
Jam 05:25 Ara bangun,dia begitu kaget karena suaminya tidak ada disampingnya.
"Kemana Kak Arya ..apa dia tidur dikamar sebelah " Ara berpikir dengan alis mengkerut
Dia lalu bangun dan menuju kekamar sebelah.Ara mengetuk pintu itu dan memanggil nama suaminya tetapi tidak ada yg menyahut. Ara lalu membuka pintu kamar itu dan dia melihat disana tidak ada suaminya .
Ara lalu mengambil ponselnya,setelah dibuka dia melihat ada pesan masuk dari suaminya.Ara lalu membukanya.
"Ara, maaf untuk hari ini aku tidak bisa pulang kerumah. Pekerjaanku masih begitu banyak ,jadi aku memutuskan untuk lembur saja" kata pesan dari suaminya itu.
Ara yg melihat itu merasa begitu kesal. Alisnya menunjukkan campuran kesedihan dan memberengut.
" Boro-boro mau mengucapkan selamat ulang tahun kepada istrinya , bahkan dia saja tidak pulang kerumah" ucap Ara didalam hatinya dengan ekspresi wajah cemberut
Kemudian dia pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan . Setelah semuanya selesai dia langsung pergi mandi.Saat Ara berada dikamar , tiba-tiba mertuanya memanggil.
" Ara.. kemari sebentar" Papa mertuanya berteriak memanggilnya.
Ara lalu keluar menemuinya.
"Ada apa Pa? "tanya Ara menghampiri Papa mertuanya dengan alis mengkerut.
" Papa mau mengantar Mama berobat dulu,setelah itu kami akan kerumah neneknya Arya . Mungkin besok sore baru pulang" kata Papa Arya berbohong padahal mereka mau pergi jalan-jalan .
"Iya Pa"
"Ara.. apa tadi malam Arya tidak pulang? " tanya Mama mertuanya menatap Ara
"Iya Ma,katanya dia sangat sibuk direstorannya"
"Kalau nanti malam Arya tidak pulang juga, kamu minta tolong sama Kakakmu untuk menemanimu disini ya.." kata Mama Mertuanya
" Aku berani kok tidur sendiri disini"
" Bukan masalah berani,tetapi kamu lagi hamil . Dan sekarang perutmu sudah semakin membesar,kalau kamu sendirian disini nanti kalau terjadi sesuatu siapa yg akan membantumu? Mama tidak mau terjadi sesuatu dengan cucu Mama" jawab Mama mertuanya dengan kesal. Kepala dan alisnya mengarah kebawah sambil menunjukkan muka masam ke Ara.
" Baiklah Ma, nanti aku akan bilang ke Kakakku " jawab Ara cemberut.
" Kalau begitu kami pergi dulu " kata Papa mertuanya
__ADS_1
"Ya Pa , hati-hati dijalan ! "
Setelah mertuanya pergi dia lalu pergi kekamarnya.
" Oh iya,aku lupa membuka kado pemberian Kak Aris yg kemarin. Rasanya jadi penasaran dengan isi kadonya" kata Ara bicara sendiri.
Dia lalu mengambil kado pemberian Aris yg dia taruh didalam lemari. Dia sengaja menaruhnya didalam lemari karena dia takut kadonya hilang seperti waktu itu.
Dia lalu membuka kado itu.Dan saat dia mengetahui isinya, Ara merasa sangat terkejut dengan isi didalam kado itu.
"Ini bukannya baju yg ada dimall waktu itu..jadi selama ini Kak Aris benaran mencintaiku" kata Ara berbicara sendiri
"Aku jadi tidak enak dengan Kak Aris,selama ini dia selalu saja membantuku. Aku tidak mungkin akan terus bergantung padanya." katanya lagi dalam hati
Saat akan menaruh baju tersebut kedalam lemari,tiba-tiba ada yg mengetuk pintu rumahnya. Ara lalu keluar untuk membuka pintu tersebut.
" Kak Aris ? " ucap Ara begitu kaget. Alis matanya banyak terangkat dan matanya melebar tanpa iris menatap Aris didepan pintu.
"Kenapa wajahmu seperti itu? Apa wajahku terlihat seperti hantu? " tanya Aris bingung sambil menggosok dagunya dengan tangannya.
" Aku hanya merasa kaget karena Kakak datang pagi-pagi sekali" kata Ara tersenyum tipis.
