
Ara langsung menuju ke kamar mertuanya.
"Mama mertua selalu saja bergosip . Dia selalu saja menjelekkanku diluaran sana. Aku memilih diam karena tidak mau melawan orang yang lebih tua dariku. Aku selalu menghormati mertuaku seperti aku menghormati orang tuaku sendiri. Seumur hidupku aku belum pernah melawan orang tua,aku selalu memilih diam jika orang tuaku memarahiku karena menurutku mereka seperti itu karena khawatir denganku. Sama halnya dengan mertuaku,aku juga selalu diam jika dia memarahiku,walaupun mertuaku yang salah tetap aku memilih untuk diam. Tapi lama-kelamaam aku lelah juga kalau hanya diam saja melihat perilakunya itu, kesabaran seseorang itu ada batasnya. Kalau sekarang aku diam ,mungkin besok dia akan melakukan hal yang lebih parah dari ini"gumam Ara dihatinya sambil mengetuk pintu Mama mertuanya.
Seperti biasa Mama mertuanya tidak membalas ucapannya ,dan Ara kemudian langsung membuka pintu kamar mertuanya.
Disana Mama mertuanya lagi melihat ponselnya.
"Ma..aku mau bertanya dengan Mama ?" Ara bertanya dengan ekspresi wajah yang sudah tampak marah.
Tetapi Mama mertuanya tidak menjawab ucapan Ara sama sekali, dia bahkan selfi didepan Ara. Dia tidak memperdulikan Ara yang berdiri disana ,seolah tidak ada siapapun disana.
Ara yang melihat tingkah mertuanya itu amarahnya bagaikan nyala api yang menyala berkobar-kobar.
"Ma..apa benar kalau Mama dapat ngomong ke tetangga kalau restoran Kak Arya hampir bangkrut karena aku yang selalu menghambur-hamburkan uang milik Kak Arya. Mama juga bilang ke mereka kalau Kakakku bersedia setiap hari mengantarku ,karena selalu diberi uang oleh Kak Arya . Apa benar Mama bicara seperti itu ke mereka? " tanya Ara dengan amarah menggebu .
Dia juga sebenarnya merasa ketakutan ,karena dia belum pernah melawan orang yang lebih tua . Tetapi dia berusaha agar terlihat berani dan kuat.
"Kamu jangan asal menuduh Mama, dari tadi Mama hanya di rumah saja " teriak Mama mertuanya yang ikut marah ke Ara
" Tapi Ibu Harum yang bilang begitu ke aku, dan kalau perkataan Ibu Harum tidak benar lalu dari mana dia bisa tahu kalau restoran Kak Arya hampir bangkrut ? Sudah pasti orang yang ada di dalam rumah ini yang bercerita " kata Ara dengan mata terbuka lebar dengan titik pupil yang tampah marah dan buta oleh amarah.
" Kenapa kamu malah menuduh Mama terus ? Kamu mau menjadi menantu yang durhaka ? Mungkin saja suamimu yang bercerita ke mereka. Suamimu itu walaupun dia laki-laki tapi mulutnya kayak perempuan. Dia suka sekali bergosip dengan tetangga." ucap Mamanya sambil memainkan ponselnya lagi.
"Wah parah sekali Mama mertuaku ini, masak anak sendiri dijelek-jelekkan . Untung aku merekamnya,nanti akan aku perlihatkan pada anaknya "gumam Ara dihatinya .
"Kalau begitu sebaiknya Mama keluar dulu, aku akan memanggil Ibu Harum untuk mengklarifikasi masalah ini " Ara bicara sambil menarik gagang pintu kamar mertuanya hingga terbuka.
__ADS_1
Mama mertuanya yang mendengar itu sudah ketakutan dan panik,tapi dia berusaha menyembunyikan rasa paniknya itu.
Saat Ara akan melangkahkan kakinya keluar,tiba-tiba Mama mertuanya bicara.
"Ara ..lebih baik kamu istirahat, buat apa mencari Ibu Harum segala. Jangan melakukan sesuatu hal yang tidak penting disini , karena Mama mau istirahat " Mamanya bicara dengan raut muka pucat pasi dan jantungnya berdebar.
