Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Dansa


__ADS_3

Baru saja beberapa detik Ara dan Aris berkumpul di ruang depan dimana acara sedang berlangsung. Tiba-tiba saja lampu dimatikan.Dan suasana menjadi gelap , meskipun ada sedikit sumber cahaya yang berasal dari ruangan lain.


"Kak Aris, ada apa ini ? Kenapa lampunya tiba-tiba mati ? " Jantung Ara berdetak kencang, pikirannya selalu negatif ketika keadaan gelap. Banyaknya orang disana sama sekali tidak mempengaruhinya.


"Tenanglah,aku ada disini untukmu. Ini tidak akan lama," bisik Aris,dan tangannya terus menggenggam tangan Ara. Dia memberikan rasa nyaman pada kekasihnya.


"Apakah biasanya ada acara seperti ini?" tanya Ara tidak mengerti.


"Ya,tapi hanya untuk beberapa menit." sahut Aris dengan hembusan nafasnya yang menerpa telinga Ara.


"Lampu ini akan dimatikan untuk sementara waktu,karena kita akan mencari seorang wanita yang akan memandu dansa malam ini. Para gadis-gadis,sebaiknya kalian bersiap-siaplah." seru pembawa acara dengan penuh semangat,dan dengan suara yang begitu menggelegar.


Berselang beberapa detik, muncullah sebuah sinar terang berbentuk bulat yang mulai bergerak kesana-kemari menyinari satu persatu wanita yang ada disana.


Perlahan Ara mulai mengerti,sekarang perasaannya jauh lebih rileks. Ara ikut bertepuk tangan ,dan bersorak gembira seperti yang lainnya.


Sinar lampu itu terus bergerak sampai akhirnya berhenti tepat di tubuh Viona.


Viona langsung menunjuk dirinya sendiri dengan wajah yang tidak percaya.


Sontak semua orang bertepuk tangan, dan membuat suasana semakin meriah.


"Anda cantik sekali malam ini. Silahkan maju ke depan , karena setelah ini kita akan mencari siapa yang akan menjadi pasangan dansa anda malam ini." ujar pembawa acara sambil menunjuk ke arah Viona.


Viona mengikuti arahan pembawa acara untuk berdiri ditengah-tengah orang yang sudah memberikan ruang yang berbentuk melingkar.


"Baiklah,kalau begitu sekarang kita akan mencari pria yang akan berdansa dengan nona Viona. Pria mana saja yang terpilih harus bersedia maju ke depan meskipun sudah memiliki pasangan. Hanya malam ini saja mereka berdansa , jadi tidak usah terlalu cemas," terang pembawa acara diikuti dengan tertawa renyah.


"Ara ? Sebaiknya kita istirahat saja. Kita tidak perlu ikut acara ini ." ajak Aris dengan sorot mata yang cemas.


"Aku juga ingin mengikuti acaranya. Sepertinya sangat meriah,"tolak Ara secara halus . Karena jarang sekali dia hadir di acara ulang tahun sahabatnya.


"Apa kamu mau ikut berdansa juga," tanya Aris


"Tentu saja,apakah Kakak meremehkan kemampuan berdansaku ?" Tanya Ara menatap Aris.


Aris menaikkan sebelah alisnya saat sinar berbentuk bulat itu mengenai tubuhnya.

__ADS_1


Ara menelan ludah, baru saja hendak bergembira, tapi hatinya kembali patah saat mendapati kalau pasangan berdansa Viona adalah kekasihnya.


"Tuan Aris, sepertinya anda yang terpilih malam ini,"kata pembawa acara sambil menatap ke arah Aris.


Aris langsung melambaikan tangannya , karena menolak untuk berdansa dengan Viona.


"Maaf ,Tuan. Siapapun tidak boleh menolak malam ini sesuai dengan kesepakatan,"ucap pembawa acara dan lalu bersorak kembali agar agar Aris maju ke depan.


Tidak hanya pembawa acara,bahkan orang-orang yang ada disana meminta Aris agar maju ke depan.


Aris memandang Ara yang tertunduk, melihat dari raut wajahnya yang masam sudah menandakan kalau Ara tidak akan setuju. Aris juga sebenarnya enggan meski hanya sekedar berdansa dengan Viona.


