Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Informasi


__ADS_3

Sudah 2 hari Aris menyuruh anak buahnya mencari informasi perselingkuhan Arya dan Mika. Dan sekarang dia mendapatkan kabar mengejutkan tentang Arya dan Mika.


Aris yang mendapatkan kabar itu, langsung pergi ke restoran karena ingin menyampaikan informasi tersebut ke pada Ara.


Di restoran...


"Aku capek sekali, kerja dari pagi sampai malam dalam kondisi mengandung sungguh membuatku sangat kelelahan." gumam Ara dengan kepala sedikit terkulai kedepan .


"Sebaiknya aku menghubungi Kak Arya saja. Akan aku bilang ke padanya kalau aku sudah tidak kuat bekerja."gumam Ara lagi dengan alis mata sayu karena begitu kelelahan.


Ara kemudian menghubungi nomer Arya ,tetapi suaminya itu tidak mengangkat telepon dari Ara.


"Sudah 5 kali aku menghubunginya , tetapi dia tidak mengangkat telepon dariku. Semenjak Papa mertua sakit aku tidak pernah bertemu dengan suamiku sama sekali. Menghubungiku saja dia tidak pernah ,apalagi menemuiku . Apa dia tidak khawatir dengan istrinya." gerutu Ara dengan perasaan kesal dan marah yang sudah naik ke ubun-ubun.


Tiba-tiba ada pesan Wa masuk dari suaminya.


[ Maaf Ara ,aku tidak bisa mengangkat teleponmu, karena aku sekarang lagi sibuk. Aku akan menghubungimu lagi 10 menit. ]


Tetapi Ara tidak membalas pesan dari suaminya.


10 menit kemudian...


Saat Ara begitu asik duduk sambil mengecek laporan penjualan bulan kemarin,tiba-tiba terdengar dering ponselnya yang berbunyi dari dalam tasnya.


"Hallo Kak Arya! " ucap Ara dengan suaminya yang ada disebrang telepon .


"Iya hallo Ara,maaf aku tadi lagi sibuk. Oh iya ada apa kamu menghubungiku? Apa di restoran ada masalah ? " tanya Arya begitu penasaran.


"Kak, besok aku mau istirahat ya! Badanku capek sekali." ungkap Ara.


"Kalau kamu besok tidak ke restoran , lalu siapa yang ke restoran? Aku masih sangat sibuk, tiap hari aku selalu mengejar waktu . Ke kebun sampai buru-buru,nganter Papa berobat juga sampai buru. Semua aku lakukan serba buru-buru. Kalau aku tidak mengurus Papa ,lalu siapa lagi yang akan mengurusnya ? Walau sifatnya selalu mengecewakan kita ,tetapi dia tetap adalah orang tuaku. Tolong bantulah aku Ra, aku minta waktu lagi 5 hari lagi. Aku mohon padamu,aku tidak tahu harus minta tolong dengan siapapun."


" Hmm baiklah ,tapi cuma untuk 5 hari saja. Setelah itu aku tidak mau mengurus Restoran Kakak . Aku bekerja dari jam 08:00 sampai 23:00,sedangkan aku lagi hamil besar." ungkap Ara sambil mendengus kesal.


" Aku juga khawatir denganmu. Doakan saja agar Papa cepat sembuh, karena aku juga merasa capek mengurus semuanya. Ya sudah ,kalau begitu aku tutup dulu teleponnya." Arya langsung menutup sambungan telepon itu.

__ADS_1


"Menyebalkan sekali " gerutu Ara dengan rahang menjadi tegang dalam postur menggigit yang menekan bibir bawah ke depan dan membuat mulut melengkung ke bawah.


5 menit kemudian Aris datang.


Tok..tok..tok pintu ruangannya di ketuk dari luar.


" Masuk! " kata Ara sambil membalas pesan Wa dari Bayu.


Aris lalu masuk ke ruangan Ara.