"Menurut Mama mungkin itu tidaklah penting, tetapi menurutku ini adalah suatu hal yang sangat penting yang harus segera diselesaikan " Ara langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar Mama mertuanya.
"Tuhan,maafkanlah aku. Mungkin sekarang adalah pertama kalinya aku menjadi seorang anak yang durhaka." gumam Ara dihatinya sambil meneteskan air matanya. Dia lalu mencari Ibu Harum.
"Permisi Bu,apa Ibu hari ini sibuk ? " tanya Ara kepada Ibu Harum yang lagi duduk didepan warung.
"Ibu tidak sibuk sama sekali, memangnya ada apa ya nak Ara ? " Ibu Harum bertanya dengan alis mata terangkat karena penasaran.
" Begini Bu, tadi aku sudah bertanya kepada Mama mengenai masalah yang tadi Ibu Harum ceritakan kepadaku. Tetapi Mama bilang kalau dia tidak dapat bicara apapun kepada Ibu Harum." Ara bicara sambil duduk disamping Ibu Harum
"Tapi Ibu bicara jujur kok nak" kata Ibu Harum menatap Ara
"Itu solusi yang bagus,kita temui sekarang saja ya ..mumpung suami Ibu dirumah, jadi ada yang menjaga warung Ibu "ucap Ibu Harum tersenyum
" Iya Bu,aku juga ingin masalah ini segera selesai"balas Ara
"Kalau begitu tunggu disini dulu ya! Ibu izin ke suami dulu ." kata Ibu Harum yang langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Iya Bu,silahkan ! " jawab Ara sambil tersenyum.
Ibu Harum kemudian masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
Tidak begitu lama Ibu Harum kemudian keluar menghampiri Ara.
" Ayo nak Ara,kita temui mertuamu sekarang"ucap Ibu Harum yang sudah berada di dekat Ara.
"Iya Bu" ucap Ara yang langsung bangkit dari tempat duduknya sambil memegang perutnya.
"Sebenarnya Mama mertuamu sudah dari dulu seperti itu sifatnya. Dia dari dulu suka sekali ngomong yang tidak benar. Dulu dia pernah juga dicari warga sini gara-gara nuduh tetangga mencuri ,padahal itu semua tidaklah benar. Disini semua tetangga tidak suka dengannya. Dari dulu setiap mertuamu diajak gotong royong membersihkan jalan dia pasti tidak pernah keluar,pasti dia hanya diam dirumah. Apalagi waktu Arya punya restoran,dia pamer kesana -kesini . Teriak-teriak memanggil tetangga disini cuma mau bilang kalau anaknya memiliki sebuah restoran. Mereka juga terkenal pelit sekali. " terang Ibu Harum menjelaskan sambil berjalan.
"Masak seperti itu Bu?" tanya Ara dengan mulut mengkerut.
Setelah sampai didalam,Ara lalu mempersilahkan Ibu Harum duduk.
"Bu,tolong tunggu disini sebentar. Aku akan kedalam mencari Mama" Ara lalu meninggalkan Ibu Harum diruang tamu .
Ara mengetok pintu kamar Mama mertuanya .Karena tidak ada balasan dia lalu membuka pintu kamar itu.
"Ma .. ayo keluar, Ibu Harum sudah datang" ucap Ara tetapi tempat tidur Mama mertuanya tampak kosong.
"Kemana Mama mertua , biasanya dia selalu diam ditempat tidurnya. Apa mungkin di kamar mandi ya! " gumam Ara dihatinya sambil meletakkan jari tangannya pada gigi bawah bagian depan dengan mulut sedikit terbuka.
Ara lalu menuju ke kamar mandi.
"Ma..Ma ,apa Mama di dalam ? " tanya Ara sambil mengetuk pintu kamar mandi .
Tetapi tidak ada balasan sama dari dalam kamar mandi.
"Kalau Mama tidak membalas ucapanku ,maka pintunya akan aku buka." ucap Ara yang masih berdiri disana.
__ADS_1
"Kamu ini berisik sekali sih,Mama lagi BAB . Apa kamu pengin lihat Mama BAB" teriak Mamanya dari dalam kamar mandi.
Setelah itu Ara lalu meninggalkan Mama mertuanya dan pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Ibu Harum.