Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Viona


__ADS_3

Ara akhirnya bisa mengingat siapa itu Bian.


"Waktu itu aku memberikan semua tabunganku, dan uang jajanku kepadanya. Hingga aku tidak bisa jajan di sekolah selama 1 bulan." kata Ara di hatinya.


Ibu Nining lalu memberikan obat kepada si kembar, sedangkan Bian langsung menghampiri Ara .


" Perkenalkan aku Bian, " ucap Bian memperkenalkan dirinya.


"Aku Ara, " balas Ara menunduk.


" Terimakasih atas bantuannya, tapi kenapa kamu mau menolongku waktu itu ? Padahal kita tidak saling mengenal."  tanya Bian menatap Ara


" Aku hanya tidak tega melihat orang yang kesusahan seperti itu," jawab Ara sambil berjalan keluar di ikuti oleh Bian.


"Apakah kamu ada waktu malam ini ? Aku ingin mengajakmu makan malam bersamaku.Anggap saja sebagai ucapan terimakasihku karena kamu sudah membantuku waktu itu. Aku mohon jangan menolakku." ucap Bian


" Mohon maaf ya Kak , aku belum berani untuk keluar dari Villa . Semenjak kabur dari rumah, aku hanya berada di Villa ini .  Kalau aku keluar, maka orang suruhan Kakakku pasti akan membawaku pulang ke rumah . Sedangkan aku tidak ingin pulang ke rumah," kata Ara dengan raut wajah sedih.


"Aku melihat begitu banyak kesedihan di matanya itu, " gumam Bian di dalam hatinya


" Apa kamu membenci keluargamu ?" tanya Bian menatap Ara.


"Tidak juga kok, aku hanya kecewa kepada mereka. Apalagi dengan orang tuaku, dari dulu mereka tidak pernah percaya dengan ucapanku. Dia selalu lebih percaya dengan apa yang mereka lihat. Dan aku juga selalu menuruti apa yang mereka katakan ,tetapi hanya penderitaan yang aku dapatkan," kata Ara .


"Hanya karena masa lalu menyentuhmu , bukan berarti kamu harus melihat ke belakang terus. Kamu harus melihat ke depan demi anak-anakmu. Mereka pasti begitu sedih kalau melihat Ibunya seperti ini," ucap Bian


" Entah kenapa ,setelah aku bercerita dengan Kak Bian perasaanku menjadi lebih tenang. Padahal aku baru mengenalnya ,akan tetapi aku merasa begitu nyaman berada di dekatnya." pikir Ara melamun.


"Maaf ya Kak, aku malah curhat dengan Kakak."jawab Ara merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa kok. Kalau aku ingin dekat denganmu apakah kamu mengizinkannya ? Jujur, saat pertama kali aku melihat wajahmu , aku sudah jatuh cinta denganmu. Dan kamu juga selalu datang di dalam mimpiku . Aku sendiri juga bingung kenapa mimpiku bisa berkelanjutan begitu. Mungkin kamu menganggapku sebagai cowok playboy, karena baru berkenalan tetapi sudah menyatakan perasaan kepadamu. Tapi selama ini aku tidak pernah pacaran , karena aku selalu menunggumu. Dan aku juga orangnya tidak suka menunda-nunda sesuatu, karena kalau aku tunda ,nanti malah di ambil orang lagi." ungkap Bian tersenyum


Mereka lalu duduk di taman.

__ADS_1


"Maaf Kak Bian , aku tidak bisa menerima cintamu, karena aku baru mengenalmu. Dan aku juga masih takut untuk memulai suatu hubungan. Aku takut di sakiti lagi." terang Ara menunduk.


" Ya santai saja, aku bicara seperti ini supaya kamu mengetahui perasaanku ini, dan agar perasaanku menjadi sedikit lega. Aku akan mencoba untuk membuatmu jatuh cinta ke padaku. Kalau nanti kamu sudah bisa mencintaiku , kamu tinggal memberitahuku saja."kata Bian sambil menyentuh tangan Ara.


Debar jantung Ara semakin tidak karuan.


" Kenapa dengan jantungku ini ? " pikir Ara .


" Kenapa malah diam ? Kamu terlihat lucu kalau diam seperti ini," ucap Bian sambil mengacak rambut Ara.


" Maaf Kak , aku hanya terkejut mendengar apa yang Kakak ucapkan tadi ," kata Ara menunduk


"Oh iya , apa aku boleh minta nomer ponselmu ? " tanya Bian malu-malu.


