
Mika menelan saliva hingga tenggorokannya kering saat memandang tubuh Papa mertuanya yang terlihat perkasa. Tubuhnya merinding disco membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Papa mertuanya melihat setiap inci bagian tubuh Mika yang tidak berpenghalang.
Suhu pasangan itu semakin memanas. Dinginnya AC tidak mampu lagi mendinginkan tubuh mereka yang terbakar oleh api gairah yang semakin memuncak
Bibir Mika memekik pelan ketika Papa mertuanya menelusuri bagian inti tubuhnya menggunakan jemari. Kupu-kupu diperut Mika sudah terkumpul seperti hendak meledak.
Terlebih lagi ketika bibir Papa mertuanya beralih pada dua persik ranum miliknya. Mika tidak mampu lagi menahan bibirnya untuk mendesah diikuti dengan punggungnya yang melengkung.
Kedua kaki Mika merapat,bergerak gelisah dengan kedua tangan mencengkram erat sprei hingga berkerut.
"Teruslah mendesah, sayang. Aku suka suaramu yang terdengar sangat seksi," bisik Papa mertuanya.
Tangannya terus bergerilya mengusap titik-titik sensitif tubuh Mika.
Mika tidak bisa mendengar ucapan Papa mertuanya lagi, karena sentuhan Papa mertuanya sangat memabukkan.
Tubuh Mika tersentak ketika sebuah benda keras menyeruak masuk ke dalam dinding vaginanya.
Hanya suara *******,dan lenguhan menggema di ruangan itu. Nafas keduanya terengah-engah dengan keringat yang terus keluar membanjiri tubuh mereka.
"Olahraga malam yang sangat melelahkan," ucap Papa mertuanya setelah berbaring di sisi Mika. Nafasnya masih memburu setelah merasakan nikmat dunia yang tiada tara. Beban di pundaknya terasa ringan setelah melampiaskan semuanya.
"Maaf ,ya sayang. Kalau malam ini Papa mengganggu tidur nyenyakmu, baik-baiklah di dalam sana,"ucap Papa mertuanya sambil mengusap perut Mika.
" Aku sangat mencintaimu,"kata Mika sambil memeluk Papa mertuanya.
"Aku juga sangat mencintaimu,"balas Papa mertuanya.
Setelah itu Papa mertuanya pergi ke dapur untuk makan, semenjak istrinya sakit dia selalu menjaga jarak dari istrinya. Menurutnya wajah sang istri sekarang ini sudah seperti seorang nenek-nenek .
~~
Di kamar ibu Intan ...
Ibu Intan meraba-raba tempat tidur yang ada di sampingnya karena ingin memeluk suaminya ,akan tetapi dia tidak menemukan suaminya. Dia berlahan membuka matanya.
"Lho ..Papa kok belum kembali ? Tidak mungkin kan dia makan hingga 2 jam lebih." pikir Ibu Intan.
Dia kemudian beranjak dari tempat tidurnya,dan keluar dari kamarnya.
Ibu Intan pergi ke dapur,dan disana dia melihat suaminya lagi makan.
" Pa ,Papa tadi habis dari mana ? "tanya Ibu Intan dengan raut wajah yang tampak marah.
Dia terkejut dan langsung salah tingkah saat istrinya bertanya seperti itu, tetapi dia berusaha agar terlihat tenang.
__ADS_1
" Dari tadi Papa hanya duduk di sini . Memang kenapa ? "
"Papa 2 jam lebih tidak ada di kamar, masak membuat makanan selama itu ." ucap Ibu Intan merasa curiga
"Papa tadi duduk di teras dulu sambil merokok, setelah itu baru pergi ke dapur. Memang kenapa sih ? Kok kamu seperti curigaan begitu ? "
" Wajar kan kalau istri merasa curiga. Ini karena kamu keluar kamar begitu lama. Awas saja kalau kamu selingkuh dariku. Apalagi selama aku sakit kamu tidak pernah mau aku sentuh. Padahal aku pingin sekali dilayani olehmu." ujar Ibu Intan marah
"Kondisimu sudah seperti ini ,tapi kamu masih juga memikirkan hubungan seksual. Jalan kaki ke warung depan saja kamu tidak kuat, tapi ini malah minta di layani terus. Kalau aku menuruti keingianmu, dan seandainya saja kamu meninggal saat berhubungan denganku. Pasti Kakakmu itu akan memarahi aku " terang suaminya
~~
Di rumah Ara
Ara lagi menemani si kembar di ruang tamu,sedangkan Aris lagi bersiap untuk pergi bekerja.
"Ting..tong..ting ..tong," suara bel dari pintu utama berbunyi.
Ibunya langsung pergi ke pintu utama.
"Selamat pagi Tante, Arisnya ada ?"
"Selamat pagi,kamu siapa ya ? " tanya Ibunya Ara
"Tante masak lupa denganku,aku ini Viona sahabat Aris." ucap Viona tersenyum.
