Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Kedatangan Gina


__ADS_3

Selesai makan tiba-tiba ponsel Aris berbunyi.


"Ra..Kakak angkat telepon dulu ya!"kata Aris dan langsung bangun dari tempat duduknya.


"Ya Kak" ucap Ara  tersenyum.


Tidak begitu lama Aris akhirnya datang .


" Ra..tadi yang menelpon adalah orang suruhan Kakak . Dia memberi informasi  tentang keadaan di rumah mertuamu sekarang" Aris bicara sambil menatap Ara.


"Informasi apa Kak? " tanya Ara merasa penasaran dengan alis mata terangkat.


" Tetanggamu yang diam-diam memata-matai mertuamu itu ternyata merekam Mama mertuamu yang lagi bicara dengan seseorang yang bernama Tante Ami.Ternyata Tante Ami itu dari awal tahu kalau Mama mertuamu itu pura-pura sakit. Terus pembicaraan mereka direkam sama tetanggamu  , setelah itu diperlihatkan ke tetangga lain ,dan diposting dibalasan komentar rekaman CCTV yang kita sebarkan." kata Aris tersenyum tipis.


"Berarti sekarang disana lagi seru dong Kak? " ucap Ara tersenyum licik.


"Ya begitulah, orang jahat seperti mereka memang pantas mendapatkan semuanya. Mau punya uang banyak tetapi tidak mau bekerja," balas Aris sambil membuka rekaman yang baru saja diposting sama tetangga Arya.


" Kita tunggu saja apa yang akan terjadi selanjutnya" jawab Ara yang ikut membuka rekaman yang baru saja diposting sama tetangganya.


Mata Ara membulat lebar dan mulutnya sedikit terbuka saat melihat panggilan masuk dari suaminya


" Kak Arya menghubungiku ,apa dia tahu kalau ini semua rencanaku" ucap Ara merasa takut.


" Tenang Ra, dia tidak mungkin tahu rencanamu. Lebih baik kita ke mobil dulu ,setelah itu baru telepon balik dia " ajak Aris sambil meletakan tangannya diatas tangan Ara.


Aris lalu merangkul pundak Ara dan mengajaknya ke luar dari cafe tersebut. Setelah sampai diparkiran mereka langsung masuk kemobil.


"Sekarang coba hubungi nomer Arya" suruh Aris sambil menatap Ara


" Iya Kak" kata Ara dan langsung menghubungi suaminya .


"Hallo Kak Arya! " kata Ara bicara pada suaminya


"Kamu sekarang dimana Ra? " tanya Arya dari seberang telepon


"Aku diparkiran Kak,baru saja selesai makan di Cafe Ayam Bakar sama Kak Aris. Memangnya kenapa? " Ara bertanya sambil melirik ke arah Aris


"Apa kamu dapat menonton vidio yang lagi viral di sosial media? " tanya Arya yang seperti merasa cemas dengan Ara


" Aku tidak dapat menonton Vidio apapun. Memangnya vidio apa Kak ? " tanya Ara pura-pura tidak tahu.


"Bukan vidio apa-apa. Nanti aku akan jelaskan dirumah. Bisa tidak untuk hari ini kamu pulang sore saja?  Soalnya disini lagi ada masalah " kata Arya bicara begitu terburu-buru


Ara juga mendengar suara ribut-ribut disana.


" Masalah apa Kak? " Ara masih berpura-pura tidak mengetahui semuanya.


"Nanti aku akan jelaskan ke kamu "  jawab Arya dan langsung mengakhiri sambungan teleponnya begitu saja.


Sedangkan Ara dan Aris hanya tersenyum saja mendengar semuanya.


" Ra..sepertinya suamimu itu lagi sibuk sekali "  kata Aris tersenyum

__ADS_1


" Kakak benar, pasti dia begitu sibuk mengurus para warga yang datang ke rumah. Kalau dipikir-pikir kita kok seperti orang jahat ya Kak! " ucap Aris sambil berpikir.


