
Mamanya kemudian keluar membawa ponsel milik Ara.
"Ini ponsel istrimu,ponselnya juga terkunci. Pasti dia menyembunyikan sesuatu diponselnya itu,kalau tidak ada apapun lalu buat apa dia mengunci ponselnya segala"Mamanya bicara dengan raut wajah yang masih marah.
" Ponsel Ara memang dari dulu selalu terkunci,tapi aku sendiri tahu kok kata sandi ponselnya itu. Karena Ara sendiri yang memberi tahunya" kata Arya sambil menatap Mamanya .
Mamanya langsung terdiam saat mendengar ucapan anaknya itu
"Kalau begitu cepat buka ponsel istrimu itu,karena Mama yakin kalau semua ini pasti dia yang melakukan" Mamanya bicara sambil menunjuk Ara. Matanya terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah dan buta oleh amarah.
Arya lalu membuka ponsel istrinya,dia mengecek semuanya. Tetapi dia tidak menemukan apapun.
Aris kemudian menyerahkan ponsel istrinya itu ke Mamanya.
"Tidak ada apapun diponsel Ara , kenapa Mama menuduh Ara terus? Aku yakin kalau yang merekam Mama adalah para tetangga disini,buktinya waktu Mama bicara dengan Tante Ami yang merekamnya adalah tetangga disini. Kalau Mama masih curiga dengan Ara silahkan Mama cek sendiri ponsel Ara " sambil menyerahkan ponsel milik istrinya itu ke Mamanya.
Mamanya langsung mengambil ponsel itu dari tangan Arya.
Dia lalu mengecek ponsel itu dengan sangat teliti,tetapi dia tidak menemukan apapun.
"Kenapa tidak ada " gerutu Mamanya dengan rahang menjadi tegang dalam postur menggigit yang menekan bibir bawah ke depan dan membuat mulut melengkung ke bawah.
"Bagaimana ? apakah Mama sudah menemukan apa yang Mama cari ? " tanya Arya dengan alis mata rendah mendekati mata dan tersimpul jelas ,yang membuat lebih banyak kerutan.
Arya begitu marah dengan orang tuanya. Dia baru sadar kalau orang tuanya selama ini tidak menyukai istrinya, dan semuanya sudah terlihat jelas dari cara mereka bicara kepada istrinya.
__ADS_1
"Rasanya ingin sekali membelikan Ara sebuah rumah,agar tidak ada yang mengganggu rumah tanggaku. Dari awal pertama menikah mereka selalu membuatku agar membeci istriku sendiri. Harusnya mereka yang mengajariku bagaimana caranya menjadi seorang suami yang baik ,tetapi mereka malah melakukan hal yang sebaliknya. Dulu aku sudah berniat ingin membeli rumah untuk istriku agar tidak ada pertengkaran antara menantu dan mertua,tetapi mereka begitu melarangku . " gumam Arya bicara di dalam hatinya dengan alis mata naik dan saling mendekat.
"Pasti dia menyuruh seseorang untuk merekam semuanya, " ucap Mamanya sambil menatap Ara dengan tatapan benci.
"Sebenarnya apa salahku ? Kenapa kalian begitu membenciku? Kalau kalian membenciku buat apa kalian dulu menginginkan aku menjadi menantu kalian? Bahkan Mama begitu tega ingin memisahkan aku dengan anakku sendiri. Bukannya Mama seorang perempuan juga, kalau seandainya dulu Mertua Mama ingin memisahkan Mama dengan Kak Arya . Bagaimana perasaan Mama kalau Mama sendiri yang berpisah dengan anak Mama ? Membayangkannya saja pasti sudah sangat menyakitkan bagi Mama" Ara bicara dengan mulut terkatup ke dalam sebuah garis dengan garis menurun keras pada sudut.
"Kami membencimu karena semenjak Arya menikah denganmu ,dia selalu marah-marah kepada orang tuanya sendiri. Dan pasti kamu yang selalu menghasut putra kami" ucap Papa dan Mamanya. Matanya melotot dan mukanya merah padam menatap Ara
" Aku sendiri juga bisa memisahkan Mama dengan anak Mama sendiri. Tetapi aku tidak mau melakukannya karena aku bukan wanita licik seperti Mama"kata Ara berbisik ditelinga Mama mertuanya
"Harusnya aku yang disini marah kepada mereka, karena perbuatannya itu aku yang jadinya menanggung semuanya"gumam Arya dihatinya.