"Betul Tante, Apa Aris ada di rumah Tan ? " tanya Viona
"Wahh..kamu sekarang cantik sekali. Aris ada di kamarnya ,dia lagi bersiap untuk pergi bekerja. Ayo silahkan masuk." kata Ibunya menyuruh Viona untuk masuk ke dalam.
Viona lalu masuk ke dalam sambil tersenyum.
Mata Ara terbelalak lebar melihat Viona datang ke rumahnya.
" Dia memang wanita yang pemberani,sepertinya aku harus berhati-hati dengannya." pikir Ara sambil menatap Viona
"Silahkan duduk , dan perkenalkan ini putri Tante namanya Aranika. " ucap Ibunya.
" Aku sudah mengenalnya kemarin saat di pesta ulang tahun temanku. Tapi aku tidak tahu kalau Tante memiliki seorang putri, aku kira Tante hanya memiliki Aris saja,soalnya dulu aku tidak pernah melihatnya saat kemari." terang Viona
"Dulu dia lebih sering ikut ke toko bersama Bapaknya. Kalau begitu kalian mengobrol saja dulu ya !" jawab Ibunya tersenyum.
Sedangkan Ara lebih memilih mengajak si kembar berbicara,dari pada menyapa Viona.
"Masih muda tetapi sudah jadi janda, kasihan sekali sih nasibmu. Pasti kerjaanmu setiap hari selalu menggoda laki-laki, makanya mantan suamimu menceraikanmu," cibir Viona sambil menatap Ara.
"Aku yang menceraikan mantan suamiku ,bukan suamiku. Lebih baik kamu diam saja kalau tidak tahu apapun tentang aku." ucap Ara dengan wajah yang terlihat merah padam
__ADS_1
"Aku tidak percaya tuh ! Dasar janda gatel, pasti kamu mendekati Aris hanya untuk mencari hartanya saja. Kalau kamu menikah dengan Aris ,sudah pasti hidup anakmu sangat terjamin. Pasti itu niat burukmu, tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi" jawab Viona dengan alis mata rendah mendekati mata,dan tersimpul jelas yang membuat lebih banyak kerutan.
"Bercerminlah dahulu sebelum kamu membuat cermin untuk orang lain. Merendahkan orang lain berarti menunjukkan kelemahan dirimu sendiri."
" Aku hanya minta kepadamu untuk memutuskan hubunganmu itu dengan Aris. Kalau kamu tidak mendengarkanku , maka aku akan membuat hidupmu dibenci oleh semua orang dan termasuk orang tuamu sendiri."balas Viona tersenyum licik
"Memangnya kamu itu ' Tuhan' yang dengan seenaknya ingin hidup orang lain menderita. Ini adalah hidupku, kenapa malah kamu yang jadi sutradaranya ? " jawab Ara dengan wajah berapi-api.
5 menit kemudian, Ibu Ara datang .
"Nak Viona, silahkan diminum dulu minumannya. "
"Iya Tante ,terimakasih " balas Viona tersenyum
"Kalau begitu Tante kebelakang dulu ya ?"kata Ibu Ara tersenyum.
"Iya Tante ,"
Baby sister si kembar lagi sakit ,jadi sekarang Ara mengurus si kembar sendirian.
Saat Ara mengajak si kembar bicara, tiba-tiba Viona menumpahkan minuman itu ke rambutnya sendiri.
Setelah itu menaruh gelas minuman itu di depan Ara.
"Aaaaaa.." suara teriakan Viona membuat seisi rumah datang menghampirinya.
Ara ,dan si kembar begitu kaget mendengar teriakan Viona.
"Viona, Kamu kenapa nak ?" tanya Ibunya Ara.
" Tante , aku disiram pake minuman itu oleh Ara. Padahal aku hanya ingin menggendong si kembar." kata Viona menangis sambil menunjuk ke arah gelas minuman yang ada di depan Ara.
"Ara ? Kenapa kamu melakukan itu ? Dia kan hanya ingin menggendong si kembar. Kenapa kamu sampai marah begitu ? " tanya Bapaknya dengan raut wajah yang tampak marah
"Dia sepertinya tidak suka denganku Om, dia marah gara-gara di pesta dansa kemarin aku dan Aris yang terpilih untuk memandu dansa." terang Viona yang tidak membiarkan Ara untuk bicara.
"Pantas tadi kamu tidak menyapa Viona ,ternyata kamu marah dengannya ," kata Ibunya
"Viona ,Kapan kamu datang ? " tanya Aris
"Aku baru saja sampai, padahal aku ingin bekerja di tempatmu, tetapi keadaanku malah seperti ini." ucap Viona menangis.
" Ara , kenapa kamu melakukan ini ? Masak cuma karena masalah itu kamu jadi marah dengan Viona" kata Aris menatap Ara
"Tapi aku tidak melakukan apapun," teriak Ara marah
"Tapi gelas minumannya ada didepanmu." sahut Aris sambil menatap gelas minunan yang ada di depan Ara.
__ADS_1
"Sudah..sudah...sudah .. jangan ribut lagi. Nak Viona ,tolong maafkan putri Bapak ya ! " ucap Bapaknya merasa tidak enak.