" Menurut Kakak apa yang kamu lakukan itu hal yang benar.Kita hanya membantu semua orang yang ditipu oleh Mama mertuamu. Kalau kita tahu semuanya, tetapi malah diam saja ,bukannya malah kita yang jadinya berdosa." terang Aris menjelaskan  ke Ara .


" Kakak memang benar ,perbuatan mereka memang sangat keterlaluan." kata Ara sambil memasang sabuk pengaman ketubuhnya.


"  Lebih baik sekarang kita ke pabrik saja" jawab Aris dan langsung menghidupkan mesin mobilnya.


"Iya Kak ,aku juga mau istirahat disana" balas Ara sambil mengelus perutnya.


Tiba-tiba Aris melihat kuku di kaki Ara yang sudah panjang.


"Ra..kenapa kuku dikakimu tidak dipotong?  Setahu Kakak kamu itu tidak suka memiliki kuku yang panjang " kata Aris sambil memperhatikan kuku kaki Ara yang sudah panjang.


Ara yang mendengar ucapan Aris merasa malu sendiri .


"Pasti Kakak menganggapku sangat jorok sekali" gumam Ara dalam hatinya


"Kakak sangat teliti sekali, bahkan kuku kaki juga diperhatikan. Semenjak perutku begitu besar aku jadi kesulitan memotong kuku kakiku." kata Ara memasang muka cemberut dengan memonyongkan bibirnya.


"Kalau begitu nanti biar Kakak yang membantu memotong kuku kakimu" ujar Aris sambil menatap wajah Ara


"Tidak usah Kak, aku tidak enak dengan Kakak "


"Tidak enak karena apa? Kamu tahu tidak dulu saat kamu masih kecil kalau Om dan Tante pergi kerja yang ngurusin kamu adalah Kakak . Dari mandi sampai kamu tidur Kakak yang ngurusin,jadi buat apa mesti malu"


"Tapi itu waktu aku masih kecil Kak , saat itu aku masih belum mengerti apa-apa. Berbeda dengan sekarang" terang Ara sambil merapikan rambutnya .


Kalau masalah Ara,Aris pasti bertindak dengan cepat. Itu karena Ara saudara sepupunya dan alasan utamanya karena dia mencintai adik sepupunya itu. Seumur hidupnya Aris belum pernah berpacaran,dia juga sebelumnya belum pernah jatuh cinta.  Baru sekarang dia merasakan jatuh cinta dan patah hati secara bersamaan.


Setelah sampai dipabrik Aris dan Ara langsung turun dari mobilnya . Semua karyawan yang ada disana menyapa mereka dan Ara juga membalasnya dengan tersenyum. Hanya Aris saja yang diam seperti patung es. Menurut gosip yang tengah beredar ,mereka selalu bilang kalau Aris seperti sebuah patung es , itu karena Aris selalu bersikap dingin dan tidak pernah tersenyum kepada orang lain. Dulu temennya sendiri juga bilang seperti itu. Tetapi menurut Ara semua gosip itu tidak benar,karena selama ini Aris tidak pernah seperti itu dengannya


Kalau Aris berada didekat Ara , dia selalu tersenyum , dan kadang juga sering mengajaknya bercanda.


Saat Ara akan masuk keruangan Kakaknya, tiba-tiba Papa Gina menyapanya.


"Selamat Siang Non" kata Papanya Gina membungkuk


" Selamat Siang juga Pak " ucap Ara tersenyum.


Pada saat kejadian waktu itu, Aris ingin memecat Papanya Gina ,tetapi Ara melarangnya karena dia merasa kasihan dengan Papa Gina.


Ara lalu masuk ke ruangan Kakaknya.


" Ra..yuk kita tidur"ucap Aris yang juga akan tidur .


" Ya Kak" jawab Ara sambil menguap


Ara tidur diatas ranjang,sedangkan Aris tidur dibawah menggunakan kasur lantai .