"Kakak ! " Ara melihat Aris dengan mulut mengkerut dan mata membulat lebar.


Sedangkan Aris melihat Ara dengan tersenyum,dia begitu bahagia setelah mendengar berita mengejutkan dari anak buahnya.


"Bagiku ini adalah berita bahagia,karena setelah Ara tahu berita ini dia pasti akan bercerai dari Arya. Setelah Ara bercerai dari Arya ,aku ingin menikahinya ,dan aku ingin sekali menjadi Ayahnya si kembar. Entah kenapa aku seperti memiliki ikatan batin dengan si kembar. Setiap hari aku selalu mengelus perut Ara dan mengajaknya bicara ,walau dia masih di dalam kandungan ,tapi aku yakin kalau si kembar pasti mendengar semuanya. Dan setiap aku mengelus perutnya ,bayi yang ada dikandungan Ara pasti selalu merespon. Tapi aku tidak tahu apakah Ara bahagia atau sedih setelah mendengar berita ini."gumam Aris di hatinya


" Tumben sekali Kakak mengetuk pintu dulu sebelum masuk,biasanya langsung nyelonong saja " Ara bicara sambil melirik Kakaknya yang lagi duduk di sampingnya.


Sedangkan Aris masih saja tersenyum sambi memeluk Ara ,setelah itu mengelus perut Ara.


"Jangan-jangan kepala Kakak habis terbentur sesuatu lagi,setelah itu menjadi gila . Ya Tuhan ,jangan sampai anak di dalam kandunganku menjadi gila sama seperti Kakak,apalagi Kakak sering mengelus dan mengajak bicara si kembar. " gumam Ara di hatinya.


"Memangnya Kakak tidak boleh tersenyum ? Kamu tahu tidak kalau tersenyum itu membuat wajah menjadi awet muda." kata Aris yang masih tersenyum dengan kelopak mata bawah menyempit, dan mengerutkan mata


"Tapi kalau senyam -senyum terus tanpa henti malah seperti orang tidak waras. " cibir Ara


"Oh iya Ra,anak buah Kakak mendapatkan informasi penting tentang suamimu." ucap Aris sambil menatap ponselnya.


" Informasi apa Kak ? " Ara bertanya dengan alis mata terangkat.


" Apa kamu kuat mendengar informasiku ini? Karena mungkin saja setelah ini kamu akan menangis histeris" Aris bicara sambil fokus menatap Ara.


"Kenapa bisa begitu? Memangnya informasinya sepenting apa sih ? " tanya Ara dengan raut wajah yang masih penasaran. Dia merasa bingung dengan ucapan Kakaknya itu.


" Hmm Ra, kata anak buahku kalau Arya dan Mika selama ini masih berhubungan di belakangmu. Dia bertemu di ruangan ini, dan malamnya saat Arya tidak pulang kerumah,dia sama sekali tidak pernah lembur selama ini. Tiap malam dia selalu kerumah Mika, dan 2 hari yang lalu Mika menemui mertuamu." kata Aris menatap Ara karena ingin melihat ekspresi wajah Ara setelah mendengar ini .

__ADS_1


"Untuk apa Mika menemui mertuaku?" Ara bertanya dengan alis mata terangkat, sedangkan matanya menjadi waspada dan fokus menatap ke arah Aris.


" Mika menemui mertuamu karena dia ingin menikah dengan Arya. Dia bilang ke mertuamu kalau selama ini dia sangat mencintai Arya. Terus Mika ngomong ke mertuamu ,kalau mertuamu mau menikahkan dia dengan Arya maka biaya pengobatan Papa mertuamu dia yang menanggung. "


Ara langsung kaget mendengar ucapan Aris


"Apaa ? " kata Ara dengan alis mata banyak terangkat,dan mata pada posisi terlebar,tanpa iris.


Dan Aris sudah begitu yakin kalau Ara pasti akan menangis setelah mendengar semuanya.


