Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Amarah


__ADS_3

"Teleponku di matiin sama Qilla," ucap Bian dengan wajah yang terlihat sudah kesal.


Ara hanya diam saja sambil berpikir.


" Kalau kamu tidak percaya ,maka mulai sekarang biar kamu yang pegang ponselku. Dan mulai sekarang , kamu boleh mengikutiku kemanapun aku pergi," kata Bian sambil menatap wajah istrinya .


Bian merasa frustasi melihat istrinya hanya diam saja.


" Sayang, tolong percayalah padaku! " ujar Bian dengan wajah yang terlihat sedih.


Ara menghela nafas besar, duduk kembali dengan pikiran yang masih bertanya-tanya.


" Sayang , lebih baik kita temui Qilla biar semuanya jelas. Aku tidak mau rumah tanggaku hancur cuma karena masalah ini," ucap Bian yang langsung mengajak Ara untuk menemui Qilla.


" Jika di lihat dari lagak Bian menanggapi masalah ini , sepertinya dia bicara jujur. Namun, kalau di lihat dari WA Qilla,sepertinya Bian sudah biasa terima WA dari Qilla dalam kategori Wa tidak biasa." Pikir Ara yang langsung mengikuti Bian.


Setelah sampai di depan kamar Qilla, Bian langsung mengetuk pintu kamar itu.


" Bi-Bian, tumben kamu datang ke kamarku ," ucap Qilla dengan gugup.


"Qilla , apa maksudmu mengirim pesan Wa seperti itu padaku ? Kapan aku memberikanmu kalung seperti itu kepadamu ? " Bian bicara dengan nada tinggi dan rahang yang sudah mengeras.


" Bian, kan kamu sendiri yang memberikan kalung ini kemarin di depan Kakakku, masak kamu sudah lupa dengan semuanya. Kamu juga berjanji padaku kalau kamu ingin menceraikan istrimu demi aku." Balas Qilla sambil melihat Bian


"Apa ? " ucap Ara yang tampak terkejut.


" Sayang, tolong jangan percaya dengan ucapan Qilla ! Aku dan dia tidak pernah ada hubungan apapun," sahut Bian


" Tapi aku bicara jujur padamu, kami bahkan sering tidur bersama," ujar Qilla sambil tersenyum


"Qilla ,"teriak Bian. "Kalau sampai rumah tanggaku hancur karenamu , maka aku juga akan menghancurkan hidupmu," kata Bian dengan wajah berapi-api


" Bian , aku tahu kamu merahasiakan hubungan kita karena merasa takut jika Ibumu marah , tapi aku tidak kuat menunggu semuanya," balas Qilla dengan manja


" Dasar wanita murahan,kamu pengganggu rumah tangga orang. Penggoda suami orang, aku akan menyebarkan fotomu itu di sosial media.Kenapa tidak sekalian saja kamu kirimkan fotomu saat mandi ? Tapi kamu tenang saja , aku akan relakan suamiku jika dia memilihmu dan menceraikanku,"


Qilla diam dengan menghela nafas besar. Wajahnya memerah karena malu mendengar ucapan Ara

__ADS_1


" Tapi yang di katakan Qilla memang benar, Bianlah yang memberikan kalung itu,"sahut Kakak Qilla yang baru saja datang.


" Ternyata kalian berdua memang sama saja, " teriak Bian terlihat semakin marah sambil mengepalkan tangannya.


" Sudah berapa banyak suami orang yang kamu rayu dengan mengirimkan foto tubuhmu ? Kalau kamu mau , aku akan bantu promosikan foto itu pada lelaki yang haus. Jangankan uang, hasratmu juga akan tersalurkan," balas Ara


" Kamu ! " Qilla mengangkat tangannya ingin menampar Ara. Tapi dengan cepat Ara menepis tangan Qilla dan kemudian dia menelintir karena saking geramnya.


"Sayang, biarkan aku yang mengurus masalah ini , " kata Bian dengan khawatir.


" DIAM ," teriak Ara dengan mata melotot pada suami


" Aw ! Sakit ! " teriak Qilla dengan muka mengeryit. Akan tetapi Ara tidak mau melepaskan Qilla karena emosinya yang belum pergi. Dan Ara ingin melakukan lebih, karena dia sudah capek hanya diam saja.


