
Di rumah Arya
Jam 05 : 25 Papanya sudah bersiap-siap akan pergi.
"Pa, Papa mau kemana jam segini ?" tanya Ibu Intan dengan mulut melengkung ke bawah.
" Ya ke kebun lah, memangnya kemana lagi." Jawab suaminya dengan begitu ketus.
" Tapi ini masih jam 05:30 Pa, Arya juga masih membuat sarapan . Memangnya Papa tidak mau sarapan dulu ? " tanya Ibu Intan
" Tidak usah,aku masih bisa membeli makanan di luar ." Ujarnya dan langsung masuk ke mobilnya.
" Pa..Papa ? Kita sarapan dulu Pa, kasihan Arya sudah menyiapkan sarapan untuk kita," ucap Ibu Intan sambil mengetuk pintu kaca mobil suaminya. Akan tetapi suaminya tidak menghiraukan ucapannya. Dia langsung menghidupkan mesin mobilnya ,dan meninggalkan istrinya.
" Tap...tap...tap..." suara langkah kaki Arya terdengar begitu buru-buru.
" Ma, tunggulah aku di rumah,dan jangan pergi kemana-mana, karena aku akan mengikuti Papa , " ujar Arya yang langsung masuk ke mobilnya. Setelah Arya pergi ,Ibu Intan langsung ke luar mencari taxsi ,dan mengikuti mobil Arya.
Arya mengikuti mobil Papanya dengan sangat hati-hati . Dia melihat kalau mobil Papanya melewati area perkebunannya , dan kemudian mobil itu masuk ke sebuah rumah mewah yang tidak jauh dari kebunnya.
"Sebenarnya ini rumah siapa ? Dan bahkan rumah ini lebih besar dari rumahku sendiri." Guman Arya di dalam hatinya.
Arya melihat ada seorang wanita membuka pintu untuk Papanya, dan dia melihat kalau Papanya mencium wanita itu. Akan tetapi Arya tidak sempat melihat wajah dari wanita itu.
" Sepertinya Papa selingkuh , tapi siapa wanita itu ? " pikir Arya dengan wajah yang sudah terlihat marah.
Dia lalu keluar dari mobilnya.
Arya sudah berdiri di depan rumah mewah itu. Kedua tangannya mengepal erat pada sisi tubuhnya. Dadanya naik turun menahan amarah yang semakin tidak bisa di bendung lagi.
Dia kemudian membuka pintu gerbang rumah itu dengan begitu pelan.
" Ting ...tong...ting...tong .."
Berulang kali dia menekan bel rumah itu dengan raut wajah tegang. Matanya menggelap, mencerminkan betapa dia sangat marah.
Dia tidak menyadari kalau Mamanya mengikutinya. Tubuh kurus Ibu Intan langsung gemetar saat melihat suaminya mencium seorang wanita. Dadanya langsung sesak dan perih, namun dia tetap memaksakan dirinya. Matanya sontak memerah, dan air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi.
"Ting...tong...ting ...tong..."
__ADS_1
Arya memencet bel rumah itu lagi.
" Kenapa pintunya tidak di buka ? Apa Papa tahu kalau aku mengikutinya ? " pikir Arya.
Ceklek...
Tidak berselang lama, terdengar derit pintu yang terbuka.
" A_Arya ? " ujar Papanya dengan tergagap. Matanya langsung terbelalak lebar karena terkejut melihat Arya mengetahui rumah barunya.
" Kenapa kamu bisa ada disini ? " tanya Papanya
" Rumah siapa ini Pa ? Apa Papa selingkuh di belakang Mama ? "
Papanya hanya diam saja , tidak menjawab ucapan Arya
" Jawab Pa ? Ini rumah siapa ? " teriak Arya dengan wajah berapi - api.
"Arya tolong maafkan Papa , ini adalah rumah istri baru Papa , " ucap Papanya
Bagaikan tersambar petir, mata Arya membulat dan lebar karena begitu terkejut mendengar ucapan Papanya itu.
Arya mengangkat sebelah tangannya yang mengepal erat. Dalam hitungan detik dia lantas melayangkan tinjunya kuat-kuat ke wajah Papanya dengan amarah yang semakin meledak.
Kemarin dia sudah bersabar menghadapi Papanya , Namun sekarang dia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Papanya.
"Awh ," rintih Papanya. Pukulan itu membuatnya sempoyongan padahal baru sekali hantaman.