"Sabar Ra,kamu harus kuat." Aris berusaha menghibur adiknya.


" Memangnya Mika dapat uang dari mana untuk membiayai pengobatan Papa mertua ? Bukannya dulu dia hanya seorang pelayan? " tanya Ara sambil meletakkan jari tangannya dibawah dagunya.


" Dia mendapatkan uang itu dari menjual tanah warisan almarhum orang tuanya. Dan karena Arya lagi kebingungan mencari biaya pengobatan Papanya ,jadi orang tua Arya setuju menikahkan mereka berdua secara diam-diam."


" Mereka keterlaluan sekali,tidak punya perasaan ,lalu apa Kak Arya setuju menikah dengan Mika ? " tanya Ara sambil berkacak pinggang.


Nafas Ara memburu dengan dada yang mulai naik turun. Amarahnya seperti mau meledak.


"Ya Arya mau, dia setuju karena dia juga lagi bingung mencari biaya untuk Papanya,dan karena diancam oleh Mika dan orang tuanya. Kalau Arya tidak mau menikah dengan Mika ,maka orang tuanya akan memberitahumu kalau selama ini Arya selingkuh. Dan besok pagi mereka akan menikah secara diam-diam." Aris bicara sambil menggenggam tangan Ara agar gadis itu merasa tenang.


"Aku benci dengan mereka Kak, mereka menghancurkan hidupku. Dulu dia yang menginginkan aku,padahal aku tidak mencintai anaknya. Apa kakak tahu, kalau menikah dengan orang yang tidak kita cintai itu sungguh menyakitkan sekali, hatiku ini begitu menentang pernikahan itu. Berkali-kali aku berniat ingin bunuh diri saja ,tetapi aku ingat kata-kata Ibu dan Bapak . Dia mengatakan kalau orang yang bunuh diri itu dibenci Tuhan ,dan setelah meninggal pasti akan ditempatkan di Neraka. Karena mengingat ucapan Bapak dan Ibu aku kemudian menjauhkan niatku itu. Lalu aku berusaha untuk menerima semuanya. Aku berpikir kalau hidupku pasti akan bahagia karena memiliki mertua dan suami yang baik . Dan aku juga berpikir kalau mungkin saja nanti cinta itu akan datang secara sendirinya. Tetapi ternyata semua kebaikan mereka itu hanya sandiwara saja. Dan aku semakin membenci mereka." Ara bicara sambil menangis ,dengan raut wajah marah bagaikan nyala api yang menyala berkobar-kobar.


Aris begitu sedih mendengar ucapan Ara, dia mendekap tubuh gadis itu,dan berusaha menenangkannya.


"Kalau kamu tidak terima dengan perbuatan mereka,besok pagi kamu bisa melabraknya . Kamu bisa melampiaskan amarahmu besok disana. Dan kalau kamu mencintai Arya , kamu juga bisa menggagalkan pernikahan mereka besok." terang Aris dengan wajah sedih .Dia mengira kalau Ara mencintai Arya,padahal Ara hanya marah atas perilaku mereka terhadap dirinya.


" Aku tidak mau membuang-buang tenagaku untuk melabrak mereka,dan aku juga tidak berniat mengggagalkan pernikahan mereka. "ungkap Ara sambil melamun.


"Apa kamu akan diam saja melihat mereka seperti itu? " tanya Aris dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Tidak juga, aku akan membalas sakit hatiku ini tanpa mengeluarkan banyak tenaga.Dan aku sudah mempunyai rencana untuk mereka. Setelah mereka mendapatkan pelajarannya baru aku meminta cerai darinya." Ara bicara dengan area mulut dan hidung menekan kemarahan pada tingkat ekstrim.


"Memang apa rencanamu? "Aris bertanya dengan alis mata terangkat.

__ADS_1


Ara lalu menceritakan rencananya ke pada Kakaknya.


__ADS_2