
Baru saja Mika keluar dari Restoran itu dan sekarang Aris dan Ara telah sampai di restoran Arya. Mereka lalu masuk ke restoran itu.
" Permisi mbak .. apakah Pak Arya ada ? tanya Ara kepada salah satu pelayan disana.
Pelayan tersebut menatap Ara dari atas sampai bawah .
" Ada mbak, Pak Arya ada diruangannya. Kalau boleh saya tahu kalian itu siapanya Pak Arya ? tanya pelayan itu menatap Ara
" Saya istrinya Pak Arya dan yg disebelah saya ini adalah Kakak saya . Apa mbak bisa mengantarkan saya keruangan suami saya ? kata Ara tersenyum ramah.
" Bisa kok mbak , kalau begitu mari ikuti saya" ucap pelayan itu sambil ikut tersenyum
Sebelum mengikuti pelayan itu,Ara bicara dahulu dengan Aris.
" Kak,tunggu disini sebentar ya..aku keruangan Kak Aris dulu sebentar" kata Ara menatap Aris
" Ya,tapi jangan terlalu lama" balas Aris sambil melihat ponselnya
Ara lalu mengikuti pelayan tadi,setelah sampai pelayan itu mengetuk pintu
"Tok..tok..tok ,permisi Pak boleh saya masuk ? " tanya pelayan tadi yg namanya adalah Zia
" Masuklah" ucap Arya dari dalam ruangannya.
"Tunggu sebentar disini ya mbak..saya akan kedalam memberitahu Pak Arya " kata Zia dan langsung membuka pintu
" Ada apa ? Apakah ada hal yg penting ?" tanya Arya sambil menatap Zia yg berdiri didepan mejanya.
" Maaf Pak,Bapak dicari sama istri bapak" ucap Zia dan langsung menunduk
Arya yg mendengar itu langsung menghentikan pekerjaannya.
"Lalu dimana sekarang istri saya ? " tanya Arya menatap Zia dengan alis mata terangkat.
" Dia menunggu diluar Pak" ucap Zia
"Kenapa kamu tidak menyuruhnya masuk ? " kata Arya dengan marah.Arya lalu keluar dari ruangannya untuk menghampiri Ara,sedangkan Zia mengikuti dari belakang yg juga akan keluar dari ruangan itu.
Zia tidak langsung menyuruh istri bosnya masuk kedalam ,karena mengira Mika masih didalam.
Setelah sampai didepan ruangannya,dia melihat istrinya yg duduk didepan ruangannya. Arya lalu menghampiri istrinya.
__ADS_1
" Sayang ...kenapa kamu malah duduk disini..kenapa tidak langsung masuk saja ? " tanya Arya menatap istrinya .
" Maaf Kak ,aku kira Kakak lagi ada tamu . Jadi aku menunggu disini, lagian cuma sebentar juga kok" sahut Ara sambil menatap raut wajah suaminya yg tampak begitu kelelahan.
Arya begitu merindukan istrinya, dia menatap wajah istrinya begitu lama dengan mulut melengkung kebawah. Setiap dia ingin menjalankan tugasnya sebagai seorang suami dengan serius pasti ada saja masalah yg datang menghalanginya. Dia ingin sekali berduan dengan istrinya. Arya lalu memeluk istrinya dengan begitu erat.
"Ayo masuk kedalam" ajak Arya sambil merangkul pinggang istrinya
Setelah itu Arya menyuruh istrinya untuk duduk dikursinya.
" Kamu tunggu sebentar disini ya..aku akan keluar untuk membuat minuman " ucap Arya sambil memandamg wajah istrinya.
" Tidak usah Kak, aku kesini cuma sebentar saja kok" kata Ara tersenyum
" Ada apa? Apa kamu mau bicara sesuatu? " tanya Arya sambil menatap wajah sang istri
"Apa malam ini Kakak akan pulang kerumah? " tanya Ara bertanya balik dengan alis mata terangkat .
Arya yg mendengar pertanyaan istrinya itu merasa sangat kasihan padanya.
" Sebenarnya aku ingin sekali pulang malam ini, tetapi pekerjaanku masih banyak sekali " jawab Arya berbohong sambil menundukkan kepalanya.
" Lalu aku harus bagaimana Kak.. Mama tidak mengizinkan aku tidur sendirian dirumah karena aku lagi hamil" terang Ara dengan bibir mengatup
Ara berpikir sejenak sambil menatap suaminya
" Aku tidak enak dengan Kak Aris , apalagi dirumah sangat panas dan dikamar lain juga tidak ada kipasnya. Pasti Kak Aris tidak akan bisa tidur karena kepanasan. Apa aku ikut Kakak tidur disini saja?" tanya Ara seraya memandang sang suami
" Apa? " Arya langsung merasa takut dan salah tingkah mendengar ucapan istrinya. Alis dan mulutnya menunjukan kebingungan.
