Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Mencari Ara


__ADS_3

Setelah sampai di depan kamar Ara, Aris mengetuk pintu kamar itu.


" Tok...tok...tok...tok..."pintu kamar itu di ketuk berkali-kali oleh Aris akan tetapi tidak ada yang membukanya.


" Ara , apa kamu masih tidur ? tolong buka pintunya."ucap Aris yang terus mengetuk pintu kamar itu.


Karena tidak kunjung di buka ,Aris lalu menghampiri Om dan Tantenya.


" Om ,Tante pintu kamarnya tidak di buka, padahal aku mengetuknya sudah berkali-kali,"jawab Aris dengan wajah murung.


"Mudah-mudahan si Ara mati karena bunuh diri," gumam Viona di dalam hatinya sambil tersenyum licik.


"Biasanya si kembar jam  05:00 sudah bangun . Tapi sekarang tumben sepi sekali."terang Omnya


" Jangan-jangan Ara bunuh diri lagi,"  balas Viona dengan wajah yang pura-pura panik.


Mendengar ucapan Viona itu, mereka semua begitu panik.  Mereka lalu menuju ke kamar Ara.


"Tok...tok ...tok.." Ara tolong buka pintunya nak," kata Bapaknya.


Aris mencoba memegang gagang pintu itu .


" Ceklek.." pintu itu terbuka


" Pintunya tidak di kunci Om ," kata Aris


Mereka masuk ke dalam kamar Ara, namun mata mereka terbelalak lebar karena melihat kalau di kamar itu tidak ada siapapun di sana.


" Kenapa Ara, dan bayinya tidak ada ? " tanya Ibunya panik.


Aris membuka lemari pakaian Ara. Dia begitu terkejut saat melihat kalau lemari itu telah kosong.


" Pakaian Ara ,dan si kembar tidak ada. Sepertinya Ara pergi dari rumah ," ucap Aris dengan wajah yang terlihat sedih dan panik.


" Ya Tuhan, kenapa Ara begitu nekad begini. Kemana dia akan membawa bayinya."balas Ibunya menangis


Viona tersenyum melihat semuanya.


" Ternyata gampang sekali membuatnya pergi, padahal aku mau menjalankan rencanaku yang ke dua ," gumam Viona di hatinya.


Tiba-tiba Aris melihat secarik kertas di tempat di tidur Ara. Dia lalu mengambil kertas itu.


" Om  ,Ara meninggalkan surat ."ucap Aris yang langsung membuka surat itu.

__ADS_1


Om ,dan Tantenya lalu menghampiri Aris. Sedangkan wajah Viona terlihat pucat pasi.


📃 [ Untuk orang tuaku, terima kasih karena selama ini sudah membesarkanku. Biarkan aku pergi , dan anggap saja kalau putri kalian sudah meninggal dunia. Jujur aku kecewa dengan kalian. Dulu kalian yang memaksaku menikah hingga hidupku menderita, dan sekarang kalian membuatku menderita lagi. Aku putri kalian ,tetapi kalian lebih percaya ucapan orang lain dari pada putri kalian sendiri. Viona menumpahkan minumannya sendiri di kepalanya, tetapi kalian tidak percaya ucapanku. Viona menampar wajahnya sendiri ,tetapi kalian lebih percaya ucapan Viona dari pada ucapan putri kalian sendiri. Hatiku begitu sakit dengan sikap kalian itu,dan sikap kalian tidak jauh berbeda dengan keluarga Arya. Untuk Kak Aris , aku kecewa padamu. Aku kira kamu adalah laki- laki yang akan selalu melindungi dan menjagaku,tetapi setelah kedatangan sahabatmu, kamu itu tidak jauh berbeda dengan Kak Arya. Tolong Kakak jaga sahabat Kakak itu, karena dia lebih gila dari pada aku. Jangan biarkan sahabat Kakak membawa pisau terus, karena mungkin dia akan melukai orang lain seperti dia ingin membunuh anak-anakku. Kalau aku terus berada di sini, pasti akan muncul drama baru yang di buat oleh Viona. Dan kalau aku terus berada disini, pasti Viona akan membunuh anak-anakku , dan setelah itu pasti kalian akan membawaku ke rumah sakit jiwa. Untuk Kak Aris, tolong lupakan aku , karena aku merasa menyesal sudah menerima lamaranmu . Dan tidak usah mencariku, karena aku benci kalian semua. Aku sudah menganggap kalian semua telah tiada. Untuk kamu Viona , aku yakin kamu sekarang ada di rumahku ,dan merasa senang karena aku telah pergi, tapi kamu tunggu pembalasanku. ]


Mereka kemudian menangis. Wajah Viona semakin pucat pasi, tetapi dia berusaha untuk bersikap tenang .