Dia masuk kedalam rumah itu dengan wajah yang begitu marah. Arya melampiaskan amarahnya dengan membabi buta seperti orang kesurupan. Isi rumah itu di buat hancur oleh Arya.
" Arya, tolong dengarkan penjelasan Papa."teriak Papanya .
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan," tukas Arya sembari menahan nafasnya yang memburu.
Sedangkan Mika memilih bersembunyi di dalam kamarnya, dia tidak berani keluar karena merasa takut kalau nanti Arya memukulnya.
Arya merusak isi rumah itu lagi hingga semuanya hancur.
"Arya, dengarkan Papa ! Kamu itu bukan anak kandung Papa. Dulu Mamamu di perkosa oleh banyak laki-laki hingga dia hamil . Lalu Om Andi membayar Papa agar menikah dengan Mamamu. Papa langsung menyetujui permintaannya karena kebetulan Papa lagi membutuhkan uang. Kalau kamu tidak percaya ucapan Papa , maka kamu boleh bertanya dengan saudara Papa. Walaupun kamu bukan anak Papa, tapi Papa tetap menyayangimu seperti anak Papa sendiri." Terang Papanya
__ADS_1
DEG!
Jantung Arya langsung terhenti seketika,dan dia membeku mendengar ucapan Papanya. Kaki Arya terasa lemas, tubuhnya sempoyongan ,dan hampir ambruk mendengar kenyataan itu. Tidak ada angin ,tidak ada hujan tapi seperti ada sebuah petir yang menyambar tubuhnya.
BUGH !
Tiba -tiba mereka mendengar suara orang terjatuh. Saat menoleh kebelakang, Arya begitu terkejut melihat Mamanya tergeletak di lantai.
" Mamaaaa , " teriak Arya yang langsung menghampiri Mamanya.
Mereka langsung membawa Ibu Intan ke rumah sakit. Akan tetapi, sesampai di rumah sakit Ibu Intan sudah dinyatakan meninggal dunia.
"Mama , bangun Ma ? Jangan tinggalin aku Ma ! Aku sudah bekerja keras untuk pengobatan Mama, tapi kenapa malah ninggalin aku. Bangun Ma, aku tidak memiliki siapapun lagi sekarang Ma, " Arya terus menangis di depan jenazah Mamanya.
" Ini semua gara-gara kamu,"ucap Pak Andi menunjuk Papa Arya.
"Tolong maafkan aku ! Aku tidak tahu akan seperti ini jadinya," balas Papanya merasa bersalah.
"Aku tidak akan pernah memaafkanmu, dan aku akan membalas perbuatanmu ini. Sekarang cepat pergi dari sini, karena aku tidak ingin melihat wajahmu lagi," teriak Pak Andi dengan suara yang begitu keras dan sangat marah.
______
Di rumah Aris...
Aris dan orang tua Ara sedang menyusun rencana agar Ara mau kembali ke rumahnya dan menikah dengan Aris.
" Tante , apa yang akan kita lakukan ? Aku tidak rela Ara menikah dengan pria itu, " ujar Aris dengan raut wajah kesal.
" Sepertinya Tante punya rencana," balas Tantenya sambil menatap Aris
" Rencana apa Tan ? ,"tanya Aris dengan alis mata terangkat.
" Kamu hubungi Ara dan suruh dia kemari, karena nanti Tante akan berpura-pura sakit keras di depannya. Setelah dia kemari , Tante akan meminta dia untuk menikah denganmu. Tante yakin kalau Ara pasti akan langsung menuruti ucapan Tante , karena dari dulu dia tidak pernah tega melihat orang lain menderita ." Ucap Tantenya tersenyum.
" Tantemu benar , pasti Ara akan langsung menuruti ucapan Ibunya. Setelah Ara setuju maka kami akan langsung menikahkan kalian." Jawab Omnya .
" Iya nak, Tante sangat tidak setuju kalau Ara menikah dengan anak Ibu Nining, takut menderita lagi seperti dengan Arya, apalagi dia miskin. Tante hanya setuju kalau Ara menik1ah dengan kamu saja. Karena Tante yakin kalau kamu tidak akan membuat Ara menderita. " kata Tantenya sambil menatap Aris.
" Kalau begitu aku akan menghubungi Ara secepatnya, " ucap Aris yang langsung terlihat senang.
__ADS_1