" Ya Kak,aku tidur disini saja ya ..aku kasihan dengan Kak Aris" ungkap Ara
" Sayang... disini tidak ada tempat tidur. Aku saja disini hanya tidur disofa. Kalau kamu merasa kasihan dengan Kak Aris nanti ajak saja dia tidur dikamar kita, biar dia tidak kepanasan" kata Arya
Ara yg mendengar itu alis matanya banyak terangkat dan matanya melebar karena begitu terkejut.
"Kak.. aku sudah memiliki seorang suami,jadi mana mungkin aku bisa tidur 1 kamar dengan laki-laki lain" ucap Ara dengan ekspresi wajah cemberut
Ara begitu kesal mendengar ucapan suaminya. Seorang suami yg seharusnya melarang istrinya agar tidak terlalu dekat dengan pria lain ,tetapi ini malah dia sendiri yg menyuruh istrinya agar tidur dengan laki-laki lain. Walaupun Aris adalah Kakaknya tetapi dia cuma Kakak sepupunya bukan Kakak kandungnya. Dia juga merasa tidak enak jika selalu minta tolong dengan Kakaknya itu. Kakaknya juga pasti memiliki kesibukan sendiri .
" Sayang..Aris itu adalah Kakakmu, bukan laki-laki lain. Nanti biar aku yg bicara dengan Kak Aris . Jangan cemberut begitu dong ! Aku tahu kalau kamu pasti kangen banget sama aku ya? " tanya Arya tersenyum. Arya mengira kalau istrinya sangat merindukannya. Padahal Ara hanya merasa tidak enak dengan Kakaknya.
__ADS_1
" Baiklah, kalau Kakak maunya begitu. Aku akan nurut saja,tapi Kakak sendiri yg harus bicara dengan Kak Aris"kata Ara yg masih cemberut.
"Oh iya..aku hampir lupa,apa kamu kesini sendirian ? " tanya Arya begitu penasaran dengan Alis mata terangkat
Ara langsung menepuk jidatnya sendiri setelah mendengar pertanyaan dari suaminya itu . Matanya juga membulat dan lebar.Hampir saja dia melupakan Kakaknya.
"Aku kesini diantar oleh Kak Aris . Hampir saja aku melupakannya " jawab Ara
" Kalau begitu ayo kita temui Kak Aris,kasian dia kalau terlalu lama menunggu "kata Arya yg sudah bangkit dari tempat duduknya.
" Kakak pasti akan marah-marah padaku " ucap Ara dihatinya . Dia lalu mengikuti suaminya untuk menemui Kakaknya.
Dari jauh sangat terlihat kalau Aris lagi duduk disalah satu meja sambil melihat ponselnya. Mereka lalu menghampiri Aris.
" Kak Aris,maaf karena sudah menunggu Ara begitu lama" kata Arya sambil duduk dikursi yg ada disamping Aris
" Ya tidak apa-apa, aku juga tidak sibuk" ungkap Aris sambil menatap Arya yg tampak seperti sangat kelelahan.
"Maaf Kak,apa aku boleh minta tolong sekali lagi sama Kakak? " tanya Arya menatap Aris
"Boleh, memangnya mau minta tolong apa? " tanya Aris dengan mata menjadi fokus ke arah Arya.
"Aku malam ini tidak bisa pulang kerumah karena pekerjaanku begitu banyak . Bisakah malam ini Kakak menginap dirumahku? Soalnya orang tuaku lagi dirumah nenek. Aku hanya merasa takut terjadi sesuatu dengan Ara kalau dia tidur sendiri dirumah,apalagi kondisinya lagi hamil" ungkap Arya merasa tidak enak.
"Baiklah, kalau begitu nanti biar aku yg menginap disana" ungkap Aris
" Terimakasih Kak ,dan maaf karena kami sudah merepotkanmu" kata Arya tersenyum
" Iya tidak apa-apa " jawab Aris
Aris mau menginap disana karena dia juga tidak mau kalau terjadi sesuatu dengan Ara.
Setelah itu Ara langsung berpamitan dengan suaminya .
" Kak Arya.. kalau begitu kami pergi dulu ya.. sekarang aku harus pergi memeriksakan kandunganku"terang Ara sambil menaruh ponselnya didalam tasnya
" Apa kalian tidak mau makan dulu disini? " tanya Arya
"Tidak usah Kak , kami akan makan nanti saja " ucap Ara sambil bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh Kakaknya
" Ya sudah kalau begitu, hati-hati dijalan" balas Arya dan langsung mengantar mereka sampai didepan restorannya
__ADS_1
Mobil Aris lalu meninggalkan restoran Arya dan sekarang akan menuju ke rumah sakit.