Tiba-tiba saja Arya datang menghampiri mereka


"Kak Aris, majulah. Tenang saja,biar aku yang menjaga Ara,"kata Arya menatap Aris.


Aris mendengus lalu menaikkan sebelah bibirnya ke atas.


" Kamu saja yang kesana menggantikanku," ujar Aris dengan malas.


"Tuan Aris ,kami mohon agar segera kemari." ucap pembawa acara.


"Kak Aris , cepatlah kesana. Mereka semua menunggumu. Aku tidak keberatan kok." sahut Ara, dan dia mencoba berbesar hati.


Aris lantas menoleh ke arah Ara dengan raut wajah terperangah.


"Ara ? Tapi aku tidak mau melakukannya,"terang Aris dengan ekspresi datar.


" Pergilah, lagi pula hanya beberapa menit. Aku yakin hanya berdansa tidak akan membuatmu jatuh cinta kepadanya,"bisik Ara dengan senyum yang tampak sangat jelas dipaksakan.


"Tapi...," protes Aris


"Aku baik-baik saja," kata Ara sambil mendorong Aris agar pergi ke depan,meskipun dengan perasaan yang berat.


"Tuan Aris, tolong kemarilah karena acaranya akan segera di mulai."ucap pembawa acara lagi.


"Pergilah," ujar Ara sekali lagi, karena Aris tidak kunjung pergi dari sisinya. Dan tatapan orang-orang yang sejak tadi ke arahnya membuatnya tidak nyaman.

__ADS_1


Aris menghembuskan nafasnya kasar dan lalu melangkah pergi meninggalkan Ara dengan kaki yang terasa cukup berat.


Musik mulai mengalun diiringi dengan lampu yang tidak terlalu terang. Semua orang mulai mencari pasangan mereka masing-masing. Terkecuali Ara yang memilih diam tanpa ingin memandang ke arah Aris dan Viona.


"Ara , ayo berdansa saja denganku."ajak Arya lalu mengulurkan tangannya.


"Aku tidak ingin berdansa,lebih baik Kakak cari saja orang lain," tolak Ara mentah-mentah.


"Baiklah ,aku tidak akan memaksamu. Oh iya, kamu sangat cantik malam ini."ucap Arya sambil menatap mantan istrinya itu. Dia terus menatap Ara, tanpa berkedip sedikitpun. Arya tidak tahu kalau Ara dan Aris akan segera menikah.


"Terimakasih pujiannya,aku permisi mau ke toilet sebentar," kata Ara kepada Arya.


" Kalau begitu biar aku antar ya ? " tawar Arya


"Tidak usah Kak,aku bisa sendiri kok," tolak Ara sambil berusaha tersenyum


Sedangkan Aris masih berdiam diri,dia enggan ketika harus berdiri dengan jarak yang dekat dengan Viona.


"Aris ,jangan pergi,"sergah Viona sambil menahan pergelangan tangan Aris yang hendak beranjak dari sisinya.


"Lebih baik kamu cari saja orang lain, karena aku tidak bisa melakukannya denganmu"kata Aris cemberut.


"Apakah kamu ingin mempermalukanku didepan orang-orang ? ," tanya Viona dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal.


Akan tetapi Aris tetap meninggalkannya seorang diri.


"Sial...sial...sial...aku harus bisa mendapatkan Aris , bagaimanapun caranya." gerutu Viona dan setelah itu dia pergi ke toilet.


Di toilet Viona bertemu dengan Ara , dia kemudian menghadang gadis itu.


"Maaf Kak,aku mau lewat." ucap Ara menatap Viona.


Akan tetapi Viona malah menatap Ara dengan tatapan yang sangat tajam.


" Aku minta jauhin Aris, jadi wanita jangan terlalu gatel. Kamu pasti sengaja bercerai dari mantan suamimu, karena ingin bersama Aris kan ? Dasar wanita murahan." Viona bicara dengan raut wajah yang marah.


"Yang murahan itu aku atau kamu ? Apa kamu sudah tidak laku ? Bahkan laki-laki yang sudah memiliki kekasih kamu kejar juga ,dan bahkan sampai mengancam segala. Sungguh kasihan sekali nasibmu. " cibir Ara dan dia kemudian meninggalkan Viona.

__ADS_1


__ADS_2