Aris menatap ke arah Viona dengan wajah yang terlihat sangat marah. Jari -jemarinya tampak terkepal, wajahnya seperti hewan buas yang siap menerkam mangsanya. Dia lalu menghampiri Viona.


" Viona , apa benar yang di katakan Ara ? " tanya Aris dengan wajah berapi-api.


" Aku tidak pernah melakukannya, mungkin Ara bicara seperti itu karena dia merasa takut untuk pergi ke psikiater."ucap Viona sambil menatap Aris.


" Berikan tasmu, " kata Aris


" Untuk apa ? " tanya Viona tidak mengerti.


" Berikan saja," jawab Aris dengan nada marah .


Viona kemudian memberikan tasnya, dan Aris lalu memeriksa tas Viona, akan tetapi Aris tidak menemukan benda yang dia cari, karena benda itu sudah di taruh di rumahnya.


" Aris apa yang sebenarnya kamu cari ?" tanya Viona


Akan tetapi Aris hanya diam saja, tidak menjawab ucapan Viona.


" Mana mungkin aku berani melakukan hal seperti itu, kalian juga sudah mengenalku begitu lama. Kalau kalian curiga denganku, kalian bisa bertanya dengan Papaku mengenai sifatku selama ini, bukannya Om dan Papaku juga bersahabat dari kecil ? Membunuh semut saja aku takut, apalagi membunuh seorang manusia. Hanya orang gila yang berani membunuh manusia, " kata Viona membela diri.


Mereka diam karena merasa bingung harus mempercayai siapa.


" Viona, lebih baik sekarang kamu pulang dulu. Soalnya kami ingin pergi mencari Ara ."kata Aris


" Apa aku tidak boleh ikut ? " tanya Viona


" Kalau kamu ikut bersama kami, nanti kalau Ara melihatmu dia malah semakin marah ,dan tidak ingin pulang. Lebih baik kamu pulang saja dulu," ucap Aris.


" Baiklah kalau begitu, " jawab Viona dengan wajah yang sangat kesal.


Setelah Viona pergi ,mereka juga pergi untuk mencari Ara.


Ibu Ara terus menangis terisak - isak.


"Aris , coba kamu suruh seseorang untuk menyelidiki Viona, siapa tahu ucapan Ara benar. Dan sekalian juga kamu suruh seseorang untuk mencari Ara."perintah Omnya sambil menatap Aris.


"Iya Om ," balas Aris yang langsung menghubungi seseorang.

__ADS_1


Mereka lalu mencari Ara ke rumah Om dan Tantenya , tetapi dia tidak ada di sana. Malah mereka marah-marah dengan Aris dan orang tuanya ,karena begitu tega dengan Ara.


" Coba kita cari Ara ke rumah teman-temannya," terang Ibunya.


" Iya Tan," jawab Aris


3 jam kemudiam


" Kita nyari Ara kemana lagi ? " tanya Aris merasa bingung.


" Om juga bingung, " ucap Bapaknya Ara.


" Oh iya , aku hampir lupa.Masih ada satu sahabat Ara yang belum aku temui ."kata Aris menatap Om dan Tantenya


" Siapa ? " tanya Tantenya penasaran


" Namanya Bayu, tapi aku tidak tahu alamat rumah dan nomer teleponnya," terang Aris


" Coba minta nomer telepon Bayu ke teman Ara yang lain, " sahut Ibunya memberi solusi


"Apa nomer Ara sudah bisa di hubungi ?"tanya Aris menatap Omnya yang terus menerus menghubungi nomer Ara.


" Om sudah menghubungi nomer Ara, tetapi tidak bisa di hubungi."balas Omnya bingung.


" Aku sudah mendapatkan nomer Bayu," ucap Aris yang langsung menghubungi Bayu.


Tidak menunggu begitu lama telepon mereka diangkat oleh Bayu.


📞" Halo selamat siang , ini dengan siapa ? " tanya Bayu dari sebrang telepon


📞"Halo selamat siang Bayu, ini aku Aris Kakaknya Ara, apa aku boleh bertanya sesuatu ? " tanya Aris


📞"Boleh ,memangnya mau bertanya apa ? " tanya Bayu pura-pura tidak tahu.


📞" Apa Ara sekarang bersamamu ? Soalnya dia pergi dari rumah," kata Aris


📞" Apaaa ? Kapan Ara kabur dari rumah ? Soalnya baru kemarin siang aku mengantarnya pulang ke rumah ." jawab Bayu pura-pura terkejut.


📞" Apa dia tidak bersamamu ? " tanya Aris


📞" Tidak, aku baru saja ingin ke rumahmu mencari Ara, soalnya nomernya tidak bisa dihubungi dari tadi pagi."kata Bayu berbohong


Setelah itu Aris menutup sambungan telepon itu begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2