Ara dan Aris kemudian tidur karena begitu lelah dan mengantuk , mereka bangun setelah tidur selama 2 jam. Setelah bangun Aris lalu memotong kuku kaki Ara diruangan kerjanya


"Ra ..didepan ada yang menjual kacang rebus . Apa kamu mau beli?" tanya Aris sambil memotong kuku kaki Ara

__ADS_1


"Ya Kak,aku mau" kata Ara dengan wajah berbinar-binar karena dia dari dulu sangat menyukai kacang-kacangan


Aris lalu menyuruh seseorang untuk membelikan Ara kacang. Tidak menunggu begitu lama kacang itu lalu datang.


" Makanlah ,mumpung masi hangat " ucap Aris sambil meletakkan kacang itu disamping Ara.


"Terimakasih Kak,apa Kakak mau makan kacang juga? "Ara menawari Kakaknya.


" Tidak, Kakak tidak suka kacang" jawab Aris yang masih memotong kuku kaki Ara.


Setelah selesai memotong kuku kaki , Aris lalu memijat-mijat kaki Ara. Saat lagi memijat,tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya.


" Pak Aris boleh saya masuk " kata orang yang ada dibalik pintu itu.


Orang yang ada dibalik pintu itu melihat apa yang tengah Aris lakukan, karena pintunya setengah terbuka


" Masuk saja " teriak Aris yang masih memijat kaki Ara.


"Kak ,tolong berhenti memijat kakiku! Aku merasa tidak enak. " bisik Ara tetapi Aris tidak memperdulikan


Orang yang masuk keruangan Aris adalah Raka,Gina dan Ayahnya. Mereka melihat apa yang dilakukan Aris.


" Maaf Pak ,kami kesini ingin meminta maaf sekaligus berterima kasih " ucap Ayah Gina sambil menatap kearah Aris yang memunggunginya karena lagi memijat kaki Ara.


Ara yang melihat kedatangan Raka merasa sangat malu , karena sekarang Aris tengah memijat kakinya. Sedangkan Raka menatap Ara terus.


Aris yang mendengar ucapan tersebut langsung berhenti melakukan kegiatannya. Dia langsung bangun dan menatap kearah mereka.


" Minta maaf untuk hal apa? " tanya Aris pura-pura tidak tahu,padahal dia sudah tahu tujuan mereka datang kesini.


"Anak dan calon mantu saya mau minta maaf secara langsung mengenai masalah waktu itu"kata Papanya Gina yang masih menatap Aris.


"Kenapa Papa memanggilnya Pak Aris ,dia itu kan seumuran denganku " ucap Gina berbisik.


"Mau dia seumuran denganmu atau tidak, tapi Papa harus memanggilnya Pak Aris karena dia bos Papa disini. Papa harus menghormatinya" balas Papanya yang ikut berbisik.


Sedangkan Aris sangat mendengar pembicaraan mereka walaupun lagi berbisik,karena dia memiliki pendengaran yang sangat tajam. Menurut Aris dia tidak masalah mau dia dipanggil apapun.


"Kami kesini ingin minta maaf masalah waktu itu" kata Raka berbicara


" Iya Pak, saya ingin minta maaf dengan Bapak dan Istri Bapak. Tolong maafkan saya, saya terlalu cemburu waktu itu " ucap Gina menunduk.


"Kami sudah memaafkanmu,tapi lain kali tolong jangan seperti itu lagi" balas Aris karena dia tidak mau kalau mereka terlalu lama disini. Karena dia cemburu melihat Raka yang terus menatap Ara.


"Terima kasih juga karena Bapak tidak memecat Papa saya" kata Gina yang masih menunduk.


"Kami tidak memecat Papamu karena dia tidak bersalah apa-apa,dan dia juga selama ini selalu bekerja dengan baik disini "balas Aris menatap mereka.


"Sekali lagi terima kasih Pak, kalau begitu kami izin permisi keluar" jawab Gina menatap mereka.


"Ya silahkan" ucap Aris sambil melihat mereka keluar dari ruangan itu.


Setelah itu ,Aris juga memutuskan akan pulang mengantar Ara , karena hari sudah sore.

__ADS_1


__ADS_2