" Memangnya aku tidak boleh datang pagi-pagi sekali ? "
"Kan Kakak bosnya ,jadi Kakak tidak pernah terlalu sibuk . Dan setiap Kakak jauh darimu,Kakak selalu merasa ketakutan. Takut kalau nanti keluarga suamimu memperlakukanmu dengan tidak baik lagi seperti dulu. Saat Kakak jauh darimu Kakak selalu melihat ponsel ,karena merasa takut nanti kamu menghubungi Kakak tetapi Kakak malah tidak mengetahuinya" kata Aris menjelaskan
" Kalau begitu duduklah dulu Kak "
Ara lalu kedapur membuat minuman untuk Aris.
" Minumlah dulu Kak! " kata Ara sambil menaruh minuman dimeja.
"Kenapa membuatkan Kakak minuman segala sih Ra, Kalau Kakak merasa haus kan Kakak bisa mengambil minuman sendiri. Kakak tidak tega melihatmu mengerjakan sesuatu dengan perut begitu besar seperti itu " jawab Aris sambil menatap Ara.
" Kan Kakak itu tamuku disini "
" Kenapa rumahmu begitu sepi.. apa Mama mertuamu sekarang lagi tidur ? " tanya Aris merasa bingung sambil menggosok punggung lehernya.
" Mertuaku lagi pergi Kak. Katanya mau berobat ,setelah itu kerumah neneknya Kak Arya . Besok sore baru mereka pulang"
__ADS_1
" Pantesan sepi, ini ada titipan kue dari Tante " sambil menyerahkan kue titipan Tantenya kepada Ara.
"Makasi ya Kak,ini kue bolu kesukaanku. Tapi kok tumben Ibu mengirimkan aku kue ? " tanya Ara merasa heran.
" Dia begitu khawatir denganmu. Dia juga yg menyuruhku datang pagi- pagi kesini. Mereka seperti itu karena merasa takut jika nanti kamu terjadi sesuatu lagi disini. Oh iya Ra ,Om dan Tante sudah tahu masalah vidio itu" kata Aris sambil melihat Ara.
"Apa? " jawab Ara begitu terkejut dengan mata membulat dan mulut terbuka
" Iya Ra,Om dan Tante tahu vidio itu dari tetangga"
"Lalu bagaimana reaksi mereka? " tanya Ara merasa penasaran
" Om dan Tante menyalahkan dirinya sendirinya. Mereka juga memintamu untuk bercerai dari Arya tetapi aku sudah menjelaskan semuanya kepada mereka . Dan mereka akhirnya mau mengerti,tapi kalau Arya seperti itu lagi maka mereka tidak bisa memberi kesempatan lagi "
"Iya Kak,aku bertahan karena kasihan pada anakku " kata Ara dengan mulut melengkung kebawah.
"Apa suami dan mertuamu tahu anakmu kembar ? Perutmu terlihat begitu besar karena ada 2 janin di dalam kandunganmu. Padahal usia kandunganmu baru berusia 6 bulan tapi sudah terlihat seperti 9 bulan. Mereka juga begitu tega menyuruhmu mencuci baju mereka ,padahal kamu begitu kesusahan bergerak "
" Mereka tidak tahu anakku kembar , menanyakan usia kandunganku saja tidak pernah . Kakak doakan saja supaya aku nantinya mendapatkan hak asuh anakku. Agar aku segera pergi dari rumah ini" ucap Ara dengan ekspresi begitu sedih.
" Mudah-mudahan saja Ra, walaupun itu sangat mustahil rasanya terjadi"
"Aku kedapur dulu Kak ya.. mau menaruh kue ini " kata Ara dan langsung menuju ke dapur.
"Iya Ra "
Tiba-tiba ponsel Ara berbunyi .
" Hallo selamat pagi ,ini dengan siapa ? " tanya Ara kepada orang yg ada disebrang telepon ,karena dia tidak mengenal nomer itu.
"Hallo Ra,selamat pagi juga. Ini aku Raka"
"Oh Raka, kok tumben menghubungiku duluan ?"
" Aku ingin bicara penting denganmu, apa sekarang kita bisa bertemu sebentar saja? " tanya Raka
" Bisa kok,mau bertemu dimana?" tanya Ara
" Nanti aku kirimkan alamatnya"
__ADS_1
Setelah itu Raka mengakhiri sambungan teleponnya.