasihan dengannya ? Kalau kamu membatalkan pernikahannya , maka hidup Ara akan semakin hancur ," balas Omnya
" Lalu bagaimana dengan hidupku Om ?"tanya Aris
" Aris benar, kamu tidak boleh egois dengannya. Ara memang sepupunya , tapi usahanya bisa hancur jika Aris menikahi Ara." Jawab saudara Bapaknya
Orang tua Ara kemudian meminta tolong dengan sepupu Ara yang lain, namun tidak ada yang mau menikah dengan Ara.
" Ya Tuhan, hidupku hancur dalam sekejap,"gumam Ara di dalam hatinya
Viona tersenyum puas karena sudah berhasil membuat Aris percaya dengan apa yang dia perlihatkan.
Namun, sayangnya itu tidak berlaku bagi Bian. Bian terus memperhatikan vidio yang masih berputar di layar laptop milik Viona.
"Ara , kamu lihat sekarang . Tidak akan ada yang mau menikah denganmu, sedangkan tamu undangan sudah datang semua, dan mungkin kekasihmu juga tidak akan mau menikah denganmu," ucap Bapaknya dengan wajah merah padam.
"Siapa bilang kalau aku tidak mau menikah dengan Ara ? Aku malah merasa sangat gembira jika menikah dengannya," jawab Bian sambil mendekati Ara.
"Sayang, hapus air matamu . Tenang saja aku akan selalu percaya denganmu." Bisik Bian
"Kalau begitu biarkan saja Ara menikah dengan kekasihnya. Cuma pria miskin yang pantas menikah dengan putrimu itu, karena orang miskin tidak memiliki usaha seperti Aris," sahut saudara Bapaknya.
"Kamu memang benar ," balas Bapaknya Ara .
4 menit kemudian Ibu Nining datang bersama Alex . Ibu Nining langsung menghampiri Ara yang menangis, sedangkan Bian menyuruh Alex untuk menyelidiki masalah vidio itu.
" Nak Ara , sabar ya Nak ! Ibu percaya kalau Nak Ara tidak seperti itu." Kata Ibu Nining sambil memeluk dan mengusap punggung Ara.
__ADS_1
Ara begitu terharu dengan sikap Ibu Nining. Orang tuanya sendiri tidak percaya dengan ucapannya, akan tetapi Bian dan Ibu Nining begitu percaya dengannya.
" Ibu, aku takut sekali," ucap Ara yang menangis di pelukan Ibu Nining.
" Jangan menangis, serahkan semuanya kepada Tuhan. Ibu percaya kalau Nak Ara tidak seperti itu." Balas Ibu Nining
" Kalau begitu sekarang kamu harus menikahi Ara, " kata Bapak Ara
Mereka lalu masuk ke dalam. Bian dan Ara duduk di depan penghulu. Semua begitu terkejut melihat pengantin prianya.
Sebelum menjabat tangan Pak Penghulu, Bian berdoa di dalam hatinya.
" Bismillah,"ucap Bian sambil menjabat tangan Pak Penghulu.
Para anggota keluarga yang hadir ,dan tamu undangan saling berbisik membicarakan vidio Ara.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aranika Dewina Putri binti Herman dengan mas kawin satu set perhiasan berlian di bayar tunai ," hanya dengan satu tarikan nafas, Bian mengucapkan ijab kabul dengan suara yang lantang.
Dengan nada suara yang terdengar tegas, dan tenang, Bian mampu membuat Ibunya meneteskan air mata karena terharu.
"Bagaimana para saksi ?"tanya Pak Penghulu
"Alhamdulillah." Pak Penghulu berucap syukur, diikuti oleh yang lainnya. Kemudian Pak Penghulu melanjutkan dengan pembacaan doa setelah ijab kabul.
Dengan berakhirnya prosesi ijab kabul, kedua mempelai pun sudah dinyatakan sah menjadi pasangan suami istri.
Bian ,dan Ibunya bernapas lega karena semuanya berjalan sesuai harapan.
Ibu Nining begitu bahagia melihat Bian dan Ara akhirnya menikah.
" Ara, kamu cantik banget !" Puji Bian menatap Ara. "Walau di genggam kuat, andai dia bukan milik kita, maka dia tetap akan terlepas juga . Walau ditolak ditepi, andai dia untuk kita, maka dia pasti akan datang juga. " Ucap Bian sambil mengulurkan satu tangan pada wanita yang baru saja menjadi istrinya.
Ara tersenyum dan terharu mendengar ucapan Bian, dia lalu mencium punggung tangan laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya. Setelah itu Bian menyematkan cincin perkawinan di jari Ara. Begitupun sebaliknya yang dilakukan Ara pada Bian.
Kemudian dilanjutkan dengan penandatangan buku nikah dan pembacaan taklik pernikahan yang ada di buku nikah.
Sebelum melakukan sungkeman kepada kedua orang tuanya, Bian terlebih dahulu menuntun Ara untuk berhadapan dengannya.
Meletakkan tangan kirinya di atas ubun-ubun sang istri,lalu membacakan doa setelah nikah.
__ADS_1
Sementara tangan kanannya digenggam oleh Ara sambil di ciumnya dengan lembut punggung tangan sang suami.
Usai membaca doa, Bian memberikan kecupan singkat di pucuk kepala istrinya. Kemudian sama-sama menengadahkan tangan mengucapkan syukur.
Berlanjut hingga prosesi trakhir, yaitu sungkeman pada kedua orang tua, kedua belah pihak.
Wajah orang tua Ara terlihat murung.
Sebelum membawa Ara pergi dari rumah itu , Bian mendekati Viona.
" Viona, apa aku boleh meminjam laptopmu ? " tanya Bian
" Untuk apa ? " tanya Viona dengan alis mata terangkat karena penasaran
" Aku ingin memperlihatkan vidio itu di depan para tamu semuanya." Balas Bian tersenyum licik
" Wah,Sepertinya akan seru. Kalau begitu silahkan ! " ucap Viona sambil memberikan laptopnya
" Apa yang ingin kamu lakukan ? Apa kamu ingin mempermalukan istrimu sendiri ? " tanya Bapak Ara dengan suara yang cukup keras.
Akan tetapi Bian tidak memperdulikan ucapan mertuanya, dia langsung membuka vidio itu di depan para tamu dan keluarga besar Ara.
"Ara, kamu lihat ini. Kamu ingat tanggal ini ?" tanya Bian sambil memperlihatkan tanggal yang ada di vidio itu.
Ara melebarkan matanya,dia jelas masih ingat dengan tanggal itu.
" Ara ,bukannya tanggal ini saat kamu kabur dari rumah ? Dan tanggal ini saat kamu dan Bian ke butik . "ujar Bayu sambil menatap Ara.
" Dan tanggal ini saat pertama kali kita bertemu di Villa." Sahut Bian.
Keluarga besar Ara dan semua para tamu terkejut mendengar itu. Begitu juga dengan Viona yang langsung ketakutan.
Bian sudah tahu bahwa vidio itu adalah hasil editan. Ara menatap Viona dengan tatapan benci.
PLAK !
Tanpa mengucapkan sepatah kata, wanita itu langsung melayangkan tangannya tepat pada rahang Viona.
" Kamu ! " Viona memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan keras dari Ara.
__ADS_1