" Boleh Kak," jawab Ara yang langsung memberikan nomer ponselnya itu.


"Kalau demamnya si kembar tidak kunjung turun ,kamu hubungi saja aku" ucap Bian


"Iya Kak,terimakasih. " balas Ara.


" Iya Kak ,hati-hati."jawab Ara


Dia lalu ke kemarnya untuk menemui si kembar.


"Bu Nining, bagaimana dengan si kembar ? " tanya Ara yang tampak khawatir.


"Tenang saja Non, demam si kembar sudah turun kok,"balas Ibu Nining tersenyum.


" Untunglah kalau begitu ," sahut Ara merasa sedikit tenang.


"Oh iya Non,terimakasih karena dulu Non Ara sudah membantu Bian.Entah bagaimana jadinya kalau Non Ara tidak membantu kami waktu itu," ungkap Ibu Nining.


" Iya Bu, sama-sama. Oh iya, apa suami Ibu seorang bule ? Soalnya aku lihat wajah Bian blasteran." tanya Ara dengan alis mata terangkat.

__ADS_1


" Iya Non,suami Ibu memang seorang bule. Tetapi suami Ibu sudah lama meninggal , saat Bian masih ada di dalam kandungan." terang Ibu Nining .


" Aduh , maaf Bu. Ibu jadi teringat alm suami Ibu lagi "ucap Ara merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa Non," balas Ibu Nining


~~


Di sebuah Cafe ,Viona sedang berkumpul dengan sahabatnya. Dia tidak menyadari kalau di sana ada orang yang mengikutinya. Dan orang itu adalah orang suruhan Ara.


"Vi , bagaimana hubunganmu dengan Aris ? " tanya Tika


" Keadaanku dengannya semakin baik kok, " ucap Viona tersenyum senang .


"Tapi kamu juga tidak bisa memilikinya, karena Aris sudah memiliki calon istri, dan calon istrinya juga aku lihat sangat cantik ," balas Cici sahabatnya.


" Kok kamu malah bilang dia cantik sih ? " jawab Viona dengan wajah terlihat murung.


" Tapi kamu juga cantik kok," ucap Cici


" Aku sudah menyingkirkan si Ara itu." kata Viona tersenyum licik.


" Apa yang kamu lakukan dengannya Vi ? " tanya Cici dengan wajah yang terlihat begitu penasaran.


" Iya Vi , apa yang kamu lakukan dengan si Ara ? Apa kamu membunuhnya ? Soalnya aku dengar dari Tante Intan kalau Ara menghilang, dan sampai sekarang tidak ketemu juga. " ucap Tika sambil menatap Viona.


" Aku tidak membunuhnya, tapi dia kabur dari rumah. Dan sepertinya dia kabur karena merasa takut dengan ancamanku, " terang Viona tersenyum licik


" Wah ..kamu memang hebat Vi. Memangnya apa yang kamu katakan dengannya ? "tanya Cici


"Iya Vi , coba ceritakan denganku . Soalnya dari dulu aku benci banget dengan si Ara itu. Dia sok cantik sekali jadi orang, dan dulu saat Tanteku ulang tahun, semua tamu selalu memuji kecantikannya .Padahal menurutku dia biasa aja tuh, " kata Tika


" Aku membuat dia di benci oleh keluarganya sendiri , yaitu dengan cara menumpahkan minumanku sendiri di atas kepalaku. Lalu gelas minumannya aku taruh di depannya Ara, setelah itu aku berteriak, dan menuduh si Ara yang melakukannya. Yang kedua aku mengancam akan membunuh bayinya sambil aku todongkan pisaunya ke arah bayinya itu, dan si Ara langsung ketakutan. Ketika aku dengar langkah kaki si Aris , aku langsung memasukkan pisau itu ke dalam tasku, dan setelah itu aku tampar wajahku sendiri hingga terlihat begitu merah dan keluar darah dari sudut bibirku. Dan kemudian aku pura-pura menangis , lalu si Aris dan orang tuanya begitu marah dengan si Ara . Setelah itu aku bilang pada mereka kalau si Ara menjadi gila, dan yang lebih parahnya Aris dan orang tuanya langsung percaya dengan ucapanku. Mereka memang bodoh sekali."terang Viona.

__ADS_1


"Kamu memang hebat Vi, " ucap kedua sahabatnya itu.


__ADS_2