" Kamu kira aku akan diam saja saat kamu melakukan semuanya ? Aku akan menyebarkan fotomu itu beserta bukti WA yang kamu kirimkan ,biar semua orang lihat seperti apa dirimu. Aku yakin orang tuamu pasti sangat marah karena putrinya sangat murahan," Ara semakin kuat menelintir tangan Qilla.


" Dulu aku memang diam saja, tapi sekarang aku tidak akan seperti itu lagi," pikir Ara


" Seorang pelakor sepertimu harus di kasih pelajaran. Kamu mau pamer bagian tubuhmu yang mana lagi ? Sini aku bantu fotokan dan langsung akan aku sebarkan ," teriak Ara dengan wajah yang berapi-api.


" Diam disana ," teriak Ara yang semakin marah. "Kalau kamu mendekat maka aku akan melukai wajah adikmu ini," balas Ara yang sudah membawa sebuah pisau di tangannya.


"Sayang, tenanglah dulu! " kata Bian sambil menatap istrinya yang sudah di selimuti oleh api amarah.


" DIAM ," teriak Ara pada suaminya. "Ini karena kamu telah berani menyakitiku, dan aku juga akan memberimu pelajaran," ucap Ara


Ara kemudian menarik rambut Qilla.


" SAKIT ! " teriak Qilla sangat kencang hingga mengganggu pendengaran. Teriakan Qilla hingga terdengar oleh orang luar yang kebetulan lewat.


" Sayang ,tolong hentikan ! Aku tidak pernah selingkuh dengan Qilla. Aku hanya mencintaimu. Lagian mana berani aku melihat perempuan lain , apalagi seluruh kekayaanku sudah aku atas namakan kamu, dan kamu juga sudah tahu akan hal itu," kata Bian yang merasa khawatir dengan istrinya.


" Apa ? " ucap Tio yang kaget mendengar ucapan Bian. Tio lalu menatap adiknya


" Qilla ,Kakak tidak setuju kamu bersama Bian." Kata Tio dan setelah itu dia menatap Ara.


" Ara ,tolong lepaskan adikku. Adikku tidak pernah berselingkuh dengan suamimu. Berkali-kali adikku menggoda suamimu , tapi dia tidak pernah berhasil. Masalah kalung itu ,yang membeli adalah aku sendiri, dan ini buktinya. Kalau kamu masih tidak percaya, kamu bisa datang ke tokonya langsung dan mengecek CCTV disana." Tio menyerahkan sebuah nota kepada Ara.

__ADS_1


" Jadi kalian berniat ingin menghancurkan rumah tanggaku begitu ?" Ara menarik rambut Qilla lagi.


"SAKIT ! " teriak Qilla yang sudah menangis


"Sayang, tolong lepaskan Qilla! Biar aku yang memberi mereka pelajaran," sahut Bian


" Ugh ! " Ara mendorong kasar Qilla hingga dia terjengkang di lantai, sehingga membuat kursi yang ada di sampingnya tergeser karena tubuhnya.


" Aak ! "Qilla kesakitan di lantai


Tio langsung menghampiri adiknya.


Qilla bangkit dari lantai . Dia bangun di bantu oleh Kakaknya, dan mukanya masih mengeryit kesakitan.


" Makanya, jangan coba-coba cari masalah," ujar Ara


Ara terus menatap Qilla yang masih kesakitan. Ara juga tersenyum lebar pada Qilla karena merasa senang sakit hatinya terobati.


" Kakak, " ucap Qilla yang langsung mengeluarkan air matanya.


" Sayang , lebih baik kita pergi dari sini." Ucap Bian.


" Awas saja , kalau kalian membuat masalah lagi," ancam Bian yang langsung mengajak Ara keluar dari kamar Qilla


Setelah sampai di kamar , Ara hanya diam saja.


" Sayang , apa kamu masih marah padaku ?"


Tapi Ara tetap diam saja.


" Masak kamu masih marah padaku, padahal aku juga tidak melakukan semua itu," kata Bian


" Maafkan aku, aku yang salah karena tidak percaya padamu." Balas Ara yang merasa bersalah pada suaminya.


" Tidak apa-apa, aku mengerti kok. Tapi barusan kamu sangat hebat sekali," sahut Bian sambil tersenyum


" Aku sangat mencintaimu. Perasaanku sudah ada saat aku lulus SMA hingga sekarang , jadi mana mungkin aku melakukan itu," jawab Bian yang kemudian memeluk Ara.

__ADS_1


__ADS_2