"Hentikan! " teriak Arya dengan suara keras sambil menggebrak meja. "Kalian tahu kenapa aku selalu marah-marah selama ini kepada kalian? Itu karena kalian selalu berpikir negatif dengan istriku,dan kalian juga selalu menghasutku agar aku membenci istriku sendiri. Kenapa kalian tidak bisa melihat kebaikan Ara sedikitpun ? Saat Mama pura-pura sakit yang mengurus Mama dirumah siapa? Menantu Mama sendiri. Dia yang merawat Mama dengan tulus , memijat kaki Mama,mencuci baju kalian, memasak ,dan dia juga membersihkan rumah ini . Tetapi kalian malah membalasnya dengan seperti ini. Harusnya aku dan Ara yang marah-marah kepada kalian,karena ulah kalian kami yang jadinya menanggung malu. Mulai sekarang kalau Mama ingin menyuruh Ara memasak ,Mama harus membelikan dia bahan-bahan memasak dulu,karena aku selama ini tidak pernah memberikan dia uang. " balas Arya sambil menatap orang tuanya.
"Sudah Kak,biarkan saja. " ucap Ara sambil melihat raut wajah suaminya yang terlihat begitu marah.
"Ara maaf ya, kedua orang tuaku begitu jahat kepadamu" Arya bicara sambil menundukkan kepalanya.
Kemudian dia membantu istrinya mencuci piring.
Setelah selesai Ara pergi ke kamarnya ,sedangkan suaminya pergi menemui Mamanya
Saat Ara ingin ke dapur mengambil air minum,tiba-tiba dia mendengar pembicaraan suaminya dan Mama mertuanya diruang tamu.
"Ma,tolong kembalikan uangku yang tadi aku gunakan untuk mengganti rugi uang para warga. Aku sekarang tidak memiliki uang sama sekali didompetku" Arya bicara sambil memperlihatkan isi dompetnya yang kosong .
__ADS_1
" Siapa suruh tadi kamu mengembalikan uang mereka ? Mama saja tidak mau mengembalikan uang mereka ,tetapi kamu sendiri malah mau mengganti rugi uang mereka . Jadi kalau sekarang kamu tidak memiliki uang ya itu urusanmu dong! Siapa suruh mengganti uang mereka." kata Mamanya dan langsung memalingkan wajahnya.
"Bagaimana aku tidak mengembalikannya , kalau warga sendiri begitu marah dan ingin mengusir Mama kalau uang mereka tidak dikembalikan. Mama sungguh sangat keterlaluan sekali." ucap Arya dan langsung meninggalkan Mamanya.
Ara yang melihat semuanya merasa kasihan dengan suaminya itu.Dia lalu ke dapur mengambil air,setelah itu menemui suaminya.
"Kak Arya ,apa Kakak akan berangkat kerja sekarang ? " tanya Ara menghampiri suaminya itu.
"Ya Ra, kamu tidak apa-apa kan disini ? Dan kalau orang tuaku melakukan sesuatu yang menyakiti hatimu lagi, kamu hubungi saja aku" kata Arya sambil tersenyum kepada istrinya.
Arya sudah bertekad,kalau orang tuanya melakukan sesuatu yang berhubungan dengan istrinya lagi , maka dia akan menjual mobil lamanya dan uangnya akan dia gunakan untuk mengontrak rumah .
"Kak.. ambillah uang ini,tapi maaf karena mungkin jumlahnya tidak terlalu banyak.Tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Kakak dengan Mama " ucap Ara sambil memberikan uang sejumlah 1 juta rupiah ke suaminya.
Arya langsung terkejut melihat istrinya memberikan uang kepadanya. Matanya membulat dan lebar.
"Maaf Ra,aku tidak bisa menerima uang pemberianmu itu . Aku selama ini tidak pernah memberimu nafkah ,jadi mana mungkin aku bisa mengambil uang yang kamu berikan ini " balas Arya sambil memakai kemeja.
"Tidak apa-apa Kak,aku ikhlas kok memberikannya" kata Ara sambil memaksa suaminya agar menerima uang itu.
Tetapi suaminya tetap tidak mau menerima uang pemberian istrinya itu.
" Tidak usah,kamu simpan saja uang itu untuk keperluanmu sendiri " Arya bicara sambil mengusap kepala Ara dan mencium kening istrinya.
Dia lalu pergi meninggalkan istrinya.
__ADS_1